Program Hamil

PROGRAM HAMIL
8 Maret 2021

Hamil Menjelang Menopause, Mungkinkah?

Untuk Moms yang hamil atau sedang melakukan program hamil di usia yang tidak muda lagi
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Floria Zulvi
Disunting oleh Amelia Puteri

Mungkin Moms ada yang penasaran, bisa atau tidaknya hamil menjelang menopause.

Walau menstruasi masih dialami walau mungkin tidak setiap bulan seperti pada normalnya, agak membingungkan apakah masa subur di usia ini, benar-benar sesubur saat dahulu di usia produktif.

Sebelum membicarakan mengenai hamil menjelang menopause, pertama-tama, mari mengenali apa itu menopause sebenarnya!

Ketahui Tanda-tanda Menopause

Hamil Menjelang Menopause

Foto: Orami Photo Stock

Menopause adalah berhentinya secara fisiologis siklus menstruasi. Biasanya masa menopause ini akan hadir ketika seorang perempuan mulai menginjak usia 45-55 tahun.

Seorang wanita dikatakan mengalami menopause bila tidak mengalami menstruasi lagi selama setidaknya 12 bulan. Masa selesainya siklus menstruasi tersebut pun diidentikan dengan sudah habisnya cadangan sel telur.

Fase alami ini disebabkan oleh perubahan pada kadar hormon tubuh wanita. Menjelang akhir usia 30 tahun, kinerja ovarium akan menurun lalu akhirnya berhenti memproduksi hormon reproduksi pada usia sekitar 50 tahun.

Usia menopause pada tiap wanita berbeda-beda, tapi menopause umumnya terjadi usia 45-55 tahun. Meski demikian, ada juga sebagian wanita yang mengalaminya sebelum berusia 40 tahun.

Namun, tahukah Moms kalau beberapa tanda menopause sendiri sudah muncul ketika masa perimenopause? Hal ini penting diketahui agar Moms bisa mengetahui jika mengalami hamil menjelang menopause.

Begini tanda menopause yang akan terjadi pada setiap perempuan!

1. Menstruasi Mulai Tak Teratur

Hamil Menjelang Menopause

Foto: Orami Photo Stock

Ketika mendekati masa menopause, perempuan biasanya akan mengalami perubahan siklus menstruasi yang ditandai dengan haid tak teratur atau selalu berubah-ubah.

Menstruasi pada umumnya memiliki siklus yang tetap. Namun ketika Moms memiliki siklus menstruasi yang sebelumnya lancar dan teratur dan kini berubah menjadi datang lebih cepat atau bahkan terlambat serta durasinya lebih singkat, hal ini patut diwaspadai.

Jumlah darah menstruasi sendiri pun biasanya bisa lebih sedikit, lebih banyak, atau mungkin hanya berupa bercak darah dan flek saja.

Baca Juga: 6 Hal Yang Perlu Diketahui tentang Seks Menjelang Menopause

2. Panas yang Menyebar

Rasa panas yang terasa menyebar dari area wajah lalu ke leher hingga ke tubuh bisa menjadi tanda menopause paling umum dirasakan perempuan yang kerap dirasakan perempuan jelang menopause.

Bahkan, pada sebagai perempuan, kondisi ini bisa muncul lebih awal ketika siklus haid masih berlangsung.

Hadirnya rasa panas yang datang tiba-tiba dan tidak diketahui penyebabnya ini bisa menjadi tanda menopause.

Tak sampai sana, gejala lainnya yang biasanya dirasakan adalah tubuh yang menjadi kemerahan, dada berdebar dan tubuh yang berkeringat.

3. Kesulitan Menahan Buang Air Kecil

Saat perempuan masuk ke dalam masa menopause, ia akan mengalami kondisi inkotinesia urine atau kesulitan menahan buang air kecil. Masalah pada saluran kemih ini akan membuat perempuan tersebut menjadi lebih sering buang air kecil.

Keluhan tersebut sendiri terjadi karena jaringan di area vagina dan saluran kemih jadi menipis serta kehilangan kemampuan elastisitasnya.

Tak hanya itu, penurunan kadar estrogen dalam tubuh yang terjadi pada masa memasuki menopause pun bisa membuat perempuan menjadi lebih ringkih terhadap infeksi, seperti infeksi saluran kemih.

Baca Juga: Moms, Simak 8 Cara Alami Mengatasi Gejala Menopause Ini, Yuk

4. Vagina Terasa Kering

Hamil Menjelang Menopause

Foto: Orami Photo Stock

Ketika vagina terasa kering, hal ini bisa menjadi tanda menopause. Hal tersebut terjadi karena penurunan produksi hormon estrogen dan progeseron dalam tubuh perempuan.

Hal ini pun bisa menyebabkan produksi cairan pelumas yang dimiliki oleh vagina jadi berkurang dan menyebabkan vagina terasa kering.

Kondisi vagina kering ini pun biasanya hadir bersamaan dengan rasa tidak nyaman, gatal, atau perih di sekitar vagina. Perempuan yang mengalami kondisi ini biasanya juga akan merasakan nyeri ketika berhubungan seksual.

5. Penurunan Gairah Seks

Ketika hormon estrogen mengalami penurunan karena menopause, hal tersebut bisa membuat klitoris menjadi kurang peka terhadap rangsangan seksual.

Nah, hal ini pun membuat keadaan vagina menjadi kering dan kurang elastis.

Jadi, tanda menopause yang satu ini bisa menyebabkan penurunan gairah seks dan membuat perempuan menjadi sulit orgasme.

Nah, itu adalah 5 tanda yang bisa dijadikan patokan Moms sudah mulai memasuki masa menopause. Lalu, ketika sudah berada di masa menjelang menopause, bisakah kehamilan terjadi?

Baca Juga: 4 Olahraga yang Cocok Dilakukan Saat Menopause

Hamil Menjelang Menopause, Mungkinkah Terjadi?

Hamil Menjelang Menopause pixabay.jpg

Foto: pixabay.com

Bagi yang terlambat menikah dan ingin memiliki anak namun sudah memasuki usia menjelang menopause mungkin ini menjadi pertanyaan penting. Mungkin nggak sih bisa hamil menjelang menopause? Terlebih, ketika seorang perempuan sudah memiliki tanda-tanda menopause seperti haid yang sudah tak terlalu lancar, misalnya.

Mengenai pertanyaan yang berada di benak Moms tersebut, dr. David Mayndra Utama, Sp. OG pun sudah memberikan jawabannya pada Orami, nih!

“Jadi, selama seorang wanita masih mendapatkan menstruasi maka kehamilan masihlah sangat mungkin bisa terjadi karena cadangan sel telur yang kemungkinan masih ada,” kata dr. David Mayndra Utama, Sp.OG, obgyn dari Klinik Fertilitas Bocah Indonesia, Tangerang.

Jadi, selama menopause belum tiba, Moms masih mungkin hamil.

Senada dengan dr. David, Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan, dr. M. Charnaen Ibrahim, Sp.OG , pun mengatakan hal yang sama mengenai kemungkinan hamil menjelang menopause.

"Menjelang menopause, ibu masih dapat hamil atau masih dapat terjadi kehamilan. Walaupun persentasenya rendah secara alamiah, yaitu sekitar 4%. Selama wanita masih mengalami menstruasi teratur, maka kehamilan tetap dapat terjadi. Tanda-tanda kehamilan yang dapat dirasakan apabila wanita menjelang menopause hamil sama dengan tanda-tanda kehamilan wanita pada umumnya, seperti tidak haid, payudara mengencang, mual dan muntah, dan lain-lain," jelas dr. M Charnaen Ibrahim.

Meski memiliki kemungkinan, bukan berarti mengalami hamil menjelang menopause tidak tanpa risiko. Persentase keguguran ketika mengalami hamil menjelang menopause pun menjadi lebih tinggi dari kehamilan normal.

Apa saja risiko ketika mengalami hamil menjelang menopause? Yuk simak di sini!

Baca Juga: Waspada, Ini 6 Risiko Kesehatan setelah Menopause

Mengetahui Risiko Hamil Menjelang Menopause

Hamil Menjelang Usia Menopause.jpg

Foto: pregnancytoparenting.ca

Walaupun hamil menjelang menopause bukanlah sebuah hal yang tidak mungkin namun, organ reproduksi wanita memiliki masa produktif yang terbatas.

Sel telur pada seorang wanita tumbuh saat bayi masih dalam kandungan dan disimpan dalam ovariumnya.

Lebih jauh dr. David menjelaskan bahwa Moms harus bersiap-siap dan paham ketika terjadi hamil menjelang menopause, maka setiap perempuan akan memiliki risikonya masing-masing/

“Tapi, umur ideal seorang wanita mendapatkan kehamilan adalah antara 20-35 tahun. Di luar usia tersebut, terdapat risikonya masing-masing,” kata dr. David mengingatkan.

Bukan hanya kondisi hamil menjelang menopause, ketika seorang perempuan mengalami kehamilan terlalu muda, hal itu pun bisa berbahaya pada perkembangan janin di tubuhnya.

Jika Moms hamil di bawah usia 20 tahun, organ reproduksi belum matang dan menimbulkan risiko terjadinya gangguan perkembangan janin.

Sedangkan, kehamilan pada usia di atas 35 tahun memiliki risiko terjadinya kelainan kromosom pada janin yang dikandungnya, risiko keguguran yang lebih besar dan juga kemungkinan komplikasi saat kehamilan dan persalinan meningkat.

Jadi, patut berhati-hati, Moms. Sebaiknya rencanakan dengan matang mengenai program kehamilan atau jangan lupa untuk melakukan konsultasi dengan dokter secara mendalam ketika mengalami hamil menjelang menopause.

Hal tersebut tentu saja sangat penting mengingat hamil menjelang menopause pastilah membutuhkan perhatian yang lebih agar kondisi janin dan ibu hamil tetap terjaga.

Baca Juga: 9 Pertanyaan yang Wajib Ditanyakan Ke Dokter Kandungan Saat Program Hamil

Hal yang Harus Dilakukan Jika Hamil di Usia Menjelang Menopause

Hamil Menjelang Usia Menopause (2).jpg

Foto: pregnancy.lovetoknow.com

Apabila seorang wanita hamil di usia yang sudah tidak muda atau hamil menjelang menopause, dalam hal ini, berarti jauh di atas umur 35 tahun, maka Moms harus rajin mengontrolkan kehamilannya ke dokter.

“Karena sedang hamil di usia riskan, Moms harus rajin melakukan pemeriksaan tekanan darah, laboratorium dan USG sehingga bisa segera diketahui apabila ada komplikasi selama kehamilan tersebut,” kata dr. David.

Jika semua hal terkontrol, dokter jadi bisa segera melakukan penanganan atau tindakan untuk mencegah komplikasi yang lebih buruk.

Nah, Moms. Itulah penjelasan mengenai hamil di usia menjelang menopause. Kesimpulannya, tidak ada yang tidak mungkin selama Moms masih bisa menstruasi dan ovulasi. Tapi, harus berhati-hati, ya.

Nah, bagaimana nih Moms penjelasan mengenai hamil menjelang menopause beserta tanda-tanda menopause yang wajib Mom ketahui?

Jika Moms masih memiliki pertanyaan seputar topik hamil menjelang menopause atau mengenai kehamilan lainnya, jangan ragu untuk menuliskannya di kolom komentar, ya!

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait