Di atas 5 tahun

8 April 2020

Gejala dan Penyebab Aritmia pada Anak, Orang Tua Wajib Tahu!

Apa sebenarnya penyebab dan gejala aritmia pada anak?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Wina Andria
Disunting oleh Intan Aprilia

Aritmia pada anak bisa didefinisikan sebagai kondisi irama jantung abnormal, baik terlalu cepat (takikardia), terlalu lambat (bradikardia), atau tidak beraturan.

Menurut National Health Services, sekitar 2 dari 100 anak usia sekolah mengalami aritmia, tapi seringkali luput dari perhatian karena kesulitan menjelaskan gejala yang dirasakannya.

Nah, apa sebenarnya penyebab aritmia pada anak dan bagaimana gejalanya? Silakan simak penjelasan berikut untuk tahu jawabannya ya, Moms.

Penyebab Aritmia pada Anak

Seluk Beluk Aritmia Pada Anak, Orang Tua Wajib Tahu 1.jpg

Foto: childrens.com

Secara sederhana, aritimia pada anak terjadi akibat adanya gangguan pada sistem elektrik yang berfungsi untuk mengendalikan kestabilan detak jantung.

Aritmia bisa dipicu oleh kondisi fisik seperti cacat jantung bawaan, demam, infeksi, atau konsumsi obat tertentu.

Terkadang olahraga, aktivitas fisik, atau emosi kuat juga bisa memicu terjadinya aritmia.

Aritmia membuat jantung kesulitan memompa cukup darah ke bagian tubuh lain secara efisien.

Dalam jangka panjang, aliran darah yang tidak teratur bisa merusak organ ginjal, jantung, dan otak.

Baca Juga: Bisakah Aritmia Jantung Disembuhkan?

Gejala Aritmia pada Anak

Seluk Beluk Aritmia Pada Anak, Orang Tua Wajib Tahu 2.jpg

Foto: firstcry.com

Kendala komunikasi seringkali membuat gejala aritmia pada anak luput dari perhatian orang tua, di mana anak mungkin hanya mengeluh sakit dada, deg-degan, atau pusing.

Namun menurut studi tentang profil klinis pasien aritmia yang dilansir National Institutes of Health, anak yang dibawa ke ruang gawat darurat rumah sakit karena aritmia umumnya menunjukkan gejala palpitasi atau jantung berdebar cepat, pingsan, kliyengan, dan sesak napas.

Selain itu, anak yang mengalami aritmia juga mungkin menunjukkan gejala seperti lemas, mudah lelah, wajah pucat, nyeri dada, detak jantung terlalu cepat atau terlalu lambat, dan keringat dingin.

Sebagian besar kasus aritmia pada anak akan sembuh dengan sendirinya atau setelah dilakukan penanganan pada kondisi yang jadi penyebabnya.

Namun pada beberapa kasus lain yang terhitung jarang, aritmia juga bisa memicu serangan jantung.

Baca Juga: Fakta-Fakta Mengenai Aritmia pada Ibu Hamil, Berbahayakah?

Jenis Aritmia pada Anak

Seluk Beluk Aritmia Pada Anak, Orang Tua Wajib Tahu 3.jpg

Foto: neotiagetwelsiliguri.com

Meski sama-sama disebabkan oleh gangguan sistem elektrik jantung, berbagai jenis aritmia sebenarnya memiliki karakteristik yang berbeda. Nah, inilah beberapa jenis aritmia yang paling sering ditemui pada pasien anak:

  • Takikardia supraventrikular: Irama detak jantung lebih cepat tapi teratur, dimulai dari bagian atas ventrikel. Biasanya datang dan hilang secara mendadak.
  • Takikardia sinus: Umumnya terjadi saat anak demam, bersemangat, atau berolahraga, tapi bisa juga dipicu oleh peningkatan aktivitas tiroid dan anemia.
  • Sindrom Wolff-Parkinson-White: Kondisi dimana sinyal elektrik sampai terlalu cepat ke ventrikel dan memantul kembali ke atria, sehingga jantung berdetak lebih cepat.

Baca Juga: Makanan yang Harus Dihindari Penderita Aritmia Jantung

Jika Moms mengenali gejala aritmia pada anak seperti yang sudah disebutkan di atas, segera periksakan Si Kecil ke dokter supaya penyebabnya bisa segera ditangani.

Jangan lupa terus ajarkan dan ingatkan anak untuk menjalankan pola makan dan gaya hidup aktif agar jantung tetap sehat.

Bagaimana menurut Moms, apa yang bisa dilakukan orang tua untuk mendukung kesehatan jantung anak?

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait