Balita dan Anak

7 Mei 2020

Glaukoma pada Anak, Apa Penyebab dan Gejalanya?

Salah satu gejalanya membuat mata balita terlihat besar
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Wina Andria
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Kasus glaukoma pada balita memang terbilang cukup jarang ditemui, tapi setiap orang tua tetap perlu jeli mengenali gejalanya sejak sedini mungkin.

Sebelum membahas lebih lanjut, Moms perlu tahu kalau yang dimaksud dengan glaukoma adalah kondisi meningkatnya tekanan cairan di dalam mata akibat cairan aqueous humor yang tidak bisa keluar secara normal.

Seperti dikutip dari situs Bright Focus Foundation, glaukoma pada balita terbagi menjadi dua kategori, yaitu:

  • Glaukoma primer atau primary congenital glaucoma akibat bawaan lahir.
  • Glaukoma sekunder yang terjadi akibat penyakit atau kondisi lain, seperti sindrom Axenfeld-Rieger, sindrom Sturge-Weber, aniridia, cedera pada mata, atau katarak kongenital.

Supaya lebih jelas, lihat dulu informasi tentang penyebab dan gejala glaukoma pada anak di bawah ini ya, Moms.

Baca Juga: Jangan Sepelekan Mata Belekan Pada Anak!

Penyebab Glaukoma pada Anak

Glaukoma Pada Balita, Apa Penyebab Dan Gejalanya 1.jpg

Foto: Verywellhealth.com

Menurut Children’s Hospital of Philadelphia, penyebab utama glaukoma pada anak adalah tersumbatnya saluran air pada mata akibat perkembangan abnormal sejak dalam kandungan ataupun cedera.

Akibat saluran air yang tidak berfungsi sebagaimana mestinya, cairan jadi menumpuk dan tekanan intraokular di dalam mata perlahan meningkat sehingga merusak saraf optik dan bisa menyebabkan gangguan penglihatan.

Gejala Glaukoma pada Anak

Glaukoma Pada Balita, Apa Penyebab Dan Gejalanya 2.jpeg

Foto: Ca.gofundme.com

Glaukoma pada anak sudah bisa terdeteksi sejak usia 6 bulan, dan bisa terjadi pada satu mata saja atau dua mata sekaligus.

Gejala glaukoma memang tidak persis sama pada setiap balita, tapi penderita umumnya mengalami kondisi seperti:

  • Ukuran kornea membesar atau tertutup lapisan putih.
  • Ukuran salah satu mata mungkin terlihat lebih besar.
  • Photophobia atau sensitivitas terhadap cahaya.
  • Sering menutup satu atau kedua mata saat sedang berada di tempat terang.
  • Banyak mengeluarkan air mata.
  • Penglihatan kabur.

Tekanan cairan di dalam mata yang meningkat dengan cepat juga bisa terasa sakit dan tidak nyaman, sehingga Si Kecil akan tampak gelisah, rewel, atau tidak nafsu makan.

Baca Juga: Penyebab dan Gejala Sakit Mata pada Anak yang Wajib Diwaspadai

Penanganan Glaukoma pada Anak

Glaukoma Pada Balita, Apa Penyebab Dan Gejalanya 3.jpg

Foto: Focusclinics.com

Semakin cepat glaukoma pada anak ditangani, maka akan semakin besar pula peluang Si Kecil tumbuh dengan penglihatan normal tanpa gangguan, Moms.

Tergantung pada usia, kondisi kesehatan, serta tingkat keparahannya, glaukoma pada balita biasanya ditangani dengan beberapa cara, seperti:

  • Obat untuk mengurangi produksi cairan mata ataupun obat untuk menurunkan tekanan dalam mata dengan membantu pengeluaran cairan.
  • Trabekulotomi & goniotomi: Operasi mikro atau dengan bantuan laser untuk membuka saluran cairan mata.
  • Trabekulektomi: Operasi pengangkatan sebagian sistem pembuangan cairan mata supaya cairan bisa mengalir lebih lancar.
  • Irodotomi dengan laser: Operasi untuk membuat lubang kecil pada iris agar cairan bisa bergerak lebih leluasa di mata.
  • Siklofotokoagulasi: Operasi untuk membekukan bagian mata yang memproduksi cairan .

Perkembangan mata dan penglihatan penderita glaukoma pada balita yang sudah melalui prosedur pengobatan ataupun operasi umumnya berjalan normal tanpa masalah, tapi perlu terus dimonitor secara rutin.

Baca Juga: Mata Anak Sering Berair, Bagaimana Cara Mengobatinya?

Nah, apa Moms tahu apa saja yang perlu dilakukan untuk menjaga kesehatan mata anak?

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait