Kesehatan

KESEHATAN
7 April 2021

Belum Tentu Bisa Dirasakan, Inilah Gejala Sipilis pada Wanita

Kenali dan tangani sebelum terlambat
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Anggia Hapsari
Disunting oleh Adeline Wahyu

Jujur saja, kebanyakan orang tentu akan merasa malu jika terkena penyakit kelamin. Biasanya penyakit kelamin ini terjadi pada seseorang yang sudah aktif secara seksual.

Dengan demikian, penyakit kelamin mengindikasikan bahwa seorang pengidap tersebut kerap kali melakukan aktivitas seksual kurang sehat. Sehingga seseorang tersebut tertular bakteri dan menyebabkan penyakit yang merugikan kesehatan.

Salah satu penyakit yang menjadi momok adalah sipilis atau dikenal sebagai raja singa. Gejala penyakit ini bisa timbul atau tidak hadir sama sekali. Kok, bisa? Saatnya berkenalan lebih jauh dengan sipilis dan gejala sipilis pada wanita lewat artikel ini.

Apakah Sipilis Itu?

Dilansir dari fpa.org.uk, sipilis merupakan salah satu dari STI (Sexually Transmitted Infection) yang jika tidak ditangani dengan benar dan tuntas dapat menyebabkan masalah kesehatan yang jauh lebih serius.

Baca juga:Adakah Posisi Seks yang Dapat Menentukan Jenis Kelamin Bayi?

Penyebab utama penyakit kelamin sipilis adalah bakteri bernama treponema pallidium. Seseorang yang aktif secara seksual dan sering berganti besar memiliki risiko lebih besar terkena sipilis. Bakteri ini tidak hanya bisa menginfeksi area kelamin, namun juga bisa menginfeksi kulit, mulut, dan juga sistem saraf penderita.

Ada berbagai gejala sipilis pada wanita yang biasanya timbul. Ada yang sangat ringan, ringan, berat, bahkan ada yang tidak merasakan gejalanya sama sekali. Sehingga seringkali seseorang yang tidak menularkan penyakit tersebut tidak menyadari bahwa ia telah terjangkit sipilis.

Tidak hanya melalui aktivitas seksual lewat vaginal, anal, dan oral, sipilis juga bisa menulari orang lain karena bertukar sex toys. Itulah sebabnya penggunaan alat kontrasepsi seperti kondom saat berhubungan seks sangatlah disarankan.

Pada beberapa kasus, sipilis juga bisa ditularkan karena transfusi darah atau jarum suntik. Meski demikian, hal ini sangatlah jarang terjadi.

Yang perlu diingat, sipilis tidak dapat ditularkan melalui penggunaan toilet, berbagai kamar mandi, berbagi bathtub, aktivitas berenang, berbagi peralatan makan, atau dari memegang gagang pintu yang habis disentuh oleh penderita sipilis.

Baca juga: Apa Itu Penyakit Menular Seksual? Kenali Penyebab Umum Penyakit Ini!

Tahapan Sipilis dan Gejala Sipilis pada Wanita

munculnya ruam

Photo: Orami Photo Stock

Dijelaskan di fpa.org.uk, setiap gejala sipilis pada wanita dapat mengindikasikan tahapan sipilis yang sedang dialaminya. Setidaknya ada tiga tahapan sipilis yaitu tahap awal (tahapan primer dan tahapan sekunder), tahap laten, dan tahap akhir (dikenal juga sebagai tahap tersier).

Semakin dini tahapan sipilis, maka akan semakin mudah penyakit sipilis dapat ditangani.

1. Luka yang Tidak Memberi Sensasi Nyeri

Menurut mayoclinic.com gejala sipilis pada wanita yang pertama atau tahap primer khas dari sipilis adalah timbulnya luka kecil yang dinamakan chancre (SHANG-kur).

Luka kecil ini adalah penanda tempat di mana bakteri masuk ke dalam tubuh. Biasanya, sebagian besar orang yang terkena sipilis memiliki satu luka kecil. Namun ada juga sebagian orang yang memiliki lebih dari satu luka.

Yang menarik, dan luput dari perhatian, luka ini seringkali tidak menimbulkan nyeri atau sakit. Gejala sipilis pada wanita tahap awal ini pun seringkali tersembunyi di antara vagina dan rectum.

Chancre, biasanya muncul pada tubuh seseorang yang terjangkit sipilis setelah 3 minggu terpapar bakteri treponema pallidium. Luka tersebut akan menghilang setelah 3-6 minggu dan menimbulkan bekas tipis.

Hati-hati, meskipun luka sudah sembuh, bukan berarti sipilis menghilang. Seorang wanita atau laki-laki dapat menularkna sipilis ke pasangannya yang lain saat berada di kondisi ini.

Selain timbulnya chancre, seseorang yang mengalami sipilis di tahap awal juga akan mengalami demam sekitar 38 hingga 38,1 derajat celcius.

Baca juga: Luka Lecet Karena Bra Berkawat, Ini Cara Mengobatinya

2. Ruam pada Kulit

Munculnya ruam pada kulit adalah gejala sipilis pada wanita selanjutnya. Ruam ini bisa ditemukan di beberapa bagian tubuh secara tidak pasti atau random. Bentuknya bulat menonjol kecil dan cenderung kasar. Anehnya, tonjolan ini tidak menyebabkan gatal.

Biasanya ruam ini muncul di area telapak kaki atau telapak tangan. Inilah artinya tahapan sipilis yang dialami seseorang memasuki tahap sekunder karena tidak memperoleh pengobatan di tahap awal.

Bakteri yang terdapat pada sipilis sudah “bergerak” melalui darah dan memengaruhi area tubuh yang lain.

Lainnya, gejala sipilis pada wanita yang bisa saja dialami pada tahap sekunder adalah berat badan menurun, nyeri otot, rambut rontok dengan bintik botak alopecia sifilis, demam, sakit tenggorokan menyebabkan sakit saat menelan, hingga luka di mulut, luka di vagina, luka di anus (masing-masing luka berukuran kurang lebih 1-3cm).

Luka ini akan muncul di area yang lembap seperti ketiak, selangkangan, atau mulut. Meski demikian luka ini tidak menimbulkan rasa sakit.

Gejala ini bisa menghilang dalam beberapa minggu, namun akan kembali datang dan pergi selama setahun.

Jika tidak diobati dengan benar dan dibiarkan begitu saja, sipilis akan berkembang ke tahap laten. Tahapan ini bisa berlangsung singkat yaitu 1 tahun atau cukup lama yaitu 5-20 tahun.

Pada kondisi ini seseorang yang terkena sipilis bisa jadi tidak mengeluarkan gejala apapun, sehingga hanya bisa dibuktikan dengan tes darah.

Baca juga: Apakah Gatal-gatal Tanda Kehamilan? Cari Tahu Kebenarannya di Sini!

3. Respon Sensorik Menurun

Gejala sipilis pada wanita selanjutnya adalah respon sensorik menurun sebagai akibat dari tahapan sipilis tahap ketiga atau tersier. Gejala ini terjadi karena sipilis menahun yang tidak diobati. Biasanya timbul setelah 10-30 tahun setelah infeksi sipilis berlangsung pertama kali.

Sipilis pada tahap ini juga dikenal sebagai neurosipilis. Ini adalah istilah yang digunakan untuk merujuk pada keterlibatan sistem saraf pusat dan perubahan fungsi neurologis.

Jika tidak diobati dapat menyebabkan kerusakan pada sejumlah sistem organ seperti kerusakan pada otak, meningitis, radang otak, sum-sum tulang belakang, tulang, dan persendian.

Gejala yang bisa diakibatkan dari tahap akhir sipilis termasuk masalah dengan pergerakan, kehilangan penglihatan secara bertahap dan bisa permanen (ocular syphilis), demensia, hingga kelumpuhan.

Baca juga: Apakah Diet Saat Program Hamil Tengah Berjalan Baik untuk Dilakukan?

Sipilis pada Wanita Hamil

obat-batuk-untuk-ibu-hamil.jpg

Photo: Orami Photo Stock

Infeksi sipilis tidak hanya terjadi pada pria dan wanita yang tidak hamil saja. Wanita hamil pun bisa saja mengalami infeksi sipilis.

Itulah sebabnya, Moms dan Dads perlu melakukan kesehatan awal terlebih dahulu sebelum melakukan program hamil. Sekarang, tes kesehatan pra nikah pun sudah bisa ditemukan di berbagai rumah sakit atau klinik terpercaya.

Hal ini untuk menghindari berbagai bakteri atau virus yang bisa jadi telah ada di pasangan masing-masing. Semakin awal menemukannya, artinya semakin dini juga Anda berdua bisa mendapatkan pengobatan yang tepat.

Infeksi sipilis pada wanita hamil yang tidak ditangani secara tepat dapat menyebabkan merugikan kesehatan Moms dan kematian janin.

Baca juga: 20 Larangan untuk Ibu Hamil Muda, Penting!

Dilansir dariCenters for Disease Control and Prevention, Moms yang mengalami sipilis akan disarankan untuk melakukan tes skrining yang terus diulang hingga trimester ketiga.

Jika bayi yang terinfeksi sipilis lahir dan selamat, Si Kecil akan tetap mengalami kejang, kelainan organ, dan hambatan dalam perkembangannya kelak.

Lebih baik, diskusikan kondisi kesehatan Moms dengan dokter kandungan.

Hindari Sipilis dengan Cara Ini

Berhubungan Seks dengan suami

Photo: Orami Photo Stock

Berbagai akibat dan gejala sipilis pada wanita di atas tentu saja membuat semua orang bergidik.

Disarankan oleh laman mayoclinic.org, agar terhindar dari sipilis, cegahlah dengan beberapa hal ini:

  • Miliki satu pasangan tetap dan tidak berganti-ganti saat bercinta.
  • Hentikan melakukan kontak seksual dalam jangka waktu lama jika Moms merasa terjangkit sipilis.
  • Biasakan untuk lebih terbuka dengan pasangan terkait penyakit kelamin yang pernah dialami sebelumnya.
  • Hindari alkohol dan obat-obatan terlarang yang bisa membawa Moms terlena sehingga tergiring pada seks bebas yang tidak aman.

Baca juga: 5 Dampak Terhadap Janin Apabila Ibu Hamil Menderita Penyakit Autoimun

Itulah penyebab, cara menghindar, dan gejala sipilis pada wanita yang harus Moms ketahui.

Jadi sebaiknya, jika seseorang wanita dan pria dewasa sudah aktif secara seksual, ada baiknya untuk teratur melakukan pemeriksaan kesehatan tubuh dan kelamin. Hal ini untuk mencegah berbagai penyakit yang merugikan tubuh.

  • https://www.cdc.gov/std/syphilis/CTApreg.htm
  • https://www.fpa.org.uk/sites/default/files/syphilis-information-and-advice.pdf
  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/syphilis/symptoms-causes/syc-20351756

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait