Kesehatan Umum

6 Oktober 2021

Pahami Proses Glikolisis dan Penyakit yang Berkaitan Dengannya

Ternyata proses ini paling penting bagi makhluk hidup.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Rizky
Disunting oleh Amelia Puteri

Apakah Moms pernah mendengar atau membaca informasi mengenai glikolisis? Glikolisis adalah proses yang berperan penting dalam menunjang fungsi sel, jaringan, dan organ tubuh agar dapat bekerja dengan baik.

Namun, untuk beberapa kondisi, proses glikolisis bisa saja mengalami gangguan sehingga meningkatkan risiko seseorang untuk terserang penyakit.

Mengutip U.S. National Cancer Institute, glikolisis adalah sebuah proses di mana glukosa (gula) sebagian dipecah oleh sel-sel dalam reaksi enzim yang tidak membutuhkan oksigen.

Glikolisis adalah salah satu metode yang digunakan sel untuk menghasilkan energi.

Ketika glikolisis dihubungkan dengan reaksi enzim lain yang menggunakan oksigen, pemecahan glukosa yang lebih lengkap dimungkinkan dan lebih banyak energi yang dihasilkan.

Beberapa enzim yang terlibat dalam proses ini adalah enzim heksokinase dan enzim fosfofruktokinase. Namun, apa sih pentingnya proses glikolisis dan apa dampaknya jika proses ini terganggu?

Mari simak ulasan lengkapnya berikut ini!

Baca Juga: Mengidap Hipoglikemia? Konsumsi 5 Makanan untuk Gula Darah Rendah Ini

Lebih Jauh Tentang Glikolisis

glikolisis

Foto: Orami Photo Stock

Glikolisis adalah serangkaian reaksi yang mengekstrak energi dari glukosa dengan memecahnya menjadi dua molekul tiga karbon yang disebut piruvat.

Glikolisis adalah jalur metabolisme kuno, artinya telah berevolusi sejak lama, dan ditemukan di sebagian besar organisme yang hidup saat ini.

Pada organisme yang melakukan respirasi seluler, glikolisis adalah tahap pertama dari proses ini.

Namun, glikolisis tidak memerlukan oksigen, dan banyak organisme anaerob (organisme yang tidak menggunakan oksigen) juga memiliki reaksi ini.

Mengutip Khan Academy, para peneliti membagi proses glikolisis ke dalam tiga tahapan utama, antara lain:

1. Konversi Glukosa Menjadi Fruktosa (C6H12O6)

Proses ini akan dilalui dengan tiga langkah, yakni fosforilasi, isomerasi, dan fosforilasi kedua.

Prinsip kerja tahapan pertama adalah dengan memerangkap glukosa pada sel dan mengubahnya menjadi atom karbon yang siap disederhanakan kembali menjadi atom tiga-karbon terfosforilasi atau molekul piruvat.

2. Pembelahan Fruktosa

Dalam proses ini, fruktosa kemudian akan dibelah menjadi molekul piruvat yang masing-masing memiliki tiga atom karbon (C3H3O3). Ini adalah hasil akhir dari proses glikolisis yang menghasilkan energi bagi metabolisme sel makhluk hidup.

3. Panen ATP

Saat proses glikolisis yang dilakukan tanpa oksigen (anaerob) juga mengalami proses oksidasi, maka akan terbentuk energi konversi dalam bentuk senyawa kimia lain yang dinamakan adenosine triphosphate (ATP).

ATP ini adalah pasokan energi untuk tubuh, misalnya saat melakukan kontraksi sel-sel otot.

Hasil akhir proses glikolisis ini akan menghasilkan molekul ATP dan nicotinamide adenine dinucleotide plus hydrogen alias NADH dengan satu NADH menghasilkan tiga ATP.

Dalam satu kali proses glikolisis, akan dibentuk delapan ATP dengan perincian empat molekul ATP ditambah dua NADH (enam ATP) dikurangi dua ATP (energi yang dibutuhkan dalam menjalankan proses glikolisis).

Selain itu, jika oksigen tersedia (kondisi aerobik), molekul piruvat berkembang menjadi siklus asam sitrat. Jika oksigen tidak tersedia maka piruvat mengalami fermentasi di sitoplasma sel.

Ada dua jenis fermentasi:

  • Fermentasi alkohol: piruvat diubah menjadi etanol dan CO2. Ini terjadi pada sel tumbuhan dan jamur (misalnya sel ragi) dan merupakan reaksi ireversibel.
  • Fermentasi laktat: piruvat diubah menjadi laktat. Ini terjadi pada sel hewan dan merupakan reaksi reversibel.

Baca Juga: Seperti Apa Kadar Gula Darah Normal? Ketahui Faktanya Berikut Ini!

Alasan Glikolisis adalah Proses yang Penting

glikolisis

Foto: Orami Photo Stock

Seperti yang Moms ketahui, tubuh umumnya membutuhkan energi dan nutrisi supaya seluruh sel, jaringan, dan organ tetap bekerja dan berfungsi dengan semestinya.

Energi ini bisa diperoleh dari kandungan gula dalam makanan atau minuman yang dikonsumsi sehari-hari.

Nyatanya, proses glikolisis tidak hanya diperlukan untuk metabolisme sel, ia juga turut berperan dalam merangsang pembentukan insulin, yakni hormon yang berfungsi untuk mengatur kadar gula darah dan membantu sel-sel tubuh menggunakan glukosa sebagai energi.

Selain sebagai bahan bakar bagi sel, jaringan, dan organ tubuh, energi yang dihasilkan dalam proses glikolisis juga kemudian dimanfaatkan tubuh untuk proses penyembuhan luka, memperbaiki jaringan dan sel yang rusak, serta proses metabolisme secara keseluruhan.

Baca Juga: Kadar Gula Darah Pengaruhi Peluang Hamil?

Penyakit yang Mengancam Saat Proses Glikolisis Terganggu

glikolisis

Foto: Orami Photo Stock

Jika proses glikolisis mengalami gangguan, maka ini dapat menyebabkan kemunculan beberapa gangguan kesehatan, seperti misalnya:

1. Diabetes

Proses glikolisis bisa terjadi di berbagai sel dan jaringan tubuh, termasuk sel hati yang berperan dalam proses metabolisme glukosa atau gula darah. Saat proses glikolisis terganggu, tubuh akan mengalami kesulitan untuk memecah gula darah.

Alhasil, gula darah bisa meningkat dan memicu kondisi yang disebut hiperglikemia. Saat gula darah menjadi sangat tinggi, maka lama kelamaan ia bisa menyebabkan terjadinya resistensi insulin dan diabetes tipe 2.

Hingga saat ini, penyebab terjadinya gangguan dalam proses glikolisis yang dapat memicu diabetes dan resistensi insulin masih belum dipecahkan oleh para ilmuwan.

Namun, mereka menduga bahwa hal ini berkaitan dengan kelainan genetik.

2. Penyakit Alzheimer

Penyakit Alzheimer atau disebut juga demensia adalah penyakit yang bisa menyerang otak dan dapat membuat orang yang mengalaminya mengalami pikun.

Untuk kasus yang parah, penyakit Alzheimer bahkan bisa membuat pengidapnya tidak bisa beraktivitas secara mandiri dan tidak mengenali keluarga atau orang terdekatnya sendiri.

Para ilmuwan juga belum mengetahui apa yang menjadi penyebab pasti penyakit Alzheimer.

Namun, sejauh ini beberapa penelitian telah menunjukkn bahwa ada beberapa faktor yang turut berperan dalam meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit Alzheimer.

Seperti misalnya faktor genetik, penuaan, serta gangguan metabolisme tubuh, termasuk gangguan pada proses glikolisis.

Baca Juga: Tes Toleransi Glukosa Saat Hamil, Ketahui Tujuan dan Risikonya!

3. Anemia Hemolitik

Anemia hemolitik adalah penyakit anemia atau kurang darah akibat penghancuran sel darah merah yang berlebihan.

Penyakit ini bisa terjadi karena berbagai hal, seperti kelainan genetik, kelainan hemoglobin, serta gangguan proses glikolisis yang membuat tubuh tidak cukup menghasilkan enzim piruvat kinase.

Kekurangan enzim piruvat kinase juga bisa membuat sel darah merah menjadi lebih cepat hancur, sehingga memicu terjadinya anemia hemolitik.

Glikolisis merupakan mekanisme alami tubuh untuk mengolah gula menjadi energi dan memanfaatkan energi tersebut dengan baik. Dengan adanya glikolisis, maka seseorang dapat menjalani aktivitas sehari-hari, mulai dari bergerak, berjalan, hingga makan dan minum.

Jika Moms mengalami gejala tubuh terasa lemas, sulit konsentrasi, pusing, atau gejala lain yang diduga muncul akibat gangguan dalam proses glikolisis ini.

Maka ada baiknya segera periksakan diri ke dokter agar dapat diberikan penanganan yang tepat.

Baca Juga: Manfaat Tes Glukosa Pada Bayi Baru Lahir

Itulah beberapa hal yang perlu Moms pahami mengenai proses glikolisis.

Oleh karena itu, pastikan Moms untuk selalu menjaga kesehatan dan segera memeriksakannya dengan dokter jika gejala penyakit tertentu sudah Moms rasakan.

Ingat, pengobatan yang dilakukan sejak awal adalah langkat tepat untuk mencegah komplikasi yang tidak diinginkan.

  • https://www.cancer.gov/publications/dictionaries/cancer-terms/def/glycolysis
  • https://www.khanacademy.org/science/biology/cellular-respiration-and-fermentation/glycolysis/a/glycolysis
  • https://www.bbc.co.uk/bitesize/guides/z2vbb9q/revision/3
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait