3-12 bulan

3-12 BULAN
24 Februari 2021

Ketahui Gejala Campak pada Bayi dan Cara Mengatasinya

Campak pada bayi perlu Moms ketahui dan tangani dengan baik
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Floria Zulvi
Disunting oleh Amelia Puteri

Berbagai macam penyakit bisa saja menyerang Si Kecil, apalagi jika Moms tidak memenuhi kebutuhan vaksin anak. salah satu penyakit yang serang menyerang anak adalah campak.

Gejala campak pada bayi pun mungkin belum banyak diketahui.

Campak adalah infeksi pada masa kanak-kanak yang disebabkan oleh virus. Penyakit ini menyerang sistem pernapasan, dan dapat menimbulkan bercak-bercak merah di kulit penderitanya.

Penyakit ini sangat umum, namun campak pada bayi bisa selalu dicegah jika memberikan vaksin.

Bila tidak segera dikenali, campak pada bayi bisa berkembang menjadi kondisi yang mampu mengakibatkan penyakit yang lebih serius seperti pneumonia, kerusakan otak, tuli, bahkan mengakibatkan kematian.

Jadi, sangat penting bagi Moms dan Dads untuk mengetahui gejala campak pada bayi.

Baca Juga: 5 Hal Yang Perlu Diperhatikan saat Bayi Campak

Namun angka kematian pada bayi akibat campak telah turun di seluruh dunia karena lebih banyak anak menerima vaksin campak.

Kendati demikian, penyakit ini masih membunuh lebih dari 100.000 orang per tahun, sebagian besar adalah anak yang usianya di bawah 5 tahun.

Kembali mengingatkan, sangat penting bagi Moms dan Dads untuk mengenai gejala campak pada bayi sedini mungkin agar dampaknya tidak parah.

Dokter biasanya akan memberi bayi dosis pertama vaksin antara 12 dan 15 bulan usianya, dengan dosis kedua biasanya akan diberikan antara usia 4 dan 6 tahun. Namun perhatikan beberapa kondisi berikut ini:

  • Jika Moms akan bepergian ke luar negeri saat anak Anda berusia 6 hingga 11 bulan, bicarakan dengan dokter anak tentang mendapatkan vaksin campak lebih awal dari yang dianjurkan.
  • Jika anak Moms tidak mendapatkan dua dosis pada waktu yang disarankan, ia mungkin membutuhkan dua dosis vaksin dalam empat minggu berselang secara terpisah.

Penting bagi orang tua untuk mengenali gejala campak pada bayi, sebelum terlambat. Langkah ini juga dapat dilakukan sebagai bagian dari pencegahan campak, sebagai pendamping pemberian vaksin.

Baca Juga: Ini Bedanya Campak dan Tampek pada Anak

Kenali Gejala Campak pada Bayi

Gejala campak pada bayi

Foto: Orami Photo Stock

Gejala campak pada bayi bisa terjadi dalam berbagai macam bentuk. Awalnya, akan terlihat sebagai flu berat yang muncul disertai demam, batuk, ingus, dan kemerahan pada mata.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), gejala campak pada bayi muncul 7 hingga 14 hari setelah bayi kontak dengan virus dan biasanya diikuti dengan demam tinggi, batuk, pilek, dan mata berair. Namun ciri utama dari campak adalah adanya bintik-bintik merah di kulit.

Baca Juga: Ketahui Mengenai Campak Saat Hamil dan Cara Mencegahnya

Bercak merah akan muncul 3-5 hari setelah gejala campak pada bayi mulai dirasakan. Biasanya dimulai sebagai bintik merah datar yang muncul di wajah di garis rambut dan menyebar ke bawah ke leher, batang, lengan, kaki, dan kaki. Perhatikan beberapa hal berikut ini juga:

  • Benjolan kecil yang timbul juga dapat muncul di atas bercak merah datar.
  • Bintik-bintik itu dapat bergabung bersama lalu menyebar dari kepala ke bagian tubuh lainnya.
  • Ketika ruam muncul, demam anak dapat melonjak hingga lebih dari 40 derajat Celcius, demam yang tergolong sangat tinggi.

Tak jarang, anak-anak yang terserang campak, juga menderita infeksi telinga. Jadi, gejala campak pada bayi yang seperti ini jangan diabaikan ya, Moms!

Kemudian bintik-bintik yang menonjol ini juga akan menimbulkan rasa gatal pun bisa menjadi gejala campak pada bayi. Kondisi ini dapat berlangsung sekitar 5 hari.

Umumnya, bintik akan mereda dan berubah warna menjadi kecokelatan, dan membuat kulit menjadi kering.

Tidak hanya gatal saja, kondisi ini juga dapat menimbulkan nyeri di otot. Selain itu, gejala campak pada bayi juga membuat Si Kecil menjadi susah makan, rewel, dan batuk yang terus bertambah parah, terutama saat malam hari.

Jadi, ketika gejala campak pada bayi muncul, jangan heran jika Si Kecil jadi lebih sering rewel.

Moms juga harus waspada pada periode campak yang bisa menular.

Campak pada bayi dapat menyebarkan virus ke orang lain selama sekitar delapan hari, dimulai empat hari sebelum ruam muncul dan berakhir ketika ruam telah ada selama empat hari.

Maka dari itu, anak-anak yang terinfeksi campak harus dijauhkan dari orang lain selama 4 hari setelah ruam mereka muncul.

Bagi mereka yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, ini harus dilanjutkan sampai mereka pulih sepenuhnya dan semua gejala campak pada bayi hilang.

Baca Juga: Imunisasi Campak, Ini Pentingnya untuk Anak, Jangan Sampai Terlewat!

Mengatasi Gejala Campak pada Bayi

Kenali gejala penyakit campak pada bayi.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Apabila gejala campak pada bayi seperti yang sudah disebutkan di atas terjadi pada Si Kecil, hal terbaik yang dapat dilakukan adalah membuatnya tetap merasa nyaman hingga kondisinya sehat kembali.

Campak disebabkan oleh virus, karena itu, penyakit ini tidak dapat diatasi dengan antibiotik. Umumnya, bayi dapat membaik dalam waktu kurang lebih satu minggu.

Baca Juga: Cari Tahu Perbedaan Campak dan Rubella Pada Balita

Berikut ini langkah-langkah yang dapat Moms lakukan untuk membuat Si Kecil tetap merasa naman, dan mempercepat penyembuhannya

  • Bayi harus mendapatkan istirahat yang cukup.
  • Jangan biarkan bayi berkumpul dengan bayi lain, hingga setidaknya 4 hari setelah bercak merah muncul, karena bisa menular.
  • Pastikan anak tidak dehidrasi. Berikan banyak ASI, atau jika bayi mengonsumsi susu formula, berikan susu seperti biasa serta air matang dengan suhu ruangan.
  • Untuk meredakan batuk, Moms dapat menempatkan semangkuk air panas di kamarnya, untuk memberikan kelembapan udara.
  • Moms juga dapat memberikan paracetamol maupun ibuprofen khusus bayi, untuk membantu meredakan nyeri dan demam yang dirasakan.

Paracetamol khusus bayi dapat diberikan pada bayi yang berusia di atas dua bulan dan tidak lahir prematur, serta memiliki berat badan lebih dari 4 kilogram.

Sementara itu, ibuprofen khusus bayi hanya dapat diberikan pada bayi, yang telah berusia lebih dari 3 bulan dan memiliki berat badan lebih dari 5 kilogram.

Konsultasikan kepada dokter sebelum memberikan obat kepada Si Kecil apabila ragu mengenai jenis dan dosis yang tepat. Anak yang menderita campak harus diawasi secara ketat oleh dokter. Sebab pada beberapa kasus, penyakit ini dapat menimbulkan komplikasi lain seperti:

Jangan ragu untuk segera berkonsultasi dengan dokter, apabila gejala campak pada bayi mulai muncul. Semakin cepat perawatan dimulai, maka tingkat keberhasilan perawatan juga akan semakin baik.

Selain itu, Moms bisa mencegahnya dengan lengkapi jadwal imunisasi wajib, anak agar kesehatannya senantiasa terjaga.

Namun ingat, cara terbaik untuk melindungi anak-anak dari campak adalah dengan memastikan mereka mendapatkan vaksin yang tepat seperti yang telah disebutkan di atas.

Untuk sebagian besar anak-anak, perlindungan campak adalah dengan pemberian vaksin Measles Mumps Rubella (MMR) atau vaksin Measles Mumps Rubella Varicella (MMRV) yang diberikan ketika anak Moms menginjak usia 12 hingga 15 bulan dan diulangi ketika mereka berusia 4 hingga 6 tahun. tahun.

Vaksin ini dapat diberikan kepada bayi berusia 6 bulan jika mereka akan bepergian ke luar negeri. Konsultasikan dengan dokter anak untuk melihat kapan vaksin diperlukan.

Itu dia Moms beberapa hal yang perlu Moms ketahui tentang gejala campak pada bayi. Pastikan Si Kecil tidak menularkan penyakit tersebut pada teman atau orang lain di sekitarnya ya.

Baca Juga: Cacar Air pada Bayi, Ini 4 Fakta yang Harus Diketahui

Mengetahui Jenis-jenis Campak

Gejala campak pada bayi

Foto: Orami Photo Stock

Usai mengetahui gejala campak pada bayi serta penanganannya, Moms juga perlu mengetahui jenis-jenis campak yang bisa saja menyerang Si Kecil. Yuk ketahui jenis-jenis campak!

1. Campak Jerman atau Rubella

Campak Rubella ditularkan melalui udara yang terkontaminasi oleh batuk dan juga bersin dari si penderita. Gejala campak pada bayi ni cenderung ringan sehingga sulit untuk dikenali.

Umumnya, virus rubella ini baru akan berkembang usai 2-3 minggu sejak si penderita terinfeksi.

Gejala campak pada bayi yang disebabkan oleh virus rubella ini biasanya demam, nyeri otot, ruam merah di wajah dan kemudian menyebar ke tubuh serta kelenjar getah bening yang membengkak.

Campak rubella sendiri biasanya juga menyerang anak yang lebih besar dan juga dewasa.

2. Campak Bayi atau Roseola Infantum

Campak jenis ini pun menular melalui udara. Gejala campak pada bayi yang bernama resola infantum ini hamper sama dengan reubola dan juga campak Jerman. Meki demikian, campak roseola ini pada umumnya menular pada bayi yang berusia 6 sampai 12 bulan. Moms pun tidak perlu khawatir karena jenis campak ini tidak berbahaya selama ditangani dengan benar.

3. Campak Rubeola

Campak terakhir ini ditularkan langsung melalui udara dan bisa juga melalui sentuhan langsung dengan cairan tubuh orang yang sudah terinfeksi.

Virus rubeola sendiri bisa hidup hingga dua jam meski berada di udara. Jadi, ada kemungkinan Si Kecil tertular ketika sedang bermain di ruangan yang sama meski si penderita sudah tak ada lagi di dalam ruangan.

Gejala campak pada bayi yang disebabkan oleh virus rubeola ini antara lain seperti batuk, pilek, serta demam pada anak dengan suhu tubuh 40 derajat celcius. Campak ini akan berkembang setelah 10 sampai 12 hari sejak si penderita terinfeksi.

Mata Si Kecil pun akan sensitif terhadap cahaya yang terang. Serta ruam merah akan muncul setelah 15 hari dimulai dari belakang telinga, leher, dan kemudian menyebar ke seluruh tubuh.

Perlu diingat, campak biasanya berlangsung dalam waktu yang singkat dan dapat sembuh dengan sendirinya. Kendati demikian, demam yang naik dengan cepat dan ditambah udara serta air yang dingin bisa memicu kejang demam.

Komplikasi yang diakibatkan campak yang serius pun akan muncul jika Si Kecil memiliki daya tubuh atau imunitas yang rendah. Nah, komplikasi tersebut yang bisa menimbulkan radang otak atau pneumonia.

Nah, bagaimana nih Moms dan Dads penjelasan mengenai gejala campak pada bayi, jenis-jenis campak serta cara penanggulangannya yang sudah dijelaskan oleh Orami?

Jika masih memiliki pertanyaan yang mengganjal, jangan ragu untuk menuliskannya di kolom komentar ya!

Atau untuk Moms yang memiliki cerita tentang menangani Si Kecil dan apa saja yang sudah Moms lakukan hingga Si Kecil sembuh dari campak, boleh banget untuk diceritakan dan dibagikan dengan para Moms lainnya di kolom komentar loh!

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait