Kesehatan

14 September 2021

Penyebab dan Gejala Gula Darah Tinggi yang Wajib Diwaspadai

Gula darah tinggi atau hiperglikemia ternyata bisa sangat mengancam kesehatan, lho!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Riskita
Disunting oleh Amelia Puteri

Apakah Moms tahu tentang kondisi gula darah tinggi?

Tubuh manusia secara alami memiliki gula, atau glukosa, di dalam darah. Dalam jumlah gula darah yang tepat, maka Moms akan mendapatkan energi yang akan disalurkan pada sel dan organ tubuh.

Namun, kadar gula darah tinggi bisa sangat berbahaya, dan kondisi ini dalam dunia medis lebih sering disebut dengan hiperglikemia.

Tubuh sebetulnya bisa menghasilkan gula darah, yakni dari hati dan otot. Namun, sebagian besar gula darah berasal dari makanan dan minuman yang mengandung karbohidrat.

The American Diabetes Association merekomendasikan tingkat gula darah sebelum makan sebaiknya berada dalam kisaran 80-130 miligram per desiliter (ml/dL). Sekitar 1-2 jam setelah makan, gula darah harus kurang dari 180 ml/dL.

Untuk menjaga kadar gula darah dalam kisaran normal, tubuh membutuhkan insulin, yakni hormon yang dihasilkan pankreas untuk mengarahkan sel tubuh untuk mengambil glukosa dan menyimpannya.

Jika insulin tidak cukup, atau insulin tidak berfungsi dengan baik, gula darah akan menumpuk. Kadar gula darah tinggi ini yang kemudian bisa menyebabkan gangguan kesehatan.

Seperti apa rasanya memiliki gula darah tinggi, bagaimana gejala gula darah tinggi, dan apa saja penyebab gula darah tinggi? Simak ulasan lengkapnya berikut ini!

Baca Juga: Mengidap Hipoglikemia? Konsumsi 5 Makanan untuk Atasi Gula Darah Rendah Ini

Gejala Gula Darah Tinggi

Gejala Gula Darah Tinggi

Foto: Orami Photo Stock

Gula darah adalah bahan bakar untuk organ dan fungsi tubuh. Namun, bukan berarti kadar gula darah yang tinggi membuat Moms memiliki dorongan energi yang besar.

Mengutip The Diabetes Council, berikut ini adalah gejala gula darah tinggi yang mungkin Moms alami:

  • Mengalami sakit kepala dan nyeri dan nyeri lainnya
  • Merasa sulit untuk berkonsentrasi
  • Menjadi sangat haus atau lapar
  • Merasa mengantuk atau lelah
  • Memiliki penglihatan kabur
  • Mulut kering
  • Mengalami kembung
  • Jadi perlu sering buang air kecil
  • Saat mengalami luka, maka dibutuhkan waktu lama untuk sembuh

Seseorang bisa mengalami kadar gula darah tinggi di pagi hari, terutama jika mereka menderita diabetes.

Untuk mengawasinya, ada alat penguji untuk kadar gula darah dan keton yang bisa dibeli secara online, untuk digunakan di rumah.

Namun, siapa pun yang mengira dirinya mengidap diabetes, ia harus menemui dokter terlebih dahulu untuk melakukan pemeriksaan.

Pasalnya, menurut Diabetes Journals, diabetes termasuk dalam kondisi epidemi dengan morbiditas yang sangat tinggi yang mempengaruhi orang dewasa yang lebih tua.

Baca Juga: Seperti Apa Kadar Gula Darah Normal? Ketahui Faktanya Berikut Ini!

Ciri-ciri Gula Darah Tinggi yang Paling Mudah Dikenali

Ciri-Ciri Gula Darah Tinggi

Foto: Orami Photo Stock

Gula darah tinggi akan sangat memengaruhi kondisi tubuh. Pasalnya, mereka akan sejumlah gejala dan komplikasi lainnya.

Berikut ini ciri-ciri gula darah tinggi telah memengaruhi kemampuan metabolisme tubuh seseorang:

1. Sering Buang Air Kecil dan Haus

Gula darah tinggi akan dibuang melalui urin lewat ginjal. Akibatnya, ginjal akan menarik lebih banyak air, dan kemudian menyebabkan sering buang air kecil.

Hal ini juga dapat menyebabkan peningkatan rasa haus, meski Moms sudah minum cukup cairan.

2. Penurunan Berat Badan

Gula darah tinggi dapat menyebabkan penurunan berat badan secara tiba-tiba atau tidak dapat dijelaskan.

Ini terjadi karena sel-sel tubuh tidak mendapatkan glukosa yang mereka butuhkan, sehingga tubuh membakar otot dan lemak untuk energi.

Baca Juga: Ini Kenaikan Berat Badan Ibu Hamil yang Normal, Moms Wajib Tahu!

3. Mati Rasa dan Kesemutan

kesemutan merupakan ciri gula darah tinggi

Foto: Orami Photo Stock

Ciri-ciri gula darah tinggi selanjutnya adalah gejala mati rasa, sensasi terbakar, atau kesemutan di tangan, tungkai, dan kaki.

Kondisi ini disebabkan neuropati diabetik, yakni komplikasi diabetes yang sering terjadi setelah bertahun-tahun kadar gula darah tinggi dan tidak mendapatkan perawatan yang benar.

Ingat, seiring waktu, gula darah tinggi akan merusak organ dan sistem tubuh. Kerusakan pembuluh darah juga dapat menyebabkan komplikasi, antara lain:

  • Serangan jantung atau stroke
  • Kerusakan mata dan kehilangan penglihatan
  • Penyakit ginjal atau gagal ginjal
  • Masalah saraf di kulit, terutama kaki, yang menyebabkan luka, infeksi, dan masalah penyembuhan luka.

4. Kelelahan Terus-menerus

Kelelahan dan kelelahan ekstrem adalah gejala gula darah yang tidak terkontrol.

Melansir laman Everydah Health, hal ini terjadi karena ketika tubuh Moms tidak memproses insulin dengan benar atau tidak memiliki jumlah insulin yang cukup, kadar gula akan tetap berada dalam darah sehingga tidak masuk ke sel untuk digunakan sebagai energi.

Jadi, pada akhirnya menyebabkan kelelahan.

Baca Juga: Sudah Tahu Perbedaan Diabetes Tipe 1 dan Tipe 2? Yuk Simak

5. Penglihatan Kabur dan Sering Sakit Kepala

Mengutip Joslin Diabetes Center di Boston, kadar gula darah yang tinggi dapat menyebabkan lensa mata bengkak karena cairan bocor. Kondisi ini dapat mengubah bentuk lensa, yang membuatnya tidak dapat fokus dengan benar bisa sehingga menyebabkan Moms mengalami penglihatan kabur ketika kadar gula dalam darah sedang tinggi.

Selain itu, adanya kadar gula darah di atas normal juga bisa ditandai dengan gejala sakit kepala.

6. Mengalami Luka yang Cenderung Sulit Sembuh

luka sulit sembuh akibat gula darah tinggi

Foto: Orami Photo Stock

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases, kadar gula darah yang tidak terkontrol bisa menyebabkan luka, goresan, atau memar pada tubuh yang sulit untuk sembuh.

Oleh karena itu, banyak penderita diabetes yang memiliki gula darah di atas normal mengalami kerusakan saraf dan masalah sirkulasi darah, terutama di tungkai bawah dan kaki.

Bahkan, penderita diabetes yang mengalami luka kecil lebih rentan terhadap infeksi, yang bisa menjadi sangat serius hingga mengakibatkan amputasi kaki.

Baca Juga: Tips Merawat Luka di Kaki untuk Penderita Diabetes

7. Menderita Lepuh, Kekeringan, atau Perubahan Kulit Lainnya

Kadar gula darah yang tinggi atau resistensi insulin juga bisa menyebabkan beberapa gejala pada kulit, misalnya melepuh, kulit kering, gatal, perubahan warna, atau perubahan kulit lainnya.

Jika Moms mengalami hal ini, segera lah berkonsultasi dengan dokter sehingga dapat ditangani secara tepat dan tidak menjadi semakin parah.

8. Mengalami Infeksi Jamur Lebih Sering Dari Biasanya

Kadar gula darah yang tinggi dapat menyebabkan Moms lebih sering mengalami infeksi jamur genital. Hal ini karena jamur memberi makan glukosa, dan jika gula darah Moms tinggi, akan ada lebih banyak glukosa di saluran kemih.

Biasanya, infeksi jamur disebabkan oleh jenis ragi (jamur) yang dikenal sebagai Candida albicans.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), gejala infeksi jamur pada wanita dapat meliputi:

  • Gatal pada vagina
  • Kemerahan atau nyeri
  • Rasa sakit saat berhubungan seksual
  • Rasa sakit atau ketidaknyamanan saat buang air kecil
  • Keputihan yang kental dan tidak normal.

Baca Juga: Cari Tahu Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasi Infeksi Jamur

Penyebab Gula Darah Tinggi

Penyebab Gula Darah Tinggi

Foto: Orami Photo Stock

Selama proses pencernaan, tubuh akan memecah karbohidrat dari makanan seperti roti, nasi, dan pasta menjadi berbagai molekul gula. Salah satu molekul gula ini adalah glukosa, sumber energi utama bagi tubuh.

Glukosa diserap langsung ke aliran darah setelah Moms makan, tetapi glukosa tidak dapat masuk ke sebagian besar jaringan tanpa bantuan insulin.

Ketika kadar glukosa dalam darah naik, ini memberi sinyal pada pankreas untuk melepaskan insulin.

Sebab insulin yang bisa membuka kunci sel sehingga glukosa dapat masuk dan menyediakan bahan bakar yang dibutuhkan sel untuk berfungsi dengan baik.

Setiap glukosa ekstra disimpan di hati dan otot dalam bentuk glikogen.

Proses ini menurunkan jumlah glukosa dalam aliran darah dan mencegahnya mencapai tingkat yang sangat tinggi. Saat kadar gula darah kembali normal, maka sekresi insulin dari pankreas juga berhenti.

Diabetes secara drastis menurunkan efek insulin pada tubuh. Ini mungkin karena pankreas tidak dapat menghasilkan insulin (diabetes tipe 1), atau mungkin karena tubuh resisten terhadap efek insulin atau tidak menghasilkan cukup insulin untuk mempertahankan kadar glukosa normal (diabetes tipe 2).

Akibatnya, glukosa cenderung menumpuk di aliran darah (hiperglikemia) dan dapat mencapai tingkat yang sangat tinggi jika tidak ditangani dengan benar.

Umumnya insulin atau obat lain digunakan untuk menurunkan kadar gula darah.

Namun, menurut American Diabetes Association ada juga beberapa faktor risiko yang jadi penyebab gula darah tinggi, termasuk di antaranya adalah:

  • Tidak cukup menggunakan insulin atau obat diabetes minum
  • Tidak menyuntikkan insulin dengan benar atau menggunakan insulin kadaluwarsa
  • Tidak mengikuti pola makan diabetes yang disarankan
  • Tidak aktif bergerak
  • Mengalami penyakit atau infeksi
  • Menggunakan obat-obatan tertentu, seperti steroid
  • Cedera atau menjalani operasi
  • Mengalami stres emosional, seperti konflik keluarga atau tantangan di tempat kerja. Hal ini pun dibuktikan dalam jurnal yang telah diterbitkan dalam U.S National Library of Medicine yang menemukan bahwa stres dapat melepaskan hormon yang menjaga glukosa pada tingkat tinggi dalam darah.

Penyakit atau stres dapat memicu hiperglikemia karena hormon yang diproduksi untuk melawan penyakit atau stres juga dapat menyebabkan gula darah meningkat.

Bahkan orang yang tidak menderita diabetes dapat mengalami hiperglikemia sementara selama penyakit parah.

Namun, penderita diabetes mungkin perlu minum obat diabetes tambahan untuk menjaga glukosa darah mendekati normal selama sakit atau stres.

Baca Juga: 15 Makanan Penurun Gula Darah dan Paling Ampuh Cegah Diabetes

Waspadai Komplikasi Gula Darah Tinggi

Komplikasi Gula Darah Tinggi

Foto: Orami Photo Stock

Ada beberapa jenis komplikasi yang akan terjadi jika Moms tidak mendapatkan perawatan yang tepat saat alami gula darah tinggi. Seperti yang dikutip dari Mayo Clinic, berikut ini adalah komplikasinya:

1. Komplikasi Jangka Panjang

Menjaga gula darah dalam kisaran yang sehat dapat membantu mencegah banyak komplikasi terkait diabetes.

Komplikasi jangka panjang dari hiperglikemia yang tidak diobati dapat meliputi:

  • Penyakit kardiovaskular
  • Kerusakan saraf (neuropati)
  • Kerusakan ginjal (nefropati diabetik) atau gagal ginjal
  • Kerusakan pembuluh darah retina (retinopati diabetik), berpotensi menyebabkan kebutaan
  • Pengaburan pada lensa mata yang biasanya bening (katarak)
  • Masalah kaki yang disebabkan oleh saraf yang rusak atau aliran darah yang buruk yang dapat menyebabkan infeksi kulit yang serius, ulserasi, dan dalam beberapa kasus yang parah, amputasi
  • Masalah tulang dan persendian
  • Infeksi gigi dan gusi

2. Komplikasi Darurat

Jika gula darah naik cukup tinggi atau dalam jangka waktu lama, ini dapat menyebabkan dua kondisi serius, seperti:

  • Ketoasidosis Diabetik

Ketoasidosis diabetik berkembang ketika Moms tidak memiliki cukup insulin di tubuh. Ketika ini terjadi, gula (glukosa) tidak dapat masuk ke sel untuk menjadi energi.

Kadar gula darah meningkat, dan tubuh mulai memecah lemak untuk energi. Proses ini menghasilkan asam beracun yang disebut keton.

Keton yang berlebihan menumpuk di dalam darah dan akhirnya "tumpah" ke dalam urin. Jika tidak diobati, ketoasidosis diabetik dapat menyebabkan koma diabetik dan mengancam nyawa.

Baca Juga: Mengenal Prediabetes yang Berbahaya, Jangan Sampai Kecolongan, Ya!

  • Keadaan Hiperglikemik Hiperosmolar

Kondisi ini terjadi ketika orang memproduksi insulin, tetapi insulin tidak berfungsi dengan baik.

Kadar glukosa darah bisa menjadi sangat tinggi - lebih dari 1.000 mg/dL (55,6 mmol/L).

Karena insulin ada tetapi tidak berfungsi dengan baik, tubuh tidak dapat menggunakan glukosa atau lemak untuk energi.

Glukosa kemudian tumpah ke dalam urin, menyebabkan peningkatan buang air kecil.

Jika tidak diobati, keadaan hiperosmolar hiperglikemik diabetes dapat menyebabkan dehidrasi dan koma yang mengancam jiwa.

Ketika Moms atau keluarga di rumah menderita diabetes, kesehatan dan kesejahteraannya bergantung pada manajemen kadar gula darah yang tepat.

Untuk meningkatkan atau mempertahankan kualitas hidup yang baik, ada hal yang harus dilakukan, yaitu:

  • Mengunjungi dokter secara teratur
  • Minum obat sesuai resep dokter
  • Mengikuti pedoman diet dan olahraga

Strategi ini dapat membantu pengidap diabetes untuk mencegah gula darah tinggi, dan ini dapat memperlambat perkembangan diabetes.

  • https://www.thediabetescouncil.com/what-a-high-blood-sugar-feels-like/
  • https://www.cdc.gov/fungal/diseases/candidiasis/genital/index.html
  • https://care.diabetesjournals.org/content/40/4/444
  • https://www.joslin.org/patient-care/diabetes-education/diabetes-learning-center
  • https://www.niddk.nih.gov/health-information/diabetes/overview/preventing-problems/foot-problems
  • https://www.diabetes.org/healthy-living/medication-treatments/blood-glucose-testing-and-control/checking-your-blood-sugar
  • https://www.everydayhealth.com/hs/type-2-diabetes-management/blood-sugar-uncontrolled-pictures/
  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hyperglycemia/symptoms-causes/syc-20373631
  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/28244581/
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait