2-3 tahun

2-3 TAHUN
11 Mei 2020

Waspadai Hernia pada Anak! Berikut Gejalanya

Hernia ternyata juga bisa terjadi pada anak-anak
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dona Handayani
Disunting oleh Intan Aprilia

Dilansir dari Kids Health, hernia atau yang lebih dikenal di masyarakat dengan turun berok, terjadi ketika bagian dari organ atau jaringan dalam tubuh (seperti lingkaran usus) mendorong melalui celah atau titik lemah di dinding otot.

Organ tersebut kemudian terlihat dari permukaan kulit seperti tonjolan yang terasa lunak.

Turun berok bisa terjadi di perut, pusar, paha, atau selangkangan. Penyakit ini biasanya awam diderita oleh orang dewasa yang seringkali mengangkat beban berat. Namun, tahukah Moms, jika balita juga dapat terkena hernia?

Hernia pada Anak

hernia pada balita

Hernia pada anak-anak sering terdeteksi selama pemeriksaan pediatrik rutin, atau oleh orang tua yang melihat adanya benjolan di salah satu atau kedua sisi pangkal paha atau di sekitar pusar saat mengganti popok atau memandikan bayi.

Sebuah tanda adalah tonjolan di pangkal paha ketika bayi mengejan, menangis atau batuk.

Hernia pada anak dapat terjadi karena faktor keturunan, bayi lahir prematur, atau bayi lahir dengan berat badan rendah. Namun, ada kemungkinan juga hernia dapat terjadi karena adanya kelainan saat kehamilan.

Berdasarkan faktor di atas, hernia pada anak dibagi menjadi 3 jenis, yakni hernia pada pusar (umbilikus), hernia pada alat kelamin (inguinalis), dan hernia pada rongga diafragma.

Baca Juga: Perhatikan, Moms, Ternyata Ini Hal yang Menyebabkan Hernia pada Bayi

Gejala Hernia pada Anak

Berdasarkan jenisnya, berikut gejala hernia pada anak yang perlu diwaspadai:

1. Hernia pada Pusar (Umbilikus)

hernia pada balita

Hernia umbilikalis, yang memengaruhi sekitar 10% anak-anak, terjadi ketika lubang di otot-otot perut yang melaluinya tali pusat melewati uterus gagal menutup setelah lahir.

Ini juga dapat menjerat sebagian dari usus kecil. Gejala hernia umbilikus pada balita adalah:

  • Pembengkakan lembut di sekitar pusar
  • Pembengkakan mungkin muncul di kemudian hari
  • Pembengkakan bertambah besar jika si Kecil batuk, menangis, bersin, atau mengeraskan otot perutnya

Tidak seperti hernia inguinalis, yang biasanya membutuhkan operasi bedah, "95% hernia umbilikalis biasanya akan menutup sendiri," kata Dr. Shaun Steigman, seorang ahli bedah anak di Weill Cornell Medical College yang juga beroperasi di New York Methodist Hospital di Brooklyn.

"Mereka cenderung tidak permanen, jadi kami menunggu sampai usia 4 atau 5 tahun untuk memperbaikinya jika mereka tidak kunjung sembuh sendiri."

Baca Juga: Hernia Umbilikalis alias Pusar Bodong pada Bayi, Apa Bahayanya?

2. Hernia pada Alat Kelamin (Inguinalis)

hernia pada balita

Dilansir dari The Royal Children’s Hospital, hernia pada kelamin 8 kali lebih sering terjadi pada anak laki-laki dibanding anak perempuan. Bentuknya seperti benjolan yang lembut. Gejalanya berupa:

  • Pada anak laki-laki biasanya benjolan terdapat pada selangkangan atau kantung buah pelir, sedangkan pada anak perempuan biasanya terdapat pada selangkangan atau labia.
  • Pembengkakan mungkin muncul di kemudian hari
  • Pembengkakan bertambah besar jika buah hati menangis, batuk, bersin, atau mengeraskan otot perut

"Hernia inguinalis biasanya diobati dengan cara operasi elektif yang dilakukan oleh dokter bedah anak," kata Dr. Shaun Steigman. Kata "elektif" membedakannya dari operasi darurat, yang memperbaiki hernia dimaksudkan untuk menghindari.

3. Hernia pada Rongga Diafragma

hernia pada balita

Hernia jenis ini, terjadi karena adanya organ di dalam perut yang menonjol ke rongga dada lewat celah diafragma yang tidak menutup secara sempurna.

Dalam membuat diagnosis, Dr. Steigman mengatakan dia mungkin mencoba untuk membuat hernia keluar dengan membuat bayi tertawa.

Untuk balita atau anak yang lebih besar dia biasanya meminta mereka untuk melompat atau batuk untuk melihat tonjolan hernia pada tubuh Si Kecil

  • Jenis hernia ini paling sulit dideteksi, karena tonjolannya tidak terlihat dari bawah kulit sekaligus juga berbahaya karena dapat mengganggu pernapasan si Kecil.
  • Sesekali, Si Kecil akan kesulitan bernapas, bahkan sampai membiru. Jika keadaan sampai seperti ini, Moms harus langsung membawa ke dokter untuk ditangani lebih lanjut.

Pembedahan untuk memperbaiki hernia sangat mudah dan biasanya dilakukan sebagai prosedur rawat jalan pada anak-anak yang berumur lebih dari 3 bulan, kata Dr. Steigman.

Baca Juga: Hernia Diafragmatika Umum Terjadi Pada Bayi Baru Lahir? Ini Penjelasannya

Dalam sebagian besar kasus, perbaikan dilakukan melalui operasi terbuka, meskipun Dr. Steigman mengatakan dia lebih suka untuk beroperasi secara laparoskopi, melalui dua sayatan kecil. Namun, sayatan sangat kecil akan membuat anak sembuh dengan cepat.

Itu dia berbagai gejala hernia pada anak berdasarkan jenisnya. Waspadai tanda-tandanya ya, Moms!

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait