Kesehatan

30 Juni 2021

Mengenal Penyakit Herpes, Berikut Gejala dan Cara Mengatasinya

Herpes memang tak mengancam jiwa, tetapi perlu ditangani karena bisa menyebabkan rasa tidak nyaman
placeholder

Foto: shutterstock.com

placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Riskita
Disunting oleh Karla Farhana

Herpes merupakan penyakit kulit yang disebabkan oleh infeksi virus herpes. Infeksi virus herpes sendiri terbagi ke dalam dua jenis, yaitu herpes zoster dan herpes simplex.

Keduanya merupakan jenis virus yang berbeda. Untuk itu, Moms perlu memahami penyebab, gejala, dan cara mengatasi penyakit herpes.

Hal ini karena herpes bisa menyebabkan gejala yang tidak nyaman di kulit sehingga mengganggu aktivitas.

Baca Juga: 9 Infeksi dan Penyakit Kulit pada Anak yang Umum Terjadi, Wajib Tahu!

Herpes Zoster

cacar air sebabkan herpes zoster.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Menurut dr. Suksmagita Pratidina, Sp.KK, Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin - RS Pondok Indah - Pondok Indah, RS Pondok Indah - Bintaro Jaya, infeksi herpes zoster biasanya disebabkan oleh virus varicella zoster. Virus ini adalah virus yang sama yang menyebabkan penyakit cacar air.

"Jadi awalnya, saat kita kena cacar air, setelah sudah sembuh lesi kulitnya, virusnya kemudian tetap tinggal di dalam tubuh manusia (dorman) di saraf tulang belakang kita dan akan reaktifasi puluhan tahun setelah itu di saat imunitas kita sedang turun," jelasnya.

Gejala Herpes Zoster

gejala herpes zoster.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Meski penyakit ini disebabkan oleh virus yang sama dengan cacar air, tetapi gejalanya tidak sama.

"Khas untuk herpes zoster biasanya keluhan yang dialami di satu sisi, jadi tidak pernah kiri dan kanan. Diawali oleh ruam merah, yang kemudian ada rasa lebih sensitif di area tersebut, bisa nyeri, panas, gatal, yang kemudian di atasnya timbul lenting-lenting," kata dr. Suksmagita Pratidina.

Ia melanjutkan, herpes zoster bisa terjadi di area mana pun, "Tergantung dari mana dormannya di saraf tulang belakang kita. Jadi, areanya bisa di wajah atau di kepala, di dada, di perut, atau bisa juga di tangan dan di tungkai, bisa di mana saja."

Baca Juga: 5 Jenis-Jenis Alergi Kulit yang Umum Terjadi Pada Anak

Faktor Risiko Herpes Zoster

faktor risiko herpes

Foto: Orami Photo Stock

Mengutip Web MD, faktor risiko utama yang menyebabkan terjadinya herpes zoster adalah sistem kekebalan tubuh.

Sistem kekebalan tubuh lemahlah yang dapat membangunkan virus herpes. Jadi, setelah Moms menderita cacar air, tubuh lebih mungkin terkena herpes zoster.

Para dokter tidak tahu pasti mengapa virus dapat diaktifkan kembali, tetapi hal ini biasanya terjadi pada saat seseorang dalam keadaan stres.

Beberapa faktor lain juga mungkin dapat meningkatkan risiko herpes zoster, berikut di antaranya:

  • Berusia 50 tahun ke atas
  • Berada di bawah banyak tekanan atau stres
  • Menderita kanker, HIV, atau penyakit lain yang menurunkan sistem kekebalan tubuh
  • Pernah mengalami cedera fisik yang serius
  • Minum steroid jangka panjang atau obat lain yang dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh

Meskipun demikian, banyak juga orang yang terkena herpes zoster tidak termasuk dalam faktor risiko di atas. Jadi yang jelas, penyakit ini bisa terjadi pada siapa pun.

Baca Juga: 7+ Penyakit yang Akan Timbul Bila Pola Makan Tidak Teratur, Bisa Stres!

Diagnosis dan Pengobatan Herpes Zoster

diagnosis dan pengobatan herpes

Foto: Orami Photo Stock

Dokter dapat mendiagnosis herpes zoster dengan menanyakan riwayat kesehatan dan gejala, serta dengan melakukan pemeriksaan fisik. Mereka juga dapat menguji sejumlah kecil sample dari luka yang melepuh, yang terdapat dalam beberapa bagian tubuh.

Setelah diagnosis, biasanya dokter akan memberikan obat antivirus yang dapat membantu Moms sembuh lebih cepat dan mengurangi risiko komplikasi.

Antivirus akan efektif jika Moms meminumnya dalam waktu 3 hari sejak awal ruam, jadi temui dokter sesegera mungkin saat mengalami gejalanya. Moms mungkin akan mendapatkan salah satu dari tiga obat ini untuk melawan virus herpes zoster:

  • Asiklovir (Zovirax)
  • Famsiklovir (Famvir)
  • Valasiklovir (Valtrex)

Sementara itu, perawatan untuk nyeri herpes zoster dapat meliputi:

  • Obat antikonvulsan, seperti gabapentin (Neurontin) untuk mencegah kejang
  • Antidepresan, seperti amitriptyline
  • Mandi oatmeal, koloid di dalam oatmeal akan mengurangi rasa gatal dan iritasi di kulit pasien
  • Kompres dingin
  • Obat oles dalam bentuk losion
  • Obat mati rasa, seperti lidokain untuk mengurangi nyeri
  • Obat-obatan yang dijual bebas, seperti acetaminophen atau ibuprofen
  • Obat penghilang rasa sakit berdasarkan resep, seperti kodein

Baca Juga: 15+ Obat Alami untuk Mengatasi Selangkangan Gatal, Salah Satunya Aloe Vera!

Herpes Simplex

herpes simplex

Foto: Orami Photo Stock

Selain herpes zoster, ada jenis herpes lainnya, yakni herpes simplex. Herpes simpleks terbagi menjadi dua sub tipe, antara lain herpes simplex virus tipe satu (HSV-1) dan herpes simpleks virus tipe dua (HSV-2).

"Tipe satu biasanya berhubungan dengan lokasi infeksi yang di area oral atau di daerah mulut, bibir, hingga tenggorokan. Sedangkan tipe dua berada infeksi di area genital (vulva, vagina, leher rahim, anus, penis, skrotum, pantat, paha bagian dalam)," jelas dr. Suksmagita Pratidina.

Menurutnya, cara orang terinfeksi herpes ini adalah dari skin to skin contact. Di mana ketika ada luka kecil atau mikro lesi pada penderitanya, kemudian terjadi kontak dengan kulit orang lain sehingga terdilah transfer virus herpes. Lalu dalam beberapa hari hingga seminggu, orang yang tertular kemudian akan mengalami gejala yang sama.

Baca Juga: 11 Cara Mengobati Luka di Sudut Bibir Secara Alami, Ampuh!

Gejala Herpes Simplex

gejala herpes simplex

Foto: Orami Photo Stock

Gejala virus herpes simpleks biasanya muncul sebagai lepuh atau beberapa lepuh pada atau di sekitar area yang terkena, biasanya pada mulut, alat kelamin, atau rektum. Lepuh kemudian bisa saja pecah dan meninggalkan luka yang lembut.

Penyebaran atau penularan herpes simplex sering kali terjadi selama hubungan seks vaginal, seks oral, seks anal, dan ciuman. Meski penggunaan kondom yang konsisten dan benar dapat membantu mencegah penyebaran herpes genital. Namun, kondom hanya dapat mengurangi risiko infeksi, karena wabah herpes genital dapat terjadi di area yang tidak terlindungi oleh kondom.

Herpes ini menyebabkan gatal, lepuh yang menyakitkan atau luka yang datang dan pergi (kekambuhan).

Beberapa orang mengalami gejala herpes genital yang sangat ringan atau tanpa gejala sama sekali. Seringkali, orang yang terinfeksi virus bahkan tidak tahu bahwa mereka memilikinya.

Baca Juga: Nyeri Saat Berhubungan Seks, Mungkin Saja Terkena 3 Penyakit Kelamin Ini

Namun, ketika mengalami gejala, herpes itu bisa digambarkan sebagai sesuatu yang sangat menyakitkan. Hal ini terutama berlaku untuk wabah pertama, dan seringkali merupakan kondisi yang terburuk.

Wabah digambarkan sebagai sakit atau nyeri di atau sekitar area genital atau terbakar, nyeri, atau kesulitan buang air kecil. Beberapa orang mengalami keluarnya cairan dari vagina atau penis.

Lesi herpes oral (luka dingin) biasanya menyebabkan kesemutan dan terbakar sesaat sebelum pecahnya lepuh. Lepuh itu sendiri juga bisa menyakitkan.

Herpes jenis ini bisa terjadi pada siapa pun, termasuk ibu hamil. Wanita hamil dengan gejala herpes genital harus memberi tahu penyedia layanan kesehatan mereka untuk mendapatkan perawatan yang tepat karena bayinya dapat berisiko mengalami herpes neonatus saat lahir.

Herpes neonatus menyebabkan munculnya luka yang melepuh pada mulut dan sekitar bibir bayi atau di bagian tubuhnya yang lain. Kondisi ini tentunya akan terasa menyakitkan bagi Si Kecil sehingga mereka pun mudah rewel.

Baca Juga: Serba-serbi Herpes pada Anak, Moms Wajib Tahu!

Diagnosis dan Pengobatan Herpes Simplex

diagnosis dan pengobatan herpes simplex

Foto: Orami Photo Stock

Seringkali, munculnya virus herpes simplex adalah tipikal yang tidak diperlukan pengujian untuk memastikan diagnosis. Namun, jika dokter tidak yakin, herpes simplex dapat didiagnosis dengan tes laboratorium, seperti tes DNA atau PCR dan kultur virus.

Meskipun tidak ada obat untuk herpes, masih ada cara perawatan yang dapat meredakan gejalanya. Misalnya, penggunaan obat yang dapat mengurangi rasa sakit dan dapat mempersingkat waktu penyembuhan.

Beberapa obat yang digunakan untuk mengobati gejala herpes, yakni Famvir, Zovirax, dan Valtrex. Mandi air hangat juga dapat meredakan rasa sakit yang terkait dengan luka genital.

"Kedua jenis herpes (oral dan genital) ini tidak berbahaya, namun tentunya mengganggu kualitas hidup karena ada episode nyeri ada episode tidak nyaman pada penderitanya," ungkap dr. Suksmagita Pratidina.

Namun yang jelas, setelah seseorang memiliki virus herpes ini, virusnya akan tetap berada di dalam tubuh. Virus dapat tidak aktif di sel saraf sampai ada sesuatu yang memicunya untuk aktif kembali sehingga memicu kekambuhan.

Itulah informasi penting terkait herpes yang perlu Moms pahami. Semoga bermanfaat, ya.

  • https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/shingles/shingles-skin
  • https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/11036-shingles
  • https://www.webmd.com/genital-herpes/pain-management-herpes#1
  • https://www.plannedparenthood.org/learn/stds-hiv-safer-sex/herpes
  • https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/herpes-simplex-virus
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait