Selebriti

1 Juli 2021

Mengenal Hepatitis C Kronis, Penyakit yang Diderita Gary Iskak

Hepatitis C kronis bisa menyebabkan kanker hati, bahkan gagal hati
placeholder

Foto: Instagram.com/iskak_gary

placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Riskita
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Gary Iskak dikabarkan menderita hepatitis C kronis. Bagaimana ceritanya? Seperti apa hepatitis C kronis? Simak ulasannya di bawah ini.

Beberapa waktu yang lalu, aktor Gary Iskak sempat dikabarkan menjalani rawat inap di rumah sakit. Suami dari Richa Iskak tersebut menjalani perawatan di Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP).

Namun kini, Gary memutuskan untuk menjalani rawat jalan di rumah. Terlebih, kondisi pandemi COVID-19 saat ini yang juga kurang memungkinkan. Beruntung, kondisinya sudah lebih baik dari sebelumnya.

Pria yang memiliki nama lengkap Gary Muhammad Iskak itu akhirnya buka suara terkait sakit yang dialaminya. Klarifikasi ini dilakukan untuk meluruskan kabar yang beredar bahwa Gary mengidap sirosis, kanker hati, hingga sempat dikabarkan meninggal dunia.

Gary Iskak Menderita Hepatitis C Kronis

Gary Iskak mengalami penyakit hepatitis c.jpg

Foto: Orami Photo Stock

"Sekarang itu sakitnya lebih ke kronis hepatitis C, ya hepatitis," jelas Gary Iskak dalam konferensi pers yang digelar secara virtual pada Rabu, 30 Juni 2021.

Gary mengaku bahwa gejala yang dialaminya, berupa rasa mual, lambung tak enak, badannya mengalami pegal linu, hingga lemas. Semenjak sakit, Gary pun mengalami penurunan berat badan yang cukup drastis sekitar 12 kg dari berat badan sebelumnya, yakni 90 kg.

Selain itu, Gary juga mengatakan bahwa dirinya dianjurkan dokter untuk menjaga makanan yang dikonsumsi. Penyakit Hepatitis C kronis yang dialaminya membuat Gary tidak boleh makan sembarangan.

"Biasa makan pedes nggak boleh, makan pedas kayanya nggak enak lagi. Biasa makan yang enak-enak, mie-miean gitu-gitu nggak boleh juga, jadi tugas saya di sini menahan saja," tutupnya.

Lalu, apakah yang disebut dengan penyakit hepatitis C kronis? simak selengkapnya.

Baca Juga: Ini 6 Fakta Penyakit Hepatitis yang Tidak Banyak Diketahui

Penyakit Hepatitis C Kronis

Hepatitis C Kronis

Foto: Orami Photo Stock

Mengutip Mayo Clinic, Hepatitis C adalah infeksi virus yang menyebabkan peradangan hati, terkadang menyebabkan kerusakan hati yang serius. Virus hepatitis C (HCV) menyebar melalui darah yang terkontaminasi.

HCV kronis biasanya dapat disembuhkan dengan obat oral yang diminum setiap hari selama dua hingga enam bulan.

Namun, sekitar setengah dari orang dengan HCV tidak tahu bahwa mereka terinfeksi, terutama karena mereka tidak memiliki gejala, yang membutuhkan waktu puluhan tahun untuk muncul.

Untuk alasan itu, U.S. Preventive Services Task Force merekomendasikan agar semua orang dewasa berusia 18 hingga 79 tahun diskrining untuk hepatitis C, bahkan mereka yang tidak memiliki gejala atau penyakit hati yang diketahui.

Infeksi jangka panjang dengan virus hepatitis C dikenal sebagai hepatitis C kronis. Hepatitis C kronis biasanya merupakan infeksi "diam" selama bertahun-tahun, sampai virus cukup merusak hati untuk menyebabkan tanda dan gejala penyakit hati.

Gejala Penyakit Hepatitis C Kronis

gejala hepatitis c.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Tanda dan gejala hepatitis C, meliputi:

  • Mudah berdarah
  • Mudah memar
  • Kelelahan
  • Nafsu makan buruk
  • Perubahan warna kuning pada kulit dan mata
  • Urin berwarna gelap
  • Kulit yang gatal
  • Penumpukan cairan di perut (asites)
  • Bengkak di kaki
  • Penurunan berat badan
  • Kebingungan, kantuk dan bicara cadel (ensefalopati hepatik)
  • Pembuluh darah seperti laba-laba di kulit (angioma laba-laba)

Setiap infeksi hepatitis C kronis dimulai dengan fase akut. Hepatitis C akut biasanya tidak terdiagnosis karena jarang menimbulkan gejala. Ketika tanda dan gejala muncul, mereka mungkin termasuk penyakit kuning, bersama dengan kelelahan, mual, demam, dan nyeri otot. Gejala akut muncul satu hingga tiga bulan setelah terpapar virus dan berlangsung dua minggu hingga tiga bulan.

Infeksi hepatitis C akut tidak selalu menjadi kronis. Beberapa orang membersihkan HCV dari tubuh mereka setelah fase akut, hasil yang dikenal sebagai pembersihan virus spontan.

Dalam penelitian terhadap orang yang didiagnosis dengan HCV akut, tingkat pembersihan virus spontan bervariasi dari 15 persen hingga 25 persen. Hepatitis C akut juga merespon dengan baik terhadap terapi antivirus.

Baca Juga: 6 Mitos dan Fakta seputar Penyakit Hepatitis C, Wajib Tahu!

Komplikasi Penyakit Hepatitis C Kronis

komplikasi hepatitis c kronis.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Dilansir dari laman The Hepatitis C Trust, diagnosis hepatitis C kronis berarti pertempuran antara virus dan sistem kekebalan yang terjadi selama tahap akut akhirnya dimenangkan oleh virus. Sekarang sangat tidak mungkin bahwa virus dapat dibersihkan tanpa pengobatan.

Bagaimana penyakit kemudian berkembang sangat bervariasi dari orang ke orang. Setelah bertahun-tahun beberapa orang akan mengalami kerusakan hati minimal tanpa jaringan parut sementara yang lain dapat berkembang menjadi sirosis (jaringan parut hati yang luas) dalam waktu kurang dari sepuluh tahun. Rata-rata dibutuhkan sekitar dua puluh tahun untuk jaringan parut hati yang signifikan untuk berkembang.

Masih belum diketahui apakah infeksi hepatitis C kronis pasti mengarah ke sirosis. Saat ini diperkirakan bahwa ini adalah hasil yang sangat mungkin, meskipun bagi sebagian orang mungkin memakan waktu setidaknya 50 tahun atau lebih.

Mereka mungkin meninggal karena penyakit atau kondisi lain yang tidak terkait sebelum sirosis berkembang. Tingkat perkembangan kerusakan hati tidak dapat ditentukan secara akurat oleh tingkat enzim hati, viral load, atau genotipe.

Gejala yang dialami dan kerusakan yang terjadi pada hati juga sangat bervariasi dari orang ke orang. Beberapa orang akan memiliki sedikit gejala selama bertahun-tahun. Sementara bagi orang lain, gejalanya dapat memiliki efek yang cukup nyata pada kesehatan mereka.

Awalnya, diperkirakan bahwa virus hanya menginfeksi sel hati. Namun baru-baru ini menjadi jelas bahwa hepatitis C juga menginfeksi bagian dari sistem kekebalan tubuh, beberapa sel darah, dan mungkin otak.

Ini berarti bahwa hepatitis C bukan hanya penyakit hati, tetapi merupakan penyakit sistemik yang rentan mempengaruhi organ lain di dalam tubuh.

Hepatitis C menyebabkan kerusakan pada hati terutama dalam bentuk peradangan, yang kemudian menyebabkan jaringan parut atau fibrosis.

Tak hanya itu, hepatitis C kronis bisa menyebabkan kanker hati, bahkan gagal hati.

Itulah informasi mengenai penyakit hepatitis C kronis yang perlu diwaspadai. Meski berbahaya, tetapi kita bisa melakukan pencegahan dengan cara tidak menggunakan obat-obatan terlarang, berhati-hati dengan tindik atau tato, dan melakukan hubungan seksual secara aman.

  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hepatitis-c/symptoms-causes/syc-20354278
  • http://www.hepctrust.org.uk/information/impact-hepatitis-c-liver/progression-hepatitis-c/chronic-phase-hepatitis-c
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait