Kesehatan

19 Juli 2021

Penyebab Gusi Bernanah dan Cara Mengobatinya, Cari Tahu Yuk Moms!

Segera periksakan ke dokter gigi ya, Moms!
placeholder

Foto: shutterstock.com

placeholder
Artikel ditulis oleh Meiskhe
Disunting oleh Karla Farhana

Pernah mengalami gusi bernanah dan bengkak Moms? Selain rasanya nyeri tak karuan, gusi bernanah juga membuat kita jadi susah makan. Pada beberapa kasus, gusi bernanah dapat menyebabkan komplikasi yang serius. Oleh karenanya, tidak boleh disepelekan dan dibiarkan tanpa mengobatinya.

Mengutip Medical News Today, gusi bernanah adalah kondisi abses gusi atau dikenal juga sebagai abses periodental, di mana muncul benjolan cairan berwarna putih kekuningan, kuning kecoklatan dan kehijauan pada jaringan gusi. Cairan nanah mengandung jaringan mati, sel dan bakteri, yang kadang berbau busuk sehingga menyebabkan bau mulut.

Kemunculan benjolan nanah ini merupakan reaksi alami tubuh melawan infeksi yang terjadi pada area tertentu pada tubuh. Karena munculnya pada gusi, berarti terdapat infeksi pada area gusi dan gigi.

Penyebab Gusi Bernanah

tanda leukemia - gusi bengkak (shutterstock).jpg

Foto: Orami Photo Stock

Di dalam mulut terdapat bakteri baik dan bakteri jahat. Bakteri jahat yang menumpuk akan menjadi plak dan karang gigi, sehingga menyebabkan kerusakan gigi dan masalah lainnya.

Apabila bakteri jahat tersebut masuk ke dalam jaringan terbuka dan berkembang biak, akan terjadi infeksi atau peradangan berupa benjolan atau kantong nanah.

Penyebab gusi bernanah atau abses gusi ada beragam. Untuk itu, Moms perlu mengetahui apa saja penyebabnya agar bisa mencegah kondisi ini. Yuk, simak penyebab ragam gusi bernanah berikut ini!

Baca Juga: Bisa Menyakitkan, Tengok Penyebab Sariawan di Gusi dan Cara Mencegahnya

1. Gingivitis

Gingivitis atau radang gusi merupakan peradangan yang ditandai dengan gusi kemerahan, bengkak dan terdapat nanah antara gigi dan gusi.

Biasanya kondisi ini disebabkan karena pembentukan plak akibat sisa makanan pada gigi dan gusi, yang bercampur dengan bakteri dalam mulut. Plak yang dibiarkan dan tidak dibersikan akan mengeras menjadi karang gigi.

Siapapun bisa mengalami gingivitis terutama mereka yang tidak menjaga kebersihan dan kesehatan mulut dengan baik, usia lanjut, merokok, dan mengonsumsi obat tertentu.

2. Penyakit Periodontitis

Gingivitis yang tidak dirawat dan diobati, berisiko berlanjut menjadi peridontitis, dimana terbentuk celah atau kantong di antara gigi dan gusi. Kantong tersebut dapat menyebabkan bakteri menginfeksi semakin dalam dan merusak jaringan dan tulang pada gusi.

Selain terdapat benjolan nanah di antara gusi dan gigi, peridontitis juga ditandai dengan rasa nyeri saat mengunyah, gigi goyang dan tanggal, napas berbau tidak sedap dan lainnya.

3. Perubahan Hormonal

gusibengkaksaathamil

Foto: Orami Photo Stock

Ketika hamil, kebanyakan bumil mengalami radang gusi atau gingivitis yang ditandai dengan gusi berdarah dan kadang muncul nanah. Hal ini disebabkan karena saat hamil terjadi perubahan hormon yang membuat tubuh memproduksi darah lebih banyak daripada biasanya.

Gingivitis tidak hanya terjadi pada kehamilan saja, namun juga karena perubahan hormon yang disebabkan pubertas, menopause dan menstruasi yang datang setiap bulan.

Baca Juga: Sakit Gigi pada Ibu Hamil, Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasinya

4. Mengidap Penyakit Tertentu

Beberapa penyakit tertentu yang mengganggu sistem kekebalan tubuh dapat mempengaruhi radang pada gusi. Contohnya kanker, diabetes dan HIV. Akibat sistem kekebalan tubuh yang terganggu akan membuat tubuh lebih sulit melawan bakteri penyebab penyebab infeksi, termasuk penyakit periodontal dan gigi berlubang.

5. Mengonsumsi Obat-Obatan

Seseorang yang mengonsumsi obat-obatan tertentu atau sedang dalam pengobatan lebih mungkin mengalami radang gusi dan gusi bernanah. Karena beberapa obat tertentu memiliki efek samping mengurangi produksi dan aliran liur, sehingga membuat mulut kering yang mendorong bakteri menyebar dengan lebih mudah.

6. Kekurangan Vitamin

Tidak mendapatkan vitamin, khususnya vitamin C yang cukup dapat mengakibatkan penyakit gusi. Untuk mencegahnya, pastikan rutin mengonsumsi makanan yang kaya dengan vitamin C, minum banyak air dan hindari makanan manis yang berlebihan.
Vitamin C banyak ditemukan dalam buah-buahan seperti jeruk, nanas, mangga dan semangka.

7. Merokok

Merokok dapat mengganggu fungsi normal pada sel-sel jaringan gusi, sehingga menyebabkan mulut lebih rentang mengalami penyakit gusi. Oleh karenanya, hilangkan kebiasaan merokok karena dapat membahayakan kesehatan, termasuk infeksi gusi.

8. Riwayat Keluarga

Apabila orangtua atau anggota keluarga ada yang memiliki riwayat penyakit gingivitis dan periodontitis, maka Moms kemungkinan akan lebih mudah mengalami radang gusi dan gusi bengkak bernanah. Untuk itu, penting bagi Moms selalu menjaga kebersihan dan kesehatan gigi agar tidak mengalami kondisi ini ya!

Baca Juga: 5 Cara Mudah Merawat Kesehatan Gigi dan Mulut Anak

Merawat dan Mengobati Gusi Bernanah

gusi bernanah

Foto: Dentalcenterofnorcross.com

Apabila mengalami ketidaknyamanan pada mulut akibat abses gusi atau gusi bernanah yang ditandai dengan gusi terasa nyeri terutama saat mengunyah, sensitif dengan makanan dan minuman dingin atau panas, juga demam, jangan diabaikan ya, Moms!

Kondisi ini tidak dapat sembuh dengan sendirinya. Oleh karenanya, segera melakukan pemeriksaan ke dokter gigi agar kondisi abses gusi dapat tertangani dengan baik dan cepat.

Biasanya dokter gigi akan mengidentifikasi masalah gusi bernanah dan bengkak terlebih dahulu sebelum melakukan prosedur perawatan dan pengobatan.

Berikut adalah beberapa prosedur yang dilakukan dokter gigi dalam mengobati peradangan pada gusi.

1. Membersihkan Karang Gigi (Scalling)

Seperti dijelaskan sebelumnya, abses gusi atau gusi bernanah disebabkan karena kebersihan mulut yang buruk, di mana terjadi pembentukan plak akibat sisa makanan pada gigi dan gusi, yang bercampur dengan bakteri dalam mulut. Untuk membersihkan plak yang mengeras menjadi karang gigi, dokter gigi akan menyarakan melakukan scaling dan root planning, yaitu prosedur menghilangkan plak dan karang gigi dari atas dan bawah garis gusi

Baca Juga: Anak Punya Kebiasaan Menggigit Kuku? Ini Penyebab dan Cara Menghentikannya

2. Pembersihan Kantong Nanah

Nanah pada gusi juga dapat diobati dengan memecahkan dan menguras cairan nanah pada gusi hingga kering. Biasanya dokter akan melakukan prosedur memecahkan nanah dengan membuat lubang kecil agar cairan nanah bisa keluar dan kempes.

Ingat Moms, prosedur ini hanya bisa dilakukan dokter gigi dan hindari melakukannya sendiri di rumah ya!

3. Mencabut Gigi

Riset Membuktikan, Berkumur dengan Air Garam Bisa Mengurangi Sakit Gigi Akibat Gusi Bengkak!.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Pada kasus tertentu, dokter akan menyarankan pencabutan gigi. Sebelumnya, dokter akan melakukan rontgen gigi untuk melihat apakah abses memengaruhi jaringan gusi dan pengeroposan tulang. Apabila tingkat pengeroposan tulang pada gusi tergolong parah dan gigi tidak bisa dipertahankan lagi, maka dokter akan melakukan pencabutan gigi.

Baca Juga: Ini Dia 9 Obat Gusi Bengkak Ampuh yang Juga Bisa Hilangkan Nyeri

4. Pengobatan Antibiotik

Selain melakukan prosedur untuk menghilangkan dan mengobati infeksi pada gusi, dokter gigi juga akan meresepkan antibiotik. Antibiotik dapat membantu meredakan pembengkakan dan menghentikan penyebaran infeksi ke area lain dari tubuh. Apabila area peradangan terasa rasa sakit, dokter gigi juga akan meresepkan obat pereda nyeri.

Perlu Moms ketahui, kalau tidak ada cara untuk mengobati abses gusi atau gusi bernanah di rumah. Semua pengobatan dan penanganan wajib dilakukan oleh ahlinya yaitu dokter gigi. Yang Moms bisa lakukan adalah meminimalisir rasa nyeri dengan mengonsumsi obat pereda nyeri seperti ibuprofen dan menghindari mengonsumsi makanan panas atau dingin, juga pedas dan asam yang dapat memperparah radang pada gusi.

Baca Juga: 7 Penyebab Gusi Bengkak dan Cara Mengatasinya, Moms Wajib Tahu!

Selain itu, ingat prinsip lebih baik mencegah daripada mengobati ya, Moms! Agar tidak mengalami abses gusi, sebaiknya sedari sekarang selalu menjaga kesehatan dan kebersihan mulut dengan rajin menggosok gigi dua hingga tiga kali sehari untuk mencegah sisa makanan menumpuk pada gigi dan gusi, dan lakukan flossing setidaknya satu kali dalam sehari.

Pastikan juga untuk memeriksakan gigi ke dokter minimal 6 bulan sekali, agar dokter dapat mendiagnosis masalah mulut untuk mencegah penyakit dan infeksi pada mulut.

  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK560625/
  • https://www.healthline.com/health/gum-abscess#prevention
  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/gum-abscess#causes
  • https://www.listerine.com/gum-disease-healthy-gums/common-causes-gum-disease
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait