Bayi

23 Juni 2020

Cegah Plagiocephaly, Apakah Bayi Membutuhkan Helm Khusus?

Banyak yang percaya penggunaan helm khusus adalah cara mencegah plagiocephaly pada bayi
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Fia Afifah R
Disunting oleh Dina Vionetta

Setiap bayi memiliki kepala yang lunak. Ini akan memungkinkan otak mereka tumbuh dengan baik.

Namun, kondisi kepala tersebut akan membuat membuat tengkorak bayi yang rentan tersebut mudah terbentuk jika terlalu lama berada di posisi yang sama. Misalnya, terlalu lama tidur di boks bayi atu kursi mobil.

Kondisi yang dihasilkan disebut plagiocephaly atau sindrom kepala datar, yakni bagian belakang atau samping kepala bayi yang rata.

Apalagi adanya rekomendasi posisi tidur bayi harus telentang untuk mengurangi risiko sindrom kematian bayi mendadak (SIDS), jumlah bayi yang mengalami sindrom kepala datar jelas meningkat.

Namun, beberapa orang tua berpikir masih terlalu dini untuk memastikan plagiocephaly karena akan membaik dengan sendirinya.

Untungnya, plagiocephaly tidak menyebabkan kerusakan neurologis dan perawatan ringan biasanya bisa digunakan untuk memperbaiki masalah tersebut.

Namun dalam beberapa kasus, bayi direkomendasikan untuk menggunakan helm khusus plagiocephaly.

Baca Juga: 5 Cara Mencegah Kepala Bayi Peyang

Helm Khusus Bayi Plagiocephaly

Cegah Plageochepaly Apakah Bayi Membutuhkan Helm Khusus -1.jpg

Foto: Etsy.com

Helm khusus tersebut disebut sebagai cara mencegah plagiocephaly pada bayi. Helm tersebut menggunakan tekanan untuk membentuk tengkorak lembut bayi, dan mengoreksi bentuk kepala.

Biasanya terbuat dari plastik dengan lapisan busa, dan terlihat mirip dengan helm sepeda anak biasa. Tergantung pada kondisinya, bayi dapat mengenakan helm selama satu hingga enam bulan.

Kebanyakan dokter akan menginstruksikan Moms untuk mengenakan helm pada bayi selama 23 jam setiap hari, dan hanya melepasnya saat mandi.

\Meskipun ini mungkin tampak seperti proses yang panjang, plagiocephaly akan diperbaiki jauh lebih cepat jika mengikuti instruksi. Sebagian besar bayi juga tidak terganggu oleh helm dan mudah beradaptasi saat memakainya.

Apakah akan memutuskan untuk menggunakan helm bayi atau tidak, ini sangat tergantung pada usia bayi dan tingkat keparahan masalahnya.

Untuk bayi di bawah 6 bulan, plagiocephaly akan sering mengoreksi dirinya sendiri dengan tummy time selama 30 menit setiap hari selama beberapa bulan.

Sebenarnya, tummy time akan meminimalisir plagiocephaly pada bayi muda. Untuk bayi yang berusia lebih dari 6 bulan dan bayi dengan kasus flat yang sangat parah, memakai helm mungkin berguna.

Helm sering kali menjadi cara mencegah plagiocephaly pada bayi yang dapat memperbaiki masalah dengan cepat dan tidak menyebabkan kerusakan pada bayi.

Baca Juga: Bantal Biasa, Bantal Peyang, Tanpa Bantal; Mana Jenis Bantal Bayi yang Terbaik?

Efektif Jika Digunakan Lebih Awal

Cegah Plageochepaly Apakah Bayi Membutuhkan Helm Khusus -2.jpg

Foto: Braceworks.ca

Tetapi menurut penelitian baru, terapi helm mungkin paling efektif ketika diterapkan sejak awal. Sebuah studi baru menyarankan yang terbaik untuk memulai menggunakan helm adalah sebelum bayi mencapai 24 minggu. Penelitian yang dipublikasikan dalam Plastic and Reconstructive Surgery ini didasarkan pada pengamatan terapi helm pada 144 bayi.

Bayi dibagi menjadi tiga kelompok: subjek dalam kelompok pertama mulai mengenakan helm sebelum mencapai 24 minggu; kelompok kedua dimulai antara 24 dan 32 minggu; dan kelompok ketiga dimulai setelah 32 minggu.

Hasilnya, terapi helm tampaknya berhasil di seluruh kelompok. Bayi yang memulai terapi sebelum 24 minggu memiliki keberhasilan terbesar, dengan 83 persen. Sebanyak 69 persen dari bayi yang mulai antara 24 dan 32 minggu memiliki hasil positif, sementara hanya 40 persen bayi yang memulai terapi helm setelah 32 minggu memiliki hasil ini.

Para peneliti menunjukkan bahwa meskipun ada gagasan inisiasi awal terapi adalah yang terbaik, ada perdebatan tentang kapan intervensi semacam ini harus dimulai. Tentu saja, setiap bayi perlu dievaluasi oleh para ahli sebelum memulai terapi helm.

"Usia dan tingkat keparahan memiliki efek yang sangat signifikan pada pengurangan asimetri tengkorak dengan terapi helm. Penelitian kami mencakup persamaan yang dapat digunakan oleh ahli bedah atau dokter untuk memberikan perkiraan individual dari pengurangan asimetri tengkorak yang diharapkan dengan terapi helm," kata Felix Kunz, DMD salah seorang peneliti dalam rilis Wolters Kluwer.

Meski helm adalah salah satu cara mencegah plagiocephaly pada bayi, Moms harus berkonsultasi dulu dengan dokter sebelum memutuskannya.

Baca Juga: Mengenal Sindrom Kepala Datar pada Bayi, Moms Harus Tahu!

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait