Balita dan Anak

BALITA DAN ANAK
16 Juni 2020

Gangguan Perkembangan Koordinasi (GPK), Seperti Apa?

GPK tak pengaruhi kecerdasan anak, tetapi menyulitkan proses belajar
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Pada anak dengan kondisi gangguan perkembangan, mungkin Moms pernah mendengar istilah gangguan perkembangan koordinasi atau disingkat GPK. Kondisi ini adalah terjemahan dari Developmental Coordination Disorder.

Mengutip situs Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), GPK berarti gangguan keterampilan motor (alat gerak) yang berpengaruh terhadap kemampuan untuk melakukan tugas umum sehari-hari.

Gangguan ini bukan karena kelainan visus, mental retardasi, atau palsi serebral, tetapi karena ketidakmampuan melakukan koordinasi antara beberapa fungsi sensoris, gerak kasar, dan halus.

Ketahui penjelasan lebih lanjut tentang gangguan perkembangan koordinasi berikut ini, Moms.

Baca Juga: Perhatikan dengan Seksama, Ini 4 Tanda Gangguan Kesehatan Mental pada Anak

Mendeteksi Gangguan Perkembangan Koordinasi pada Anak

gangguan perkembangan koordinasi-1.jpg

Foto: understood.org

Menurut dr. Catharine Mayung Sambo, Sp.A(K), Dokter Spesialis Anak Konsultan Tumbuh Kembang dan Pediatri Sosial RS Pondok Indah - Pondok Indah, untuk mengetahui bila anak mengalami gangguan perkembangan koordinasi bisa dilihat dari kondisinya di sekolah.

"Secara umum, misalnya mendapatkan laporan dari guru bahwa anak sulit menyelesaikan tugas, tulisan susah dibaca, atau anak butuh waktu lama untuk bisa menyelesaikan tugasnya dibanding teman-temannya. Kondis ini sebaiknya segera dikonsultasikan," jelas dr. Catharine.

Lebih lanjut ia menjelaskan, meskipun belum tentu Si Kecil memiliki gangguan perkembangan koordinasi, tetapi kondisi menandakan anak perlu dilakukan tes screening.

Baca Juga: Gangguan Perkembangan Balita 1-5 Tahun, Moms Harus Waspada ya!

Penyebab Gangguan Perkembangan Koordinasi pada Anak

gangguan perkembangan koordinasi-2

Foto: Orami Photo Stock

Mengutip Journal of the Royal Society of Medicine, GPK merupakan masalah perkembangan yang dapat berdampak besar pada kehidupan anak-anak ketika anak berjuang untuk mengatur diri mereka sendiri.

Secara keseluruhan, masih belum diketahui penyebab pasti dari GPK, tetapi ada faktor risiko yang bisa membuat anak mengalami kondisi ini. Menurut National Health Service, berikut ini beberapanya:

  • Anak lahir prematur, sebelum minggu ke-37 kehamilan
  • Lahir dengan berat badan lahir rendah
  • Memiliki riwayat keluarga yang GPK, meskipun tidak jelas gen mana yang mungkin menyebabkan kondisi ini
  • Saat hamil minum alkohol atau minum obat terlarang

Melakukan gerakan yang terkoordinasi adalah proses kompleks yang melibatkan banyak saraf dan bagian otak yang berbeda. Anak dengan gangguan perkembangan koordinasi sulit untuk mencapai hal tersebut.

Baca Juga: Anak Sulit Konsentrasi di Sekolah? Ini Kebiasaan yang Baik untuk Melatih Daya Ingat

Gejala Gangguan Perkembangan Koordinasi pada Anak

gangguan perkembangan koordinasi-3

Foto: Orami Photo Stock

Gejala gangguan perkembangan koordinasi bisa terjadi pada anak usia pra-sekolah dan sekolah. Lebih lanjut, berikut ini penjelasannya.

1. Gejala GPK pada Anak Usia Pra-Sekolah

  • Terlambat dalam perkembangan motorik kasar dan halus
  • Sering menabrak benda
  • Mudah jatuh
  • Makan cenderung berantakan dan lebih memilih menggunakan tangan
  • Sulit menggenggam pensil atau menggunakan gunting

2. Gejala GPK pada Anak Usia Sekolah

  • Aspek fisik
    • Mudah terjatuh bila berjalan atau lari
    • Tidak dapat memperkirakan jarak secara akurat
    • Kesulitan beraktivitas fisik bersama teman, seperti bermain sepakbola
    • Guru olahraga anggap anak lamban dan sulit mempelajari aktivitas fisik yang baru
  • Aspek belajar
    • Sering mengubah postur tubuh selama menulis untuk menyesuaikan posisi buku
    • Lambat dalam menyalin/menulis
    • Tulisan tangan jelek karena sulit menggunakan pulpen
    • Tidak dapat memotong dan melipat ketika melakukan kerajinan tangan
  • Aspek perawatan diri
    • Sulit mengancingkan baju, mengikat tali sepatu, sehingga tampak lusuh
    • Mudah menjatuhkan benda atau menumpahkan minuman

Baca Juga: 4 Tahapan Perkembangan Motorik Anak SD, Catat!

Dampak Gangguan Perkembangan Koordinasi pada Perkembangan Anak

gangguan perkembangan koordinasi-4

Foto: Orami Photo Stock

Meskipun GPK tidak memengaruhi kecerdasan seorang anak, kondisi ini dapat membuat mereka lebih sulit untuk belajar dan mungkin membutuhkan bantuan tambahan untuk bisa mengikuti proses belajar di sekolah.

"Dampak GPK yang paling nyata yaitu mengganggu proses belajar, terutama pada anak yang sudah masuk usia sekolah formal," jelas dr. Catharine.

Lebih lanjut, ia menerangkan bahwa biasanya anak terdeteksi mengalami gangguan perkembangan koordinasi pada usia sekolah, lebih tepatnya dari umur 5-6 tahun.

Perawatan untuk gangguan perkembangan koordinasi akan disesuaikan untuk Si Kecil, dan biasanya melibatkan sejumlah profesional kesehatan yang bekerja bersama-sama.

Itu dia Moms, penjelasan tentang kondisi gangguan perkembangan koordinasi yang bisa terjadi pada anak.

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait