Newborn

NEWBORN
30 November 2020

TBC Pada Bayi, Kenali Gejala, Risiko, dan Cara Mengobatinya

Bayi bisa tertular TBC dari batuk orang dewasa
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Adeline Wahyu
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Bayi sangat rentan terkena penyakit infeksi. Hal ini karena ketahanan tubuh Si Kecil masih belum sekuat orang dewasa. Maka itu, salah satu penyakit infeksi yang mesti Moms waspadai adalah tuberkulosis (TBC) atau TBC pada bayi.

Dilansir dari U.S. National Library of Medicine, TBC adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis yang menyerang paru-paru.

Menurut data World Health Organization (WHO), pada 2018, 1,1 juta anak di dunia terjangkit TBC dan terdapat 205.000 kematian anak akibat penyakit ini.

Penyakit TB pada anak di bawah usia 15 tahun (disebut juga tuberkulosis anak) merupakan masalah kesehatan masyarakat yang sangat penting karena merupakan penanda penularan TB baru-baru ini. Juga dengan signifikansi khusus, bayi dan anak kecil lebih mungkin dibandingkan anak yang lebih tua dan orang dewasa untuk mengembangkan bentuk penyakit TB yang mengancam jiwa (misalnya, TB yang menyebar, meningitis TB).

Di antara anak-anak, jumlah kasus TB terbesar terlihat pada anak-anak di bawah usia 5 tahun, dan remaja di atas usia 10 tahun.

WHO menjelaskan bahwa anak dan remaja yang terkena TBC biasanya tidak ditangani dengan serius karena sulit didiagnosis. Oleh sebab itu, Moms harus belajar mengenali penyebab dan gejala TBC pada bayi dan anak.

Penyebab TBC pada Bayi

tbc pada bayi

Foto: Orami Photo Stock

TB disebabkan oleh bakteri yang disebut Mycobacterium tuberculosis. Bakteri TBC menyebar dari orang ke orang melalui udara. Bakteri TBC dikeluarkan ke udara ketika penderita TBC paru-paru atau tenggorokan batuk, bersin, berbicara, atau bernyanyi. Orang di sekitar mungkin menghirup bakteri ini dan menjadi terinfeksi.

Orang dengan penyakit TBC paru-paru atau tenggorokan dapat menyebarkan bakteri ke orang lain dengan siapa mereka menghabiskan waktu setiap hari. Namun, anak-anak cenderung tidak menularkan bakteri TB ke orang lain. Ini karena bentuk penyakit TBC yang paling umum terlihat pada anak-anak biasanya tidak begitu menular dibandingkan bentuk yang terlihat pada orang dewasa.

Tidak semua orang yang terinfeksi bakteri TBC menjadi sakit. Akibatnya, ada dua kondisi terkait TB, yakni infeksi TB laten dan penyakit TB. Berikut penjelasannya:

  • Infeksi TB laten, terjadi ketika orang memiliki bakteri M. tuberculosis di dalam tubuhnya, tetapi mereka tidak merasa sakit atau memiliki gejala. Mereka juga tidak bisa menularkan TB kepada orang lain.
  • Penyakit TBC, ini terjadi ketika penderita bakteri M. tuberculosis menjadi sakit dan memiliki gejala. Kadang-kadang bisa terjadi jika infeksi TB laten tidak diobati. Mereka bisa menularkan TBC ke orang lain.

Gejala TBC pada Bayi

fakta menarik growth spurt pada bayi 2.jpg

Foto: Orami Photo Stock

“Sebagian besar, kebanyakan orang yang terinfeksi tuberkulosis memiliki penyakit tanpa gejala,” kata Jeffrey Kahn, direktur Penyakit Menular Anak di Pusat Medis Anak di Dallas. Menurutnya, hanya sebagian kecil yang mengidap penyakit aktif, yang ditandai dengan batuk, penurunan berat badan, dan keringat di malam hari.

Batuk terus-menerus adalah gejala klasik TB, tetapi sulit untuk membedakan antara batuk TB dan batuk yang disebabkan oleh hal lain - seperti pilek, asma, atau batuk rejan. Kahn menyarankan para orang tua dari anak-anak yang menderita batuk berkepanjangan untuk memeriksakan mereka.

TBC disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri yang mudah menyebar dari kontak air liur yang keluar ketika penderitanya batuk. Ini artinya cara penularannya sangat mudah dan Si Kecil sangat rentan terhadap virus atau penyakit.

Berikut beberapa gejala TBC pada bayi yang harus Moms waspadai:

  • Demam
  • Berat badan turun tiba-tiba
  • Tumbuh kembangnya terhambat
  • Batuk terus-terusan
  • Keluar keringat di malam hari
  • Nafsu makan menurun
  • Si Kecil tidak aktif dan cenderung lesu
  • Beberapa bagian tubuh membengkak, terutama pada bagian yang terdapat kelenjar

Bila bakteri penyebab TBC pada bayi yang masuk ke dalam tubuh Si Kecil hanya sedikit, sistem kekebalan tubuhnya akan mampu melawan.

Respon perlawanan ini umumnya akan menimbulkan gejala-gejala tertentu misalnya demam.

Baca Juga: Tepat Mengobati TBC pada Anak dengan Mengetahui Gejalanya!

Namun, bila sang buah hati tak hanya mengalami demam saja, mungkin bakteri di dalam tubuhnya sudah berkembang, semakin banyak, dan mudah menular ke mana saja.

Mendiagnosis TB mirip seperti menyusun teka-teki. Dokter anak akan melakukan penilaian fisik secara menyeluruh dan mengajukan banyak pertanyaan tentang aktivitas dan eksposurnya.

Dua tes laboratorium dapat membantu mendiagnosis TB. Salah satunya adalah tes kulit TB klasik, di mana sedikit cairan tuberkulin disuntikkan tepat di bawah kulit untuk membentuk gelembung berisi cairan. Seorang profesional medis yang terlatih kemudian memeriksa kulit bayi 48 hingga 72 jam kemudian.

Jika ada area merah dan menonjol di sekitar tempat suntikan, itu mungkin berarti bayi terpapar TBC, tetapi tes ini tidak dapat membedakan antara infeksi aktif atau laten (yang didasarkan pada gejala bayi).

Tes darah dapat memeriksa antibodi terhadap bakteri penyebab TBC. Jika bayi memiliki antibodi, ia terpapar TB. Keuntungan dari tes darah dibandingkan tes kulit TB adalah tes darah hanya membutuhkan satu kali kunjungan ke klinik; tes kulit mengharuskan Moms untuk kembali dalam beberapa hari untuk membaca hasilnya.

Bahaya TBC Pada Bayi Jika Tidak Cepat Ditangani

1 Gejala Bayi Batuk Rejan.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Bila tak segera ditangani, penyakit ini akan menimbulkan masalah yang lebih serius pada bayi. Beberapa risiko yang mesti diwaspadai bila terjangkit TBC pada bayi.

1. Gangguan fungsi ginjal

TBC pada bayi dapat memengaruhi kerja ginjal dalam menyaring cairan tubuh. Umumnya jika tak ditangani dengan baik, sang buah hati berisiko terkena infeksi saluran kemih dan bengkak pada bagian prostat.

2. Gangguan fungsi otak

Bakteri penyebab tuberkulosis mungkin saja menyebar ke bagian otak hingga menyebabkan sistem imun sangat turun, sakit kepala terus-terusan, hingga tak sadarkan diri.

3. Perikarditis

Perikardium adalah kondisi saat lapisan selaput jantung (perikardium) mengalami infeksi dan meradang. Masalah ini dapat mengganggu fungsi jantung sang buah hati.

Baca Juga: Penderita Penyakit TBC Harus Menunda Program Hamil, Benarkah?

Cara Mengobati TBC pada Bayi

Bahaya Diare Pada Bayi Baru Lahir.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Bila Si Kecil baru sekadar terinfeksi oleh bakteri penyebab TBC, dokter biasanya akan memberikan satu obat khusus yang mesti diminum teratur selama 9 bulan. Hal ini untuk mencegah bayi tidak mengalami penyakit TBC.

Namun, jika infeksi yang terjadi sudah sampai menyebabkan penyakit TB, dokter akan menganjurkan Si Kecil minum 3 atau 4 jenis obat selama enam bulan berturut-turut tanpa putus.

Baca Juga: Apa Bedanya Penyakit TBC pada Anak dan Dewasa?

Jika nantinya Si Kecil sudah terlihat membaik setelah minum obat, Moms tidak boleh memberhentikan obat tanpa sepengetahuan dokter. Obat yang diberikan pada sang buah hati biasanya termasuk golongan obat antibiotik.

Obat antibiotik harus diminum sampai habis sesuai anjuran dokter agar bakteri penyakit berhenti tumbuh dan tidak datang lagi.

Itu dia Moms beberapa hal yang harus diketahui mengenai TBC pada bayi. Pastikan Moms segera membawa anak ke dokter jika menemukan gejala-gejalanya ya!

Artikel Terkait