Kesehatan Umum

28 Oktober 2021

Mengenal Fungsi dari Hipotalamus, Pusat Kontrol Tubuh di Otak

Hipotalamus memiliki banyak fungsi penting dalam tubuh
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Debora
Disunting oleh Widya Citra Andini

Mengenal fungsi berbagai organ dalam tubuh kita memang sangat penting, ya, Moms, termasuk juga memahami tentang hipotalamus.

Hipotalamus adalah bagian penting dari otak yang mengontrol banyak fungsi dasar tubuh.

Jika terdapat gangguan pada hipotalamus, kondisi ini dapat menyebabkan masalah hormon dan berat badan.

Hipotalamus adalah kelenjar di otak yang mengontrol sistem hormon dalam tubuh Moms.

Kelenjar ini melepaskan hormon ke bagian lain dari otak yang disebut kelenjar pituitari.

Kemudian ini yang mengirimkan hormon ke berbagai organ, termasuk adrenal, tiroid, ovarium, dan testis.

Lebih lengkapnya, simak mengenai fungsi dari hipotalamus berikut ini, ya, Moms.

Baca Juga: Tiroksin, Hormon yang Dikeluarkan Kelenjar Tiroid ke Aliran Darah

Fungsi dari Hipotalamus

Fungsi dari Hipotalamus.jpg

Foto: hormone.org

Dilansir dari laman Medical News Today, peran utama hipotalamus untuk menjaga tubuh dalam homeostasis sebanyak mungkin.

Homeostasis, artinya tubuh dalam keadaan yang sehat dan seimbang. Tubuh selalu berusaha untuk mencapai keseimbangan ini.

Perasaan lapar, misalnya, adalah cara otak memberi tahu pemiliknya bahwa mereka membutuhkan lebih banyak nutrisi untuk mencapai homeostasis.

Hipotalamus bertindak sebagai penghubung antara sistem endokrin dan saraf untuk mencapai hal ini.

Hipotalamus memainkan bagian dalam banyak fungsi penting tubuh, di antaranya:

  • Suhu tubuh
  • Perasaan haus
  • Nafsu makan
  • Pengendalian berat badan
  • Mengatur emosi
  • Siklus tidur
  • Dorongan seks
  • Persalinan
  • Tekanan darah dan detak jantung
  • Pencernaan
  • Keseimbangan cairan tubuh

Saat sistem dan bagian tubuh yang berbeda mengirimkan sinyal ke otak, mereka mengingatkan hipotalamus untuk setiap faktor yang tidak seimbang yang perlu ditangani.

Kemudian, hipotalamus merespon dengan melepaskan hormon yang tepat ke dalam aliran darah untuk menyeimbangkan tubuh.

Jika hipotalamus menerima sinyal bahwa suhu internal terlalu tinggi, artinya ia akan memberi tahu tubuh untuk berkeringat.

Jika menerima sinyal bahwa suhu terlalu dingin, tubuh akan menciptakan panasnya sendiri dengan cara menggigil.

Selanjutnya, ketahui penjelasan tentang hormon-hormon yang dilepaskan atau dikeluarkan dari hipotalamus.

Baca Juga: Mengenal Serotonin, Hormon yang Membuat Kita Bahagia!

Hormon yang Dilepaskan dari Hipotalamus

Hormon yang Dilepaskan dari Hipotalamus.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Untuk mempertahankan homeostasis, hipotalamus bertanggung jawab untuk menciptakan atau mengendalikan banyak hormon dalam tubuh.

Hipotalamus bekerja dengan kelenjar pituitari, yang membuat dan mengirimkan hormon penting lainnya ke seluruh tubuh.

Bersama-sama, hipotalamus dan kelenjar pituitari mengontrol banyak kelenjar yang menghasilkan hormon tubuh, yang disebut sistem endokrin.

Hormon yang disekresikan oleh hipotalamus, di antaranya:

  • Hormon antidiuretik, yang meningkatkan banyaknya air yang diserap ke dalam darah oleh ginjal.
  • Hormon pelepas kortikotropin, yang mengatur metabolisme dan respons imun dengan bekerja dengan kelenjar pituitari dan kelenjar adrenal untuk melepaskan steroid tertentu.
  • Hormon pelepas gonadotropin, yang membuat kelenjar pituitari melepaskan lebih banyak hormon yang membuat organ seksual tetap bekerja.
  • Hormon oksitosin, hormon yang terlibat dalam beberapa proses, termasuk pelepasan ASI ibu, mengatur suhu tubuh, dan mengatur siklus tidur.
  • Hormon pengontrol prolaktin, yang memberi tahu kelenjar pituitari untuk memulai atau menghentikan produksi ASI.
  • Hormon pelepas tirotropin mengaktifkan tiroid, yang melepaskan hormon yang mengatur metabolisme, tingkat energi, dan pertumbuhan perkembangan.

Secara langsung, hipotalamus juga memengaruhi hormon pertumbuhan.

Ini memerintahkan kelenjar pituitari untuk menambah atau mengurangi kehadiran mereka di dalam tubuh.

Untuk itu, hormon ini penting untuk anak-anak yang sedang tumbuh dan orang dewasa yang berkembang penuh.

Terkadang ada masalah dengan hipotalamus yang dapat menyebabkan penyakit. Masalah-masalah ini juga bisa memengaruhi kelenjar pituitari. Simak ulasan berikutnya, ya, Moms!

Baca Juga: Cara Kerja dan Manfaat Terapi Hormonal untuk Promil

Gangguan yang Dapat Menyerang Hipotalamus

Dilansir dari WebMD, berikut ini beberapa gangguan pada hipotalamus menyebabkan tidak cukup atau terlalu banyak hormon, seperti:

1. Obesitas Hipotalamus

Obesitas Hipotalamusjpg

Foto: Orami Photo Stock

Cedera pada hipotalamus dapat menyebabkan masalah dengan rasa lapar.

Gejala seseorang yang mengalami obesitas hipotalamus, seperti:

  • Kenaikan berat badan yang cepat dan berlebihan
  • Metabolisme tubuh yang sangat rendah
  • Nafsu makan yang tidak terkendali

2. Sindrom Kallman

Gangguan pada hipotalamus dapat menyebabkan tidak adanya atau tertundanya pubertas dan tidak adanya indra penciuman, seperti pada sindrom Kallman.

Ini adalah kondisi genetik yang menyebabkan masalah dengan hipotalamus.

Artinya, tidak akan memiliki cukup hormon untuk perkembangan seksual.

Gejala dari sindrom Kallman, di antaranya:

  • Tidak adanya periode menstruasi
  • Testis tidak turun
  • Penis berukuran kecil
  • Tidak ada atau payudara kecil
  • Masalah pada ginjal
  • Memiliki masalah pendengaran
  • Bibir sumbing

Baca Juga: 12 Perubahan Fisik pada Masa Pubertas Perempuan, Wajib Tahu!

3. Amenore Sekunder

Amenore Sekunder

Foto: Orami Photo Stock

Amenore hipotalamus fungsional, yang di mana kondisi ini kadang-kadang disebut amenore sekunder.

Kondisi ini terjadi ketika seorang wanita berhenti menstruasi.

Ketika tubuh tidak memiliki cukup energi dari makanan, maka kondisi ini dapat menyebabkan Moms memiliki kadar kortisol yang tinggi.

Kortisol meredam koneksi hipotalamus-ovarium, yang berarti Moms akan memiliki jumlah hormon yang rendah.

Pada akhirnya, kondisi ini dapat memengaruhi ovulasi dan menyebabkan tidak adanya menstruasi.

Amenore hipotalamus fungsional juga dapat disebabkan oleh tumor otak.

4. Sindrom Prader-Willi

Kondisi genetik ini disebabkan oleh hipotalamus yang tidak bekerja dengan baik.

Sindrom ini dapat menyebabkan beberapa hal, seperti:

  • Cacat intelektual
  • Pertumbuhan tubuh yang buruk
  • Dorongan makan yang tidak tertahankan
  • Alat kelamin berukuran kecil
  • Kegemukan
  • Masalah perilaku

Baca Juga: Anak Tidak Berhenti Makan? Hati-hati Sindrom Prader-Willi

Disfungsi hipotalamus dapat terjadi karena beberapa alasan.

Terkadang kondisi genetik menyebabkan hipotalamus tidak terbentuk dengan baik di dalam rahim.

Gangguan pada hipotalamus juga bisa disebabkan oleh cedera dan kondisi lainnya.

Kondisi yang bisa menyebabkan disfungsi hipotalamus, seperti:

  • Tumor otak
  • Kanker dan pengobatan kanker, terutama pada anak-anak
  • Cedera kepala
  • Operasi otak
  • Pembengkakan otak

Hipotalamus dapat dipengaruhi oleh nutrisi yang masuk ke dalam tubuh dan juga olahraga.

Jika tubuh Moms tidak memiliki energi yang cukup, ia masuk ke keadaan stres dan membuat kortisol, yang dapat mengurangi aktivitas di hipotalamus dan menyebabkan masalah.

Respon stres dapat disebabkan oleh gangguan yang akhirnya menyebabkan berat badan rendah, terlalu banyak berolahraga, stres emosional, dan tidak mendapatkan cukup kalori‌ yang masuk ke dalam tubuh.

Itulah penjelasan tentang hipotalamus, baik fungsi dan disfungsi yang dapat terjadi.

Semoga menjadi informasi kesehatan yang berguna, ya, Moms!

  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/312628
  • https://www.webmd.com/brain/what-to-know-about-hypothalamus
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait