Pernikahan & Seks

20 Juni 2021

Waspada Gaslighting dalam Hubungan, Tindakan Manipulasi yang Tidak Disadari

Pernah mendengar istilah gaslighting? Mungkin Moms dan Dads juga korbannya.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Agnes
Disunting oleh Intan Aprilia

Moms dan Dads apakah pernah bertemu dengan orang yang sering memanipulasi kata-kata dan memutarbalikkan fakta ketika disalahkan? Sikap ini memang cukup menyebalkan dan sesungguhnya berbahaya. Tindakan orang ini disebut juga dengan gaslighting. Yuk cari tahu lebih lanjut mengenai apa itu gaslighting!

Pengertian Gaslighting

Memutar balik fakta gaslighting

Foto: freepik.com

Gaslighting adalah salah satu bentuk manipulasi yang terjadi dalam sebuah hubungan yang tidak sehat atau abusive relationship.

Dikutip dari Berkeley Science Review, disebutkan bahwa gaslighting adalah jenis kekerasan emosional yang bisa dibilang berbahaya, dan terkadang terselubung, di mana pelaku membuat target mempertanyakan penilaian dan kenyataan mereka.

Akhirnya, korban gaslighting mulai tidak percaya dengan dirinya sendiri.

Gaslighting bisa juga disebut sebagai taktik di mana seseorang atau sekelompok orang, dengan tujuan untuk mendapatkan lebih banyak kekuatan, membuat korban mempertanyakan realitas yang ada.

Siapapun rentan terhadap gaslighting, tindakan ini adalah teknik umum para pelaku kekerasan, diktator, narsistik, hingga pemimpin sekte.

Umumnya korban gaslighting tidak menyadari mereka telah dicuci otak karena dilakukan secara perlahan dan bertahap.

The Journal of Perinatal and Neonatal Nursing menyebutkan gaslighting sering terjadi dalam sebuah hubungan pacaran dan pernikahan, tetapi tidak jarang terjadi dalam hubungan pertemanan maupun dalam keluarga.

Baca Juga: 5 Tanda Toxic Parent yang Kerap Tak Disadari

Orang yang toxic menggunakan jenis manipulasi ini untuk mendapatkan kekuasaan atas orang lain dengan memanipulasi anggota keluarga, pasangan, teman, dan bahkan rekan kerja.

Jurnal The Lancet Psychiatry menyebutkan istilah gaslighting pertama kali dikenal dari drama tahun 1938 oleh Patrick Hamilton, kemudian berkembang menjadi film "Gaslight" oleh Alfred Hitchcock di tahun 1944.

Dalam film tersebut, seorang suami manipulatif mencoba membuat istrinya berpikir bahwa dia kehilangan akal sehatnya dengan membuat perubahan kecil di lingkungannya, termasuk secara perlahan dan pasti meredupkan api pada lampu gas.

Tidak hanya mengganggu lingkungannya dan membuatnya percaya bahwa dia gila, tetapi sang suami juga melakukan kekerasan dan mengendalikannya, memisahkannya dari keluarga dan teman. Sejak saat itu lah di Amerika dikenal istilah gaslighting.

Baca Juga: Mengenal Toxic People, Ciri-ciri dan Cara Menghadapinya

Ciri-ciri Gaslighting

Setelah mengenal apa itu gaslighting, Moms dan Dads perlu mengetahui tindakan-tindakan apa saja yang termasuk ke dalam tindakan gaslighting.

Dilansir dari Verywell Mind, ada beberapa ciri-ciri tindakan bahwa seseorang melakukan gaslighting terhadap orang lain, yaitu:

1. Selalu Berbohong

Berbohong ciri gaslighting

Foto: freepik.com

Ciri-ciri gaslighting yang cukup umum adalah menganggap kebohongan adalah hal biasa dan sering melakukannya.

Pelaku akan berbohong secara terang-terangan dan tidak akan pernah mundur atau mengubah cerita mereka, bahkan ketika dibeberkan bukti kebohongannya.

Berbohong adalah dasar dari perilaku gaslighting. Bahkan ketika orang lain sadar mereka telah berbohong, pelaku akan tetap berusaha bertindak sangat meyakinkan.

Pada akhirnya, seseorang yang menjadi korban mulai kebingungan dan mempertanyakan kebenaran yang sesungguhnya.

2. Mendiskreditkan Seseorang

Ciri gaslighting selanjutnya adalah sering menyebarkan rumor dan gosip tentang seseorang kepada orang lain di sekitarnya.

Mereka dapat berpura-pura mengkhawatirkan seseorang atau mengarang cerita sambil secara halus memberi tahu orang lain bahwa orang yang sedang dibicarakan tersebut secara emosional tidak stabil.

Taktik ini bisa menjadi sangat efektif dan menggiring orang-orang berpihak pada pelaku tanpa mengetahui cerita lengkapnya.

Korbannya mungkin tidak pernah mengatakan atau berbuat hal buruk seperti cerita si pelaku, namun pelaku gaslighting akan berusaha semaksimal mungkin untuk menggiring orang lain di sekitarnya menjadi percaya.

3. Mengesampingkan Pikiran dan Perasaan Seseorang

Meremehkan emosi korban memungkinkan pelaku gaslighting dapat menguasai korban.

Mereka mungkin akan membuat pernyataan yang mengesampingkan perasaan seseorang, misalnya “masa gitu doang baper”.

Pernyataan sejenis ini, mempertanyakan dan mengesampingkan perasaan atau pikiran korban dengan memberikan sinyal bahwa korban bertindak salah.

4. Mengalihkan Kesalahan

Ciri berikutnya seseorang melakukan gaslighting adalah selalu mencoba mengalihkan kesalahan kepada orang lain.

Setiap diskusi yang dilakukan, entah bagaimana caranya pelaku akan memelintir kesalahan ke pihak korban.

Bahkan, ketika korban mencoba mendiskusikan bagaimana perilaku-perilaku pelaku telah memengaruhi perasaannya, mereka dapat mengubah percakapan dan akhirnya menyalahkan korban tersebut.

Dengan kata lain, pelaku dapat memanipulasi situasi sedemikian rupa, sehingga korban akhirnya percaya bahwa dia lah penyebab perilaku buruk si pelaku.

Si pelaku juga mungkin mengklaim bahwa jika korban berperilaku berbeda, mereka tidak akan memperlakukannya seperti itu.

Baca Juga: Ciri-ciri Toxic Parents, Apakah Moms Salah Satu di Antaranya? Simak Bahayanya Bagi Anak!

5. Menyangkal Tindakan Salah

Pelaku kekerasan biasanya terkenal karena sering menyangkal bahwa mereka melakukan kesalahan.

Para pelaku melakukan hal ini untuk menghindari tanggung jawab atas pilihan buruk yang telah mereka lakukan. Namun, tindakan ini juga membuat korban gaslighting bingung dan frustasi karena tidak ada pengakuan atas rasa sakit yang mereka rasakan.

Penyangkalan ini juga dapat membuat korban sangat sulit untuk bangkit atau pulih dari penindasan atau kekerasan.

6. Menggunakan Rayuan sebagai Senjata

Kadang-kadang ketika dikonfrontasi atau ditanyai, seorang gaslighter akan menggunakan kata-kata yang baik dan penuh kasih untuk mencoba memuluskan situasi.

Mereka dapat mengetahui dan mengatakan hal-hal yang ingin korban dengar, tetapi tidak diucapkan dengan tulus, terutama jika perilaku yang sama terus diulangi.

Baca Juga: 5 Tanda Kepribadian Narsistik, Coba Dicek!

7. Memutar Balikan Fakta

Tidak peduli pada perasaan orang lain

Foto: freepik.com

Pelaku biasanya menggunakan taktik ini saat korban mendiskusikan sesuatu yang terjadi di masa lalu.

Misalnya, ketika suatu hari pelaku mendorong korban ke dinding dan menolak membahasnya saat itu. Di kemudian hari, pelaku dapat memutarbalikkan cerita tersebut untuk menguntungkan mereka.

Pelaku mungkin mengatakan korban tersandung dan mereka mencoba menenangkannya. Padahal faktanya, pelaku yang menyebabkan korban membentur dinding.

Ketika cerita dan kenangan ini terus-menerus diceritakan kembali menurut versi pelaku untuk kepentingannya sendiri, korban lama-kelamaan mulai meragukan ingatannya tentang apa yang terjadi.

Kebingungan atau menebak-nebak di pihak korban ini adalah tujuan yang dari tindakan gaslighting.

8. Biasanya Menyasar Orang Lemah

Gaslighter paham bahwa manusia perlu memiliki rasa stabilitas dan kenormalan.

Dikutip dari Psychology Today, tujuan pelaku gaslighting adalah untuk membuat korban terus-menerus mempertanyakan segalanya.

Sedangkan kecenderungan alami manusia adalah melihat dan mencari orang atau entitas yang akan membantu mereka merasa lebih stabil. Hal inilah yang diincar oleh pelaku gaslighting.

Moms dan Dads, itulah beberapa ciri-ciri seseorang yang melakukan gaslighting. Apakah Moms dan Dads mengenali ciri-ciri tersebut pada seseorang yang memiliki peran penting dalam hidup dan merasa sulit melepas diri?

Jika Moms dan Dads merasakan salah satu atau beberapa ciri-ciri gaslighting tersebut pada seseorang dan telah memengaruhi kualitas hidup, cobalah untuk meminta bantuan orang lain ataupun profesional.

Baca Juga: Kenali 5 Tanda Pernikahan Toxic Berikut Ini

Jika tidak ditangani dan dibiarkan, gaslighting dapat berdampak signifikan pada harga diri dan kesehatan mental seseorang.

Biasanya, dokter ahli akan merekomendasikan seorang konselor yang siap membantu dalam memproses dan menangani apa yang terjadi.

  • https://berkeleysciencereview.com/2012/04/call-me-crazy-the-subtle-power-of-gaslighting/
  • https://journals.lww.com/jpnnjournal/Abstract/2018/01000/Institutional_Betrayal_and_Gaslighting__Why.14.aspx
  • https://www.verywellmind.com/is-someone-gaslighting-you-4147470
  • https://www.thelancet.com/journals/lanpsy/article/PIIS2215-0366(18)30024-5/fulltext
  • https://www.psychologytoday.com/us/blog/here-there-and-everywhere/201701/11-warning-signs-gaslighting
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait