Gratis Ongkir minimum Rp 200.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Health | Jun 27, 2018

Hati-hati, Ini 6 Bahaya Diet Terlalu Ekstrem

Bagikan


Demi suatu acara yang besar atau ditunggu-tunggu, seringkali beberapa wanita melakukan diet ekstrem yang menurutnya bisa membuat berat badannya berkurang dalam waktu singkat.

Sebut saja karena acara reuni, Moms akhirnya merelakan diet hanya makan satu kali sehari atau hanya makan sayur-sayuran saja menjelang acara.

Tentu pola makan seperti ini tidak benar karena akan merusak sistem pencernaan dan mengurangi energi. Jangan pernah berpikir untuk diet semacam ini ya Moms!

Meskipun berat badan akan turun drastis dalam waktu singkat, Moms harus tahu 6 bahaya diet terlalu ekstrem.

Badan tidak bertenaga

Dampak awal dari diet terlalu ekstrem biasanya ditandai dengan badan yang lemas dan tidak bertenaga.

Meski banyak orang yang bilang salah satu cara efektif untuk menurunkan berat badan adalah menahan lapar, tapi jangan sampai Moms kekurangan asupan kalori.

Idealnya, wanita dewasa membutuhkan asupan rata-rata 2000 kalori. Jadi, bayangkan jika Moms menerima asupan makanan kurang dari jumlah tersebut tentu saja Moms menjadi lesu, mudah lelah, dan lebih parahnya lagi mudah pingsan lho!

Diare

Diare juga merupakan tahapan awal yang biasanya akan Moms temui saat memulai diet yang tidak sehat.

Akibat kebutuhan untuk mengurangi berat badan dalam waktu singkat seringkali Moms mengubah drastis pola makanan dalam satu hari padahal sistem pencernaan belum beradaptasi dengan gaya makan yang baru.

Oleh karena itu, cara sistem pencernaan memberontak adalah dengan membuang semua apa yang Moms makan tanpa menyerapnya menjadi sumber energi.

Hal ini lebih menyakitkan mengingat Moms harus bolak-balik ke toilet dan badan pun akhirnya terasa sangat lemas, bahkan bisa menimbulkan dehidrasi.

Baca Juga: Weight Watchers, Diet Terbaik di 2018

Sembelit

Selain diare, susah buang air besar atau sembelit juga menunggu Moms kalau-kalau Moms mencoba untuk melakukan diet ekstrem dalam waktu singkat.

Contohnya saja Moms mengonsumsi obat-obatan penurun berat badan yang sebenarnya tidak perlu karena bagaimanapun obat-obatan mengandung bahan kimia yang berbahaya dan menyebabkan ketergantungan.

Konsumsi obat-obatan yang katanya bisa menurunkan berat badan ini memberikan efek samping menganggu kinerja usus dan tidak bekerja maksimal dalam usus.

Depresi

Akibat diet ekstrem, mood jadi tidak terjaga, gampang tersinggung, sering kali melontarkan kata-kata negatif, dan akhirnya Moms jadi tidak lagi merasa puas dan bangga pada diri sendiri.

Mungkin depresi tidak berdampak pada kesehatan fisik, namun depresi akibat diet ekstrem bisa saja membuat pemikiran Moms melayang ke hal-hal negatif dan tentunya menganggu aktivitas sehari-hari.

Baca Juga: Bagaimana Diet yang Baik untuk Pemula?

Masalah kulit

Perhatikan deh, orang-orang yang menjalani diet ekstrem meskipun mereka terlihat fit, tapi kulit mereka berkata lain.

Salah satu pertanda kalau diet yang Moms lakukan itu salah adalah perubahan warna kulit menjadi oranye, kusam, kering, dan timbul jerawat.

Kulit adalah bagian pertama yang merasakan dampak awal penurunan berat badan secara drastis karena kulit sendiri adalah cerminan dari kesehatan kita.

Percuma saja melakukan berbagai perawatan, jika kulit pun akhirnya menjadi tidak sehat karena diet ekstrem.

Serangan jantung

Pernah dengar diet mayo atau diet keto? Diet mayo mengharuskan orang mengurangi asupan garam, sedangkan diet keto mengharuskan orang untuk mengurangi karbohidrat dan memperbanyak lemak untuk mengurangi berat badan.

Tentu saja dua jenis diet ini kurang tepat karena penting bagi kita mengonsumsi garam juga karbohidrat setiap harinya.

Mengurangi asupan makanan yang diperlukan dalam jangka waktu panjang bisa mempengaruhi jantung sebagai pemompa darah sehingga besar kemungkinan untuk menderita serangan jantung yang berakhir kematian nantinya.

Pasti Moms ingin tubuh langsing dan juga sehat kan? Untuk itu, atur pola diet dan lakukan olahraga yang sesuai dengan kondisi tubuh Moms. Jangan lupa untuk berkonsultasi dengan ahli gizi supaya lebih aman.

(LMF)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.