3-5 tahun

4 Januari 2022

Memahami Seputar Gizi Balita, dari Kebutuhan hingga Penilai Status Gizinya

Kecukupan nutrisinya di usia ini harus diperhatikan, Moms!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Karinta
Disunting oleh Widya Citra Andini

Tumbuh kembang Si Kecil masih akan terus berlanjut saat usianya memasuki balita. Salah satu aspek yang penting untuk diperhatikan di masa ini adalah semua hal seputar gizi balita.

Hal ini meliputi kebutuhan nutrisi hariannya, kondisi status gizinya, hingga sumber makanan yang penting dan baik diberikan di usia ini.

Sudahkah Moms dan Dads tahu bagaimana panduan mencukupi gizi balita? Jangan lewatkan informasi penting tersebut dengan menyimak ulasan di bawah ini, ya!

Berapa Kebutuhan Gizi Balita?

gizi balita

Foto: Orami Photo Stock

Masa balita dimulai sejak Si Kecil berumur 1 tahun hingga berakhir di usia 5 tahun.

Di rentang usia ini, bukan hanya perkembangan fisik dan kemampuan dalam diri anak yang perlu Moms dan Dads cermati, tapi juga kebutuhan dan asupan gizi balita.

Nah, berikut kebutuhan gizi balita sesuai dengan pembagian usianya.

Baca Juga: Marasmus, Kekurangan Gizi pada Anak yang Dapat Berakibat Fatal

Kebutuhan Gizi Balita Usia 1-3 Tahun

Menurut Angka Kecukupan Gizi (AKG) yang dikeluarkan oleh PERMENKES Nomor 28 Tahun 2019, kebutuhan gizi balita usia 1-3 tahun yakni:

  • Energi: 1350 kkal
  • Protein: 20 g
  • Lemak: 45 g
  • Karbohidrat: 215 g
  • Serat: 19 g
  • Air: 1150 ml
  • Vitamin A: 400 RE
  • Vitamin D: 15 mcg
  • Vitamin E: 6 mcg
  • Vitamin K: 15 mcg
  • Vitamin B1: 0,5 mg
  • Vitamin B2: 0,5 mg
  • Vitamin B3: 6 mg
  • Vitamin B5: 2 mg
  • Vitamin B6: 0,5 mg
  • Folat: 160 mcg
  • Vitamin B12: 1,5 mcg
  • Biotin:
  • Kolin: 200 mg
  • Vitamin C: 40 mg
  • Kalsium: 650 mg
  • Fosfor: 460 mg
  • Magnesium: 65 mg
  • Besi: 7 mg
  • Natrium: 800 mg

Kebutuhan Gizi Balita Usia 4-5 Tahun

Sementara kebutuhan gizi balita usia 4-5 tahun sedikit berbeda dengan usia sebelumnya, berikut rincian selengkapnya:

  • Energi: 1400 kkal
  • Protein: 25 g
  • Lemak: 50 g
  • Karbohidrat: 220 g
  • Serat: 20 g
  • Air: 1450 ml
  • Vitamin A: 450 RE
  • Vitamin D: 15 mcg
  • Vitamin E: 7 mcg
  • Vitamin K: 20 mcg
  • Vitamin B1: 0,6 mg
  • Vitamin B2: 0,6 mg
  • Vitamin B3: 8 mg
  • Vitamin B5: 3 mg
  • Vitamin B6: 0,6 mg
  • Folat: 200 mcg
  • Vitamin B12: 1,5 mcg
  • Biotin: 12 mcg
  • Kolin: 250 mg
  • Vitamin C: 45 mg
  • Kalsium: 1000 mg
  • Fosfor: 500 mg
  • Magnesium: 95 mg
  • Besi: 10 mg
  • Natrium: 900 mg

Baca Juga: Bantu Anak Capai Potensi Prestasi dengan Makanan Bergizi dan Stimulasi yang Tepat

Bagaimana Cara Mengetahui Status Gizi Balita?

gizi balita

Foto: Orami Photo Stock

Mungkin Moms dan Dads pernah dengar perhitungan indeks massa tubuh (IMT) untuk mengetahui status gizi.

IMT alias BMI (body mass index) memang menjadi acuan untuk mengetahui status gizi seseorang dengan rumus yakni berat badan (dalam kilogram) dibagi tinggi badan kuadrat (dalam meter).

Namun, rumus mencari tahu status gizi dengan IMT tersebut hanya berlaku untuk usia 18 tahun ke atas.

Nah, bagaimana cara menghitung status gizi untuk anak usia kurang dari 18 tahun, termasuk balita?

Berdasarkan PERMENKES RI Nomor 2 Tahun 2020 tentang Standar Antropometri Anak, ada beberapa cara mengetahui status gizi balita.

Berat Badan Menurut Usia (BB/U)

Untuk bisa memakai indikator BB/U, Moms dan Dads harus mengetahui betul usia anak saat ini.

Sebab, pada beberapa kasus, orangtua mungkin saja lupa usia pasti anaknya sehingga pengukuran dengan BB/U dikhawatirkan jadi tidak akurat.

Kategori status gizi dengan indikator BB/U yaitu:

  • Berat badan sangat kurang (severly underweight): <-3 SD
  • Berat badan kurang (underweight): -3 SD sampai dengan <-2 SD
  • Berat badan normal: -2 SD sd +1 SD
  • Risiko berat badan lebih: > +1 SD

Panjang atau Tinggi Badan Menurut Usia (PB/U atau TB/U)

Syarat untuk bisa menggunakan indikator status gizi balita PB/U atau TB/U yaitu Si Kecil sudah bisa berdiri dengan tegak.

Sementara bila ia belum mampu berdiri dengan lancar atau masih sedikit membengkokkan kakinya, indikator panjang atau tinggi badan menurut usia anak ini belum bisa dipakai.

Kategori status gizi dengan indikator PB/U atau TB/U yaitu:

  • Sangat pendek (severely stunted): <-3 SD
  • Pendek (stunted): -3 SD sampai dengan <-2 SD
  • Normal: -2 SD sampai dengan +3 SD
  • Tinggi: >+3 SD

Baca Juga: Waspada, Dampak Buruk Makanan Chiki dan Snack Kaya MSG pada Anak

Berat Badan Menurut Panjang atau Tinggi Badan (BB/PB atau BB/TB)

Indikator pengukuran BB/PB atau BB/TB berguna untuk mencari tahu status gizi balita berdasarkan perbandingan berat badan dengan tinggi atau panjang badannya.

Pengukuran ini bertujuan untuk mengetahui apakah Si Kecil tergolong punya gizi buruk, kurang, baik, atau bahkan lebih.

Kategori status gizi dengan indikator BB/PB atau BB/TB yaitu:

  • Gizi buruk (severely underweight): <-3 SD
  • Gizi kurang (wasted): -3 SD sampai dengan <-2 SD
  • Gizi baik (normal): -2 SD sampai dengan +1 SD
  • Berisiko gizi lebih (possible risk of overweight): >+1 SD sampai dengan +2 SD
  • Gizi lebih (overweight): >+2 SD sampai dengan +3 SD
  • Obesitas (obese): >+3 SD

Cara Mencegah Masalah Gizi pada Balita

gizi balita

Foto: Orami Photo Stock

Sejak usia dini, penting untuk memberikan berbagai zat gizi guna memenuhi kebutuhan nutrisi Si Kecil.

Bukan baru dimulai sejak balita, tapi sebaiknya sedari baru lahir Moms dan Dads sudah memberikan nutrisi yang dibutuhkan Si Kecil.

Itu sebabnya, ada ASI, susu formula, serta MPASI yang perlu dikenalkan pada anak sesuai tahapan usianya.

Selain untuk mendukung perkembangan Si Kecil, kecukupan nutrisi harian juga berguna untuk mencegah gizi buruk pada balita.

Pada dasarnya, semua zat gizi wajib diberikan untuk balita, seperti:

  • Karbohidrat
  • Protein
  • Lemak
  • Serat
  • Vitamin
  • Mineral

Atas dasar itulah penting bagi Moms dan Dads untuk menyajikan sumber makanan yang beragam dalam menu makan balita setiap harinya.

Biasakan ia mulai makan sayur sejak kecil meski mungkin tidak mudah.

Sebaiknya tidak setiap hari membiarkan balita Moms makan daging sapi dan ayam, tetapi sesekali bisa berikan ikan atau makanan laut lainnya.

Baca Juga: Yuk Bunda, Berikan 10 Makanan Kaya Zat Besi Ini untuk Anak

Nah, agar status gizi balita Moms tetap baik, ada beberapa cara yang bisa diupayakan.

Berikut cara mencegah gizi buruk pada balita:

  • Penuhi sumber karbohidrat, protein, lemak, serat, vitamin, dan mineral.
  • Variasikan menu makanan harian, misalnya sumber protein yang bisa diselang-seling dari daging merah, daging aya, makanan laut, tahu, tempe, kacang-kacangan, dan lainnya.
  • Beri alternatif camilan yang sehat, seperti buah-buahan.
  • Perbanyak buah dan sayur-sayuran.
  • Libatkan Si Kecil dalam merencanakan, membeli, dan mempersiapkan makanan. Ini membantu meningkatkan pemahaman anak mengenai pilihan makanan yang bergizi.

Moms, jika Si Kecil memiliki aturan atau kebutuhan makan khusus untuk menghindari suatu jenis makanan, misalnya karena alergi dan kondisi medis lainnya, pastikan nutrisi tersebut tetap ia dapatkan tapi dari sumber makanan lainnya.

Bila Moms punya pertanyaan khusus terkait gizi balita, cara mencegah gizi buruk, hingga penanganan gizi buruk, sebaiknya konsultasikan lebih lanjut dengan dokter anak di kota Moms, ya!

  • http://hukor.kemkes.go.id/uploads/produk_hukum/PMK_No__28_Th_2019_ttg_Angka_Kecukupan_Gizi_Yang_Dianjurkan_Untuk_Masyarakat_Indonesia.pdf
  • http://hukor.kemkes.go.id/uploads/produk_hukum/PMK_No__2_Th_2020_ttg_Standar_Antropometri_Anak.pdf
  • https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/blog/20170216/0519737/status-gizi-balita-dan-interaksinya/
  • https://www.nhs.uk/conditions/malnutrition/
  • https://www.stanfordchildrens.org/en/topic/default?id=toddler-nutrition-90-P02291
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait