Program Hamil

15 Desember 2020

Gaya Berhubungan Agar Lama: Ini yang Moms Perlu Tahu!

Cari tahu di sini, Moms!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Istihanah
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Berhubungan intim merupakan salah satu kebutuhan setiap pasangan yang sudah menikah. Selama melakukan hubungan dengan suami, Moms biasanya akan mencoba berbagai gaya berhubungan agar lama bersama suami.

Wajar saja, karena mengubah gaya saat bercinta dipercaya dapat menaikan gairah selama menjalani hubungan intim dengan pasangan di atas ranjang.

Mengutip Healthline, kehidupan sex yang sehat dapat meningkatkan rasa percaya diri, menurunkan stress dan membuat tidur lebih nyenyak di malam hari.

Perhatikan Durasi Berhubungan Intim

gaya berhubungan agar lama

Foto: Orami Stock Photos

Moms pasti penasaran, sebenarnya seberapa lama waktu yang sesuai untuk melakukan hubungan intim dengan pasangan?

Bukan rahasia lagi bahwa pria yang lebih mudah mencapai orgasme dibandingkan banyak wanita. Menurut Vanessa Marin, seorang Psikoterapis Sex yang berbasis di San Francisco, Amerika Serikat mengatakan waktu ejakulasi standar bagi seorang pria adalah lima menit, sedangkan wanita sekitar 20 menit untuk mencapai orgasme.

Hanya saja, angka tersebut hanya berlaku saat penis sudah masuk ke dalam vagina tanpa memperhitungkan hal-hal seperti pemanasan atau lainnya. Hal ini berdasarkan studi mengenai waktu latensi ejakulasi intravaginal (IELT) yang mengaku pada waktu dibutuhkan penis untuk berejakulasi selama penetrasi vagina. Seperti dikutip dari Healthline.

Dalam The Journal of Sex Medicine yang dipublikasi di National Center Biotechnological Information dijelaskan, waktu latensi ejakulasi intravaginal (IELT) didefinisikan sebagai waktu antara dimulainya intromisi vagina dan dimulainya ejakulasi intravaginal. IELT biasanya sering digunakan untuk uji klinis bagi pria yang mengalami ejakulasi dini.

Secara prospektif, penilaian stopwatch untuk IELT memiliki akurasi yang lebih tinggi dibandingkan dengan kuesioner retrospektif dan latensi yang dilaporkan secara spontan. Namun, distribusi IELT pada populasi pria secara umum belum pernah dinilai sebelumnya.

Baca Juga : Perlukah Berhubungan Intim Saat Liburan?

Faktor yang Menentukan Durasi Hubungan Intim

gaya berhubungan agar lama

Foto: Orami Stock Photos

Faktor biologis yang dapat mempengaruhi berapa lama aktivitas seksual berlangsung. Karena semakin bertambahnya usia waktu untuk terangsang selama berhubungan akan terasa lebih lama, ereksi pun akan lebih sulit dicapai dan dipertahankan. Serta, perubahan hormonal juga berkontribusi pada hal-hal seperti kekeringan vagina dan penurunan libido.

Selain itu, bentuk alat kelamin juga dapat mempengarahi berapa lama aktivitas seksual berlangsung. Para peneliti dalam suatu studi menembukan bahwa bentuk penis yang semakin berkembang di sekitar punggung kepada dapat menjadi lebih kompetitif.

Tonjolan tersebut dapat menggantikan air mani yang sudah ada dalam vagina sebelumnya. Semakin dalam dan kuat penis masuk ke dalam vagina akan menghasilkan lebih banyak perpindahan semen. Hal ini dapat meningkatkan peluang reproduksi. Cocok untuk Moms yang memang sedang menjalani program hamil nih.

Perhatikan Cara Bercinta

gaya berhubungan agar lama

Foto: Orami Stock Photos

Selama melakukan hubungan seks pasangan harus merasa senang dengan preferensi masing-masing. Beberapa pasangan ada yang menginginkan hubungan berjalan cepat dan agresif. Namun, ada juga pasangan yang ingin merasakan proses berhubungan lebih lama dan sensual. Untuk mendapatkan hal itu, perlu ada komunikasi antar pasangan agar dapat memilih gaya berhubungan agar lama.

Hal ini tentu perlu karena dapat membantu selama proses bercinta. Dengan adanya komunikasi, Moms dapat memahami apa yang diperlukan untuk orgasme satu sama lain sehingga proses berhubungan akan semakin menyenangkan dan memuaskan.

Nah, kalau Moms dan suami termasuk tipe yang suka berhubungan lama dan sesual bisa mencoba gaya berhubungan agar lama seperti berikut.

1. Lakukan Perlahan

Gaya berhubungan agar lama dapat dilakukan dengan cara perlajan dan tidak terlalu terburu-buru. Karena pria akan bertahan lama saat bercinta jika dimulai dengan perlahan-lahan. Moms bisa meminta pasangan untuk membuat dorongan setiap detik dengan kecepatan bertahan. Saat pria sudah mulai ejakulasi, minta ia untuk berhenti mendorong sejenak dan menunggu beberapa detik sampai dia bisa mengendalikan diri dan mulai lagi. Selain itu, minta pasangan Moms untuk mendorong dengan tempo yang bertahap dimulai dengan perlahan hingga cepat.

Teknik ini juga sering disebut juga stop-start semans’. Dimana salah satu pasangan akan merayap di tubuh pasangan lainnya. Walaupun awalnya dibuat untuk membantu seseorang menunda ejakulasi, tetapi belakangan teknik ini juga sering digunakan pasangan untuk memperpanjang klimaks.

Baca Juga : Wajib Tahu! Ini Aturan Berhubungan Intim saat Sedang Sakit

2. Lakukan Berulang

Saat akan bercinta, sebaiknya lakukan pemanasan atau foreplay. Pemanasan sebelum memulai bercinta dapat menghasilkan sebuah keajaiban. Selain bisa orgasme, cara ini juga dipercaya menunda ejakulasi dan membuat pasangan untuk terus berhubungan seks sampai mencapai klimaks saat bercinta. Beberapa pria perlu waktu untuk “mengisi ulang” yang berarti perlu banyak waktu untuk memuaskan hasrat selama berada di atas ranjang.

Baca juga : Vagina Berdarah Saat Berhubungan Intim, Wajar Atau Malah Berbahaya?

3. Coba Latihan Dasar Panggul

Moms pasti pernah dengar latihan untuk membantu perkuat otot dasar panggung dan meningkatkan peluang orgasme. Ternyata olahraga ini memang dapat membantu mengatasi ejakulasi dini.

Hal ini telah dibuktikan dalam penelitian yang dilakukan oleh Asosiasi Urologi Eropa di Stockholm. Penelitian tersebut menyebutkan bahwa latihan dasar panggul dapat meningkatkan ejakulasi dini pada pria setelah 12 minggu. Yuk, coba latihan ini di rumah Moms.

4. Gunakan Kondom

Kondom merupakan salah satu alat yang diperlukan saat berhubungan. Namun, banyak pria yang merasa tidak senang saat bercinta menggunakan alat kontrasepsi jenis ini. Alasannya, saat berhubungan menggunakan akan terasa berbeda dengan tidak menggunakan.

Padahal, selain baik untuk Kesehatan dan mencegah penyakit menular seksual, seperti HIV/AIDS atau sifilis, menggunakan kondom dapat membantu pasangan agar lebih lama saat berhubungan intim di atas ranjang. Hal ini dikarenakan sensasi penis akan lebih lemah saat menggunakan kondom sehingga berhubungan dapat berjalan lebih lama.

5. Mengubah Posisi

Posisi selama berhubungan intim juga dapat membuat pasangan betah berada di atas ranjang. Semakin sering pasangan mengubah posisi saat berhubungan, waktu bercinta juga akan semakin lama.

Namun, perlu diingat! Tidak semua gaya bercinta membuat pasangan lebih lama berhubungan seks. Karena ada beberapa gaya, seperti doggy style tidak disarankan untuk dilakukan. Moms dapat memilih gaya woman on top atau cowgirl agar bertahan lama saat berhubungan. Gaya berhubungan agar lama dengan cara mengubah posisi selama bercinta di atas ranjang.

Baca Juga : Posisi Bercinta Memengaruhi Jenis Kelamin Bayi?

Teknik peremasan

Gaya berhubungan agar lama lainnya adalah dengan dengan teknik peremasan atau Johnsons and Masters. Teknik ini juga sering disebut sebagai teknik memijat, dimana wanita akan meremas ujung penis dengan lembut yang mirip seperti pijatan halus selama beberapa saat. Proses ini biasanya akan dihentikan sampai keinginan untuk ejakulasi mereda. Beberapa pasangan menganggap berhubungan dengan gaya ini akan berlangsung lebih lama.

Kelainan Seksual pada Pria

gaya berhubungan agar lama

Foto: Orami Stock Photos

Saat berhubungan intim, pria dianggap lebih aktif dibandingkan dengan wanita. Sehingga ketika pria mengalami kelainan seksual membuat hubungan seksual akan menjadi terhambat.

Kelainan seksual yang dialami oleh pria dapat menurunkan stamina saat berhubungan intim dengan pasangan. Ada beberapa kelainan seksual yang sering dialami oleh pria, seperti sexual performance anxiety, stress, ejakulasi dini dan disfungsi ereksi.

Sexual Performance Anxiety (SPA) merupakan penyakit dimana pria merasa takut tidak dapat memuaskan pasangannya di atas ranjang Sexual Medicine Reviews menyebiutkan SPA dapay mempengaruhi 9-25% pria dan dapat menyebabkan ejakulasi dini dan disfungsi ereksi. Selain pada pria, SPA juga dapat mempengaruhi 6-16% wanita sehingga menghambat hasrat seksual. Seperti yang disebutkan dalam. Saat ini masih belum ada pengobatan yang dianggap ampuh untuk menyembuhkan kelainan ini.

Namun, ada beberapa terapi yang dianjurkan seperti terapi perilaku kognitif, pelatihan meditasi kesadaran dan penggunaan obat-obatan kimia untuk gangguan kecemasan. Obat yang digunakan untuk terapi ini juga tidak berbeda dengan penderita gangguan kecemasan lainnya.

Baca Juga : Mengenal Faktor-faktor Penyebab Kelainan Seksual

Indian Journal of Urologi menyebutkan ejakulasi ini merupakan salah satu kelainan seksual yang sering dialami oleh pria di seluruh dunia. Data WHO menunjukan sekitar 39% pria di beberapa komunitas mengalami ejakulasi dini. Masalah ini dapat diatasi dengan konseling psikoseksual atau pengobatan farmasi yang dapat dikonsumsi setiap hari.

Ejakulasi dini biasanya dialami oleh pria di bawah 40 tahunan. Masalah ini dapat disebabkan oleh disfungsi ereksi, Sexual Performance Anxiety dan juga masalah dengan pasangan. Selain itu, ejakulasi dini juga dapat disebabkan oleh faktor biologis seperti level hormone yang tidak normal, level neurotransmeter yang tidak normal, infeksi saluran prostat atau ureter dan juga keturunan. Pria yang mengalami ejakulasi dini juga dapat mengalami stress dan masalah dalam hubungan serta kesuburan.

Kelainan seksual lain yang sering dialami oleh pria adalah disfungsi ereksi. Kelainan dimana penis pria sudah tidak dapat lagi mengalami respon ereksi terhadap rangasangan. Sehingga gaya berhubungan agar lama tidak dapat dilakukan oleh pasangan.

Berbeda dengan ejakulasi dini, disfungsi seksual lebih sering dialami oleh pria yang sudah lanjut usia atau lansia. Biasanya pria yang mengalami disfungsi ereksi menunjukan perubahan pada salah satu komponen respon ereksi termasuk organik, relsional dan psikologis seperti yang disebutkan dalam Jurnal National Health Service.

Secara epidemologi, disfungsi ereksi disebabkan adanya kelainan pada saluran kemih bagian bawah pria, seperti hyperplasia prostat jinak atau adanya pembesaran prostat yang jinak.

Disfungsi ereksi dapat diketahui dengan melalui berbagai test atau pemeriksaan oleh ahli. Seperti, test fisik dimana saraf penis dan testis akan diperiksa untuk rangsangannya. Selain itu juga dapat diketahui dengan tes darah, tes urin, pengecekan dengan ultrasound dan juga pemeriksaan psikologis. Pemeriksaan psikologis biasanya akan membutuhkan keberanian yang tinggi bagi pria, karena dokter akan menanyakan pertanyaan yang berhubungan dengan kondisi kesehatan alat reproduksi dan pasien akan diminta untuk jujur saat menjawab semua yang dilontarkan oleh dokter.

Semua masalah kelainan seksual yang dialami pria ini sebenarnya dapat diatasi atau dicegah dengan cara alami, seperti berhenti merokok, memulai pola hidup sehat, akupuntur, konsumsi suplemen herbal atau makanan yang tinggi mineral agar dapat menaikan kadar zat besi dalam tubuh. Karena gaya hidup yang sehat merupakan salah satu cara untuk menjauhkan diri dari berbagai penyakit termasuk kelainan seksual baik pada pria atau wanita.

Baca Juga : Posisi Bercinta Favorit Bisa Menggambarkan Kepribadian Anda

Konsultasi dengan Dokter Jika Diperlukan

Berapa lama waktu berhubungan sex dapat berlangsung sebenarnya tergantung dari ekspektasi setiap individu atau keinginan pasangan. Namun, kalau Moms merasa khawatir dengan berapa lama berhubungan seks yang dilakukan, sebaiknya konsultasi dengan dokter atau professional. Mereka dapat menjawab pertanyaan apapun yang mengganggu pikiran dan membuat Moms tidak nyaman.

Moms dan suami termasuk pasangan yang suka berhubungan lama atau singkat nih? Bisa dicoba gaya berhubungan agar lama seperti di atas.

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait