Pernikahan & Seks

11 Januari 2022

14 Tips Hubungan Suami Istri yang Baik agar Tetap Langgeng

Begini tips terbaik dari pakar hubungan
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Riskita
Disunting oleh Debora

Moms, tentu mau dong punya hubungan suami istri yang baik dan langgeng sampai maut memisahkan?

Tentunya, hubungan itu harus senantiasa dirawat setiap hari layaknya tanaman.

Hal ini diperkuat dengan ujaran psikologis klinis dari Philadelphia, Seth J. Gillihan, PhD.

“Kebanyakan dari kita baru ‘bekerja’ ketika hubungan sudah masuk crisis mode, memberikan perhatian tulus hanya ketika ada masalah yang perlu diperbaiki.

Hubungan itu seperti taman: Bahkan saat taman terlihat baik-baik saja, hama bisa bertumbuh dan merusaknya,” kata Gillihan.

Baca Juga: Hindari, Ini 10 Penyebab Utama Masalah Komunikasi dalam Rumah Tangga

Menjaga Hubungan Suami Istri yang Baik

Lantas, bagaimana tips hubungan suami istri yang baik agar selalu langgeng sampai maut memisahkan?

Simak lima saran dari konselor Gillihan di bawah ini.

1. Selalu Asumsikan yang Terbaik

4 Cara Tetap Semangat dan Harmonis dengan Pasangan di Tengah Beratnya Program Hamil 03.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Tips hubungan suami istri yang baik pertama adalah selalu berpikiran positif.

Tapi, terlepas dari apakah Moms seorang yang berpikiran positif atau tidak, terkadang ada saja sikap pasangan yang membuat kita sakit hati atau tersinggung.

Padahal, suami Moms belum tentu punya niat untuk membuat Moms sakit hati.

“Apalagi kalau kita sudah dalam keadaan jengkel, hal setipis rambut saja bisa kita anggap salah dan buruk,” ucap Gillihan.

Jadi, Gillihan menyarankan, cobalah pada pagi hari katakan pada diri Moms sendiri bahwa,

“Hari ini, saya akan berusaha bersikap seramah mungkin terhadap apapun yang saya hadapi.”

Menurut Gillihan, mentalitas ini memberikan kebebasan untuk mengatasi diri sendiri.

Selain itu, bisa memberikan contoh pada pasangan untuk melakukan hal yang sama.

2. Stop Menggunakan Kata “Harusnya”

Menurut Gillihan, kata “seharusnya” bisa jadi adalah kata terburuk dalam hal hubungan.

“Ini menciptakan rasa ketidakadilan, bahwa sesuatu harus berbeda dari apa adanya,” ujar Gillihan.

Sebab, biasanya kata “seharusnya” ini mengikuti kata-kata yang sesuai keinginan pribadi dan terkesan egois, bukan kebenaran yang sesungguhnya.

Daripada melontarkan kata-kata, “Kamu seharusnya pulang lebih cepat, dong!” kenapa tidak menggunakan kata-kata,

“Aku berharap kamu bisa pulang lebih awal supaya kita bisa berduaan lebih lama.”

Daripada melontarkan kata-kata,

“Kamu seharusnya membuang sampah! Lihat tuh, sudah menumpuk,” gunakan saja kata-kata,

“Bisakah kamu menolongku untuk membuang sampah?” Lebih enak didengar bukan, Moms?

Baca Juga: Manfaat dan Topik Deep Talk dengan Pasangan, Biar Makin Lengket dan Harmonis!

3. Saling Mendengarkan

pasangan korea cinlok-6.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Mungkin selama ini Moms sudah merasa mendengarkan pasangan, apakah Moms benar-benar sudah mendengarkan dan mengerti?

Mendengarkan di sini bukanlah perkara “yang satu berbicara dan yang satu tidak.”

Mendengarkan adalah proses Moms bisa diam dan mendengarkan perasaan pasangan.

Kemudian, mencoba mengerti dan tetap membuatnya nyaman.

Dilansir dari Planned Parenthood, ungkapkan perasaan kita pada pasangan.

Berikan pertanyaan dan dengarkan jawabannya.

Kalau kita sedang kesal, beri tahu pada suami, jangan sampai suami menebak-nebak sendiri.

Berbicara mengenai masalah berfungsi membangun kepercayaan dan membuat hubungan suami istri yang baik dan lebih kuat.

Tidak hanya berkomunikasi mengenai masalah, jangan lupa sampaikan pada suami kalau dia melakukan sesuatu yang membuat Moms bahagia.

4. Jadi Partner dalam Kehidupan Sehari-hari

Terkadang, karena banyak sekali kegiatan, Moms dan pasangan sering lupa memerankan peran “suami-istri.”

Misalnya saja, karena Dads kelelahan dan lupa mengecup Moms saat pulang.

Atau saat Moms kewalahan dengan mengurus anak-anak, jadi lupa menyiapkan makan siang Dads.

Saat Moms dan Dads tahu keadaan akan menjadi sibuk, sebaiknya beri tahu satu sama lain.

Misalnya, saat Dads ada banyak pekerjaan di kantor, Dads bisa memberi tahu Moms sebelumnya.

“Aku akan sangat sibuk semingguan ini di kantor, kira-kira apa yang bisa aku bantu saat ini?”

Dengan memberi tahu lebih dulu, Moms dan Dads jadi bisa mengatur ulang jadwal untuk menghabiskan waktu bersama.

Misalnya dengan sarapan bareng karena sudah pasti tidak bisa makan malam bersama.

Cara ini membuat hubungan suami istri yang baik dan akan menjadi lebih hangat serta penuh pengertian.

5. Selalu Mengecek Keadaan Pasangan

3 Cara Anticanggung Berbicara Seks dengan Pasangan 3.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Percayalah Moms, sebaik apapun Moms mengenal pasangan, tidak pernah ada yang tahu apa isi hati seseorang.

Begitu juga dengan Dads.

“Jadi jangan berharap kalau pasangan tahu segalanya tentang isi hati kita.

Suami istri tidak akan melewati banyak drama apabila kita bisa menyuarakan pikiran kita pada pasangan,” ucap dr. Chloe Charmichael, PhD, psikolog klinis di New York City.

6. Saling Menghormati Satu Sama Lain

Saling menghormati adalah pilar pernikahan yang bahagia.

Bahkan saat Moms marah, ekspresikan diri kita melalui rasa hormat.

Rasa hormat memungkinkan kita untuk menghindari situasi di mana salah satu pasangan merasa bahwa separuh lainnya memanipulasi dan menekan mereka.

Berkompromi satu sama lain juga merupakan hal yang esensial dalam hubungan.

Karena hubungan akan berjalan dengan baik ketika “give and take” berjalan dengan beriringan.

Moms atau Dads tidak perlu menyerah untuk menggapai mimpi ketika sudah menikah.

Meski pernikahan membuat tujuan hidup berubah, hubungan yang baik pasti memiliki kompromi yang baik.

Pasangan yang baik akan mendukung pasangannya untuk meraih mimpinya.

Jadi, pastikan komunikasi lancar selalu terjalin agar tidak ada kesalahpahaman yang terjadi di kemudian hari.

Baca Juga: Kisah Romantis Nabi Muhammad dan Siti Aisyah: Panutan Keluarga Harmonis

7. Jangan Membanding-bandingkan Pasangan

4 Alasan untuk Tak Perlu Tahu Isi Handphone Pasangan 3.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Jangan membandingkan pasangan kita dengan suami dan istri orang lain, terutama seseorang di situs jejaring sosial seperti Instagram atau Facebook.

Ini berlaku dalam pikiran kita dan dengan lantang.

Ingatlah bahwa orang sering kali memilih untuk tidak menunjukkan realitas mereka tetapi gambaran kehidupan dan hubungan yang mereka inginkan.

Jadi, ketika suami lain menghujani wanita mereka dengan karangan bunga, membawa mereka ke restoran mahal, atau membelikan mereka hadiah, kemungkinan besar itu salah.

Sekalipun demikian, itu tidak berarti bahwa pasangan tersebut bahagia.

8. Tetap Bugar dan Jaga Diri Kita

Jagalah selalu diri Moms sendiri. Pernikahan yang bahagia adalah tentang seks yang baik.

Orang suka melihat apa yang menarik, termasuk suami.

Jadi, Moms harus tetap bugar dan sehat.

Pikirkan tentang penampilan kita saat berada di depan pasangan, bahkan di rumah.

Maka, penting bagi suami atau istri untuk selalu memerhatikan dan menjaga penampilan.

9. Maaf Bisa Buat Langgeng Hubungan Suami Istri

hubungan suami istri yang baik

Foto: Orami Photo Stock

Tidak ada manusia yang sempurna.

Kita semua pasti membuat kesalahan.

Hubungan apa pun pasti akan membawa kesalahpahaman dan luka di antara pasangan.

Oleh sebab itu, coba untuk saling memaafkan.

Pengampunan adalah kebajikan yang cukup rumit, tetapi penting dalam pernikahan.

Apabila pasangan belum melakukannya, mulailah dari diri sendiri, Moms.

Jadi, jangan gengsi, ya!

Ketika membuat kesalahan, usahakan selalu minta maaf dan perbaiki atau segera temukan solusinya.

Jika pasangan tidak bisa saling memaafkan satu sama lain, seiring waktu, hubungan itu akan runtuh di bawah beban keluhan yang menumpuk.

10. Kata Kasar dan Perceraian Melonggarkan Hubungan Suami Istri

Cobalah untuk menghindari frasa, seperti

"Jika ini terus terjadi, lebih baik kita berpisah."

Jangan pernah mengucapkan kata "perceraian".

Jika Moms akan mengatakannya, bersiaplah pergi dan menemui pengacara.

Jangan menarik kembali kata-kata yang sudah dikeluarkan sebelumnya dengan kata-kata,

"Saya tidak serius." Mengapa? Karena bisa jadi karena emosi, suami pun mengiyakan kata-kata yang kita keluarkan.

Ungkapan seperti itu, yang sering diucapkan dalam kemarahan, tidak dilupakan.

Bahkan setelah Moms berbaikan, itu hanya akan meningkatkan kemungkinan perceraian yang sebenarnya.

11. Kontrol Emosi Masing-masing

hubungan suami istri yang baik

Foto: Orami Photo Stock

Untuk membuat hubungan suami istri yang baik, Moms bisa mencoba katakan pada diri sendiri "Berhenti!" kapan pun kita ingin menghina orang yang kita cintai.

Kalau Moms merasa tidak bisa mengendalikan diri, diamlah sebentar, tarik napas dalam-dalam, dan coba pergi jalan-jalan.

Hanya saja, jangan menggunakannya untuk menghukum pasangan kita dengan isolasi.

Beri tahu mereka bahwa kita butuh waktu dan akan kembali membicarakan semuanya setelah kita sudah tenang.

Saran yang sedikit tua namun efektif adalah “jangan pernah tidur dalam keadaan marah”.

Jadi, ketika Moms atau Dads bertengkar, cobalah untuk menyelesaikan masalah tersebut sebelum tidur.

Ketika Moms dan Dads bisa memecahkan masalah sebelum tidur, rasa sakit yang terasa biasanya akan langsung hilang.

Bahkan pasangan atau keduanya akan sama-sama minta maaf.

Jadi, kenapa tidak mencoba untuk menerapkan hal tersebut sebagai “aturan” dalam pernikahan?

Ketika Moms dan Dads bertengkar, cobalah untuk meminta maaf sebelum tidur.

Maka, keduanya bisa tidur nyenyak sehingga bisa bangun pagi dengan nyaman.

Ketika seseorang tidak bisa tidur dikarenakan over thinking, hal tersebut mungkin memengaruhi mood untuk menjalani aktivitas esok hari bukan?

12. Jangan Membicarakan tentang Masalah Rumah Tangga pada Orang Lain

Jangan pernah mengatakan hal-hal buruk tentang pasangan kita kepada orang lain jika menginginkan hubungan suami istri yang baik.

Bahkan pada ibumu, tidak juga pada teman dekat kita.

Setelah pertengkaran, Moms akan melupakan segalanya dan saling memaafkan, tetapi ibu dan pacar mungkin merasa lain.

Saat itulah, pasangan akan tetap berada dalam pandangan negatif untuk mereka, dan mereka akan memperlakukannya dengan buruk.

Ketika segala sesuatunya benar-benar sulit, pertama-tama bicarakan dari hati ke hati dengan pasangan.

Jika benar-benar harus berbagi dengan orang lain, hubungi psikolog keluarga.

Baca Juga: 40 Kata-kata Maaf untuk Pacar, Orang Tua, Suami, dan Istri

13. Cari Tahu Love Language yang Dimiliki Pasangan

Mengenal 5 Love Languages Agar Lebih Mengerti Pasangan 2.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Setiap orang memiliki bahasa cinta (love language) mereka sendiri.

Bahasa cinta kita mungkin berbeda dari bahasa cinta pasangan.

Untuk berbicara tentang cinta, dia dapat mewujudkan dengan kata-kata dukungan dan pujian.

Mungkin dengan sentuhan dan perhatian, atau bahkan dengan hal-hal materi seperti hadiah.

Masing-masing dari kita memiliki bahasa cinta.

Apa pun bahasa cinta pasangan kita, pelajari dan gunakan untuk menciptakan hubungan suami istri yang baik.

Dengan memahami bahasa cinta pasangan, Moms bisa bersikap untuk tidak egois dan menciptakan empati.

Selain itu, bahasa cinta bisa menjaga keintiman dalam hubungan suami istri.

Hal ini karena bahasa cinta membuat setiap pasangan suami istri untuk belajar lebih banyak tentang satu sama lain.

Sehingga, lebih terhubung dengan cara yang lebih dalam dan lebih bermakna.

Ketika hal ini terjadi, hubungan Moms dan Dads mulai terasa lebih intim.

14. Sediakan Waktu untuk Berkencan

Habiskan waktu berduaan untuk menyalakan kembali keintiman dan romantisme dalam hubungan pernikahan.

Ini akan membantu Moms mengingat apa hal yang menyatukan dengan pasangan sejak awal.

Penting untuk "menyediakan" waktu untuk menyendiri bersama, karena kita tidak mungkin, terutama dengan tuntutan unik gaya hidup militer, hanya untuk "menemukannya".

Sekali seminggu atau sebulan sekali, jadwalkan jenis kencan yang kita jalani ketika masih lajang atau sebelum memulai keluarga.

Setuju untuk tidak membahas anak, mertua, atau keuangan.

Berdandan dan pergi makan malam layaknya orang berpacaran, menonton film, atau menghabiskan malam yang "berkualitas" di rumah dengan telepon dimatikan.

Rencanakan aktivitas yang akan kita lakukan bersama secara bergiliran.

Jika Moms ingin mempertahankan gairah dan hubungan, romansa harus menjadi bagian yang berkelanjutan dari hubungan, bukan sesuatu yang terbatas pada ulang tahun dan hari jadi saja.

Atau untuk membuat hubungan suami istri terasa lebih dekat, cobalah menikmati santapan makan malam sesering mungkin.

Mungkin bagi Moms dan Dads aktivitas makan malam adalah momen yang biasa saja.

Namun, tahukah aktivitas ini malah bisa berubah menjadi sesuatu yang bermakna.

Dilansir dari jurnal yang berjudul Well-Being and Romantic Relationship, mengorbankan kepentingan diri sendiri untuk pasangan.

Seperti berusaha untuk meluangkan waktu berdua dan memberikan prioritas pada pasangan bisa menjadi cara efektif membuat hubungan tetap langgeng dan romantis.

Ketika komunikasi berjalan dengan lancar, maka hubungan suami istri pun bisa terjaga.

Moms dan Dads mudah mengatakan hal-hal yang mengganggu dalam hubungan.

Sebab, rasa nyaman dan percaya sudah terbentuk akibat komunikasi yang baik.

Baca Juga: 11+ Manfaat dan Posisi Cuddling dengan Pasangan, Biar Makin Mesra dan Lengket Terus!

Agar membuat pernikahan menjadi langgeng, coba selalu menghargai janji yang sudah terucapkan.

Karena dalam membina sebuah hubungan apa pun, janji adalah sesuatu yang harus ditepati untuk menghargai komitmen yang sedang terjalin.

Moms, itulah beberapa saran dari konselor untuk menjalin hubungan suami istri yang baik dan bagaimana tips hubungan suami istri yang baik di atas?

Semoga Moms dan Dads bisa menerapkannya dan hubungan jadi lebih langgeng lagi, ya!

Jika masih ada pertanyaan terkait hubungan suami istri, jangan sungkan menuliskan di kolom komentar.

  • https://www.verywellmind.com/7-surprising-ways-to-make-your-relationship-better-5094212
  • https://www.wespath.org/health-well-being/health-well-being-resources/social-well-being/10-tips-for-a-healthy-marriage
  • https://www.huffpost.com/entry/marriage-tips-advice-_n_4870389
  • https://www.plannedparenthood.org/learn/sex-and-relationships/relationships
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC6650954/
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait