Balita dan Anak

3 Maret 2020

Gendang Telinga Pecah pada Anak, Apa Bahayanya?

Kondisinya bisa ringan hingga berat
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Puteri
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Si Kecil bisa mengalami peristiwa gendang telinga pecah pada anak. Mengutip Kids Health, disebut gendang telinga pecah karena adanya sobekan atau lubang di membran timpani telinga (gendang telinga).

Gendang telinga pecah dapat terasa sakit, tetapi sebagian besar sembuh dalam beberapa hari hingga beberapa minggu. Jika tidak sembuh, kadang-kadang dokter melakukan operasi untuk memperbaiki lubang.

"Pecahnya gendang telinga menyebabkan penurunan pendengaran. Kondisi pecah gendang telinga sering disebut penyakit congek," jelas dr. Ashadi Budi, Sp. THT-KL, Dokter Spesialis THT (Telinga, Hidung & Tenggorokan), Kepala & Leher RS Pondok Indah - Bintaro Jaya.

Ketahui lebih lanjut tentang penjelasan seputar gendang telinga pecah pada anak, penyebab, pencegahan, dan dampaknya pada tumbuh kembang anak berikut ini ya, Moms.

Baca Juga: 5 Penyebab Gendang Telinga Pecah Pada Balita

Penyebab Gendang Telinga Pecah pada Anak

gendang telinga pecah pada anak-1.jpg

Foto: romper.com

Melansir Stanford Children's Health, ada banyak penyebab pecahnya gendang telinga pada anak.

  • Trauma dari suara ledakan keras
  • Tamparan ke telinga dengan tangan
  • Perubahan tekanan yang cepat
  • Meletakkan benda tajam, misalnya cotton bud, terlalu jauh ke dalam saluran telinga
  • Infeksi telinga tengah
  • Penumpukan tekanan kronis di telinga (disfungsi tuba Eustachius)

Tanda-tanda Gendang Telinga Pecah pada Anak

gendang telinga pecah pada anak-2

Foto: Orami Photo Stock

Menurut National Health Service, gejala utama gendang telinga yang pecah pada anak yaitu berkurangnya pendengaran di satu telinga, yang mungkin disertai dengan tinitus (bunyi dengung di telinga).

Tanda-tanda pertama khas dari pecahnya gendang telinga pada anak adalah hal-hal berikut ini:

  • Sakit ringan hingga berat yang mungkin memburuk sementara sebelum tiba-tiba berkurang
  • Drainase cairan dari telinga yang bisa berwarna jernih, berisi nanah, atau berdarah
  • Gangguan pendengaran
  • Dering atau dengung di telinga (tinnitus)
  • Pusing atau vertigo (perasaan bahwa ruangan berputar)
  • Jarang terjadi, otot-otot wajah lemah

Baca Juga: Cara Mengatasi Telinga Berdenging Atau Tinnitus Pada Anak

Jenis Gendang Telinga Pecah pada Anak

gendang telinga pecah pada anak-3

Foto: Orami Photo Stock

Lebih lanjut, dr. Ashadi menjelaskan bahwa ada dua tipe telinga pecah, yaitu tipe bahaya dan tipe aman. Berikut penjelasannya.

1. Tipe Bahaya (Kolesteatoma)

Menurut dr. Ashadi, gendang telinga anak yang pecah pada tipe ini bisa merusak tulang dan menyebabkan munculnya penyakit-penyakit berbahaya. Solusi untuk mengatasi kondisi ini hanya dengan pembedahan atau operasi.

2. Tipe Aman

"Tipe ini sering terjadi karena infeksi saluran napas, bisa juga karena trauma penggunaan cotton bud ketika membersihkan telinga," jelas dr. Ashadi.

Selain itu, untuk tipe aman terbagi menjadi dua, yaitu aman aktif, atau sering keluar cairan dan aman tenang atau tidak keluar cairan. Penanganannya juga tergantung kondisi penyakit, bisa dengan obat hingga dilakukan operasi.

Baca Juga: Telinga Berdenging Sebelah Kanan: Ini Penyebab dan Pengobatannya

Dampak Gendang Telinga Pecah Terhadap Tumbuh Kembang Anak

gendang telinga pecah pada anak-4

Foto: Orami Photo Stock

Menurut The Journal of Urgent Care Medicine, anak-anak dengan gendang telinga yang pecah harus dirujuk ke dokter untuk pemeriksaan tindak lanjut. Lalu, bagaimana dengan dampak pecahnya gendang telinga pada tumbuh kembang anak?

Dokter Ashadi menjelaskan, bahwa adanya pengaruh terhadap tumbuh kembang karena gendang telinga pecah pada anak itu tergantung dari usianya masing-masing.

"Jika pecah gendang telinga terjadi pada usia anak belum bisa bicara, bisa saja menyebabkan keterlambatan bicara," terangnya.

Itu dia Moms, penjelasan tentang penyebab, pencegahan, dan dampak tumbuh kembang karena gendang telinga yang pecah pada anak. Jika Si Kecil mengalaminya, segara minta bantuan medis ya Moms!

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait