Kesehatan

KESEHATAN
2 Oktober 2020

Mengenal Penyakit Gastritis, Radang Lambung yang Bikin Perut Tidak Nyaman

Mengubah gaya hidup menjadi salah satu pengobatannya
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Amelia Puteri

Penyakit gastritis merupakan sebuah penyakit karena terjadinya peradangan pada mukosa lambung. Kondisi kesehatan ini dapat menjadi kronis.

Menurut Scandinavian Journal of Gastroenterology, gastritis kronis masih menjadi salah satu infeksi serius paling umum terjadi sebagai konsekuensi terhadap penyakit seperti tukak lambung atau kanker lambung.

Ketahui lebih lanjut tentang penyakit gastritis, penyebab, gejala, penanganan, dan apa dampak yang terjadi jika penyakit ini tidak ditangani dengan baik.

Penyebab Penyakit Gastritis

penyakit gastritis-1.jpg

Foto: medicalnewstoday.com

Mengutip Mayo Clinic, peradangan penyakit gastritis paling sering disebabkan oleh infeksi bakteri yang sama yang menyebabkan kebanyakan tukak lambung.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Gastroenterologi Hepatologi, RS Pondok Indah - Pondok Indah, dr. Hasan Maulahela, Sp. PD-KGEH, menyebutkan tentang beberapa penyebab penyakit gastritis.

"Gastritis dapat disebabkan paparan asam lambung tinggi dalam waktu lama, infeksi kuman Helicobacter pylori, konsumsi alkohol, atau obat-obatan yang berlebihan," jelasnya.

Infeksi H.pylori di masa kanak-kanak adalah penyebab utama dari kondisi penyakit gastritis kronis.

Selain itu, penggunaan pereda nyeri tertentu secara teratur dan minum terlalu banyak alkohol juga dapat menyebabkan penyakit gastritis.

Gastritis dapat terjadi secara tiba-tiba (gastritis akut), atau muncul perlahan seiring waktu (gastritis kronis). Dalam beberapa kasus, gastritis dapat menyebabkan maag dan peningkatan risiko kanker perut.

Namun, bagi kebanyakan orang, gastritis tidak serius dan membaik dengan cepat dengan pengobatan.

Baca Juga: Bagaimana Mengatasi Asam Lambung Naik Saat Hamil?

Gejala Penyakit Gastritis

penyakit gastritis-2.jpg

Foto: paguponku.com

Ada beberapa gejala penyakit gastritis yang dapat terjadi. Lebih lanjut, dr. Hasan mengatakan, gejala-gejala gastritis meliputi perut terasa nyeri, kembung, sering sendawa, nafsu makan menurun, mual dan muntah.

Dalam jurnal Institute for Quality and Efficiency in Health Care (IQWiG), beberapa gejala ini mungkin juga merupakan tanda-tanda penyakit lain seperti GERD, gangguan lambung atau usus, atau kutu perut (gastroenteritis).

Orang dengan gastritis kronis seringkali hanya memiliki gejala ringan, atau tidak ada sama sekali. Tetapi mereka mungkin memiliki gejala seperti yang berhubungan dengan gastritis akut.

Mengutip National Health Service (NHS), banyak penderita gastritis yang disebabkan oleh infeksi bakteri tidak menunjukkan gejala apa pun.

Dalam kasus lain, gastritis dapat menyebabkan gangguan pencernaan, sakit perut yang menggerogoti atau terbakar, merasa sakit, dan merasa kenyang setelah makan.

Jika lapisan lambung telah aus (gastritis erosif) dan terkena asam lambung, gejalanya dapat berupa nyeri, pendarahan, atau tukak lambung. Gejala maag bisa datang secara tiba-tiba dan parah (gastritis akut) atau berlangsung lama (maag kronis).

Baca Juga: Hindari 5 Jenis Makanan Ini Saat Gejala Asam Lambung Menyerang

Pengobatan Penyakit Gastritis

penyakit gastritis-4.jpg

Foto: medimetry.com

Dokter Hasan menyebutkan bahwa penanganan dari penyakit gastritis adalah dengan menurunkan kadar asam lambung dengan obat-obatan. Bila ditemukan kuman, dokter akan memberikan antibiotik, menghindari penyebab, dan mengubah pola makan.

Tetapi, jika perubahan gaya hidup ini tidak cukup untuk meringankan gejala, perlu dipertimbangkan untuk melakukan pengobatan.

Tergantung pada jenis dan tingkat keparahan gejala, obat-obatan berikut dapat digunakan: inhibitor pompa proton (PPI) seperti omeprazole atau pantoprazole untuk mengurangi produksi asam lambung.

Pengobatan penyakit gastritis bisa juga dengan H2 blocker seperti ranitidine dan famotidine juga mengurangi produksi asam, atau antasida seperti aluminium hidroksida atau magnesium hidroksida menetralkan asam yang sudah ada dalam perut.

Baca Juga: 4 Penyakit Ini Ternyata Muncul karena Gangguan Asam Lambung

Dampak Penyakit Gastritis Tidak Ditangani dengan Baik

penyakit gastritis-3.jpeg

Foto: trmbaby.com

Menurut dr. Hasan, ada beberapa dampak yang akan terjadi jika penyakit gastritis tidak ditangani dengan baik.

"Apabila tidak ditangani dengan baik, mukosa lambung dapat terjadi erosi atau perlukaan pada lambung yang lama kelamaan dapat berujung menjadi keganasan," terangnya.

Lebih lanjut, ia juga mengungkapkan orang-orang yang rentan mengalami penyakit gastritis seperti orang yang mengonsumsi obat-obatan nyeri dalam jangka waktu lama, orang yang mengonsumsi alkohol.

Orang usia lanjut, orang dengan pola makan tidak teratur, dan orang yang banyak mengonsumsi makanan iritatif (pedas, atau terlalu berbumbu) juga berisiko terserang penyakit gastritis.

Selain itu, bila Moms mengalami gangguan pencernaan dan sakit perut, maka dapat mencoba mengobatinya sendiri dengan perubahan pola makan dan gaya hidup, atau dengan obat-obatan yang bisa dibeli dari apotek, seperti antasida.

Konsultasikan ke dokter bila Moms memiliki gejala gangguan pencernaan yang berlangsung selama seminggu atau lebih, atau menyebabkan rasa sakit atau ketidaknyamanan yang parah.

Jika Moms merasa gangguan pencernaan ini disebabkan oleh obat yang diresepkan oleh, atau muntah darah atau ada darah di kotoran yang mungkin tampak hitam juga menjadi tanda Moms perlu berkonsultasi ke dokter.

Sakit perut tidak selalu merupakan tanda gastritis. Nyeri dapat disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari angin yang terperangkap hingga sindrom iritasi usus besar (IBS).

Baca Juga: Hati-hati, 5 Makanan ini Dapat Memicu Penyakit Maag

Pengobatan Alami Penyakit Gastritis

pengobatan alami penyakit gastritis

Foto: Orami Photo Stock

Tidak semua pengobatan bisa cocok untuk pasien dengan penyakit gastritis, Moms bisa mencoba beberapa pengobatan alami atau rumahan untuk mengelola kondisi ini.

1. Mengikuti Diet Anti-Inflamasi

Diet untuk mencegah gastritis harus mencakup brokoli dan minyak zaitun.

Gastritis mengacu pada peradangan pada lapisan perut, jadi mengonsumsi makanan yang membantu meminimalkan peradangan dapat meredakan dari waktu ke waktu.

Namun, mengutip National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases Health, belum ada penelitian yang meyakinkan bahwa makan makanan tertentu menyebabkan atau mencegah gastritis.

Untuk melakukan diet ini, penting untuk menghindari makanan yang biasanya menyebabkan peradangan seperti makanan yang diproses, makanan asam, produk susu, makanan manis, makanan pedas, dan alkohol.

2. Konsumsi Bawang Putih

Dalam World Journal of Gastroenterology, ditunjukkan bahwa ekstrak bawang putih dapat membantu mengurangi gejala penyakit gastritis.

Menghancurkan bawang putih mentah dan memakannya juga bisa bekerja dengan baik.

Jika Moms tidak menyukai rasa bawang putih mentah, bisa mencoba memotong bawang putih dan memakannya dengan sesendok selai kacang atau dibungkus dengan kurma kering.

Manisnya selai kacang atau kurma akan membantu menutupi rasa bawang putih.

3. Coba Konsumsi Probiotik

Probiotik dapat membantu meningkatkan pencernaan dan mendorong buang air besar secara teratur. Suplemen probiotik memasukkan bakteri baik ke dalam saluran pencernaan seseorang, yang dapat membantu menghentikan penyebaran H. pylori.

Mengonsumsi makanan yang mengandung probiotik juga dapat memperbaiki gejala penyakit gastritis. Makanan ini meliputi yogurt, kimchi, kombucha, kol, dan kefir.

4. Minum Teh Hijau dan Madu

Teh hijau dan madu manuka dapat membantu menenangkan perut dan bisa mengurangi gejala penyakit gastritis.

Satu studi dalam jurnal Diagnostic Microbiology and Infectious Disease, menunjukkan bahwa minum teh hijau atau hitam setidaknya sekali seminggu dapat secara signifikan mengurangi prevalensi H. pylori di saluran pencernaan.

Beberapa orang percaya minum air hangat saja bisa menenangkan perut dan membantu pencernaan.

5. Gunakan Minyak Esensial

Minyak esensial, seperti serai dan lemon verbena, ditemukan membantu meningkatkan resistensi terhadap H. pylori dalam uji laboratorium pada jurnal Antimicrobial Agents and Chemotherapy.

Minyak lain yang dapat memberikan efek positif pada sistem pencernaan termasuk peppermint, jahe, dan cengkeh.

Tetapi penting diingat, minyak esensial tidak boleh tertelan dan harus selalu diencerkan dengan minyak pembawa jika dioleskan ke kulit.

Moms mungkin ingin menggunakan minyak dalam diffuser atau berkonsultasi dengan dokter tentang bagaimana menggunakannya dengan aman untuk membantu meredakan penyakit gastritis.

Penting untuk dicatat bahwa Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) tidak mengatur minyak esensial atau pengobatan alternatif.

Nah, itulah beberapa hal yang perlu Moms ketahui tentang penyakit gastritis. Jika Moms punya riwayat gastritis, selalu lakukan upaya pencegahan ya sebelum penyakit tersebut jadi semakin parah.

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait