Newborn

NEWBORN
28 Desember 2020

Catat 4 Hal Penting Tentang Lemari Baju Bayi Ini, Moms!

Salah satu manfaat menata lemari baju bayi adalah memudahkan saat mencari barang yang hilang
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Fia Afifah R
Disunting oleh Amelia Puteri

Berbicara mengenai lemari baju untuk bayi, tentu tidak lepas dari kesan yang imut dan menggemaskan. Ibu baru biasanya akan memilih lemari baju yang menarik dan memiliki kesan tersendiri.

Sebab, adanya lemari baju dapat mencerahkan kamar dan mengubahnya menjadi tempat yang menyenangkan.

Selain itu, setelah Si Kecil bertumbuh, Moms juga bisa mengajarkan anak-anak untuk melipat dan merawat pakaian sendiri, mendorong untuk mengekspresikan diri dengan memilih baju yang diinginkan, adalah hal yang luar biasa untuk dilakukan bersama.

Namun, ada beberapa hal tentang lemari baju untuk bayi yang harus Moms tahu.

Baca Juga: Ingin Si Kecil Tampil Bergaya? Ini 10 Jenis Pakaian Yang Wajib Ada Di Lemari Anak

Cara Memilih Lemari Baju Bayi

3 Lemari Baju Bayi -1.jpg

Foto: Atouchofpinkblog.com

Sebagai ibu yang baik, tentu Moms tidak hanya memperhatikan bentuk lemari yang lucu. Akan ada beberapa pertimbangan sebelum memutuskan untuk membeli lemari baju untuk bayi. Bagaimana cara memilih lemari baju untuk bayi? Simak di sini.

1. Memerhatikan Bentuk Lemari

Perhatikan bentuk kamar Si Kecil, dengan begitu Moms akan mendapatkan gambaran tentang bentuk lemari baju bayi yang akan cocok di simpan di sana.

Jika lemari baju bayi yang berbentuk persegi yang sederhana terlalu kuno, ada banyak ide bentuk cantik lainnya di luar sana.

Jika ingin menghemat ruang, Moms bisa memilih lemari baju bayi yang menyatu dengan tempat tidurnya. Misalnya yang dipadukan di bawah tempat tidur, dengan Si Kecil yang tidur di ranjang atas.

Moms juga bisa menambahkan tirai panjang yang menutupi lemari, atau area tidur, atau keduanya.

Bentuknya juga tidak selalu kotak atau persegi panjang. Moms memiliki banyak pilihan bentuk lemari baju untuk bayi yang bisa disesuaikan dengan tema, nuansa, atau dekorasi kamar Si Kecil.

Dengan begitu, lemari juga akan menambah estetika dalam ruangan, bukan hanya menonjolkan fungsi.

2. Pilih Bahan Lemari

Memilih bahan untuk lemari baju bayi berkaitan dengan lama atau tidaknya lemari tersebut akan digunakan. Jika ingin menjadi yang bisa diturunkan hingga anak berikutnya, Moms bisa memilih lemari dengan bahan yang kuat.

Ada lemari baju berbahan kayu gelap yang dipoles dengan beberapa ukiran atau hiasan yang memiliki kesan klasik. Biasanya, lemari jenis ini memiliki cermin di salah satu pintunya dan terlihat menawan. Ini juga akan berguna saat Si Kecil mencoba pakaiannya atau sekadar bercermin untuk bermain.

Kayu yang lebih ringan seperti pinus (kayu lunak) dan maple (kayu keras), cenderung memiliki butiran alami yang indah dan menambah kesan lapang pada ruangan. Jati, kenari, dan rosewood memiliki biji-bijian yang lebih gelap, terkadang keunguan, sehingga terlihat lebih megah.

Atau, Moms juga bisa memilih lemari baju untuk bayi yang modern. Biasanya lemari ini memiliki bentuk dan dekorasi dengan skema warna cerah, atau ditambahkan dengan gambar kartun atau karakter film yang akan disukai Si Kecil.

3. Cari Tahu Fitur di Dalamnya

Setelah menentukan tampilan luar dan bahannya, jangan lupakan untuk mengecek bagian dalam dari lemari baju bayi yang akan Moms pilih.

Biasanya, lemari memiliki rak atau laci sebagai ruang penyimpanan yang sangat dibutuhkan untuk kamar tidur bayi.

Ada yang bagian dalamnya luas dan hanya memiliki beberapa sekat, memiliki laci lebih dari satu, dan juga space tinggi untuk menggantung baju Si Kecil.

Ada juga rak-rak yang tertata rapi sebagai tempat untuk menyimpan sepatu, atau bahkan topi dan aksesoris bayi.

Baca Juga: 9 Benda Ajaib Ini Akan Membuat Lemari Jadi Rapi Dalam Sekejap

Cara Menata Lemari Baju Bayi

3 Lemari Baju Bayi -2.jpg

Foto: Lifeasmama.com

Biasanya, jika sedang terburu-buru Moms akan mengambil baju secara acak dari lemari. Setelah disadari, ternyata hal itu membuat lemari tidur bayi terlihat berantakan.

Jika megitu, Moms juga akan kesulitan saat akan mencari barang yang sangat diperlukan.

Meski sering dianggap sepele, sebenarnya menata lemari baju bayi harus dilakukan secara teratur. banyak Moms yang bahkan menunda-nunda menata lemari bayi karena tampak begitu melelahkan dan takut tidak punya cukup waktu.

Tips berikut ini akan membantu Moms tentang cara menata lemari baju bayi dengan cepat dan mudah.

1. Keluarkan Semuanya dari Lemari

Cara pertama dalam menata lemari baju bayi adalah mengeluarkan semuanya dari lemari. Ini akan memungkinkan untuk melihat dengan tepat apa yang ada di lemari, sehingga Moms dapat menyortirnya dengan baik.

Pastikan untuk menyisihkan barang-barang yang bukan baju bayi, seperti pakaian Moms yang tidak sengaja dimasukkan, atau barang lain yang bisa lebih baik untuk disimpan di tempat lain.

Hal ini dilakukan agar lemari berfungsi sebagaimana mestinya; menyimpan baju dan aksesoris bayi.

Setelah mengosongkan lemari, Moms harus menganalisis ruang dan menetapkan area untuk barang-barang tertentu seperti sepatu, pakaian, mainan, dan keranjang.

Barang sortiran yang telah dilakukan sebelumnya kemudian dimasukkan dengan kategori yang telah ditentukan.

2. Berikan Kategori Bagi Tiap Barang

Cara termudah adalah memulai dengan setidaknya menyiapkan lima ember besar. Moms harus memberi label pada ember tersebut dengan kategori berikut:

  • Pakai Sekarang: Barang-barang ini haruslah barang-barang yang sesuai musim dengan ukuran Si Kecil saat ini.
  • Terlalu Besar: Simpan baju yang kebesaran ini di tempat berlabel ini sesuai ukurannya, agar Moms bisa menggunakannya pada Si Kecil saat dia cukup besar.
  • Untuk Penyimpanan: Moms akan menggunakan kategori ini jika memiliki anak yang lebih kecil di rumah yang akan menggunakan item ini nanti. Pastikan semua barang masih dalam kondisi baik.
  • Diberikan. Tempat ini untuk barang-barang yang sudah tidak digunakan atau sudah besar tetapi masih dalam kondisi baik. Moms dapat memberikan barang-barang itu kepada teman, anggota keluarga, atau menyumbangkannya untuk amal.
  • Sampah: Ini untuk baju atau barang yang sudah sangat rusak hingga tidak bisa digunakan. Bukan untuk diberikan atau disimpan untuk Si Kecil atau orang lain.

3. Kelompokkan Seperti Barang

Saat mengembalikan pakaian ke rak, pastikan untuk menyimpan barang-barang seperti itu bersama-sama. Misalnya, semua kemeja harus ada di satu area, semua rok di area lain, dan sebagainya.

Moms dapat membeli pembatas lemari yang juga akan membantu Si Kecil untuk mengatur lemarinya dengan memberi tahu di mana tepatnya barang-barang itu berada.

Alat bermanfaat lainnya seperti gantungan yang dapat disesuaikan yang tumbuh bersama bayi dan pengatur lemari dan unit rak yang telah dibuat sebelumnya.

Moms mungkin ingin menambahkan rak untuk barang-barang seperti mainan. Rak kanvas gantung atau meja rias kecil di dalam lemari sangat cocok untuk menyimpan barang-barang seperti piyama dan pakaian dalam.

Baca Juga: Lemari Baju Penuh? Rapikan dengan 30 Days Closet Challenge!

Manfaat Memiliki Lemari Baju Bayi yang Minimalis

3 Lemari Baju Bayi -3.jpg

Foto: Pinterest.com

Berbicara tentang baju dan rutinitas, membuat lemari minimalis untuk baju bayi memiliki banyak manfaat.

Salah satunya, memiliki lemari baju bayi yang minimalis akan mendukung beberapa komponen penting, seperti: kebugaran, ritme, ketenangan, pengasuhan, dan kemandirian.

1. Lemari Baju Bayi Minimalis Bagus untuk Kesehatan Emosional

Penelitian telah menunjukkan bahwa menyederhanakan lingkungan tidak hanya penting untuk kesehatan emosional, tetapi juga untuk anak-anak.

“Banyak masalah perilaku saat ini berasal dari anak-anak yang memiliki terlalu banyak barang dan menjalani kehidupan yang terlalu cepat,” kata Kim John Payne, penulis Simplicity Parenting: Using the Extraordinary Power of Less to Raise Calmer, Happier and More Secure Kids.

Kim mengatakan, banyak anak Amerika mengalami kelebihan sensorik dengan kata ‘terlalu banyak pernak-pernik, terlalu banyak pilihan, dan terlalu banyak informasi’.

Memiliki lingkungan yang sehat secara signifikan dapat mengurangi stress yang tidak perlu dalam kehidupan sehari-hari Si Kecil.

2. Lemari Baju Bayi Minimalis Mengurangi Stress

Ini akan sangat berguna bagi Moms. Sebab, lemari yang berantakan hanya akan mengundang stress. Ini juga yang akan dirasakan oleh bayi saat dia besar nanti.

Lemari yang berantakan tidak pernah terasa nyaman. Ini menyebabkan hilangnya waktu dan energi yang pada akhirnya mengarah pada frustrasi.

Salah satu studi University of California Los Angeles (UCLA) menemukan bahwa perempuan yang memiliki rumah yang berantakan memiliki tingkat kortisol dan stres kronis yang lebih tinggi daripada perempuan yang menggambarkan rumah mereka sebagai rumah yang bersih dan tenang.

3. Lemari Baju Bayi Minimalis Membuat Parenting Lebih Mudah

Saat memiliki lemari yang berantakan, tentu akan menyulitkan Moms saat akan mencari barang tertentu. Jika hal itu sering terjadi, maka menyederhanakan lemari baju bayi dapat mempersingkat waktu pencarian.

Ini akan menambah waktu parenting yang bisa Moms berikan untuk Si Kecil. Ketika Moms memiliki lemari baju yang dapat diakses dan disederhanakan, itu sama dengan memiliki manajemen waktu yang baik yang bisa diterapkan di rumah.

4. Lemari Baju Bayi Minimalis Akan Menumbuhkan Kemandirian

Jika Moms konsisten menata lemari baju bayi, ini akan menjadi kebiasaan yang tidak hanya bagus untuk Moms tapi juga untuk Si Kecil.

Saat dia besar, Si Kecil akan lebih mandiri karena ia bisa memilih baju dan memilih apa yang akan dikenakan akan membuat Si Kecil lebih mandiri.

Jika Moms ingin anak-anak bisa berpakaian sendiri dan merawat pakaiannya sendiri yang merupakan keterampilan penting, maka Moms perlu membuat lemari yang baik sehingga dia dapat membuat pilihan sendiri.

“Jika Anda membanjiri seorang anak dengan banyak hal dan banyak pilihan sebelum mereka siap, mereka hanya akan mengetahui satu isyarat emosional: ingin lebih!” kata Kim.

Baca Juga: 5 Langkah Menata Lemari ala Butik

Manfaat Selalu Menata Lemari Baju Bayi

lemari baju bayi-4

Foto: Orami Photo Stock

Selalu memiliki lemari dengan kondisi yang rapid an tidak berantakan tanpa disadari akan menjadi penghilang stress. Sesuatu yang dilakukan secara berulang adalah penghilang stres.

"Perilaku dan ritual yang berulang bisa sangat efektif dalam meningkatkan fokus dan mengurangi stres," kata Dr. Jill Owen, psikolog di Surrey, Inggris.

Di sisi lain, menata dan membersihkan lemari baju bayi adalah kesempatan untuk memunculkan perhatian dan meningkatkan konsentrasi.

Studi yang dilakukan olrh peneliti di University of Utah menemukan, perhatian yang dicurahkan saat mencuci piring dapat bermanfaat untuk mengatasi stress dan kecemasan.

Menata dan membersihkan isi lemari baju bayi seharusnya tidak menjadi tugas yang berat. Kuncinya adalah mengedit item dan memastikan ada tempat untuk semuanya.

Artikel Terkait