Kesehatan Umum

27 Agustus 2021

Penyakit Hipotiroid, Kondisi Kekurangan Hormon Tiroid dalam Tubuh

Salah satu gejalanya adalah penambahan berat badan secara signifikan
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Ria Indhryani
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Ketika seseorang merasakan ada yang tidak beres dengan tubuhnya seperti mudah lelah, maka itu bisa jadi pertanda hipotiroid. Hipotiroid adalah kondisi umum di mana tiroid tidak membuat dan melepaskan cukup hormon tiroid ke dalam aliran darah seseorang. 

Tiroid adalah kelenjar kecil berbentuk kupu-kupu yang terletak di bagian depan leher. Tiroid melepaskan hormon untuk membantu tubuh mengatur dan menggunakan energi.

Tiroid juga bertanggung jawab untuk menyediakan energi ke hampir setiap organ dalam tubuh. Hormon tiroid mengontrol fungsi seperti bagaimana jantung berdetak dan bagaimana sistem pencernaan seseorang bekerja.

Tanpa jumlah hormon tiroid yang tepat, fungsi alami tubuh akan mulai melambat. Itulah mengapa hipotiroid dapat membuat metabolisme tubuh menjadi melambat.

Ketika kadar tiroid seseorang sangat rendah, ini disebut miksedema. Dalam kondisi yang sangat serius, myxedema dapat menyebabkan gejala seperti suhu tubuh yang rendah, anemia, gagal jantung, dan koma.

Baca Juga: Yuk Ketahui Pentingnya Skrining Hipotiroid Untuk Bayi Baru Lahir

Mengenal Hipotiroid

hipotiroid

Foto: diabetes.co.uk

Hipotiroid yaitu tiroid yang kurang aktif, dapat membuat seseorang merasa lelah, menambah berat badan dan tidak dapat mentolerir suhu dingin. Penyebab umumnya adalah penyakit autoimun seperti tiroiditis Hashimoto, operasi pengangkatan tiroid, dan pengobatan radiasi.

Di Amerika Serikat dan daerah lain dengan asupan yodium yang memadai, penyakit tiroid autoimun (penyakit Hashimoto) adalah penyebab paling umum dari hipotiroid. Namun di seluruh dunia, kekurangan yodium tetap menjadi penyebab utama penyakit hipotiroid.

Dikutip dari Healthline, biasanya hipotiroid dapat ditemukan melalui tes darah rutin atau setelah gejala dimulai. Hipotiroid subklinis adalah nama yang diberikan untuk kondisi awal dan ringan.

Jika seseorang baru saja didiagnosis menderita hipotiroid, penting untuk mengetahui bahwa pengobatan dianggap sederhana, aman, dan efektif. Sebagian besar perawatan bergantung pada suplementasi kadar hormon rendah seseorang dengan hormon buatan. 

Hormon-hormon ini akan menggantikan apa yang tidak diproduksi oleh tubuh dan membantu mengembalikan fungsi tubuh menjadi normal. Secara umum, hipotiroid adalah kondisi yang sangat dapat diobati.

Baca Juga: Penyakit Graves pada Anak, Penyebab Hipertiroidisme

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, hipotiroid adalah kondisi yang cukup umum.  Sebuah penelitian menyebutkan bahwa sekitar 4,6 persen orang Amerika berusia 12 tahun ke atas memiliki hipotiroid. Pendidikan ilmu kesehatan di Harvard menyebutkan, sekitar 10 juta orang di Amerika Serikat hidup dengan kondisi tersebut.

Penyakit ini menjadi lebih umum seiring bertambahnya usia. Orang yang berusia di atas 60 tahun lebih sering mengalami hipotiroid. Wanita lebih cenderung memiliki tiroid yang kurang aktif.  Faktanya, Organisasi Tiroid di Amerika menyebutkan 1 dari 8 wanita akan mengalami hipotiroidisme.

Tanda dan Gejala Hipotiroid

hipotiroid

Foto: everlywell.com

Tanda dan gejala hipotiroidisme bervariasi dari orang ke orang. Tingkat keparahan kondisi juga mempengaruhi tanda dan gejala yang muncul serta waktunya. Gejalanya hipotiroid terkadang sulit dikenali.

Gejala awal dapat berupa penambahan berat badan dan kelelahan. Keduanya menjadi lebih umum seiring bertambahnya usia, terlepas dari kesehatan tiroid tersebut.

Seseorang mungkin tidak menyadari bahwa perubahan ini terkait dengan kondisi tiroid yang buruk, sampai lebih banyak gejala muncul. Tanda dan gejala hipotiroid yang paling umum meliputi:

  • Kelelahan
  • Penambahan berat badan
  • Wajah bengkak dan sensitif
  • Depresi
  • Sembelit
  • Merasa kedinginan
  • Keringat berkurang
  • Detak jantung melambat
  • Kolesterol
  • Darah tinggi
  • Kulit kering
  • Rambut kering dan menipis
  • Memori terganggu
  • Masalah kesuburan atau perubahan menstruasi
  • Kelemahan otot
  • Otot kaku dan nyeri
  • Suara serak

Bagi kebanyakan orang, gejala hipotiroid akan  berkembang secara bertahap selama bertahun-tahun. Saat tiroid semakin melambat, gejalanya mungkin menjadi lebih mudah diidentifikasi.

Tentu saja, banyak dari gejala ini juga menjadi lebih umum seiring bertambahnya usia secara umum. Jika seseorang menduga dirinya mengalami gejala akibat dari masalah tiroid, bicarakan dengan dokter.

Mereka akan melakukan tes darah untuk menentukan apakah seseorang menderita hipotiroid atau tidak. Seseorang juga harus mempelajari lebih lanjut tentang tanda dan gejala hipotiroid.

Baca Juga: 4 Jenis Makanan yang Baik Dikonsumsi Penderita Hipotiroid

Penyebab Hipotiroid

hipotiroid

Foto: drugdiscoverytrends.com

Sistem kekebalan tubuh seseorang dirancang untuk melindungi sel-sel tubuh dari serangan bakteri dan virus. Ketika bakteri atau virus yang tidak dikenal memasuki tubuh, maka sistem kekebalan akan merespons dengan mengirimkan sel-sel tempur untuk menghancurkan sel-sel asing.

Terkadang, tubuh seseorang mengacaukan sel normal dan sehat untuk menyerang sel. Ini disebut respons autoimun dan jika respons autoimun tidak diatur atau diobati, sistem kekebalan akan dapat menyerang jaringan sehat. Hal ini dapat menyebabkan masalah medis yang serius, termasuk kondisi seperti hipotiroid.

Tiroiditis Hashimoto adalah kondisi autoimun dan penyebab paling umum dari tiroid yang kurang aktif di negara tertenti. Penyakit ini menyerang kelenjar tiroid dan menyebabkan peradangan tiroid kronis. Peradangan tersebut tentunya dapat mengurangi fungsi tiroid.

Hipotiroid paling sering mempengaruhi wanita paruh baya. Akan tetapi, ini bukan alasan hipotiroid tidak terjadi pada pria dan anak-anak.

Kondisi ini juga berlaku pada anggota keluarga lainnya. Jika ada anggota keluarga yang terdiagnosis hipotiroid ini, maka risiko seseorang terkena penyakit ini juga akan menjadi lebih tinggi.

Baca Juga: 5 Gejala Hipertiroid saat Hamil, Wajib Diperhatikan!

Pengobatan dan Faktor Risiko Pasien Hipotiroid

hipotiroid

Foto: endocrinologyadvisor.com

Jika kelenjar tiroid seseorang menghasilkan terlalu banyak hormon tiroid, maka itu artinya seseorang memiliki kondisi yang dikenal sebagai hipertiroidisme. Pengobatan untuk kondisi ini bertujuan untuk mengurangi dan menormalkan produksi hormon tiroid.

Terkadang, pengobatan dapat menyebabkan kadar hormon tiroid seseorang tetap rendah secara permanen. Ini sering terjadi setelah pengobatan dengan yodium radioaktif.

1. Operasi Pengangkatan Tiroid

Jika seluruh kelenjar tiroid diangkat karena akibat dari masalah tiroid, maka seseorang akan mengalami hipotiroidisme. Untuk kondisi ini, menggunakan obat tiroid selama sisa hirup adalah pengobatan utama.

Jika hanya sebagian kelenjar yang diangkat, tiroid seseorang mungkin masih dapat memproduksi cukup hormon sendiri. Tes darah akan membantu menentukan berapa banyak obat tiroid yang masih harus perlukan.

2. Terapi Radiasi

Jika seseorang telah didiagnosis menderita kanker kepala atau leher, limfoma, atau leukemia, maka sudah pasti dia mungkin telah menjalani terapi radiasi. Radiasi yang digunakan untuk pengobatan kondisi ini dapat memperlambat atau menghentikan produksi hormon tiroid dan hampir selalu menyebabkan hipotiroidisme.

3. Obat-obatan

Beberapa obat dapat menurunkan produksi hormon tiroid, yang menyebabkan hipotiroid. Ini termasuk yang digunakan untuk mengobati kondisi psikologis, kanker, atau penyakit jantung, seperti:

  • Litium
  • Mitotane (Lysodren), obat kanker adrenal
  • Interleukin-2 (IL-2)
  • Amiodarone (Pacerone), obat antiaritmia

Selain metode pengobatan, Moms juga harus tahu faktor-faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang terkena hipotiroid, yaitu:

  • Perempuan
  • Berusia minimal 60 tahun
  • Memiliki riwayat keluarga hipotiroid
  • Memoliki kondisi autoimun tertentu, seperti sindrom Sjögren dan diabetes tipe 1

Baca Juga: 5 Fakta Penyakit Tiroid, dari Faktor Pemicu hingga Orang Paling Berisiko

Diagnosis Hipotiroid

hipotiroid

Foto: livescience.com

Dua alat utama yang digunakan untuk menentukan apakah seseorang menderita hipotiroidisme, yaitu evaluasi medis dan tes darah.

1. Evaluasi medis

Dokter akan menyelesaikan pemeriksaan fisik dan riwayat kesehatan secara menyeluruh. Mereka akan memeriksa tanda-tanda fisik hipotiroid, misalnya kulit yang kering, refleks yang melambat, bengkak di leher, dan detak jantung yang lebih lambat.

Selain itu, dokter juga akan meminta pasien untuk melaporkan gejala apa pun yang mungkin dialami, seperti kelelahan, depresi, sembelit, atau terus-menerus merasa kedinginan. Jika seseorang memiliki riwayat keluarga dengan kondisi tiroid, beri tahu dokter selama pemeriksaan ini.

2. Tes darah

Tes darah adalah satu-satunya cara untuk memastikan diagnosis hipotiroid dengan andal. Tes thyroid-stimulating hormone (TSH) test mengukur berapa banyak TSH yang dihasilkan kelenjar pituitari seseorang:

  • Jika tiroid seseorang tidak menghasilkan cukup hormon, kelenjar pituitari akan meningkatkan TSH untuk meningkatkan produksi hormon tiroid
  • Jika seseorang memiliki hipotiroid, kadar TSH akan tinggi, karena tubuh mencoba untuk merangsang lebih banyak aktivitas hormon tiroid
  • Jika seseorang memiliki hipertiroid, kadar TSH akan rendah, karena tubuh berusaha menghentikan produksi hormon tiroid yang berlebihan

Tes thyroxine (T4) level test (T4) juga berguna dalam mendiagnosis hipotiroid. T4 adalah salah satu hormon yang diproduksi langsung oleh tiroid seseorang. Digunakan bersama-sama, tes T4 dan TSH membantu mengevaluasi fungsi tiroid.

Biasanya, jika seseorang memiliki tingkat T4 yang rendah bersama dengan tingkat TSH yang tinggi, maka dia didiagnosis mengalami hipotiroid.

Namun, ada spektrum penyakit tiroid. Tes fungsi tiroid lainnya mungkin diperlukan untuk mendiagnosis kondisi seseorang yang dicurigai mengalami hipotoroid dengan benar.

Baca Juga: Waspadai Tiroid Memengaruhi Kesuburan

Obat untuk Mengobati Hipotiroid

hipotiroid

Foto: everydayhealth.com

Hipotiroid adalah kondisi seumur hidup. Bagi banyak orang, obat hanya akan mengurangi atau meredakan gejala. Hipotiroidisme paling baik diobati dengan menggunakan levothyroxine (Levoxyl, Synthroid). Versi sintetis dari hormon T4 ini menyalin aksi hormon tiroid yang biasanya diproduksi tubuh seseorang.

Obat ini dirancang untuk mengembalikan kadar hormon tiroid yang memadai ke darah seseoramg.  Setelah kadar hormon dipulihkan, gejala kondisi tersebut kemungkinan akan hilang atau setidaknya menjadi jauh lebih mudah dikelola.

Setelah seseorang memulai perawatan, dibutuhkan beberapa minggu sebelum benar-benar mulai merasa lega. Pasien akan memerlukan tes darah lanjutan untuk memantau kemajuan.

Pasien dan dokter akan bekerja sama untuk menemukan dosis dan rencana perawatan yang paling tepat untuk mengatasi gejala hipotiroid yang dirasakan. Hal ini tentu saja bisa memakan waktu.

Dalam kebanyakan kasus, orang dengan hipotiroid harus tetap menggunakan obat ini sepanjang hidup mereka. Namun, biasanya pasirn tidak akan terus menggunakan dosis yang sama, terutama jika dia menderita tiroiditis Hashimoto.

Untuk memastikan obat yang digunakan masih bekerja dengan baik, dokter harus menguji kadar TSH pasien setiap tahun. Jika kadar darah menunjukkan obat tidak bekerja sebagaimana mestinya, dokter akan menyesuaikan dosis sampai keseimbangan tercapai.

Baca Juga: Termasuk ke dalam Penyakit Tiroid, Ini Perbedaan Hipertiroidisme dan Hipotiroidisme

Itulah beberapa hal penting tentang hipotiroid. Perlu Moms ingat bahwa tubuh akan secara alami mengalami perubahan seiring bertambahnya usia.  Jika melihat perbedaan yang signifikan dalam perasaan atau bagaimana tubuh merespons, bertemu dengan dokter untuk melihat apakah masalah tiroid ini menjadi penyebabnya adalah salah satu langkah tepat dalam menghadapi hipotiroid.

  • https://www.healthline.com/health/hypothyroidism/symptoms-treatments-more
  • https://www.niddk.nih.gov/health-information/endocrine-diseases/hypothyroidism
  • https://www.health.harvard.edu/newsletter_article/when-depression-starts-in-the-neck
  • https://www.thyroid.org/media-main/press-room/
  • https://www.healthline.com/health/tsh
  • https://www.healthline.com/health/t4-test
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait