Kesehatan

31 Agustus 2021

Mengenal Gamophobia, Ketakutan Akan Komitmen atau Pernikahan

Para ahli percaya bahwa gamophobia bisa jadi hasil dari trauma di masa lalu
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Ria Indhryani
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Beberapa orang atau pasangan kekasih, terkadang memilih untuk hidup dengan cara yang berbeda, seperti misalnya tidak perduli dengan pernikahan atau tidak mau menikah, berapapun usianya. Hal ini bisa jadi salah satu pertanda seseorang mengalami gamophobia.

Gamophobia dikenal sebagai ketakutan akan komitmen atau pernikahan.

Bagaimanapun juga, beberapa orang memang tidak mau terikat dengan pernikahan atau tidak mau berkomitmen antara satu dengan yang lain bersama pasangan. Namun, sebagian besar berhasil melewati keraguan mereka dalam situasi yang tepat.

Gamophobia memiliki arti yang berbeda. Gamos dalam bahasa Yunani adalah pernikahan dan fobia berarti ketakutan. Jadi, gamophobia diterjemahkan sebagai ketakutan akan pernikahan atau ketakutan akan komitmen. Ini lebih dari sekadar keengganan karena gamophobia dapat menjadi ketakutan yang melumpuhkan.

Fobia adalah gangguan kecemasan yang nyata dan berlebihan terhadap sesuatu yang sebenarnya tidak berbahaya, tetapi tetap membuat seseorang cemas. Secara umum, orang dengan fobia memahami ketakutan mereka tidak masuk akal, tetapi mereka merasa tidak berdaya menghadapinya. 

Itulah mengapa, gamophobia terkadang menjadi jenis ketakutan yang mengubah hidup atau menyebabkan kecemasan atau serangan panik. Jika hanya memikirkan komitmen atau pernikahan membuat seseorang berkeringat, jantung berdebar, atau membuat pusing, maka bisa jadi itu adalah pertanda seseorang menderita gamophobia.

Baca Juga: Ingin Pernikahan Langgeng? Pahami Cara Jaga Komitmen dalam Hubungan

Mengenal Gamophobia

gamophobia

Foto: world-today-news.com

Gamophobia bisa merampok seseorang dari hubungan yang memuaskan. Padahal, gamophobia termasuk dalam kategori fobia sederhana.

Seperti sudah disebutkan sebelumnya, seseorang yang memiliki gamophobia dapat mengalami serangan panik besar-besaran saat memikirkan pernikahan atau komitmen. Ketakutan atau kepanikan ini sangat kuat dan tidak terkendali. 

Beberapa orang bahkan tidak dapat melihat pasangan yang sudah menikah tanpa emosi yang menghancurkan ini. Sayangnya tidak seperti banyak fobia yang diteliti, gamophobia adalah area yang sangat kurang diteliti.

Statistik tentang gamophobia sulit untuk didapatkan. Penelitian tentang Spesific Phobia menyebutkan bahwa diperkirakan 12,5 persen orang dewasa di Amerika Serikat mengalami fobia spesifik di beberapa titik. Beberapa yang lebih umum termasuk takut terbang, takut laba-laba, dan takut jarum.

Namun, beberapa banyak orang yang memiliki ketakutan akan komitmen atau gamophobia sulit untuk dikatakan. Tidak semua orang mencari bantuan atau mendapat diagnosis.

Tanpa konseling profesional, tidak mudah untuk mengetahui apakah seseorang berurusan dengan gamophobia atau sesuatu yang lain, seperti:

  • Takut ditinggalkan
  • Takut akan keintiman
  • Takut mempercayai orang lain.

Baca Juga: Benarkah Anda Sudah Siap Menikah?

Gejala Gamophobia

gamophobia

Foto: typesofphobia.com

Fobia sederhana seperti gamophobia, memiliki gejala fisik dan psikologis. Meskipun bahayanya berlebihan, reaksi fisik dari penyakit ini cukup nyata.

Respons tubuh terhadap bahaya atau ketakutan didorong oleh adrenalin, hormon untuk melawan atau lari. Hormon ini bertanggung jawab atas gejala  fisik gamophobia, seperti:

  • Dada sesak, napas cepat, atau sesak napas
  • Pusing atau sakit kepala ringan
  • Detak jantung yang cepat atau perasaan seperti jantung berdetak kencang
  • Mual, berkeringat atau clamminess
  • Goyangan atau gemetar

Gejala gamophobia psikologis yang umum juga bisa dirasakan, yaitu meliputi:

  • Rasa bersalah atau malu karena takut akan pernikahan atau komitmen
  • Ketakutan atau kepanikan yang intens tentang pernikahan atau komitmen
  • Kurangnya kendali atas rasa takut akan pernikahan atau komitmen
  • Rasa takut, malapetaka, atau kekhawatiran yang luar biasa tentang pemikiran tentang pernikahan atau komitmen
  • Pengakuan bahwa ketakutan akan pernikahan atau komitmen itu berlebihan

Ketakutan akan pernikahan atau komitmen biasanya akan mengganggu hidup seseorang. Jika gamophobia mengganggu kemampuan seseorang untuk memiliki hubungan normal, maka menemui dokter adalah solusinya. Intervensi dini menawarkan peluang terbaik untuk menyelesaikan gamophobia yang dirasakan, serta memulihkan kembali hubungan bersama pasangan.

Baca Juga: Agar Pernikahan Langgeng, Ikuti 5 Tips Komunikasi dengan Pasangan Seperti Ini

Penyebab Gamophobia

gamophobia

Foto: virginia.edu

Seringkali sulit untuk mencari dan menyebutkan penyebab pasti gamophobia dan fobia sederhana lainnya. Beberapa orang dapat menghubungkan ketakutan fobia sederhana mereka termasuk gamophobia dengan pengalaman masa lalu yang negatif.

Dalam hal ini, area otak yang disebut amigdala kemungkinan berperan. Area ini merekam reaksi seseorang terhadap peristiwa dan mengingatkan kita tentang perasaan ketika menghadapi peristiwa serupa. Intinya, trauma masa lalu yang melibatkan pernikahan atau pasangan yang sudah menikah mungkin menjadi akar penyebab gamophobia.

Fobia spesifik seperti gamophobia dapat berkembang di awal kehidupan. Ini mungkin karena campuran hal-hal daripada penyebab tunggal. Misalnya, menjadi respon yang dipelajari dari mengamati orang tua atau kerabat dekat lainnya.

Gamophobia dapat muncul dari trauma tertentu, seperti menyaksikan hubungan orang tua yang hancur atau disertai perceraian. Gamophobia juga dapat muncul dari hubungan sebelumnya yang abu-abu atau tidak berhasil. Sebaliknya,  takut "kehilangan" jika ketika berkomitmen menikah juga bisa menjadi penyebab gampfobia.

Seringkali sulit untuk mengetahui apakah perilaku dan pola pikir diwariskan secara genetik atau melalui pengaruh keluarga. Jadi kemungkinan besar, fobia swderhana yang muncul seperti gamophobia adalah campuran dari faktor lingkungan dan genetik.

Baca Juga: Trauma Setelah Hadapi Perceraian, Mungkinkah Mengalami PTSDS?

Cara Mengatasi Gamophobia

gamophobia

Foto: onemedical.com

Setelah pasien gamophobia mengakui rasa takut dan menyadari bahwa itu adalah kekuatannya untuk berubah, maka satu langkah tepat artinya telat diambil. Jika pasien gamophobia menjalin hubungan, jujurlah sepenuhnya dengan pasangan untuk menghindari hal-hal yang tidak pasti.

Biarkan pasangan tahu bahwa masalah ini tentang gamophobia yang dialami dan juga berhubungan dengan sejarah masa lalu. Itu artinya, pasien gamophobia mulai belajar dan melihat bagaimana dirinya menghadapi hubungan tersebut. 

Jelajahi alasan di balik ketakutan. Apakah peristiwa masa lalu menjadi kebahagiaan saat ini? Pikirkan tentang apa yang diinginkan dan dibutuhkan dalam suatu hubungan. Beberapa pasien gamophobia mungkin menyadari bahwa komitmen jangka panjang bukanlah secangkir teh yang siap dihidangkan kapan saja.

Pasien mungkin menemukan fakta bahwa terlepas dari rasa takut, tidak menikah adalah hal  yang memang diinginkan. Kesadaran ini mungkin yang memang dibutuhkan untuk mulai mengatasi rasa takutnya.

Baca Juga: Walau Sepele, 4 Masalah Pernikahan ini Bisa Jadi Penyebab Perceraian

1. Perawatan Medis

Seseorang tidak harus menikah atau memiliki hubungan yang berkomitmen. Seorang penderita gamophobia mungkin memiliki alasan yang sangat valid untuk tidak berkomitmen. Itu pilihan pribadi dan bisa dilakukan siapa saja.

Di sisi lain, ketakutan yang tidak masuk akal dapat mengubah jalan hidup seseorang. Ketika ketakutan akan komitmen berkuasa, kebebasan memilih hilang, dan itu dapat menghambat seseoeang secara besar-besaran.

Gamophobia juga dapat berdampak pada kesehatan. Penelitian berjudul Associations of specific phobia and its subtypes with physical diseases: an adult community study dari 2016 menunjukkan bahwa memiliki fobia dikaitkan dengan kemungkinan penyakit fisik yang lebih tinggi.

Jika seseorang tidak dapat mengatasinya sendiri, maka pasien mungkin mendapat manfaat dari menemui profesional kesehatan mental. Sangat penting untuk mencari bantuan medis jika penderita gamophobia juga mengalami serangan panik, kecemasan, atau depresi.

Baca Juga: 4 Keahlian yang Harus Dikuasai Sebelum Menikah

2. Terapi 

Jika seseorang memiliki gamophobia, maka dia harus tahu bahwa itu adalah nyata. Gamophobia bukanlah tanda kelemahan atau cacat karakter. 

Penderita gamophobia juga harus tahu bahwa dirinya tidak harus hidup dengan kepanikan yang luar biasa. Seseorang dapat memperoleh kembali kendali atas reaksi dan hubunganny dengan pasangan. Semakin dini penderita gamophobia mencari bantuan, semakin besar kemungkinan pengobatan akan berhasil.

Dokter merekomendasikan untuk mengobati fobia sederhana seperti gamophobia ketika penyakit ini mengganggu kemampuan atau tubuh secara normal. Perawatan gamophobia yang paling efektif adalah bentuk psikoterapi atau terapi bicara,seperti:

  • Terapi perilaku. Dalam terapi perilaku, teorinya adalah bahwa perilaku dipelajari dan oleh karena itu dapat diubah. Penderita gamophobia akan mengidentifikasi perilaku merusak diri sendiri dan mempraktikkan strategi untuk mengubahnya.
  • Terapi perilaku kognitif (CBT). CBT membantu seseorang mengidentifikasi pikiran, emosi, dan perilaku negatif. Seorang terapis akan bekerja  untuk membantu penderita gamophobia berubah dan mengembangkan keyakinan baru tentang diri dan reaksinya. Tujuannya adalah untuk melihat ketakutan dan kemampuan penderita gamophobia untuk menghadapinya secara berbeda. CBT paling efektif dalam kombinasi dengan terapi eksposure
  • Terapi wicara/pemaparan. Terapi ini melibatkan pemaparan seseorang pada ketakutannya secara bertahap. Seorang terapis bekerja dengan pasien dalam situasi yang terkendali untuk membantu mengatasi rasa takut dengan teknik mengurangi kecemasan. Saat pasien menoleransi eksposur kecil, maka pasien akan mengulangi prosesnya dengan situasi yang lebih intens. Tujuannya adalah untuk belajar mengendalikan reaksi dan mendapatkan kepercayaan diri pada kemampuan untuk mengelola rasa takut di dalam diri.

Baca Juga: Rahasia Pasangan Suami Istri yang Selalu Bahagia

3. Pengobatan

Obat biasanya tidak diperlukan dalam pengobatan gamophobia. Jika pasien gamophobia dapat membuat pasien merasa lelah dengan kondisi fisik, dokter dapat mempertimbangkan untuk meresepkan atidepresan

Obat  ini untuk mengobati gangguan kecemasan dan juga serangan panik karena gamophobia. Jika pasangan yang  memiliki gamophobia, itu tidak berarti perasaan mereka mejadi tidak tulus.

Gamophobia adalah ketakutan akan komitmen atau pernikahan. Jauh di luar kegelisahan pra-pernikahan, gamophobia adalah ketakutan yang kuat yang dapat menyebabkan seseorang kehilangan hubungan yang berharga.

Psikoterapi, khususnya CBT, dikaitkan dengan hasil yang positif dalam mengobati fobia tertentu. Jika seseorang memiliki gamophobia dan ingin berubah, itu sangat mungkin. Jika dia membutuhkan bantuan, carilah terapis yang berpengalaman dalam menangani fobia tertentu termasuk gamophobia.

  • https://www.healthline.com/health/gamophobia#treatment
  • https://bmcpsychiatry.biomedcentral.com/articles/10.1186/s12888-016-0863-0
  • https://www.nimh.nih.gov/health/statistics/specific-phobia
  • https://www.healthgrades.com/right-care/anxiety-disorders/gamophobia-fear-of-marriage
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait