Kesehatan

KESEHATAN
25 Maret 2020

Gangguan Pendengaran dan Efeknya untuk Kesehatan Otak, Begini Penjelasannya

Gangguan pendengaran dapat sebabkan demensia dan penurunan fungsi otak
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Sabrina
Disunting oleh Dina Vionetta

Gangguan pendengaran tentu dapat membuat frustasi, tapi siapa sangka jika efeknya bisa lebih dari tidak dapat mendengar lagi?

Dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh The Ohio State University menemukan orang-orang muda dengan gangguan pendengaran, bahkan ketika tidak mereka sadari, dapat membebani otak yang umumnya tidak akan terlihat sampai pada kemudian hari.

"Kehilangan pendengaran, bahkan pada kondisi kecil, dapat berdampak buruk pada orang muda... Yang paling memperihatinkan, gangguan pendengaran dini ini bisa membuka jalan ke kondisi demensia," kata ketua peneliti Yune Lee, dilansir oleh sciencedaily.com.

Hal ini juga terbukti dalam penelitian yang melacak 639 orang dewasa hampir 12 tahun oleh pakar John Hopkins Frank Lin, MD, Ph.D, dan rekan-rekannya.

Baca Juga: 4 Gangguan Pendengaran Pada Bayi 0-6 Bulan

Efek Gangguan Pendengaran pada Otak

gangguan pendengaran dan otak (1).jpg

Foto: freepik

Dilansir dari laman Hopkinsmedicine.org, mereka menemukan gangguan pendengaran ringan dapat melipatgandakan risiko demensia.

"Kehilangan sedang berisiko tiga kali lipat, dan orang dengan gangguan pendengaran yang parah lima kali lebih mungkin untuk mengembangkan demensia," lapor hopkinsmedicine.org.

Lin menjelaskan, berdasarkan hasil pemindaian otak menunjukkan pendengaran dapat berkontribusi pada laju atrofi yang lebih cepat di otak.

Gangguan pendengaran juga berkontribusi terhadap isolasi sosial. Seseorang mungkin tidak ingin bersama orang banyak, dan ketika seseorrang berada di sana, ia mungkin tidak terlibat dalam percakapan sebanyak itu. Faktor-faktor ini dapat menyebabkan demensia.," sambungnya.

Saat seseorang berjalan, telinga akan menangkap isyarat halus yang membantu keseimbangan. Kehilangan pendengaran membisukan sinyal-sinyal penting ini, tambah Lin.

“Ini juga membuat otak bekerja lebih keras hanya untuk memproses suara. Multitasking bawah sadar ini dapat mengganggu beberapa proses mental yang diperlukan untuk berjalan dengan aman," tambahnya.

Selain kedua penelitian tersebut, dilansir Harvard Health, ada teori yang mengatakan gangguan pendengaran menyebabkan penurunan input ke otak, sehingga ada leih sedikit pemrosesan yang terjadi, yang berkontribusi terhadap penurunan kognitif.

Teori lainnya menunjukkan defisit kognitif dini dapat memengaruhi kemampuan seseorang untuk memproses suara yang berkontribusi terhadap gangguan pendengaran.

"Terlepas dari teori mana yang benar, jelas bahwa hubungan antara pendengaran dan kognisi sangat nyata," tulis James Naples, MD, instruktur klinis di Harvard Medical School di Boston, MA.

Baca Juga: Tes Pendengaran Anak, Pentingkah?

Cara Gangguan Pendengaran Menyebabkan Demensia

gangguan pendengaran dan otak (2).jpg

Foto: freepik.com

Berdasarkan penelitian yang dilansir oleh AARP.org, Frank Link, MD, mengutarakan beberapa cara gangguan pendengaran menyebabkan demensia:

Beban Kognitif

Pada dasarnya, beban kognitif adalah upaya yang terus menerus berusaha untuk memahami justru menekan otak. Hal ini dinilai masuk akal secara intuitif.

"Jika seseorang melakukan banyak upaya hanya untuk memahami apa yang didengar, dibutuhkan sumber daya yang jika tidak akan tersedia untuk pengkodean [apa yang didengar] dalam memori," kata Arthur Wingfield, profesor ilmu saraf di Universitas Brandeis.

Kontribusi Terhadap Masalah Kognitif

Studi pencitraan otak, menunjukkan bahwa orang dewasa yang lebih tua dengan gangguan pendengaran memiliki lebih sedikit materi abu-abu di bagian otak mereka yang menerima dan memproses suara dari telinga.

"Belum tentu seseorag kehilangan sel-sel otak," ujar Wingfiled.

Struktur sel-sel otak tertentu dapat menyusut ketika mereka tidak mendapatkan stimulasi yang cukup.

Hal ini menimbulkan pertanyaan, kata Wingfield, apakah mendapatkan sinyal bicara yang lebih jelas ke otak melalui penggunaan alat bantu dengar modern dapat memungkinkan struktur otak ini untuk memulihkan ukuran dan fungsinya sebelumnya.

Namun sayangnya, Lin mengatakan bahwa hingga kini belum ada studi tentang penggunaan alat bantu dengan dengan kondisi gangguan pendengaran dengan turunnya fungsi otak.

Baca Juga: Yuk Stimulasi Pendengaran Bayi dengan 6 Cara Mudah Ini!

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait