Kesehatan

22 Juni 2021

Hati-Hati, Ini Dia Penyakit dengan Gejala Leher Kaku dan Cara Mengatasinya

Leher kaku tak sekadar karena salah bantal
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Riskita
Disunting oleh Karla Farhana

Leher kaku kerap diasosiasikan dengan salah bantal. Namun ternyata, penyebabnya tidak selalu salah bantal.

Beberapa penyakit, bahkan yang serius, memiliki gejala leher kaku, lho.

Supaya tidak salah penanganan, Moms harus tahu penyakit apa saja yang dapat menyebabkan leher kaku dan paham cara mengatasinya.

Penyebab Leher Kaku

Inilah beberapa penyakit dengan gejala leher kaku seperti dikatakan para pakar tulang dari Illinois Bone and Joint Institute.

1. Otot Tegang atau Keseleo

ini 5 penyakit dengan gejala leher kaku 1

Foto: freepik.com

Otot levator skapula yang membentang sepanjang punggung dan menghubungkan tulang belakang leher ke bahu bisa mengalami ketegangan atau bahkan keseleo.

Penyebabnya mulai dari posisi tidur yang salah, postur tubuh yang buruk misalnya menjepit ponsel di antara leher dan bahu, aktivitas berulang memutar kepala seperti ketika berenang, serta menatap monitor komputer selama berjam-jam.

Baca Juga: Hindari Amputasi, Begini Cara Mengobati Luka Diabetes

2. Gangguan Tulang Belakang

ini 5 penyakit dengan gejala leher kaku 2

Foto: freepik.com

Tulang leher terdiri atas tulang-tulang kecil dengan persendian yang kompleks.

Ketika salah satu bagian dari tulang leher tidak sejajar, akan menimbulkan rasa sakit dan kekakuan pada leher.

Hal ini karena struktur dan jalur saraf di tulang belakang leher semuanya saling berhubungan sehingga masalah pada satu ruas dapat menyebabkan kejang otot dan kekakuan pada otot leher.

Baca Juga: Mengenal Trigger Finger, Radang Sendi yang Bikin Jari Kaku

3. Meningitis

ini 5 penyakit dengan gejala leher kaku 3

Foto: freepik.com

Infeksi bakteri pada membran cairan otak dan sumsum tulang belakang menyebabkan peradangan dan kekakuan pada leher, diikuti dengan demam tinggi, sakit kepala, dan mual.

Segera cari pertolongan medis jika Moms atau anggota keluarga mengalami gejala seperti itu, karena kemungkinan besar merupakan indikasi penyakit meningitis.

Infeksi langka tetapi serius lainnya juga dapat menyebabkan gejala leher kaku, seperti penyakit meningokokus atau osteomielitis vertebra yang terjadi pada tulang belakang leher.

Baca Juga: 7 Latihan Peregangan untuk Atasi Bahu Kaku, Coba Sekarang!

4. Cedera

ini 5 penyakit dengan gejala leher kaku 4

Foto: freepik.com

Kecelakaan, jatuh, cedera olahraga, atau menyentak kepala dengan keras dapat menyebabkan cedera pada otot leher.

Gejala utamanya adalah leher terasa kaku dan sakit.

Baca Juga: 9 Imunisasi yang Ditujukan dan Direkomendasikan untuk Orang Dewasa

5. Radang Sendi

ini 5 penyakit dengan gejala leher kaku 5

Foto: freepik.com

Menurut para pakar di American College of Rheumatology, osteoarthritis bisa terjadi pada sendi leher seiring dengan bertambahnya usia, dan dapat menyebabkan kekakuan dan membatasi pergerakan leher.

Sedangkan rheumatoid arthritis adalah gangguan autoimun yang dapat mempengaruhi sendi leher di bagian atas yang mengakibatkan nyeri leher dan kekakuan yang parah.

Kadang-kadang, arthritis juga menyebabkan penyempitan pada saluran tulang belakang, dan menyebabkan rasa sakit yang menjalar ke lengan, kaki, dan leher.

Baca Juga: Sakit Kepala Belakang, 5 Hal Ini Bisa Jadi Penyebabnya

Cara Mengatasi Leher Kaku

Cara terbaik untuk meredakan leher kaku tergantung pada penyebabnya. Jika kekakuannya ringan, beberapa perawatan rumahan berikut mungkin dapat membantu Moms:

1. Kompres Menggunakan Es Batu

Kompres es untuk leher kaku

Foto: Orami Photo Stock

Mengutip laman Medical News Today, kompres es batu dapat membantu mengurangi pembengkakan dan nyeri mati rasa.

Menggunakan kompres es dapat membantu meredakan peradangan dan pembengkakan setelah ketegangan ringan. Es dapat membuat mati rasa, sehingga mampu meredakan nyeri pada leher kaku untuk sementara.

Perawatan ini biasanya paling efektif dalam 48 jam pertama setelah cedera, ketika pembengkakan cenderung paling signifikan.

Moms bisa menggunakan kantong es pertolongan pertama atau tutupi kantong es dengan kain untuk menghindari radang dingin. Tempelkan es selama 20 menit setiap kali, lalu istirahatkan selama 20-30 menit.

Selain kompres panas, memanfaatkan panas pada leher kaku yang mengalami ketegangan otot juga mungkin dapat membantu. Gunakanlah bantalan pemanas atau mandi air panas untuk membantu mengendurkan otot yang tegang dan meredakan nyeri.

Baca Juga: 9+ Obat Gatal pada Kulit Anak yang Paling Efektif, Bisa Pakai Kompres Dingin!

2. Mengonsumsi Obat

minum obat untuk mengatasi leher kaku.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Jika mengoleskan es, panas, atau keduanya tidak meredakan nyeri pada leher kaku, mengonsumsi obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) mungkin dapat membantu Moms.

Beberapa contoh obat-obatan yang dapat Moms beli secara bebas tanpa resep, yaitu ibuprofen dan naproxen, yang dapat mengurangi pembengkakan dan mengurangi rasa sakit.

Namun, jika Moms memiliki kondisi kesehatan dan sedang mengonsumsi obat lain, sebaiknya bertanyalah kepada dokter terlebih sebelum menggunakan NSAID.

Baca Juga: 9 Obat Sakit Gigi Anak untuk Meredakan Nyerinya, Salah Satunya dengan Paracetamol!

3. Lakukan Peregangan

peregangan untuk mengatasi leher kaku

Foto: Orami Photo Stock

Cara mengatasi kekakuan pada leher yang berikutnya adalah dengan melakukan peregangan.

Regangkan otot leher dengan menggerakkan kepala secara lembut dan perlahan dari satu sisi ke sisi lain. Putar bahu ke depan dan ke belakang hingga kekakuan mereda, tetapi segara hentikan jika peregangan menyebabkan nyeri pada leher bertambah parah.

Baca Juga: 4 Cara Mengatasi Nyeri Otot Setelah Olahraga

4. Memeriksa Lingkungan Tidur

memeriksa lingkungan tidur sebagai cara mengatasi leher kaku

Foto: Orami Photo Stock

Terkadang, kasur yang terlalu keras atau tidak cukup mendukung bisa menyebabkan sakit leher. Bantal dengan ukuran atau kekencangan yang tidak tepat juga dapat menyebabkan leher Moms menjadi kaku.

Untuk mengatasi leher kaku dan mencegah kekambuhan, sebaiknya kepala, leher, dan punggung harus dalam posisi sejajar saat tidur. Bantal yang digunakan Moms pun harus sesuai dengan posisi tidurnya.

Bantal yang lebih keras dan lebih besar mungkin cocok untuk orang yang tidur menyamping. Sementara bagi orang yang tidur telentang mungkin memerlukan bantal datar yang menopang kepala dan leher tanpa memaksanya ke posisi depan. Pilihlah yang sesuai kebutuhan Moms.

Baca Juga: Berbagai Penyebab Nyeri Punggung Atas, Yuk Cari Tahu Moms!

5. Memerhatikan Postur Tubuh

mengatasi leher kaku - perhatikan postur tubuh

Foto: Orami Photo Stock

Beberapa postur tubuh, seperti membungkuk dapat menarik otot leher secara bertahap dan menyebabkan kekakuan serta nyeri.

Maka, Moms harus fokus untuk menjaga bahu, leher, dan punggung dalam garis lurus sepanjang hari. Mengenakan perangkat pengoreksi postur tubuh mungkin dapat membantu Moms untuk terhindar dari kekakuan pada leher.

6. Kunjungi Dokter Gigi

mengatasi leher kaku dengan mendatangi dokter gigi

Foto: Orami Photo Stock

Kekakuan yang terus-menerus di leher disertai sakit kepala atau nyeri rahang saat bangun tidur bisa menjadi tanda gigi bergemeretak di malam hari, atau bruxisme. Seorang dokter gigi dapat memeriksa gigi Moms apakah ada tanda-tanda bruxisme, dan mereka juga mungkin akan melihat kesejajaran rahang.

Dokter gigi mungkin akan merekomendasikan Moms untuk memakai pelindung gigi yang dibuat khusus pada malam hari sehingga dapat melindungi gigi dari kerusakan lebih lanjut. Alat ini juga dapat mengurangi tekanan pada otot rahang dan leher.

Baca Juga: 9 Penyebab Sakit Leher Sebelah Kiri, Salah Satunya Terlalu Lama Menatap Layar!

7. Pijat

pijat untuk leher kaku

Foto: Orami Photo Stock

Terapis pijat berlisensi dapat membantu meredakan otot yang tegang dan nyeri. Meskipun penelitian belum membuktikan bahwa pijatan efektif, sebuah penelitian dari tahun 2014 menemukan bahwa pijatan dapat mengurangi rasa sakit pada penderita radang sendi leher.

Penelitian lain yang diterbitkan dalam Jurnal Complementary Therapies in Clinical Practice menemukan bahwa pijat profesional dapat membantu meredakan stres, yang secara tidak langsung dapat membantu mengatasi kekakuan di leher.

8. Mengelola Stres

kelola stres untuk mencegah leher yang kaku.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Tidak ada cara untuk sepenuhnya menghindari stres. Namun, belajar mengelolanya bisa mengurangi ketegangan di leher.

Apabila Moms termasuk orang dengan tingkat stres kronis yang tinggi, berbicara dengan profesional untuk bertanya tentang cara-cara sehat untuk mengelola stres mungkin akan membantu.

Itu dia penyakit yang memiliki gejala leher kaku dan cara mengatasinya.

Baca Juga: 13 Cara Mengatasi Leher Sakit saat Hamil, Sederhana Banget!

Jika Moms merasakan gejala leher kaku yang bertahan selama lebih dari seminggu, ditambah dengan munculnya gejala lain seperti yang disebut di atas, dan tak kunjung mereda, segera periksakan ke dokter, ya.

  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/324070#treatments
  • https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/S1744388114000425
  • https://www.rheumatology.org/I-Am-A/Patient-Caregiver/Diseases-Conditions/Osteoarthritis
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait