Kesehatan

KESEHATAN
20 April 2020

Wanita Rentan Alami Gangguan Stres Pasca Trauma, ini Penjelasannya!

Wanita lebih berisiko mengalami gangguan stres pasca trauma (PTSD) daripada pria.
placeholder

Foto: shutterstock

placeholder
Artikel ditulis oleh Sabrina
Disunting oleh Dina Vionetta

Trauma terjadi akibat peristiwa traumatis seperti, pelecehan fisik, psikologis, seksual, terorisme, perang, kekerasan, kecelakaan dan bencana alam.

Semua peristiwa traumatis itu bisa menyebabkan stres serius dan konsekuensi yang merugikan bagi para penyintas dan keluarganya

Sekitar 50 persen dari semua individu dilansir oleh American Pregnancy Associations, pasti memiliki satu peristiwa traumatis di hidupnya.

Meskipun sebagian besar individu bisa menyerap trauma dari waktu ke waktu, banyak pula yang selama tapi akan mengalami masalah jangka panjang.

Sebanyak 8 persen dari orang yang melalui peristiwa traumatis akan mengalami gangguan stres pasca trauma (PTSD).

Banyak orang hidup dengan PTSD akan mengalami gejala kronis dan parah, seperti mimpi buruk, insomnia, gangguan somatik, kesulitan berhubungan intim, ketakutan, kecemasan, kemarahan, rasa malu, agresi, perilaku bunuh diri, kehilangan kepercayaan dan isolasi.

Baca Juga: Mengenal Post-Engagement Anxiety, Keraguan untuk Menikah setelah Bertunangan

Wanita Paling Berisiko PTSD

Hubungan antara wanita dan trauma - PTSD - 1.jpg

Foto: shutterstock.com

Penelitian yang dilansir oleh womenshealth.com, menunjukkan wanita dua kali lebih berisiko mengembangkan PTSD, mengalami gejala pasca trauma yang lebih lama dan lebih banyak mengalami rangsangan yang mengingatkan peristiwa traumatis.

Meskipun wanita berisiko lebih besar dengan konsekuensi negatif setelah kejadian traumatis. Tapi, banyak pulang yang ragu mencari perawatan kesehatan mental.

Kebanyakan orang yang selamat justru menunggu bertahun-tahun untuk mendapat bantuan mental. Sedangkan yang lain tidak pernah menerima perawatan mental sama sekali.

Padahal gejala pasca trauma yang tidak diobati bisa menyebabkan masalah kesehatan mental luar biasa dan berdampak buruk pada kesehatan fisik.

Perempuan yang selamat mungkin mengalami gejala fisik termasuk sakit kepala, masalah pencernaan dan disfungsi seksual.

Adapun pengobatan yang efektif untuk wanita dengan PTSD termasuk terapi kognitif-perilaku, perawatan kelompok, farmakoterapi dan intervensi psikodinamik.

Baca Juga: Kardiomiopati Postpartum, Penyakit Jantung Setelah Melahirkan

Penyebab PTSD Besar pada Wanita

Hubungan antara wanita dan trauma - PTSD - 3.jpg

Foto: shutterstock.com

Sejumlah penelitian mengenai gangguan pasca-trauma dilansir oleh Nami.Org, telah menunjukkan perempuan dua kali lebih mungkin mengalami PTSD daripada laki-laki. Hal ini mungkin dipicu oleh beberapa faktor penyebab.

Jenis Trauma

Wanita lebih rentan mengalami gangguan stres pasca-trauma, karena wanita mengalami jenis trauma tertentu dengan risiko PTSD jauh lebih tinggi.

Pria cenderung menghadapi trauma seperti serangan fisik, kecelakaan, bencana, pertempuran atau melihat kematian dan cedera. Sedangkan, perempuan lebih rentan mengalami peristiwa traumatis sepeti pemerkosaan, kekerasan seksual dan pelecehan seksual.

Sebuah studi menemukan efek kekerasan seksual sangat merusak mental, sehingga 94 persen perempuan yang menjadi korban mengalami gejala PTSD dalam dua minggu pertama setelah kejadian.

Budaya dan Peran Gender

Selain jenis trauma, peran budaya dan gender juga termasuk faktor yang berkontribusi terhadap tingginya prevalensi PTSD di kalangan perempuan.

Studi menemukan bahwa kejadian PTSD lebih jelas di masyarakat yang menekankan peran gender tradisional (pria memiliki lebih banyak kekuatan sosial daripada wanita), karena wanita dalam jenis budaya ini merasa lebih rentan secara emosional.

Baca Juga: Trauma Setelah Hadapi Perceraian, Mungkinkah Mengalami PTSDS?

Gejala PTSD pada Wanita Berbeda dengan Pria

Hubungan antara wanita dan trauma - PTSD - 2.jpg

Foto: shutterstock.com

Wanita dengan PTSD cenderung mengalami banyak gejala daripada pria. Berikut ini gejala yang mungkin dialami wanita seperti yang dilansir oleh Women's Health.

  1. Mudah kaget
  2. Memiliki lebih banyak kesulitan merasakan emosi atau merasa mati rasa
  3. Merasa tertekan dan cemas

Wanita biasanya juga memiliki gejala PTSD lebih lama daripada pria (rata-rata, 4 tahun vs 1 tahun) sebelum diagnosis dan pengobatan.

Sebanyak 5 wanita dengan PTSD cenderung memiliki masalah dengan alkohol atau obat-obatan setelah trauma.

Wanita maupun pria yang menderita PTSD juga bisa mengalami masalah kesehatan fisik.

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait