Kesehatan

9 Maret 2018

Hati-Hati, Kenali Gejala Tubuh Terserang Bakteri Listeria

Salah satu gejalanya adalah demam dan nyeri otot yang diikuti mual dan diare
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Carla Octama
Disunting oleh Carla Octama


Akhir-akhir ini warga Australia tengah dihebohkan dengan merebaknya bakteri listeria yang terdapat pada buah rock melon. Hingga saat ini, sudah tercatat 4 warga Australia yang meninggal dunia akibat bakteri tersebut.

Lalu apakah yang sebenarnya bakteri listeria tersebut, dan bagaimana gejala penyebarannya? Simak ulasannya berikut:

Bakteri Listeria

Listeriosis merupakan sebuah kondisi dimana sebuah makanan menjadi busuk dan beracun. Hal ini disebabkan karena bakteri Listeria monocytogenes, atau yang kini kerap dikenal sebagai bakteri listeria.

Bakteri ini banyak kita jumpai di tanah maupun pupuk yang kerap digunakan untuk menyuburkan produk holtikultura. Tak hanya itu, bakteri listeria juga dapat menyebar melalui daging hewan ternak maupun produk yang mengandung susu di dalamnya termasuk buah rock melon atau yang lebih akrab disapa dengan blewah.

Sebagai bakteri yang tidak membentuk spora, L. monocytogenes sangat kuat dan tahan terhadap panas, asam, dan garam. Bakteri ini juga tahan pembekuan dan dapat tetap tumbuh pada suhu 4oC, khususnya pada makanan yang disimpan di lemari pendingin.

Bakteri L. monocytogenes juga membentuk biofilm, yakni terbentuknya lapisan lendir pada permukaan makanan.

Baca Juga : Rock Melon Tewaskan Warga Australia, Ini Bakteri Berbahaya yang Ada di Dalamnya

Gejala Bakteri Listeria

Gejala ketika tubuh telah terserang bakteri ini cukup mudah dideteksi. Yaitu saat Moms merasa demam dan nyeri otot yang diikuti mual dan diare setelah mengonsumsi produk-produk yang telah disebutkan di atas, kemungkinan Moms telah terkontaminasi bakteri tersebut.

Tak hanya itu, bakteri ini juga dapat menyerang ke dalam sistem syaraf, dan jika sistem syaraf Moms mulai terserang, Moms akan mengalami gejala seperti pusing, leher yang kaku, linglung, kehilangan keseimbangan, hingga penyakit meningitis!

Bahkan, jika bakteri ini menyerang Moms yang sedang hamil, dapat menyebabkan janin lahir premature hingga keguguran. Lamanya gejala yang dialami oleh bakteri tersebut sangat beragam, mulai dari seminggu hingga 6 minggu tergantung tingkat keparahannya.

Pencegahan Terhadap Bakteri Listeria

Secara penyebarannya, hingga saat ini belum ada penelitian yang menunjukkan kalau bakteri ini dapat menyebar langsung antar manusia, karena penyebarannya memang terjadi melalui produk hasil ternak dan perkebunan, upaya pencegahannya pun sebenarnya cukup mudah yaitu, saat Moms membeli berbagai macam produk tumbuuhan dan daging, upayakan untuk selalu memisahkannya. Dari mulai daging ternak, unggas, ikan hingga sayur mayor semunya harus secara terpisah.

Sesampainya di rumah, jangan lupa untuk langsung menyimpan produk-produk tersebut dengan suhu dibawah 4 derajat celcius atau dalam freezer. Meskipun masih dapat hidup dalam suhu yang rendah, dengan menjaga kebersihan tempat penyimpanan dapat membantu menekan penyebarannya.

Dalam urusan memasakpun perlu diperhatikan, pastikan olahan-olahan dimasak dengan suhu diatas 74 derajat celcius, untuk itu waspadailah makanan mentah seperti sushi yang mungkin menjadi favorit Moms dan keluarga. Begitu pula dalam mengkonsumsi susu olahan seperti keju, perlu waspada yang cukup tinggi.

Terakhir, sama seperti jenis bakteri pada umumnya, bakteri ini dapat masuk dan bereproduksi di dalam tubuh, untuk itu Moms perlu sangat berhati-hati dalam mengolah produk holtikultura dan hasil ternak.

(MDP)

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait