Kesehatan

9 Juni 2021

Catat! 15 Gejala Vertigo dan Cara Penanganannya

Ternyata bukan hanya pusing lho Moms
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Defara Millenia
Disunting oleh Adeline Wahyu

Pernahkah Moms merasakan sensasi kepala pusing berputar-putar? Hati-hati Moms, keluhan tersebut bisa jadi salah satu gejala vertigo, lho.

Vertigo tidak bisa disepelekan begitu saja karena risikonya tergolong besar. Misalnya cedera karena Moms tiba-tiba pusing atau terjatuh.

Menurut National Health Service, vertigo terasa semua yang ada di sekitar berputar-putar, seperti ruangan bergerak. Kondisi ini cukup untuk memengaruhi keseimbangan. Vertigo juga lebih dari sekadar merasa pusing.

Serangan vertigo dapat berlangsung dari beberapa detik hingga beberapa jam. Jika Moms menderita vertigo parah, ini bisa berlangsung selama berhari-hari atau berbulan-bulan.

Vertigo juga harus segera ditangani karena sensasinya yang tak tertahankan. Karena itu, Moms harus tahu betul apa saja tanda dan ciri-ciri vertigo sebelum terlambat.

Simak penjelasannya di bawah ini ya, Moms.

Baca Juga: Ketahui 5 Cara Sederhana Meredakan Vertigo saat Hamil Berikut

Mengenal Penyakit Vertigo

gejala vertigo

Foto: Orami Photo Stock

Sebelum mengulas gejala vertigo, ada baiknya Moms mengenal dulu seluk-beluk penyakit yang satu ini.

Vertigo bisa menyerang siapa saja, baik laki-laki maupun perempuan. Sayangnya, perempuan lebih banyak mengidap vertigo dibandingkan laki-laki.

Melansir Aging and Disease, gejala vertigo umumnya sering terjadi pada orang yang berusia 65 tahun ke atas.

Biasanya, vertigo adalah gejala dari kondisi medis yang mendasari atau beberapa kondisi berbeda. Terkadang, vertigo hanya terjadi satu kali, tetapi bagi orang lain, vertigo akan terulang kembali hingga penyebab utamanya ditentukan.

Vertigo sering didiagnosis secara klinis dengan riwayat menyeluruh dan pemeriksaan klinis. Tes dan observasi klinis tertentu, seperti tes impuls kepala atau manuver Dix-Hallpike, dapat membantu menilai apakah seseorang mengalami vertigo atau tidak.

Baca Juga: Moms Perlu Tahu, 8 Jenis Sakit Kepala Berdasarkan Penyebab dan Gejalanya

Penyebab Vertigo

vertigo

Foto: Orami Photo Stock

Nayana Ambardekar, MD, dokter spesialis penyakit dalam dan asisten profesor di Universitas Emory mengatakan, umumnya, penyakit ini disebabkan oleh adanya masalah pada bagian dalam telinga kita.

Misalnya ketika ada partikel kalsium sangat kecil yang menyumbat saluran telinga atau pertumbuhan jaringan abnormal pada telinga tengah.

"Infeksi pada telinga juga bisa menyebabkan vertigo. Infeksi dapat terjadi karena serangan bakteri maupun virus, tapi vertigo sendiri lebih banyak terjadi akibat virus," terangnya seperti dikutip dari Webmd.com.

Dalam kasus lainnya, beberapa penyebab vertigo paling umum meliputi:

  • Vertigo posisi paroksismal jinak. Ini adalah penyebab paling umum dari vertigo dan menciptakan sensasi singkat yang intens bahwa Anda berputar atau bergerak. Kondisi ini dipicu oleh perubahan cepat dalam gerakan kepala, seperti pukulan di kepala.
  • Infeksi. Infeksi virus pada saraf vestibular, yang disebut neuritis vestibular, dapat menyebabkan vertigo konstan dan intens.
  • Penyakit Meniere. Ketika cairan berlebihan menumpuk di telinga bagian dalam, hasilnya bisa berupa episode vertigo mendadak yang berlangsung selama beberapa jam.
  • Migrain. Vertigo akibat migrain dapat berlangsung beberapa menit hingga beberapa jam.

Stres juga dapat memicu gejala vertigo muncul. Hal ini karena stres berat dapat meningkatkan risiko stroke, yang dapat menyebabkan vertigo.

Baca Juga: Pusing Berputar-Putar, Hati-Hati Vertigo! Kenali Gejala dan Cara Penanganannya!

Gejala Vertigo

gejala vertigo

Foto: Orami Photo Stock

Gejala vertigo yang sudah cukup umum diketahui adalah pusing hebat yang membuat dunia seolah berputar-putar kencang.

Gejala yang satu ini biasanya muncul ketika Moms berubah posisi secara tiba-tiba. Misalnya Moms sudah berdiri lama saat memasak di dapur, lalu tiba-tiba menunduk untuk mengambil sendok yang jatuh.

Selain pusing luar biasa yang dirasakan, ada beberapa gejala vertigo lainnya yang mungkin Moms rasakan, berikut daftarnya.

  • Kepala tiba-tiba berat
  • Badan seperti mau jatuh, kehilangan keseimbangan
  • Penurunan kesadaran
  • Sensasi seolah badan ditarik kencang ke suatu arah
  • Mual parah (biasanya karena efek kepala pusing berputar-putar)
  • Muntah
  • Rasa mabuk perjalanan
  • Gerakan bola mata yang tak wajar dan tidak bisa dikendalikan
  • Sakit kepala
  • Berkeringat
  • Telinga berdenging
  • Sensasi telinga seolah penuh
  • Kehilangan pendengaran
  • Pingsan (kehilangan kesadaran)
  • Demam

Baca Juga: Obat Sakit Kepala untuk Ibu Menyusui Berbahan Kimia dan Alami yang Aman

Yang Harus Dilakukan Saat Gejala Vertigo Muncul

Ketika gejala vertigo muncul, segera cari bantuan atau tempat yang aman untuk beristirahat. Bila Moms sedang berkendara, menepi dulu dan sebisa mungkin cari pertolongan. Cari posisi yang stabil untuk kepala Moms, jangan sampai bergerak terlalu banyak.

Pilihan pengobatan untuk vertigo sepenuhnya tergantung pada penyebab yang mendasari. Untuk meredakan gejala vertigo, terapi rehabilitasi vestibular serta obat-obatan, seperti meclizine, telah terbukti efektif.

1. Pengobatan

obat-obatan

Foto: Orami Photo Stock

Meclizine adalah antihistamin, yaitu sekelompok obat yang digunakan untuk mengobati alergi. Obat ini efektif dalam mengobati mabuk perjalanan atau vertigo yang disebabkan oleh penyakit meniere.

Namun, pada lansia, hal itu dapat menyebabkan kebingungan atau bahkan amnesia. Jadi sebaiknya sebelum Moms mengonsumsi obat tersebut, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.

2. Latihan

Ada beberapa latihan yang dapat meredakan ketidaknyamanan vertigo dan kebanyakan melibatkan menahan posisi tertentu atau berbaris di tempat.

Latihan ini serupa dengan yang digunakan dalam terapi rehabilitasi vestibular (VRT).

VRT melibatkan latihan yang dirancang sesuai dengan individu dan gejalanya. Setelah pemeriksaan klinis menyeluruh, salah satu dari tiga metode utama diterapkan:

  • Pembiasaan, yang meningkatkan pusing
  • Stabilisasi tatapan, yang meningkatkan kontrol gerakan mata sehingga penglihatan bisa jelas selama gerakan kepala
  • Pelatihan keseimbangan, yang meningkatkan kemantapan

Tetapi jika Moms memiliki gejala vertigo yang parah, yang terbaik adalah mencari bantuan fisioterapis berpengalaman daripada melakukannya sendiri.

Baca Juga: Ragam Penyebab Vertigo Kambuh yang Terkadang Tidak Disadari, Waspada!

3. Manuver Reposisi Canalith

Manuver Reposisi Canalith.jpg

Foto: burrardphysiotherapy.com

Gerakan ini tentu dilakukan oleh seorang ahli profesional. Cara kerja gerakan ini, yaitu untuk memindahkan endapan kalsium keluar dari saluran telinga ke ruang telinga bagian dalam sehingga dapat diserap oleh tubuh.

Moms kemungkinan akan mengalami gejala vertigo selama prosedur saat kanalith bergerak.

Seorang dokter atau ahli terapi fisik dapat memandu melalui gerakan-gerakan tersebut. Gerakannya aman dan seringkali efektif.

4. Operasi

Dalam kasus yang langka, Moms mungkin perlu melakukan operasi. Namun, operasi hanya akan disarankan oleh dokter sebagai pertolongan terakhir jika semua cara sudah tak berhasil mengendalikan gejala vertigo.

Baca Juga: Pusing Karena Makanan Manis, Ketahui Penyebab dan Cara Menanganinya

5. Minyak Esensial

Minyak Esensial

Foto: Orami Photo Stock

Minyak esensial, seperti minyak peppermint dan lemon balm adalah yang paling banyak digunakan untuk meredakan gejala vertigo. Beberapa tetes minyak biasanya diletakkan di atas kapas atau tisu dan uapnya akan dihirup.

Umumnya minyak aroma lemon juga dapat dikonsumsi secara oral pada 300 hingga 600 miligram (mg) dua hingga tiga kali sehari.

6. Yoga

Yoga dikenal dapat mengurangi stres sekaligus meningkatkan fleksibilitas dan keseimbangan. Melansir Alternative Medicine Review, terapi fisik yang dilakukan dapat melatih otak untuk mencegah gejala vertigo.

Cobalah gerakan yoga sederhana. Berhati-hatilah terhadap apa pun yang melibatkan membungkuk ke depan secara tiba-tiba, karena itu dapat membuat gejala vertigo terasa lebih kuat untuk sementara.

7. Tidur

tidur

Foto: Orami Photo Stock

Perasaan vertigo bisa dipicu oleh kurang tidur. Jika Moms mengalami gejala vertigo untuk pertama kalinya, hal itu mungkin disebabkan oleh stres atau kurang tidur.

Moms dapat menghentikan apa yang sedang dilakukan dan tidur sebentar, setelah bangun vertigo akan teratasi dengan sendirinya.

Baca Juga: Kepala Sering Pusing? Mungkin 7 Hal Ini Jadi Penyebab dan Cara Mengatasinya

8. Minum Air Putih

Terkadang gejalan vertigo disebabkan oleh dehidrasi sederhana. Mengurangi asupan natrium dapat membantu.

Tetapi cara terbaik untuk tetap terhidrasi adalah dengan minum banyak air. Pantau asupan air dan cobalah memperhitungkan kondisi panas, lembab, dan berkeringat yang mungkin membuat Moms kehilangan cairan ekstra.

Rencanakan untuk minum lebih banyak air saat Moms cenderung mengalami dehidrasi. Moms mungkin menemukan bahwa hanya dengan menyadari berapa banyak air yang minum membantu mengurangi gejala vertigo.

Itulah beberapa hal tentang penyakit vertigo yang perlu Moms ketahui. Jika Moms mengalami gejala vertigo, segera hubungi dokter ya. Mulai sekarang jangan dianggap remeh.

  • https://www.nhs.uk/conditions/vertigo/
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4306472/
  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/22502620/
  • https://www.webmd.com/brain/vertigo-symptoms-causes-treatment
  • https://www.healthline.com/health/vertigo
  • https://www.healthline.com/health/home-remedies-for-vertigo#hydration
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait