Trimester 2

11 September 2021

Hamil Anggur: Definisi, Penyebab, dan Tanda yang Harus Diwaspadai

Waspada hamil anggur ya, Moms!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Defara Millenia
Disunting oleh Adeline Wahyu

Hamil anggur merupakan salah satu masalah kehamilan yang bisa saja terjadi pada ibu hamil.

Kehamilan merupakan momen yang membahagiakan bagi Moms dan Dads. Kehamilan yang sehat dan normal tentunya akan menjadi anugerah terindah saat Si Kecil lahir ke dunia.

Tapi tak sedikit kehamilan yang berakhir tak membahagiakan dan harus digugurkan karena beberapa masalah kesehatan atau bahkan kondisi janin yang tidak berkembang atau yang kita kenal dengan hamil anggur.

Melansir International Journal of Reproductive Medicine, diagnosis hamil anggur dapat diketahui pada trimester kedua dan umumnya memberikan tanda, yaitu ukuran uterus yang besar, toksemia, anemia, hiperemesis, gangguan pernapasan, dan hipotiroidisme.

Nah, agar kita tidak keliru dan waspada dengan kondisi kehamilan seperti ini. Alangkah lebih baiknya Moms mengetahui mengenai kehamilan anggur ini.

Baca Juga: Mengidap Lupus Saat Hamil? Ketahui Risikonya

Pengertian Hamil Anggur

hamil anggur

Foto: Orami Photo Stock

Melansir Journal of Perinatal Medicine, kehamilan anggur atau yang dikenal dalam istilah medis mola hodatidosa atau kehamilan mola terjadi ketika jaringan di sekitar sel telur yang dibuahi tumbuh secara tidak normal.

Hamil anggur terjadi ketika plasenta tidak berkembang secara normal. Sebaliknya, tumor terbentuk di rahim dan menyebabkan plasenta menjadi massa kantung berisi cairan, juga disebut kista. Sekitar 1 dari setiap 1.000 kehamilan (0,1 persen) adalah kehamilan mola.

Kehamilan semacam ini tidak berlangsung lama karena plasenta biasanya tidak dapat memberi makan atau menumbuhkan bayi sama sekali. Dalam kasus yang jarang terjadi, itu juga dapat menyebabkan risiko kesehatan bagi ibu.

Berbagai gejala dapat muncul pada bulan keempat kehamilan tetapi seringkali kehamilan mola ditemukan ketika keguguran terjadi.

Tindakan perawatan yang dilakukan biasanya meliputi pelebaran dan kuretase (D&C) setelah keguguran untuk mengangkat jaringan molar dalam rahim, jika tidak diangkat, memiliki risiko kecil berkembang menjadi kanker.

Baca Juga: Bila Divonis Tidak Subur, Bagaimana Caranya Merencanakan Kehamilan?

Penyebab Hamil Anggur

hamil anggur

Foto: Orami Photo Stock

Moms sampai saat ini belum bisa memprediksi sejak awal, apakah Moms mengalami hamil anggur atau tidak.

Kebanyakan wanita membawa ratusan ribu sel telur. Beberapa di antaranya mungkin tidak terbentuk dengan benar. Mereka biasanya diserap oleh tubuh dan dikeluarkan.

Hamil anggur disebabkan oleh sel telur yang dibuahi secara tidak normal. Sel telur biasanya mengandung 23 pasang kromosom.

Berdasarkan jenisnya, penyebab hamil anggur dibedakan menjadi dua jenis, yaitu:

1. Hamil Anggur Lengkap

Pada hamil anggur lengkap, jaringan plasenta menjadi abnormal dan membengkak dan tampak membentuk kista berisi cairan.

Hamil anggur lengkap disebabkan gagalnya kromosom dari sel telur dan sperma bersatu. Hal ini menyebabkan jumlah kromosom hanya 23 saja sehingga tidak ada pembentukan jaringan janin.

2. Hamil Anggur Parsial

Pada kehamilan anggur parsial mungkin ada jaringan plasenta yang normal bersama dengan jaringan plasenta yang terbentuk secara tidak normal. Mungkin juga ada pembentukan janin, tetapi janin tidak dapat bertahan hidup, dan biasanya keguguran pada awal kehamilan.

Kondisi ini disebabkan oleh kromosom dari sel telur tetap 23, sementara dari sperma jumlahnya meningkat menjadi 46 sehingga totalnya 69.

Hal ini menyebabkan jaringan plasenta abnormal dan perkembangan janin terhambat sehingga bisa menyebabkan gagal tumbuh.

Baca Juga: Konsumsi Paracetamol untuk Ibu Hamil, Amankah?

Tanda-tanda Hamil Anggur

tanda hamil anggur yang harus diwaspadai 4.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Wanita dengan kehamilan mola sama seperti kehamilan pada umumnya, yang mana saat melakukan tes kehamilan hasilnya positif dan gejala awal yang sama dari kehamilan normal.

Namun, tanda hamil anggur kemudian dapat muncul dan harus diwaspadai, meliputi:

1. Pertumbuhan Rahim Lebih Cepat

Pada kondisi ini rahim mengalami ukuran yang tidak normal, bahkan tidak sesuai dengan usia kehamilan.

Bahkan perut dari wanita dengan hamil anggur akan lebih besar dari wanita dengan kehamilan yang normal.

2. Mual dan Muntah

Mual dan muntah banyak dikatakan para ahli merupakan tanda kehamilan yang sehat dan janin berkembang. Tapi, ternyata mual dan muntah berlebih hingga parah juga bisa menjadi tanda hamil anggur.

3. Terdapat Benjolan

Saat meraba vagina akan terdapat benjolan seperti kista yang menyerupai anggur. Jika hal ini terjadi, maka segera konsultasikan dengan dokter kandungan Moms.

Baca Juga: Payudara Sakit Saat Hamil Berapa Minggu? Simak Jawabannya Berikut Ini!

4. Janin kosong

Saat melakukan pemeriksaan kehamilan, tak hanya janin yang tidak berkembang, bahkan tidak ada gerakan ataupun detak jantung yang terdeteksi.

Jika hal ini terjadi setelah pemeriksaan lebih dari dua kali, maka Moms patut curiga terhadap tanda hamil anggur.

5. Hipertiroidisme

Produksi hormon tiroid yang berlebihan sehingga menghasilkan banyak hormon tiroksin, yang malah bisa menyebabkan penurunan berat badan dan peningkatan nafsu makan.

6. Perdarahan

Keluarnya cairan yang gelap dari vagina pada awal kehamilan yang berwarna merah cokelat sampai dengan merah terang selama trimester pertama.

Umumnya disertai dengan benjolan-benjolan seperti buah anggur yang keluar dari vagina.

Baca Juga: Bolehkah Ibu Hamil Makan Durian? Begini Penjelasannya

7. Kadar HCG yang Sangat Tinggi

Hormon kehamilan yang dibuat oleh plasenta atau yang kita kenal dengan istilah hormon HCG (Human Chorionic Gonadotropin) meningkat sangat pesat melebihi wanita dengan kehamilan yang normal.

8. Preeklamsia Dini

Tekanan darah tinggi atau preeklamsia selama kehamilan biasanya terjadi pada usia kehamilan 20 minggu. Tapi, pada kondisi hamil anggur tekanan darah akan naik dari mulai awal kehamilan.

9. Nyeri Panggul

Sakit pinggang ataupun nyeri panggul memang merupakan keluhan kehamilan pada umumnya.

Tapi sejak awal pada kehamilan anggur ini biasanya nyeri panggul akan terasa sangat parah seperti tekanan berlebih yang amat sangat mengganggu.

Baca Juga: Mengenal KB Steril, Prosedur Kontrasepsi yang Sangat Efektif untuk Mencegah Kehamilan

Cara Mengatasi Hamil Anggur

hamil anggur

Foto: Orami Photo Stock

Pada umumnya dari banyak kasus hamil anggur biasanya mengalami keguguran spontan, tapi ada juga beberapa kasus yang tidak mengalami hal ini.

Sehingga dilakukan tindakan pemberian obat untuk memicu rahim sehingga kehamilan pun terlepas atau gugur. Pilihan pengobatan tergantung pada berbagai faktor, termasuk apakah tumor telah menyebar ke area lain di tubuh atau tidak, tetapi dapat mencakup:

  • dilatasi dan kuretase (D&C), serviks dibuka dengan lembut dan isi rahim dikeluarkan (dikeluarkan)
  • histerektomi, jika seorang wanita tidak menginginkan anak lagi, operasi pengangkatan rahimnya mungkin direkomendasikan.

Hamil anggur dapat bertahan setelah prosedur evakuasi. Ada kemungkinan 15 hingga 25 persen hamil anggur lengkap bertahan dan 0,5 hingga 4 persen kemungkinan hamil anggur parsial bertahan.

Tes utama adalah tes darah untuk hCG, tetapi terkadang pengumpulan urin 24 jam dapat digunakan untuk mengukur kadar hCG.

Jika kadar hCG tidak turun atau terus meningkat, atau jika tes lebih lanjut seperti rontgen dan pemindaian menunjukkan bahwa penyebaran telah terjadi dan Moms didiagnosis dengan GTD persisten, maka memerlukan kemoterapi.

Penting untuk benar-benar menghindari kehamilan sampai kadar hCG Moms kembali normal, karena kehamilan normal akan menghasilkan hCG dan membuat pemantauan tes darah tidak efektif.

Jika Moms memerlukan kemoterapi, hindari hamil untuk tahun pertama setelah menyelesaikan perawatan agar tes darah hCG efektif dan menghindari bahaya pada bayi yang sedang berkembang.

Setelah prosedur pada kehamilan anggur dilakukan, biasanya dokter merekomendasikan menunda kehamilan selama enam bulan hingga satu tahun untuk mencegah risiko yang tidak diinginkan.

Nah itu dia Moms mengenai hamil anggur. Jika Moms mengalami tanda di atas, sebaiknya segera periksa ke dokter ya!

  • https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/24597287/
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3279094/
  • https://www.healthline.com/health/pregnancy/molar-pregnancy#takeaway
  • mayoclinic.org/diseases-conditions/molar-pregnancy/symptoms-causes/syc-20375175
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait