Parenting Islami

24 September 2021

Hukum KB dalam Islam Berdasarkan Alquran dan Hadits

Ternyata, hukum KB dalam Islam bisa jadi boleh bahkan haram!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Fia Afifah R
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Sering menjadi pilihan bagi para pasangan, namun masih banyak yang bertanya-tanya tentang hukum KB dalam Islam. Ini karena bagi umat muslim, aturan Islam adalah yang utama sehingga semua urusan harus bersandar pada hukum agama.

Tentunya, itu semua dilakukan harus sesuai dengan syariat Islam sebagaimana disampaikan dalam Alquran: “Hai orang-orang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul-Nya yang mengajak kamu kepada suatu yang memberi (kemaslahatan/kebaikan) hidup bagimu.” (QS Al-Anfal: 24)

Dikutip dari Ahkam: Jurnal Syariah dan Hukum, hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam tinjauan hukum Islam, baik di dalam Alquran dan juga hadits tidak ada keterangan khusus yang melarang atau memerintahkan KB secara eksplisit.

Baca Juga: Mitos Atau Fakta Bahwa KB Suntik, Pil, dan Susuk Pengaruhi Hormon?

Mengenal Program Keluarga Berencana (KB)

Konsultasi dengan dokter untuk pengobatan

Foto: Orami Photo Stock

Keluarga Berencana (KB) adalah program pemerintah untuk membatas jumlah anak dalam satu keluarga dan mengatur pertumbuhan populasi penduduk. Dalam program KB, jumlah anak dibatasi, yaitu hanya 2 anak.

Cara KB sendiri beragam, yang tujuannya adalah menunda kehamilan dan mencegah terjadinya kehamilan. Diharapkan, nanti setiap anak akan terpenuhi kebutuhannya dan menjadi warga negara yang berkualitas.

Program KB juga dibuat untuk menciptakan kemajuan, kestabilan, kesejahteraan ekonomi, sosial, dan spiritual bagi seluruh penduduk. Salah satu caranya adalah penggunaan alat kontrasepsi untuk menunda dan mencegah kehamilan.

Seiring dengan berjalannnya waktu, jenis KB semakin beragam. Misalnya seperti memberikan obat untuk mengatur hormon, suntikan, mensterilkan rahim atau membuat rahim tidak bisa dibuahi, mengangkat rahim, menutup saluran mani, dan lain sebagainya.

Baca Juga: Bagaimana Cara KB Alami dengan Menghitung Masa Tidak Subur?

Jika dilihat secara medis, program ini memiliki beberapa keuntungan. Misalnya kesehatan fisik dan mental bukan hanya bagi para ibu, tapi juga seluruh anggota keluarga baik para ayah ataupun anak-anak yang telah dilahirkan terlebih dahulu.

Mengurangi risiko aborsi juga bisa menjadi manfaatnya saat ada kehamilan yang tidak diinginkan oleh pasangan suami istri, misalnya jika terjadi kehamilan yang berisiko tinggi. Karena, risiko melakukan aborsi juga sangat tinggi, baik untuk ibu ataupun janin.

Kenapa banyak orang yang akhirnya melakukan KB? Sebab, kebanyakan orang menganggap bahwa memiliki banyak anak bisa jadi sangat merepotkan dan membutuhkan biaya besar. Sehingga, tidak semua orang sanggup untuk melakukannya dengan baik.

Selain itu, anggapan sulitnya mencari pekerjaan jadi salah satu alasan kenapa program KB dipromosikan besar-besaran. Lalu bagaimana sebenarnya hukum KB dalam Islam? Bolehkah orang Islam mengikuti program KB? Bagaimana landasan syar’inya? Simak ulasannya di bawah ini.

Baca Juga: Vasektomi & Tubektomi, KB Permanen untuk Pria dan Wanita

Hukum KB dalam Islam Dilihat dari Tujuannya

Mengenal KB Steril, Prosedur Kontrasepsi yang Sangat Efektif untuk Mencegah Kehamilan

Foto: Orami Photo Stock

Menentukan halal dan haram dalam Islam harus berdasarkan keterangan yang bisa dipertanggungjawabkan. Jika dilihat tujuannya, KB memiliki orientasi yang berbeda-beda. Ini juga dapat menentukan hukum KB dalam Islam dilihat dari peruntukannya.

Dalam sebuah hadits, Anas bin Malik berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda:

تَزَوَّجُوا الْوَدُودَ الْوَلُودَ فَإِنِّي مُكَاثِرٌ بِكُمُ اْلاُمَمَ

“Nikahilah perempuan yang penyayang dan banyak anak karena aku akan berlomba dalam banyak jumlahnya umat.” (HR Abu Daud)

Para ulama memiliki pandangan bahwa hukum KB dalam Islam adalah haram jika tujuannya untuk membatasi kelahiran. Allah SWT memberikan perintah agar para perempuan dan keluarganya bisa memiliki keturunan yang banyak dan kuat untuk Islam.

Hal ini berbeda jika tujuannya untuk kesehatan. Membatasi kelahiran demi kesehatan tentu bisa berefek kepada kesehatan seorang istri atau ibu, mengganggu kesehatan rahim, dan juga pada aspek-aspek organ tubuh lainnya.

Tapi jangan sampai alasan membatasi kelahiran disebabkan alasan ekonomi. Allah SWT berfirman: “Dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan. Kamilah yang akan memberikan rizki kepada mereka dan juga kepadamu.” (QS Al-Isra: 31)

Jika dilihat dari dua tujuan tersebut, hukum KB dalam Islam bisa menjadi haram jika orientasinya bukan untuk kemaslahatan dan menyelamatkan. Tetapi bisa halal jika memang berorientasi pada kesehatan dan juga kesejahteraan ibu.

Baca Juga: Ketahui Ragam Cara Menunda Kehamilan, Metode Alami Hingga Pil KB

Pro Kontra KB dalam Keluarga Islam

Adab Menerima Tamu dalam Islam.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Dari penjelasan di atas dapat dipahami bahwa menggunakan KB dalam keluarga sesuai ajaran Islam masih diperbolehkan, salah satunya adalah jika alasannya bukan untuk membuat mandul atau steril selamanya.

Serta, untuk alasan kesehatan dan mengatur waktu kehamilan masih diperbolehkan asalkan tidak untuk tujuan tidak ingin memiliki keturunan dan membahayakan dirinya sendiri. Meski begitu, masih ada pro dan kontra bahkan dari para ulama dan cendekiawan mengenai masalah KB ini.

Masing-masing memiliki pendapat dan argumen untuk menghadapi masalah tersebut. Umat Islam diperbolehkan oleh Allah SWT untuk berijtihad dan memikirkan sesuai dengan masalah dan konteks perkembangan zaman.

Untuk itu dibutuhkan ilmu pengetahuan dan juga teknologi untuk bisa melihat masalah ini lebih baik lagi. Berikut ini adalah pro kontra yang menjadi dinamika penggunaan KB dalam Islam:

1. Islam Menganjurkan Banyak Keturunan

Islam menganjurkan umat untuk dapat memiliki banyak keturunan. Hal ini yang menjadi alasan dan keberatan dari para ulama saat KB digunakan. Dengan adanya program KB tersebut, umat Islam secara keturunan tidak terlalu banyak.

Padahal umat Islam diharapkan mampu menjadi umat terdepan dengan adanya keluarga dan keturunan yang banyak. Ini dilihat dari sudut pandang banyaknya atau kuantitas yang dimiliki umat Nabi Muhammad SAW.

Pendapat ini mengedepankan bahwa keturunan yang banyak tidak selalu menjadi penghalang, penghambat, atau membuat banyak masalah dalam keluarga. Jika orang tua mampu sekuat tenaga berusaha, tentu saja kualitas dan kuantitas keturunan yang baik bisa didapatkan.

Selain itu para orang tua, baik ibu yang melahirkan atau ayah yang mencari nafkah juga terhitung berjihad. Untuk itu bagi orang tua yang berusaha sungguh-sunggu menjadikan keturanannya saleh dan sukses di dunia maupun akhirat adalah jihad tersendiri.

Baca Juga: 10 Mitos dan Fakta Tentang Pil KB

2. Khawatir dalam Membesarkan Anak

Pendapat selanjutnya adalah kekhawatiran dalam membesarkan anak secara berkualitas. Pendapat-pendapat ulama yang masih memperbolehkan penggunaan KB untuk alasan tertentu juga memikirkan masalah ini.

Untuk itu, jika memang mampu maka berikhtiar sekuat mungkin untuk bisa memiliki rezeki dan bukan untuk melakukan sterilisasi. Tetapi jika memang dibutuhkan dan karena ketidakmampuan diri, maka bisa untuk melakukan KB. Hal ini juga didasari oleh ayat berikut:

“Hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka, yang mereka khawatir terhadap kesejahteraannya. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka berbicara dengan tutur kata yang benar.” (QS An-Nisa: 9)

Manusia dibekali dengan akal sehingga bisa berpikir secara rasional dan juga realistis. Manusia juga bisa mengatur hawa nafsunya sendiri sehingga tidak selalu harus memiliki keturunan jika memang belum mampu dan memiliki sumber daya yang mumpuni.

Tentunya perlu dibatasi dan diatur sambil terus berikhtiar. Selain itu, jangan sampai melahirkan anak dan menelantarkannya atau bahkan bergantung hidupnya pada orang lain. Hal ini bisa mendzalimi mereka dan menjadikan mereka lemah saat menjalani kehidupannya nanti.

Itulah hukum KB dalam Islam berserta dalil dan landasan syar’inya. Bagi pasangan suami istri tinggal ditentukan pilihan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan.

  • https://islamkita.co/hukum-kb-keluarga-berencana/
  • http://jurnal.institute-ehmri.ac.id/index.php/ahkam/article/view/3
  • https://dalamislam.com/hukum-islam/hukum-kb-dalam-islam
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait