Home & Living

17 Agustus 2021

Menerapkan Prinsip Hidup Minimalis agar Kehidupan Lebih Bermakna

Konsep hidup minimalis ini pertama kali diperkenalkan oleh masyarakat dari Negeri Sakura, Jepang
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Lolita
Disunting oleh Widya Citra Andini

Gaya hidup minimalis kini telah tren di kalangan masyarakat terutama para penggiat dan pecinta lingkungan maupun desain interior. Konsep hidup minimalis ini pertama kali diperkenalkan oleh masyarakat dari Negeri Sakura, Jepang.

Sama halnya dengan gaya hidup minimalis di Eropa atau Skandinavia, Jepang menjunjung tinggi prinsip desain yang menggunakan bahan alami, garis yang bersih, dan konstruksi atau potongan yang lugas.

Kedua budaya ini menyukai estetika yang ceria dan tanpa dekorasi yang berlebihan.

Kesederhanaan dan fungsionalitas adalah inti dari gaya hidup minimalis ala Jepang ini.

Ibarat hidup seperti sedang membuat pisau, maka hal yang menjadi fokus utama dari pembuatan pisau tersebut ialah kayu, batu, dan baja.

Minimalisme telah lama dikaitkan dengan seni. Namun, gerakan populer dari less-is-more, yang dimulai pada tahun 1960-an, telah meresap ke dalam berbagai segi kehidupan manusia.

Lalu, bagaimana cara hidup minimalis ala orang Jepang? Nah, dalam artikel ini akan dibahas lebih lanjut mengenai hal tersebut.

Yuk, simak penjelasannya berikut ini!

Baca Juga: 5 Tips Desain Kamar Minimalis Ala Korea, Cobain ya!

Prinsip Hidup Minimalis ala Orang Jepang

gaya hidup minimalis

Foto: Orami Photo Stocks

Sebelum mengetahui lebih lanjut tentang cara hidup minimalis, berikut adalah enam prinsip hidup orang jepang yang Moms dan Dads dapat ikuti apabila ingin menjalani hidup sebagai seorang minimalis.

1. Singkirkan Hal yang Menghambat Hidupmu

Kunci efisiensi hidup orang Jepang adalah menyingkirkan sesuatu yang menghambat hidup atau tidak memicu kegembiraan dalam diri.

Hal ini meliputi gaya hidup, makanan, hingga hubungan dengan orang lain.

Menghambat hidup yang dimaksud adalah sesuatu yang merepotkan bagi kehidupan kita, sesuatu yang menguras energi, sesuatu yang membuat kita kehilangan motivasi, sesuatu yang selalu membuat kita merasa bersalah dan timbul penyesalan.

Hal-hal seperti ini harus kita relakan dalam hidup kita karena akumulasi dari semua ini hanya akan mengurangi kebahagian hidup kita.

Bagaimana caranya? Bersikap realistis, bukan idealis.

2. Negative Space: Cintai Kekosongan

Negative space adalah ruang kosong di antara objek. Di Jepang, konsep ini menjadi sebuah jalan untuk mencapai sebuah estetika yang disebut amor vacuii atau kecintaan terhadap kekosongan.

Pemanfaatan negative space dalam tradisi Jepang dapat dilihat dari bangunan interior, arsitektur, serta tatanan dari sebuah susunan bunga.

Adanya ruang kosong akan membuat kita belajar bahwa area kosong yang ditinggalkan dari sebuah benda atau objek tertentu menjadi sama pentingnya dengan objek yang ada jika keberadaannya memang tidak lebih penting dari benda atau objek yang ada.

Artinya keberadaan benda atau objek tertentu lebih baik disingkirkan apabila tidak begitu penting dibandingkan dengan objek yang ada.

Darimana kita tahu bahwa objek itu tidak lebih penting dari benda atau objek yang ada?

Coba singkirkan dahulu keberadaanya dari ruangan rumahmu dan rasakan apakah objek itu lebih baik ada disitu atau justru dihilangkan agar tercipta negative space di tempat objek tersebut.

3. Konsep Danshari: Singkirkan 80% Barang yang Dimiliki

Orang Jepang sangat menyukai ruang dan pemanfaatannya secara optimal sehingga orang Jepang memiliki sebuah konsep yang disebut dengan Danshari.

Danshari, apabila dijabarkan akan menjadi tiga konsep dasar berikut yakni menolak, menyingkirkan, memisahkan.

Ketika hal tersebut menjadi dasar dari lahirnya konsep murni, bersih, rapi, dan seimbang yang biasanya digunakan untuk menggambarkan interior bergaya Jepang dengan sentuhan minimalis.

Nah, tempat yang paling ideal untuk menerapkan konsep ini adalah dapur.

4. Makan Apa yang Dibutuhkan oleh Tubuh

Di Jepang, makanan bukanlah persamaan matematika atau alat tawar-menawar. Mereka hanya makan tiga kali sehari.

Menyantap makanan yang dibutuhkan oleh tubuh sama saja Moms telah membuat tubuh menjadi lebih sehat.

Seperti yang dikatakan pepatah, 'makanlah sebelum kenyang dan berhentilah makan setelah merasa cukup'.

Dengan begini Moms tidak akan mudah lapar mata lalu menghambur-hamburkan uang hanya untuk makanan yang mana bukanlah prinsip gaya hidup minimalis.

Baca Juga: Mudah Dirawat dan Minimalis, Ini 8 Tanaman yang Cocok di Apartemen

5. Uang Bukan Segalanya

Orang Jepang sangat bergaya tanpa menjadi budak mode (setelah mereka melewati usia Harajuku). Mereka membelanjakan barang-barang penting dan merawatnya.

Memilih kain berkualitas tinggi dan pakaian sederhana. Sama dengan barang-barang yang mereka beli untuk rumah atau hobi. Mengutamakan kualitas, bukan kuantitas.

6. Waktu Tak Bisa Diulang

Sebagian besar dari kita memiliki beberapa sifat buruk dalam hal menghabiskan waktu. Misalnya, bermain sosial media sampai lupa waktu dan kewajiban.

Namun, seberapa besar kesenangan yang seharusnya diberikan kepada setiap aktivitas yang sedang Moms jalani?

Lihat saja orang-orang yang hidup sebelum era media sosial, mereka tetap bisa bahagia, mereka menghabiskan lebih banyak waktu dengan orang lain tanpa perlu mengarang kehidupan mereka yang sempurna.

Jika sosial media dianggap membuat hidup tidak produktif dan menjadikan hidup tidak bermakna, sebaiknya Moms mengurangi penggunaan sosial media.

Sadari bahwa waktu tidak bisa diulang dan sebaiknya digunakan dengan baik.

Cara Hidup Minimalis

gaya hidup minimalis

Foto: Orami Photo Stocks

Memilih gaya hidup minimalis, berarti Moms harus bersiap untuk hidup dengan hal-hal yang benar-benar dibutuhkan saja.

Lalu, bagaimana cara hidup minimalis? Melansir dari Makespace berikut ini cara hidup minimalis.

1. Tetapkan Aturan dan Gaya Hidup Minimalis

Dalam buku berjudul Minimalism: Live a Meaningful Life dijelaskan bahwa arti gaya hidup minimalis berbeda untuk masing-masing orang.

Beberapa orang mendefinisikan gaya hidup minimalis mereka dengan hanya memiliki sejumlah barang tertentu.

Sementara orang lain menjadikan gaya hidup minimalis untuk memaksimalkan ruang terbatas pada huniannya.

Itulah indahnya hidup minimalis, Moms dapat memberi perhatian lebih pada pekerjaan, cara pandang kehidupan, gaya hidup, kebutuhan dan keinginan untuk menentukan tampilan 'minimalis' yang ingin Moms wujudkan.

2. Mulailah dari Hal Kecil

Memulai hidup minimalis tak selalu berarti perubahan besar dan signifikan. Moms bisa mulai hidup minimalis dari hal-hal kecil seperti bersih-bersih.

Meskipun kita semua benci untuk mengakuinya, ada beberapa barang di rumah yang tentunya tidak pernah digunakan tapi masih saja disimpan dengan berbagai alasan.

Misalnya, barang-barang rusak atau baju-baju yang tidak muat lagi dipakai. Pada kenyataannya, barang-barang ini adalah ruang yang terbuang, dan minimalis adalah tentang memaksimalkan ruang.

Jadi, langkah pertama adalah memulai dengan membersihkan benda-benda yang tidak digunakan dan tidak memiliki kenangan spesial lalu membuangnya ke tempat sampah.

3. Pakai atau Buang

Ingat bagaimana kita belajar bahwa minimalisme adalah tentang mengadopsi mentalitas yang lebih sedikit dan hanya hidup dengan hal-hal yang dibutuhkan?

Maka, untuk menguji mentalitas, Moms bisa menggunakan aturan pakai atau buang.

Saat pertama kali bersih-bersih, Moms mungkin akan menemukan beberapa item yang pernah digunakan namun kini tak lagi berguna atau dipakai.

Nah, jika Moms mengetahui bahwa barang tersebut sudah tidak bisa digunakan atau tidak mau dipakai lagi dalam waktu 6 bulan, sebaiknya mulai mempertimbangkan untuk membuangnya atau memberikannya ke orang yang membutuhkan.

Jika itu barang musiman, seperti mantel musim dingin atau baju renang, tanyakan pada diri sendiri, apakah Moms akan menggunakannya lagi di musim dingin berikutnya?

Cobalah untuk berusaha membuang barang-barang yang tidak Moms gunakan dalam tiga bulan terakhir, dan kemudian barang-barang dari bulan lalu.

Baca Juga: 6 Barang Praktis yang Harus Ada di Kamar Mandi Minimalis

Itulah gaya hidup minimalis ala orang Jepang dan bagaimana cara memulainya. Apakah Moms tertatik untuk mengikuti gaya hidup minimalis tersebut?

  • https://makespace.com/blog/posts/how-to-become-a-minimalist/
  • https://japanahome.com/journal/japanese-minimalism-japan-can-teach-living-simply/
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait