Kesehatan

26 Mei 2021

Selain Nyeri Dada, Ini Gejala Lain Serangan Jantung dan Cara Mengatasinya

Beberapa gejala memang tampak seperti penyakit lain, tetapi jangan dianggap sepele ya Moms
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Riskita
Disunting oleh Amelia Puteri

Serangan jantung bisa datang kapan saja, di mana saja, dan pada siapa saja.

Berdasarkan informasi dari Mayo Clinic, serangan jantung terjadi ketika aliran darah ke jantung tersumbat. Penyumbatan paling sering disebabkan oleh penumpukan lemak, kolesterol, dan zat lain sehingga membentuk plak di arteri yang memberi makan jantung (arteri koroner).

Terkadang, plak ini bisa pecah dan membentuk gumpalan yang menghalangi aliran darah. Aliran darah yang terputus dapat merusak atau menghancurkan sebagian dari otot jantung. Ketika itulah, seseorang mengalami serangan jantung.

Baca Juga: 11 Contoh Kuku yang Tidak Sehat, Bisa Jadi Tanda Anemia Hingga Penyakit Jantung

Gejala Serangan Jantung

Gejala Serangan Jantung

Foto: Orami Photo Stock

Serangan jantung umumnya diawali dengan nyeri di area dada.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), kebanyakan serangan jantung melibatkan ketidaknyamanan di bagian tengah atau kiri dada yang berlangsung selama lebih dari beberapa menit, kemudian rasa nyerinya hilang, dan kembali lagi.

Ketidaknyamanan bisa terasa seperti tekanan yang tidak nyaman. Kondisi ini bisa terasa seperti adanya tekanan sehingga menyebabkan tidak nyaman, dada terasa penuh atau seperti diremas dengan kuat.

Namun, nyeri dada ternyata bukan satu-satunya gejala serangan jantung lho Moms.

Dikutip dari WebMD, ada beberapa gejala lain yang ternyata juga merupakan gejala serangan jantung.

Sayangnya, karena gejalanya mirip penyakit lain, banyak yang menganggapnya hal sepele. Jika sudah begitu, pasien umumnya sulit untuk ditolong.

Agar hal itu tidak terjadi, sebaiknya kita mengetahui gelaja serangan jantung lain selain nyeri dada ya Moms.

Apa saja gejala serangan jantung? Yuk, cari tahu!

1. Kelelahan

Kelelahan sebagai Gejala Serangan Jantung

Foto: Orami Photo Stock

Jangan sepelekan rasa lelah yang berlangsung terus-menerus. Menurut seorang kardiolog di Northwell Health, Dr. Stacey E. Rosen, MD, bisa jadi rasa lelah yang Moms rasakan adalah salah satu gejala penyakit jantung.

Gejala ini banyak terjadi pada pasien perempuan.

Selama serangan jantung terjadi, aliran darah ke jantung menurun sehingga otot jantung mengalami ketegangan ekstra yang akan membuat kita kelelahan.

Untuk memastikannya, Moms bisa berkonsultasi ke dokter dan melakukan tes aktivitas jantung dengan Electrocsrdiogram (EKG).

Baca Juga: 5 Tanda Risiko Penyakit Jantung, Jangan Diabaikan!

2. Sesak napas

istock 920935232 field img hero 988 380

Foto: berkeleywellness.com

Sesak napas juga sering terjadi sebagai gejala awal serangan jantung. Fungsi jantung yang tidak normal lagi bisa berdampak pada kelancaran aliran darah.

Hal ini akan membuat Moms sesak napas karena kekurangan oksigen. Moms mungkin saja bangun tiba-tiba di malam hari akibat sesak napas, yang dalam istilah medis disebut dengan nocturnal dyspnea.

Baca Juga: Ayah Putri Titian Meninggal Karena Serangan Jantung, Ini 5 Gejala Penyakit Jantung yang Sering Diabaikan

3. Pusing

01 medical reasons you feel dizzy hypotension 521815364 elenaleonova

Foto: rd.com

Pusing dirasakan sebagai sensasi melayang seperti akan pingsan, kepala terasa berat, badan lemas, dan penglihatan menjadi kabur. Pusing juga bisa menjadi gejala awal penyakit jantung.

Jadi, Moms sebaiknya tidak menyepelekan rasa pusing, terutama jika pusing terjadi dalam waktu yang cukup lama.

Baca Juga: Moms Perlu Tahu, 8 Jenis Sakit Kepala Berdasarkan Penyebab dan Gejalanya

4. Sakit Punggung dan Lengan

nyeri punggung

Foto: afexaminer.com

Rasa nyeri yang dirasakan saat serangan jantung tak selalu berasal dari dada, tapi juga pada bagian punggung maupun lengan. Rasa sakit di punggung dan lengan seringkali tidak diikuti nyeri dada.

Karena ini juga banyak orang mengabaikannya dan tidak menganggapnya sebagai gejala serangan jantung. Beberapa bahkan ada yang mengalaminya saat berolahraga sehingga berasumsi sakit itu datang karena olahraga.

Baca Juga: Waspada! Ini Tanda-tanda Awal Gejala Serangan Jantung

5. Masalah Perut

stomach ache stock today 150730 tease 18b72c4cbc06a1d8776576e1cbf3ac6f

Foto: today.com

Masalah perut seperti mual, muntah, atau perut tegang juga bisa jadi gejala serangan jantung, terutama ini banyak terjadi pada wanita. Tapi, banyak orang yang menganggap masalah perut ini karena faktor makanan.

Jangan menganggap gejala-gejala ini sebagai flu, stres, atau sekadar merasa tidak enak badan karena mungkin jauh lebih serius dari itu.

Untuk memastikannya, berkonsultasilah ke dokter, terutama jika Moms memiliki riwayat dengan penyakit jantung.

Baca Juga: Hati-Hati, 9 Penyakit Ini Ternyata Sebabkan Sakit Perut Sebelah Kanan Bawah

Penyebab Serangan Jantung

Penyebab Serangan Jantung

Foto: Orami Photo Stock

Menurut National Heart, Lung, and Blood Institute, serangan jantung terjadi jika aliran darah kaya oksigen ke bagian otot jantung tiba-tiba tersumbat dan jantung tidak bisa mendapatkan oksigen.

Kebanyakan serangan jantung terjadi akibat penyakit jantung iskemik.

Penyakit jantung iskemik adalah suatu kondisi di mana zat lilin yang disebut plak menumpuk di dalam arteri koroner. Arteri ini memasok darah kaya oksigen ke jantung.

Ketika plak menumpuk di arteri, kondisinya disebut aterosklerosis. Penumpukan plak dapat terjadi selama bertahun-tahun.

Hingga pada akhirnya, area plak bisa pecah (pecah) di dalam arteri. Kondisi ini menyebabkan bekuan darah terbentuk di permukaan plak.

Jika bekuan menjadi cukup besar, sebagian besar atau seluruhnya dapat menghalangi aliran darah melalui arteri koroner dan apabila penyumbatan tidak ditangani dengan cepat, porsi otot jantung yang diberi makan oleh arteri mulai mati. Jaringan jantung yang sehat pun diganti dengan jaringan parut.

Kerusakan jantung ini mungkin tidak terlihat jelas, tetapi dapat menyebabkan masalah yang parah atau berkepanjangan, bahkan fatal.

Penyebab serangan jantung yang kurang umum adalah kejang (pengetatan) arteri koroner yang parah. Kejang dapat memotong aliran darah melalui arteri.

Kejang juga dapat terjadi di arteri koroner yang tidak terpengaruh oleh aterosklerosis.

Namun, penyebab kejang arteri koroner ini tidak selalu jelas karena kejang mungkin terkait dengan:

  • Mengonsumsi obat-obatan tertentu, seperti kokain
  • Stres atau rasa sakit emosional
  • Paparan dingin yang ekstrim
  • Merokok

Baca Juga: 8 Penyebab Tulang Rusuk Sakit Sebelah Kiri, Salah Satunya Tanda Gangguan Jantung!

Faktor Risiko Serangan Jantung

Faktor Risiko Serangan Jantung

Foto: Orami Photo Stock

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, serangan jantung dapat dialami oleh siapa saja dan kapan pun. Namun, ada beberapa kondisi yang dapat meningkatkan risiko terjadinya serangan jantung, yaitu faktor risiko yang dapat kendalikan dan yang tidak dapat dikendalikan.

1. Faktor Risiko yang Dapat Dikendalikan

Faktor risiko utama serangan jantung yang dapat Moms kendalikan meliputi:

  • Merokok
  • Tekanan darah tinggi
  • Kolesterol dalam darah tinggi
  • Kegemukan dan obesitas
  • Pola makan yang tidak sehat (misalnya, pola makan tinggi lemak jenuh, lemak trans, kolesterol, dan natrium)
  • Kurangnya aktivitas fisik rutin
  • Gula darah tinggi karena resistensi insulin atau diabetes

Beberapa faktor risiko di atas, seperti obesitas, tekanan darah tinggi, dan gula darah tinggi cenderung terjadi bersamaan. Ketika hal itu terjadi, disebut sebagai sindrom metabolik.

Secara umum, seseorang yang memiliki sindrom metabolik dua kali lebih mungkin untuk mengembangkan penyakit jantung dan lima kali lebih mungkin untuk mengembangkan diabetes dibandingkan seseorang yang tidak memiliki sindrom metabolik.

Baca Juga: 5 Gejala Penyakit Jantung Bawaan pada Bayi, Waspada!

2. Faktor Risiko yang Tidak Dapat Dikendalikan

Faktor risiko yang tidak dapat dikendalikan meliputi:

  • Usia, risiko penyakit jantung akan meningkat pada pria setelah usia 45 tahun dan wanita setelah usia 55 tahun (atau setelah menopause).
  • Riwayat keluarga penyakit jantung dini, risiko serangan jantung akan meningkat jika ayah atau saudara laki-laki Moms didiagnosis menderita penyakit jantung sebelum usia 55 tahun, atau jika ibu atau saudara perempuan Moms didiagnosis menderita penyakit jantung sebelum usia 65 tahun.
  • Preeklamsia, kondisi ini bisa berkembang selama kehamilan. Dua tanda utama preeklamsia adalah peningkatan tekanan darah dan kelebihan protein dalam urin. Preeklamsia dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung seumur hidup, termasuk serangan jantung, gagal jantung, dan tekanan darah tinggi.

Baca Juga: 5 Manfaat Air Kelapa Hijau, Cegah Dehidrasi dan Baik Bagi Jantung

Diagnosis Serangan Jantung

pemeriksaan dokter untuk diagnosis serangan jantung.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Dokter akan mendiagnosis serangan jantung berdasarkan tanda dan gejala, riwayat medis dan keluarga, dan hasil tes.

Berikut tes dan cara diagnosis serangan jantung.

1. EKG (Elektrokardiogram)

EKG adalah tes sederhana tanpa rasa sakit yang mendeteksi dan mencatat aktivitas listrik jantung. Tes tersebut menunjukkan seberapa cepat jantung berdetak dan ritmenya (stabil atau tidak teratur). EKG juga mencatat kekuatan dan waktu sinyal listrik saat melewati setiap bagian jantung.

EKG dapat menunjukkan tanda-tanda kerusakan jantung akibat penyakit jantung iskemik dan tanda-tanda serangan jantung sebelumnya atau saat ini.

2. Tes Darah

Selama serangan jantung, sel otot jantung mati dan melepaskan protein ke dalam aliran darah. Tes darah dapat mengukur jumlah protein ini dalam aliran darah. Kadar protein yang lebih tinggi dari biasanya menunjukkan serangan jantung.

Tes darah yang umum digunakan termasuk tes troponin, tes CK atau CK-MB, dan tes mioglobin serum.

Selain itu, perlu diketahui bahwa tes darah sering diulang untuk memeriksa perubahan dari waktu ke waktu.

3. Angiografi Koroner

Angiografi koroner adalah tes yang menggunakan pewarna dan sinar X (x-ray) khusus untuk menunjukkan bagian dalam arteri koroner. Tes ini sering dilakukan selama serangan jantung untuk membantu menemukan penyumbatan di arteri koroner.

Untuk memasukkan pewarna ke arteri koroner, dokter akan menggunakan prosedur yang disebut kateterisasi jantung.

Sebuah tabung tipis dan fleksibel yang disebut kateter dimasukkan ke dalam pembuluh darah di lengan, selangkangan (paha atas), atau leher. Tabung pun dimasukkan ke dalam arteri koroner dan pewarna dilepaskan ke aliran darah.

Kemudian, sinar X khusus diambil saat pewarna mengalir melalui arteri koroner. Pewarna memungkinkan dokter mempelajari aliran darah melalui jantung dan pembuluh darah.

Jika dokter menemukan penyumbatan, dia mungkin merekomendasikan prosedur yang disebut intervensi koroner perkutan (PCI), kadang-kadang disebut sebagai angioplasti koroner.

Prosedur ini dapat membantu memulihkan aliran darah melalui arteri yang tersumbat. Terkadang tabung jaring kecil yang disebut stent ditempatkan di arteri untuk membantu mencegah penyumbatan setelah prosedur.

Baca Juga: Ini Cara Kerja dan Biaya Kateterisasi Jantung

Cara Mengatasi Serangan Jantung

Cara Mengatasi Serangan Jantung

Foto: Orami Photo Stock

Ketika Moms atau orang lain di sekitar mengalami salah satu gejala serangan jantung, sebaiknya cari pertolongan segera dengan menghubungi Unit Gawat Darurat (UGD).

Cara ini dapat menyelamatkan hidup penderita serangan jantung.

Selain itu, Moms sebaiknya berkonsultasi dengan dokter apabila merasa memiliki faktor risiko serangan jantung sebagai wujud antisipasi.

Itulah informasi terkait gejala serangan jantung dan cara mengatasinya. Jangan sepelekan nyeri dada dan gejala lain serangan jantung ya, Moms karena bisa berakibat fatal.

  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/heart-attack/symptoms-causes/syc-20373106
  • https://www.cdc.gov/heartdisease/heart_attack.htm
  • https://www.webmd.com/heart-disease/guide/heart-disease-heart-attacks
  • https://www.nhlbi.nih.gov/health-topics/heart-attack
  • https://www.pennmedicine.org/updates/blogs/heart-and-vascular-blog/2019/august/4-silent-heart-attack-signs
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait