Kesehatan

18 Juni 2021

Penyakit Celiac: Gejala, Faktor Penyebab dan Cara Pengobatan

Ada banyak gejala ringan penyakit celiac tetapi sering terabaikan, seperti diare.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Floria Zulvi
Disunting oleh Karla Farhana

Pernahkah Moms mendengar penyakit celiac? Penyakit celiac sendiri memang jarang terdengar. Namun penyakit ini pun disebut sebagai salah satu penyakit autoimun.

Pada beberapa orang yang mengonsumsi gluten, suatu enzim yang disebut transglutaminase bisa mengubah gluten menjadi bahan kimia yang menyebabkan respons imun.

Dilansir dari National Health Service, penyakit celiac adalah sebuah kondisi autoimun. Penyakit celiac ini hadir ketika sistem imun menyerang sel-sel dalam tubuh ketika saat menonsumsi gluten.

Kondisi ini akan membuat tubuh kita tidak bisa menyerap nutrisi. Penyakit celiac sendiri bisa diidentifikasi dengan berbagai macam gejala seperti diare hingga merasa kembung.

Baca Juga: 6 Sayuran yang Bisa Mencegah Penyakit Autoimun, Bisa Jadi Pilihan!

Disebut penyakit celiac yang bisa menyebabkan peradangan pada lapisan usus halus. Proyeksi seperti jari (vili) normal yang membentuk lapisan usus menjadi tumpul dan hancur, sehingga mencegah penyerapan nutrisi dari makanan.

Malabsorpsi vitamin, mineral dan nutrisi lain bisa menyebabkan kerusakan pada organ-organ lain dalam tubuh, seperti hati, tulang dan otak.

Pada anak-anak, kurangnya nutrisi karena kekurangan gizi dapat menyebabkan pertumbuhan dan perkembangan yang abnormal.

Penyakit celiac terjadi karena adanya kecenderungan genetik, namun tidak semua orang dengan riwayat keluarga memiliki penyakit celiac mengalami kondisi tersebut.

Penyakit celiac bisa terjadi pada orang dengan diabetes tipe 1, kolitis mikroskopis, sindrom Sjögren dan penyakit tiroid autoimun.

Baca Juga: Pengobatan dan Pencegahan Penyakit Autoimun, Bisakah Sembuh Total?

Gejala Penyakit Celiac yang Sering Diabaikan

Penyakit celiac bisa sulit didiagnosis karena memengaruhi orang secara berbeda. Dilansir oleh Celiac.org, ada lebih dari 200 gejala penyakit celiac yang bisa terjadi pada sistem pencernaan atau bagian tubuh lainnya.

Beberapa orang mengembangkan penyakit celiac sejak masih anak-anak. Tapi, beberapa orang lainnya menderita penyakit ini saat dewasa.

Selain itu, beberapa orang dengan penyakit celiac pun bisa tidak memiliki gejala sama sekali, tetapi hasilnya positif setelah tes darah.

Meski begitu dilansir oleh HealthLine, ada beberapa tanda-tanda penyakit celiac yang sering terabaikan berikut ini

Baca Juga: Sulit Hamil? Saatnya Test Darah Untuk Penyakit Celiac

1. Diare

gejala penyakit celiac - (1).jpg

Foto: shutterstock.com

Diare adalah salah satu gejala pertama yang dialami banyak orang sebelum didiagnosis menderita penyakit celiac.

Dalam satu penelitian kecil, 79% pasien celiac mengalami diare sebelum perawatan. Setelah perawatan, hanya 17 persen pasien yang mengalami diare kronis.

Gejala diare ini biasanya berkurang dalam beberapa hari perawatan, tetapi rata-rata menghabiskan waktu empat minggu

Namun, ada pula kemungkinan penyebab diare lainnya, seperti infeksi, intoleransi makanan lain atau masalah usus lainnya.

2. Kembung

gejala penyakit celiac - (5).jpg

Foto: shutterstock.com

Kembung adalah gejala umum yang dialami oleh penderita penyakit celiac. Karena, penyakit celiac bisa menyebabkan peradangan pada saluran pencernaan, yang mengakibatkan perut kembung.

Satu penelitian terhadap 1.032 orang dewasa dengan penyakit celiac menemukan bahwa kembung salah satu gejala paling umum. Faktanya, 73% orang mengaku merasa kembung sebelum didiagnosis penyakit celiac.

Di sisi lain, gluten juga terbukti menyebabkan masalah pencernaan seperti kembung pada orang yang tidak memiliki penyakit celiac.

Baca Juga: Benarkah Diet Bebas Gluten dan Kasein Baik Untuk Anak Autis?

3. Kelelahan

gejala penyakit celiac - (3).jpg

Foto: shutterstock.com

Satu studi terhadap 51 pasien celiac menemukan bahwa mereka yang tidak menjalani pengobatan memiliki masalah kelelahan parah.

Studi lain juga menemukan bahwa mereka yang memiliki penyakit celiac cenderung mengalami gangguan tidur, yang bisa menyebabkan kelelahan.

Namun, penyebab kelelahan lainnya termasuk infeksi, masalah tiroid, depresi dan anemia.

4. Berat Badan Turun

gejala penyakit celiac - (2).jpg

Foto: shutterstock.com

Penurunan berat badan yang drastis dan kesulitan mempertahankan berat badan sering merupakan tanda awal penyakit celiac.

Karena, kemampuan tubuh untuk menyerap nutrisi sudah terganggu. Sehingga berpotensi menyebabkan kekurangan gizi dan penurunan berat badan.

Satu studi dari 112 peserta dengan penyakit celiac menemukan bahwa penurunan berat badan memengaruhi 23% pasien. Masalah ini juga salah satu gejala paling umum setelah diare, kelelahan dan sakit perut.

Penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan juga bisa disebabkan oleh kondisi seperti diabetes, kanker, depresi atau masalah tiroid.

Baca Juga: Benarkah Gluten Menjadi Salah Satu Penyebab Susah Hamil?

5. Sembelit

gejala penyakit celiac - (4).jpg

Foto: shutterstock.com

Selain diare, penyakit celiac juga menyebabkan sembelit pada beberapa orang. Penyakit celiac bisa merusak vili usus, yang sangat kecil dan bertanggung jawab untuk menyerap nutrisi.

Saat makanan bergerak melalui saluran pencernaan, villi usus tidak dapat sepenuhnya menyerap nutrisi dan justru menyerap kelembaban ekstra dari tinja. Hal ini menyebabkan tinja mengeras hingga mengakibatkan sembelit.

Namun, diet bebas gluten juga menghilangkan banyak asupan makanan berserat tinggi seperti biji-bijian, yang mengakibatkan penurunan asupan serat dan berkurangnya frekuensi tinja.

Kurang aktivitas fisik, dehidrasi dan pola makan buruk bisa juga menyebabkan konstipasi atau sembelit.

Baca Juga: Benarkah Gluten Menjadi Salah Satu Penyebab Susah Hamil?

6. Anemia

penyakit celiac

Foto: Orami Photo Stock

Penyakit celiac bisa mengganggi penyerapan nutrisi tubuh serta menyebabkan anemia. Anemia sendiri adalah sebuah kondisi kuranhnya sel darah merah di dalam tubuh.

Gejalan anemia sendiri meliputi kelelahan, merasa lemas, merasakan nyeri di dada, sakit kepala dan juga mengalami pusing.

7. Depresi

penyakit celiac

Foto: Orami Photo Stock

Bersamaan dengan banyaknya gejala fisik yang muncul pada penderita celiac, gejala psikologi seperti depresi pun bisa hadir, Moms.

Sebuah studi menemukan bahwa depresi sangat umum dialami oleh orang dewasa yang memiliki penyakit celiac daripada masyakarat lain pada umumnya.

Nah, dalam penelitan lainnya mengatakan bahwa orang-orang yang terkena celiac dan melakukan diet bebas gula dilaporkan bisa mengurangi risiko mengalami depresi.

Meski demikian, masih ada banyak hal yang bisa memicu depresi seperti level hormon, stres, kesedihan mendalam dan bahkan genetik.

Penyebab Penyakit Celiac

penyakit celiac

Foto: Orami Photo Stock

Usai mengetahui gejala penyakit celiac, Moms perlu mengetahui apa sih hal yang bisa menjadikan kondisi ini hadir?

Perlu diperhatikan bahwa celiac bukanlah sebuah reaksi alergi atau intoleransi tubuh kita terhadap asupan gluten. Kondisi ini disebut dengan autoimun.

Autoimun adalah ketika tubuh salah mengidentifikasi senyawa yang terkandung dalam gluten dan menyangkanya sebagai sebuah ancaman yang bisa membahayakan.

Akhirnya, tubuh pun malah membuat antibodi untuk menghilangkan gluten dan menyerang jaringan tubuh yang sehat.

Baca Juga: 13+ Penyakit Autoimun pada Anak, Yuk Cari Tahu!

Nah pada penyakit celiac, antibodi sendiri membuat usus halus mengalami peradangan dan bengkak. Antibodi akan membuat villi atau bulu-buliu halus di permukaan usus menjadi rusak sehingga membuat proses penyerapan nutrisi dan makanan menjadi tak bisa sempurna.

Dilansir dari National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Disease, sekitar 1 dari 141 orang Amerika memiliki kondisi celiac. Orang-orang dengan kondisi ini harus mengeliminasi asupan gluten dari makanan dan minuman mereka.

Sayangnya, hingga kini masih belum diketahui apa yang menjadi penyebab penyakit celiac. Meski demikian, beberapa kombinasi dari proses autoimun diduga bisa menjadi penyebabnya seperti;

  • Kelainan genetik
  • Pernah menjalani prosedur pembedahan
  • Kehamilan
  • Persalinan
  • Infeksi virus
  • Gangguan emosional berat

Nah, usai mengetahui beberapa faktor yang diduga mennjadi penyebab penyakit celiac, berikit faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang bisa menderita kondisi ini;

  • Faktor keturanan
  • Faktor lingkungan seperti pernah mengalami infeksi sistem pencernaan
  • Pengaruh kondisi kesehatan seperti memiliki diabetes tipe 1

Baca Juga: 5 Faktor Risiko Penyakit Autoimun, Penyakit yang Diderita Ashanty dan Raditya Dika

Cara Pengobatan Penyakit Celiac

penyakit celiac

Foto: Orami Photo Stock

Untuk pengobatan penyakit celiac, biasanya doter akan memberikan saran agar penderita menghindari seluruh makanan dan minumam yang mengandung gluten.

Si penderita pun harus menjalankan program diet bebas gula. Hal tersebut perlu dilakukan agar dinding usus tidak rusak oleh kondisi autoimunnya.

Selain diet bebas gula, ada beberapa hal yang diperlukan untuk mengatasi gejala dan mencegah komplikasi yang disebabkan oleh penyakit celiac.

Hal yang perlu dilakukan adalah;

  • Melakukan vaksin flu, haemophillus influenza type B, vaksin meningitis, serta vaksin pneumokokus, untuk melindungi pasien dari infeksi
  • Mengonsumsi suplemen seperti kalsium, asam folat, zat beso, vitamin D, vitamin B12, vitamin K dan zinc
  • Mengonsumsi kortikosteroid
  • Mengonsumsi dapsone

Nah, itu dia Moms penjelasan mendalam mengenai penyakit celiac mulai dari gejala, faktor penyebab hingga cara penyembuhannya. Semoga kita semua diberikan kesehatan, ya!

  • https://celiac.org/about-celiac-disease/symptoms-of-celiac-disease/
  • https://www.nhs.uk/conditions/coeliac-disease/
  • https://www.healthline.com/nutrition/celiac-disease-symptoms
  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/9178673/
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3319961/
  • https://www.niddk.nih.gov/health-information/digestive-diseases/celiac-disease?dkrd=hispf0095
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait