Gratis Ongkir minimum Rp 200.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Tanya Pakar | Jan 21, 2018

Ini Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasi Ruam Popok Bayi

Bagikan


Tanya:

Bagaimana mengatasi luka di area dubur bayi? Seperti luka-luka merah. Saya sudah pakai salep, di bokong dan paha sudah sembuh. Tapi di area duburnya belum sembuh juga.

Jawab:

Bisa saja kondisi tersebut merupakan ruam popok. Gejala ruam popok di antaranya:

A. Kulit kemerahan di sekitar bokong, paha, atau daerah kelamin bayi.

B. Bayi bertambah rewel, misalnya menangis saat bagian yang biasanya tertutup popok disentuh atau dibersihkan.

Berikut ini beberapa faktor penyebab ruam popok:

-Kontak terlalu lama dengan urin dan tinja

-Gesekan atau lecet, misalnya popok yang terlalu ketat

-Iritasi terhadap produk bayi yang digunakan, seperti sabun, deterjen, pelembut pakaian

-Infeksi bakteri atau jamur

-Pengaruh jenis makanan baru; pada bayi yang minum ASI, maka jenis makanan yang dikonsumsi ibu juga akan berpengaruh pada ASI yang dihasilkan

Usahakan agar kulit bayi tetap bersih dan kering. Ganti popok secara rutin. Sebaiknya bayi tidak selalu menggunakan popok. Kulit bayi yang bebas popok dan kena udara, maka risiko ruam popok juga semakin berkurang. Hindari penggunaan bedak.

Sesuaikan ukuran popok, sehingga tidak terlalu ketat. Sebaiknya tidak menggunakan sabun atau tisu basah yang mengandung alkohol. Cuci tangan sebelum dan setelah mengganti popok.

Krim yang mengandung zinc oxide dapat membantu untuk mengatasi ruam popok.

Jika gejala belum membaik, disarankan untuk memeriksakan ke dokter. Sehingga dapat dilakukan pemeriksaan langsung terhadap ruam kulit yang timbul, dan segera diberikan jenis pengobatan yang tepat.

Dijawab oleh dr. Rizka Amelia

Sumber: meetdoctor.com

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.