Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Health | Oct 20, 2018

Kapan Kepadatan Tulang Mulai Berkurang? Kenali Gejalanya!

Bagikan


Tulang terbuat dari kolagen yang merupakan protein yang dianyam menjadi kerangka yang fleksibel.

Tulang mengandung kalsium fosfat dan kalsium karbonat. Keduanya merupakan mineral yang menambah kekuatan dan mengeraskan kerangka tersebut.

Kombinasi dari kalsium dan kolagen memberikan tulang kekuatan serta kelenturan. Kelenturan tulang berguna untuk melindungi tulang dari patah.

Sedangkan kekuatan membuat tulang bisa membentuk postur tubuh menjadi tegak dan menopang berat badan.

Tulang juga merupakan jaringan hidup dalam tubuh yang terdiri dari sel tulang, saraf, pembuluh darah, dan sumsum tulang.

Tulang juga bisa melakukan penghancuran dan kemudian pembentukan kembali jaringannya agar tetap kuat dan tidak mudah patah.

Kendati begitu, karena berbagai faktor, kepadatan tulang juga bisa menurun.

Ini juga yang menjadi cikal bakal osteoporosis. Jika kepadatan tulang dibiarkan terus menerus, lambat laun, osteoporosis akan menyerang.

Faktor Penyebab Penurunan Kepadatan Tulang

Kepadatan tulang menurun ketika lebih banyak tulang yang mineralnya diserap ketimbang dibentuk oleh tubuh.

Banyak faktor yang menentukan berapa banyak mineral tulang yang diserap dan berapa banyak yang dibentuk baru.

Beberapa faktor bisa dikontrol seperti menjaga pola makan, tetapi beberapa faktor di luar kendali mereka, seperti usia.

Tulang paling banyak bertambah saat masa anak-anak dan remaja. Selanjutnya, tulang akan menjadi semakin besar, berat, dan kuat.

Pembentukkan tulang terus berlangsung hingga puncak massa tulang atau masa tulang maksimum tercapai.

Puncak pembentukan tulang terjadi sekitar usia 30 tahun. Setelah usia 30 tahun, penyerapan mineral tulang lebih banyak terjadi ketimbang pembentukannya. Hal ini yang memicu penurunan kepadatan tulang.

Faktor lain yang menyebabkan terjadinya penurunan kepadatan tulang adalah minim konsumsi kalsium, minim olahraga, merokok, dan mengonsumsi obat-obatan seperti corticosteroid.

Corticosteroid adalah obat yang diresepkan untuk penyakit artitis, asma, radang usus, lupus, dan beberapa penyakit lainnya. Obat ini akan menyebabkan osteoporosis jika dikonsumsi dalam jumlah banyak.

Pada laki-laki, ada faktor risiko tambahan lainnya, antara lain kerangka tubuh kecil, dan testosteron (hormon seks) rendah.

Baca Juga: Apa Penyebab Rasa Sakit di Tulang Rusuk Belakang?

Penurunan Kepadatan Tulang Pada Perempuan dan Laki-Laki

Penurunan kepadatan tulang pada perempuan terjadi paling cepat di awal-awal mereka mengalami menopause.

Semakin tua usianya, semakin menurun juga kepadatan tulangnya. Perempuan punya risiko osteoporosis yang lebih besar.

Laki-laki juga tidak lepas dari risiko osteoporosis meskipun prosesnya terjadi lebih lambat ketimbang pada perempuan. Menginjak usia 65 tahun, laki-laki dan perempuan punya kepadatan tulang yang sama.

Itulah beberapa hal yang perlu kita ketahui mengenai penurunan kepadatan tulang. Semoga bermanfaat ya Moms!

(AND)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.