Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Health | Oct 7, 2018

Hati-Hati, 4 Jenis Makanan Ini Sering Membuat Diet Gagal!

Bagikan


Rasanya sudah sekuat tenaga olahraga dan diet untuk menurunkan berat badan, tapi kok belum terlihat hasilnya?

Mungkin Moms sudah ‘menyingkirkan’ makanan-makanan berat yang potensial membuat berat badan Anda sulit turun, nasi putih misalnya.

Namun, bisa jadi Moms masih mengonsumsi makanan-makanan lainnya yang menghambat kesuksesan diet.

Baca Juga : Hati-hati, Ini 6 Bahaya Diet Terlalu Ekstrem

Jadi, ketahui dulu jenis makanan yang bisa menggagalkan diet berikut ini!

Makanan dengan MSG

Monosodium glutamat (MSG) adalah penambah rasa yang sangat adiktif yang biasa digunakan dalam makanan cepat saji, mie instan, daging olahan, dan banyak lainnya.

Sebuah studi di China menunjukkan bahwa mengonsumsi makanan yang ber-MSG secara teratur dapat meningkatkan berat badan, serta memicu banyak masalah kesehatan lainnya.

Tak hanya itu, orang yang rutin menggunakan MSG paling banyak dalam masakan mereka, hampir tiga kali lebih mungkin mengalami kelebihan berat badan, daripada mereka yang tidak memakainya.

Bahkan yang menakutkan, peningkatan risiko obesitas tidak tergantung pada aktivitas fisik dan total kalori yang dikonsumsi.

Kondisi terkait MSG lainnya meliputi fibromyalgia, hati berlemak dan toksisitas hati, gula darah tinggi, asma, kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, gangguan otak neurologis, gangguan pencernaan, dan sindrom metabolik.

Pemanis Buatan

pemanis makanan, makanan yang membuat diet gagal

Banyak orang menggunakan pengganti gula dengan pemanis nol kalori sebagai alat penurunan berat badan. Namun pemanis ini sebenarnya memiliki efek sebaliknya.

Dalam penelitian, tikus yang diberi makan pemanis buatan sakarin, sucralose atau aspartam mengembangkan intoleransi glukosa, kondisi metabolik yang terkait dengan obesitas dan diabetes tipe 2.

Dalam penelitian lanjutan terhadap 7 sukarelawan manusia, 4 menjadi tidak toleran glukosa setelah mengonsumsi dosis sakarin maksimum yang direkomendasikan hanya dalam satu minggu.

Baca Juga : Tips Diet Mudah Tanpa Menyiksa, Anda Harus Coba!

Produk Rendah Lemak

Banyak orang berasumsi bahwa makanan dengan label 'rendah lemak' bagus untuk menurunkan berat badan.

Namun dalam sebuah penelitian yang diterbitkan di jurnal Appetite, para peneliti menganalisis informasi nutrisi untuk hampir 6.000 makanan di Kanada dan menemukan bahwa, secara keseluruhan, produk dengan klaim rendah lemak tidak secara signifikan menurunkan kalori.

Bahkan, 'makanan rendah lemak' tersebut bisa membuat orang mengonsumsi kalori ekstra.

Makanan yang Mengandung Pengemulsi

sosis, makanan yang mengandung pengemulsi, makanan yang menyebabkan diet gagal

Emulsifier banyak digunakan pada makanan olahan, seperti es krim, mayones, margarin, cokelat, produk roti, dan sosis.

Emulsifier merupakan bahan kimia yang membantu menyatukan bahan yang tidak dapat dicampur dengan baik (misalnya minyak dan air).

Pengemulsi juga membuat makanan terlihat menarik dan tahan lama.

Studi yang dilakukan pada tikus, bila dimasukkan ke dalam tubuh, zat pengemulsi dapat mengubah bakteri usus, memicu peradangan dan meningkatkan risiko obesitas dan penyakit jantung.

Pengemulsi umum meliputi: lesitin, mono dan di-gliserida, ester poligliserol, ester sorbitan, ester PG, dan ester gula.

Jadi, segera hindari keempat jenis makanan diatas ya agar diet Moms berjalan dengan lancar dan menunjukkan hasil yang signifikan!

Ditinjau oleh: dr. Adnan Yusuf

Sumber : meetdoctor.com

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.