Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

Kesehatan Balita | Jan 31, 2019

Sebabkan Kelumpuhan, Kenali Gejala dan Penyebab Botulisme Pada Balita

Bagikan


Kasus pertama botulisme pada balita ditemukan di Amerika Serikat pada akhir 1976, disusul dengan Australia dan Inggris yang melaporkan temuan kasus botulisme pertama mereka setahun setelahnya.

Sebagian besar orang memang belum pernah mendengar tentang botulisme, sebuah penyakit langka tapi berbahaya yang dapat ditularkan melalui makanan, tanah yang terkontaminasi, atau luka terbuka.

Bila tidak segera ditangani, botulisme dapat mengakibatkan kelumpuhan, kesulitan bernapas, bahkan kematian.

Untuk melindungi buah hati dari bahaya botulisme, lihat lebih dekat gejala dan penyebab botulisme pada anak berikut ya, Moms.

Penyebab Botulisme

Botulisme disebabkan oleh spora bakteri clostridium botulinum, yang umumnya memasuki tubuh anak melalui makanan, tanah, atau luka terbuka. Botulisme tidak bisa ditularkan ya, Moms.

Berikut adalah beberapa fakta seputar penyebab botulisme:

1. Menurut Centers for Disease Prevention and Control (CDC), 65 persen kasus botulisme pada balita terjadi karena mengonsumsi makanan yang terkontaminasi oleh spora botulisme. Spora kemudian tumbuh di dalam saluran pencernaan dan melepaskan racun.

2. Sebesar 15 persen kasus botulisme disebabkan karena balita mengonsumsi makanan kalengan rumahan yang tidak diproses secara benar.

World Health Organization (WHO) melaporkan bahwa racun botulisme pernah ditemukan dalam:

  • Sayuran rendah asam yang diawetkan, seperti bit, bayam, jamur, dan kacang polong.
  • Ikan tuna kalengan.
  • Ikan asap, ikan yang difermentasi, dan ikan asin.
  • Produk olahan daging.

3. Sedangkan sisa 20 persen kasus botulisme terjadi karena spora botulisme masuk melalui luka terbuka.

Itulah kenapa anak berusia di bawah 1 tahun yang sistem kekebalan tubuhnya masih belum sempurna sebaiknya tidak diberikan madu atau sirup jagung ya, Moms.

Ini berbeda dengan anak besar dan orang dewasa yang sistem kekebalan tubuhnya sudah bisa mencegah pertumbuhan bakteri botulisme.

Baca Juga: 7 Fakta Obesitas Pada Anak yang Harus Moms Ketahui

Gejala Botulisme

Menurut pengakuan para orang tua yang anaknya pernah mengalami botulisme, gejala yang paling pertama muncul adalah sembelit lebih dari 3 hari.

Dan karena racun penyebab botulisme pada balita termasuk dalam neurotoxic atau racun syaraf, maka akan menimbulkan gejala seperti:

  • Ekspresi muka datar.
  • Sulit menyedot ASI, bila masih diberikan ASI.
  • Jarang bergerak.
  • Sulit menelan tapi produksi liur bertambah secara drastis.
  • Sulit bernapas.
  • Kelemahan otot.
  • Mual, muntah, dan kram perut. Gejala ini hanya ada pada botulisme yang tertular akibat makanan.

Gejala biasanya muncul dalam waktu 4 jam hingga 8 hari setelah terkena racun.

Baca Juga: 3 Tips Melindungi Balita dari Kuman Binatang Peliharaan

Mencegah Botulisme Pada Balita

Untuk memperkecil risiko terjadinya botulisme pada balita, langkah pencegahan yang paling utama adalah membersihkan bahan makanan dengan baik, serta memasak secara steril dan higienis.

Selain itu, pastikan Si Kecil mencuci tangan dengan bersih menggunakan sabun setelah bermain dengan tanah dan pasir ya, Moms.

Sebagaimana penyakit pada balita lainnya, Moms juga perlu jeli melihat gejala botulisme pada balita agar bisa segera memberikan pengobatan yang tepat.

Nah, apa Moms punya tips untuk menyiapkan makanan secara steril dan higienis?

(WA)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.