Newborn

NEWBORN
10 Februari 2021

Catat! Ini Hal yang Tidak Boleh Dilakukan Setelah Imunisasi

Kenali hal yang tidak boleh dilakukan setelah imunisasi untuk Si Kecil agar tidak termakan mitos
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Waritsa Asri
Disunting oleh Amelia Puteri

Vaksinasi menawarkan perlindungan bagi Si Kecil dari banyak penyakit mengerikan. Ini karen bayi lebih rentan terhadap virus karena sistem kekebalannya belum sepenuhnya matang.

Peningkatan keluaran virus ini bersama dengan perhatian yang lebih rendah pada kebersihan, membuat anak-anak lebih mungkin menyebarkan infeksi kepada orang lain.

Kemungkinan penularan semakin ditingkatkan ketika banyak anak berkumpul bersama, seperti di pusat penitipan anak dan sekolah.

Oleh karena itu, menurut Center for Disease Control and Prevention, sangat penting agar Si Kecil mendapatkan semua vaksinasi yang direkomendasikan tepat waktu.

Walaupun, kunjungan imunisasi bayi adalah salah satu acara yang tidak dinantikan oleh Moms dan Dads.

Tidak ada yang suka melihat bayi mereka menangis ketika mereka disuntik, dan jika mereka mulai mengalami efek samping setelah vaksin, itu bisa sangat membuat stres.

Karena alasan inilah, orang tua biasanya ingin mencari cara agar pengalaman tersebut lebih nyaman untuk anak kecil mereka.

Sayangnya, banyak saran yang diberikan tentang topik ini sudah usang, dan beberapanya bahkan dapat mengganggu cara kerja vaksin terutama hal yang tidak boleh dilakukan setelah imunisasi.

Yuk Moms, cari tahu apa saja hal yang tidak boleh dilakukan setelah imunisasi berikut ini.

Baca Juga: 4 Fakta yang Perlu Moms Ketahui tentang Imunisasi

Hal yang Tidak Boleh Dilakukan Setelah Imunisasi

Dalam jurnal Human Vaccines & Immunotherapeutics, vaksin pada anak-anak menyelamatkan sekitar 2-3 juta nyawa di seluruh dunia setiap tahunnnya.

Karena itu, penting bagi Moms untuk melakukan vaksin, meskipun dengan beberapa efek samping tertentu.

Terkadang anak-anak mengalami reaksi ringan dari suntikan, seperti nyeri di tempat suntikan, ruam atau demam.

Reaksi ini normal dan akan segera hilang. Namun, berikut ini ada beberapa hal yang tidak boleh dilakukan setelah imunisasi:

1. Jangan Berikan Obat Pencegahan Kepada Bayi

Hal yang tidak boleh dilakukan setelah imunisasi

Foto : Orami Photo Stock

Banyak ibu memberi bayi dosis paracetamol atau obat lain untuk demam sebelum imunisasi, untuk mencegah efek sampingnya.

Penting untuk dipahami bahwa tidak semua efek samping vaksin itu buruk.

Jika bayi mengalami gejala flu seperti pilek dan demam ringan, itu menunjukkan bahwa sistem kekebalannya merespons dan membangun sel kekebalan terhadap penyakit apa pun yang telah diimunisasi kepadanya.

Oleh karena itu, sebenarnya demam ini pertanda positif, dan tujuan Moms atau Dads bukanlah untuk segera menghentikan demam.

Parasetamol juga berpotensi mengganggu respons imun ini dan mengurangi imunitas yang dikembangkan bayi. Sehingga, ini menjadi hal yang tidak boleh dilakukan setelah imunisasi.

Berikan parasetamol pada Si Kecil hanya jika ia mengalami demam di atas 38.5 °C, atau jika Moms benar-benar dapat melihat bahwa Si Kecil sedang tidak enak badan.

2. Jangan Mengoleskan Salep atau Tambalan ke Tempat Suntikan

Hal yang tidak boleh dilakukan setelah imunisasi

Foto : Orami Photo Stock

Selama bertahun-tahun, klinik menggunakan tambalan untuk membuat kulit mati rasa di area tempat bayi harus menerima suntikan.

Terkadang Moms sering juga disarankan untuk mengoleskan salep ke tempat suntikan setelah imunisasi.

Tetapi nyatanya, ini juga menjadi hal yang tidak boleh dilakukan setelah imunisasi. Produk-produk ini dapat mengganggu penyerapan vaksin.

Mengutip Living and Loving, jika bayi merasa nyeri, oleskan kain hangat ke area tersebut untuk mengurangi ketidaknyamanan yang tengah dialami.

Baca Juga: 6 Tips Efektif Mengatasi Demam Setelah Imunisasi pada Anak

3. Berikan Obat Sesuai Dosis

Hal yang tidak boleh dilakukan setelah imunisasi

Foto: Orami Photo Stock

Hindari penggunaan obat secara berlebih karena bisa menimbulkan overdosis hingga masalah yang serius sebagai hal yang tidak boleh dilakukan setelah imunisasi.

Selain itu, jangan berikan Si Kecil asetaminofen dalm jumlah yang lebih banyak.

Saat Moms atau Dads memberi anak asetaminofen atau ibuprofen, jangan juga memberi mereka obat batuk atau pilek yang dijual bebas.

Hal ini dapat menyebabkan overdosis obat karena obat batuk dan pilek sering kali mengandung acetaminophen atau ibuprofen.

Padahal, untuk amannya, jangan sekali-kali memberikan obat batuk dan pilek penawar batuk kepada anak kecuali Kalian berbicara dengan dokter anak terlebih dahulu.

4. Jangan Menunda Imunisasi

Hal yang tidak boleh dilakukan setelah imunisasi

Foto : Orami Photo Stock

Menurut Departemen Kesehatan Nasional, bayi tidak boleh diimunisasi jika mereka mengalami demam lebih tinggi dari 38.5° C, atau jika mereka sedang sakit parah.

Imunisasi masih diperbolehkan pada bayi dengan demam ringan dan penyakit ringan.

Alasan pedoman ini adalah banyak ibu yang harus bepergian jauh dengan transportasi umum, dan mereka mungkin tidak dapat kembali ke klinik di lain waktu.

Menunda imunisasi dapat menyebabkan bayi tidak menerimanya sama sekali. Ini juga merupakan hal yang tidak boleh dilakukan setelah imunisasi.

Jika Moms dapat dengan mudah kembali ke klinik dalam satu atau dua minggu, sebaiknya bayi tidak diimunisasi jika ia mengalami demam dalam 24 jam terakhir.

Baik demam maupun obat apa pun yang Moms berikan dapat memengaruhi responsnya terhadap imunisasi. Moms juga tidak ingin mengambil risiko mengalami efek samping vaksin pada bayi yang sudah tidak enak badan.

Tentu saja, jika Si Kecil sangat sering sakit, Moms mungkin harus sedikit berkompromi dan memberikan imunisasi pada bayi meskipun dia tidak sepenuhnya sehat.

Tidak diimunisasi juga membawa risiko infeksi lain. Dokter anak harus dapat membimbing Moms dalam memutuskan apa yang terbaik untuk bayi Moms.

Ingatlah bahwa hidung tersumbat atau meler dan batuk ringan tanpa demam atau gejala lain bukanlah indikasi penundaan imunisasi.

Banyak anak kecil memiliki masalah lendir yang hampir konstan.

Baca Juga: Bolehkah Bayi Imunisasi saat Batuk Pilek?

5. Membiarkan Bayi Menangis Tak Henti

Hal yang tidak boleh dilakukan setelah imunisasi

Foto: Orami Photo Stock

Jika Si Kecil menangis selama 3 jam atau lebih tanpa henti, tampak lemas atau tidak responsif, dan mulai mengalami kejang (kejang), atau jika Moms khawatir tentang bagaimana penampilan atau perasaan bayi Si Kecil, hubungi dokter anak.

Reaksi serius tidak umum terjadi, tetapi dokter tahu caranya untuk menghadapinya jika itu terjadi.

Terakhir, ingatlah bahwa sebagian besar anak kecil bisa mengatasi suntikan dengan sangat baik.

Bayi mungkin menangis sejak suntikan pertama, tetapi biasanya mereka akan segera tenang dan sebagian besar anak kecil akan baik-baik saja setelah itu.

Sangat sering mereka juga tidak mengembangkan efek samping apapun. Berikan banyak cinta dan perhatian pada si kecil setelahnya, dan ketahuilah bahwa ini pun akan berlalu.

Setelah mengetahui hal yang tidak boleh dilakukan setelah imunisasi, tentu Moms dan Dads tak perlu ragu untuk mengikuti tiap permintaan dokter anak.

Nah, bagaimana pengalaman Moms ketika mengajak anak imunisasi?

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait