Kesehatan Umum

7 September 2021

Mengenal Hormon Adrenalin, Hormon yang Berfungsi Memicu Aksi Melawan dan Melarikan Diri

Efek hormon adrenalin dalam tubuh berlangsung dengan cepat
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Ria Indhryani
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Jika Moms sedang mengendarai kendaraan atau mobil dan tanpa disangka melihat seekor kucing menyebrang jalan, maka Moms akan refleks untuk menginjak pedal rem. Kondisi refleks yang Moms lakukan tanpa mengetahui kejadian sebenarnya di depan adalah hal yang dikontrol oleh hormon adrenalin.

Moms akan bernapas dengan keras dan cepat, jantung berdebar kencang, kaki gemetar, tubuh berkeringat, tetapi tetap merasa kering di mulut. Bagaimana tubuh seseorang berubah dalam hitungan detik, dari kondisi santai menuju mode full fight-or-flight adalah bukti bagaimana hormon adrenalin bekerja.

Ketika situasi stres terjadi dan jantung seseorang mulai berpacu, tangan akan mulai berkeringat, dan secara naluriah akan mulai mencari jalan keluar. Respon yang berasal dari hormon adrenalin ini juga kerap dikenal epinefrin.

Hormon adrenaline ini adalah bagian penting dari respons tubuh. Akan tetapi, perlu Moms ketahui bahwa paparan hormon adrenalin berlebihan dapat merusak kesehatan. Karena itu, hormon adrenalin adalah hormon yang perlu dipahami.

Baca Juga: Benarkah Hormon yang Tidak Seimbang Bikin Tidak Subur?

Pengertian Hormon Adrenalin

adrenalin

Foto: mozaweb.com

Hormon adrenalin diproduksi di medula pada kelenjar adrenal serta beberapa neuron sistem saraf pusat. Dalam beberapa menit selama situasi stres, hormon adrenalin dengan cepat dilepaskan ke dalam darah, mengirimkan impuls ke organ untuk menciptakan respons tertentu.

Dikutip dari Healthline, hormon adrenalin merupakan hormon yang mempersiapkan sistem saraf simpatik seseorang untuk melawan atau melarikan diri. Tubuh seseorang membuat hormon adrenalin sebagai respons terhadap stresor atau ancaman.

Hormon adrenalin meningkatkan aliran darah ke otot, melepaskan gula ke dalam aliran darah, bersama dengan efek lain yang membuat tubuh waspada dan lebih mampu melawan penyerang atau berlari lebih cepat. Sayangnya, seseorang juga dapat memiliki terlalu banyak hormon adrenalin karena stres nonfisik, seperti lalu lintas, kekhawatiran keuangan, rapat yang membuat frustrasi, atau masalah hubungan.

Perubahan fisik yang disebabkan hormon adrenalin dalam tubuh bisa menjadi masalah dan tidak nyaman, menciptakan masalah dengan pencernaan, regulasi hormon, tidur, dan banyak masalah lainnya.

Baca Juga: Mengenal Hormon HCG, Hormon yang Membuat Test Pack Jadi Positif

Fungsi Hormon Adrenalin

adrenalin

Foto: pixabay.com

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, fungsi hormon adrenalin adalah memicu respons tubuh melawan atau lari.  Reaksi ini menyebabkan saluran udara melebar untuk menyediakan otot dengan oksigen yang mereka butuhkan untuk melawan bahaya atau melarikan diri.

Hormone Health Network menjelaskan bahwa hormon adrenalin juga memicu pembuluh darah berkontraksi untuk mengarahkan kembali darah ke kelompok otot utama, termasuk jantung dan paru-paru. Kemampuan tubuh untuk merasakan sakit juga berkurang akibat adrenalin, itulah sebabnya seseorang dapat terus berlari dari atau melawan bahaya bahkan ketika terluka.

Hormon adrenalin menyebabkan peningkatan kekuatan dan kinerja yang nyata, serta kesadaran yang meningkat, di saat-saat penuh tekanan. Setelah stres mereda, efek hormon adrenalin bisa bertahan hingga satu jam.

Masalah Terkait Hormon Adrenalin

adrenalin

Foto: medicalnewstoday.com

Hormon adrenalin adalah bagian penting dari kemampuan tubuh seseorang untuk bertahan hidup. Namun, terkadang tubuh akan melepaskan hormon tersebut saat sedang stres, tetapi tidak menghadapi bahaya yang nyata.

Masalah terkait hormon adrenalin ini dapat menciptakan perasaan pusing dan perubahan penglihatan. Selain itu, hormon adrenalin juga menyebabkan pelepasan glukosa, yang akan digunakan oleh respons fight-or-flight.

Ketika tidak ada bahaya, energi ekstra itu tidak ada gunanya dan ini bisa membuat orang tersebut merasa gelisah dan mudah tersinggung. Tingkat hormon adrenalin yang terlalu tinggi karena stres tanpa bahaya nyata dapat menyebabkan kerusakan jantung, insomnia, dan perasaan gelisah dan gugup.

Kondisi medis yang menyebabkan kelebihan produksi hormon adrenalin memang jarang terjadi, tetapi sangat mungkin terjadi. Jika seseorang memiliki tumor pada kelenjar adrenal misalnya, dia dapat menghasilkan terlalu banyak adrenalin sehingga menyebabkan kecemasan, penurunan berat badan, jantung berdebar, detak jantung cepat, dan tekanan darah tinggi. 

Sebaliknya, terlalu sedikit hormon adrenalin jarang terjadi. Akan tetapi, jika hal ini terjadi maka kondisinya akan membatasi kemampuan tubuh untuk merespons dengan baik saat situasi stress.

Baca Juga: Ingin Balita Tidur Berkualitas? Begini Cara Meningkatkan Produksi Hormon Tidurnya

Penyebab Meningkatknya Hormon Adrenalin

sinusitis

Foto: medicalnewstoday.com

Lantas, apa yang menyebabkan lonjakan hormon adrenalin terjadi? Ketika seseorang merasakan ancaman atau bahaya, Hipotalamus atau bagian dari sistem limbik di dasar otak, mengaktifkan sistem saraf simpatik yang juga dikenal sebagai keadaan lari atau lawan.

Otak akan menginstruksikan kelenjar adrenal untuk menghasilkan hormon adrenalin dan lalu hormon adrenalin dilepaskan ke seluruh aliran darah. Selain ancaman nyata dan situasi berbahaya, orang dengan tantangan kesehatan mental tertentu juga mungkin mengalami aliran adrenalin sebagai bagian dari kondisi mereka.

Mereka dengan gangguan stres pasca-trauma (PTSD) juga dapat mengalami aliran hormon adrenalin dari ingatan atau pikiran tentang trauma. Orang dengan gangguan panik, seperti agorafobia atau gangguan kecemasan sosial, dapat mengalami aliran hormon adrenalin saat menghadapi situasi yang mereka takuti atau fobia spesifik lainnya.

Beberapa orang menyukai sensasi yang mereka rasakan ketika hormon adrenalin dilepaskan dan menikmati detak jantung, pupil yang melebar, dan berkeringat karena bersemangat. Kegiatan yang dapat menyebabkan hormom adrenalin, yaitu:

  • Terjun payung, ziplining, dan olahraga ekstrim lainnya
  • Roller coaster dan jenis hiburan serupa
  • Menonton film atau acara televisi yang menakutkan
  • Mengikuti tes
  • Berbicara di depan umum
  • Berbicara dengan seseorang disukai atau dikagumi

Penyebab lain dari kelebihan produksi hormon adrenalin adalah apnea tidur obstruktif yang tidak diobati. Ketika seseorang berjuang untuk bernapas dalam tidur mereka, tubuh menganggap kekurangan oksigen sebagai bahaya, yang kemudian menciptakan respons stres fisik.

Hormom adrenalin juga kerap membawa banyak sensasi fisik yang khas. Gejala meningkatnya hormon adrenalin misalnya:

  • Sensasi "berdebar" di hati
  • Detak jantung cepat
  • Napas cepat atau hiperventilasi
  • Pernapasan pendek
  • Keringat meningkat
  • Peningkatan kemampuan untuk berlari dan mengangkat benda berat
  • Pupil melebar sehingga segala sesuatunya mungkin terlihat sangat cerah atau sedikit tidak nyata;  beberapa orang mengalami sensitivitas cahaya saat cemas
  • Merasa gemetar atau gugup
  • Gemetar di lengan, kaki, dan tangan 
  • Pusing

Baca Juga: Terapi Hormon untuk Hamil, Efektifkah?

Penyebab Hormon Adrenalin Terlalu Sedikit

adrenalin

Foto: harmonyplace.com

Terlalu sedikit hormon adrenalin rupanya sangat jarang terjadi. Sekitar 90 persen prekursor hormon adrenalin yang disebut noradrenalin, diproduksi di sistem saraf. Jadi, bahkan jika kelenjar adrenal seseorang diangkat, maka dia masih bisa menghasilkan hormon adrenalin,meskipun mungkin akan mengalami penurunan respons stres dan kegembiraan yang berkurang.

Seperti dikutip dari Endocrine Web, Dr. Elena Christofides menjelaskan bahwa sebagian besar adrenalin dibuat di sistem saraf. Akan tetapi, adrenalin itu tetap bersifat lokal atau tidak pergi ke tempat lain.

“Hormon adeenalin yang dibuat di kelenjar adrenal lebih sistemik. Jika kelenjar adrenal dihancurkan atau dihilangkan, Anda mungkin mengalami hipoglikemia, respons stres yang buruk, dan berkurangnya kegembiraan. Segalanya mungkin akan terasa lebih datar,” katanya. 

Pengobatan dan Perawatan Masalah Hormon Adrenalin

adrenalin

Foto: medicalnewstoday.com

Perawatan utama untuk mengatasi gangguan adrenal atau hormon adrenalin adalah dengan mengobati penyebab yang mendasarinya. Jika apnea tidur adalah penyebabnya, masker CPAP bisa sangat membantu.

Jika penyebab masalah hormon adrenalin adalah kelainan biologis, dokter mungkin butuh waktu untuk melihat dan menemukan obat atau perawatan lainnya yang dibutuhkan. Sebagian besar masalah dengan hormon adrenalin berasal dari kondisi stres.

Hormon adrenalin dan hormon stres lainnya sangat bagus untuk seseorang ketika situasinya mengharuskan seseorang melawan atau melarikan diri. Akan tetapi, penting juga untuk mempelajari cara mematikan hormon adrenalin, sehingga detak jantung dan tekanan darah kembali normal, pencernaan dan sistem reproduksi kembali berjalan atau berfungsi secara teratur, dan seseorang bisa merasa santai, siap, dan fokus.

Meskipun tidak selalu mudah untuk mematikan respons stres, terutama ketika keadaan hidup menantang atau ketika seseotang sudah terbiasa merasakan stres untuk waktu yang lama, ada beberapa perawatan yang sangat efektif untuk membantu seseorang kembali ke keadaan kondisi rileks.

Baca Juga: Mengenal Penyebab dan Cara mengatasi PCOS, Masalah Hormon yang Membuat Sulit Hamil

Itulah beberapa penjelasan terkait hormon adrenalin. Dalam jangka pendek, hormon adrenalin tidak berdampak signifikan pada kesehatan. Namun seiring waktu, tingkat hormon adrenalin yang tinggi secara kronis dalam tubuh seseorang dapat menyebabkan masalah kesehatan yang nyata.

Jika seseorang merasa stres terus-menerus, waspada, cemas, atau panik, ada baiknya untuk membuat janji dengan dokter. Bagaimanapun, hormon adrenalin dapat meningkatkan detak jantung, aliran darah, dan kewaspadaan.

  • https://www.yourhormones.info/hormones/adrenaline/
  • https://www.hormone.org/your-health-and-hormones/glands-and-hormones-a-to-z/hormones/adrenaline
  • https://www.endocrineweb.com/amp/63390
  • https://www.healthline.com/health/adrenaline-rush#symptoms
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait