Parenting Islami

23 Juli 2021

Ini Hukum Menjilat Kemaluan Istri dalam Islam, Moms dan Dads Wajib Tahu!

Ada aturannya lho Moms!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Floria Zulvi
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Banyak yang menanyakan hukum menjilat kemaluan istri dalam Islam. Tak bisa dipungkiri bahwa berhubungan seksual adalah salah satu cara untuk menjaga keutuhan rumah tangga.

Meski rumah tangga tak bisa hanya dipertahankan lewat hubungan seksual, namun dengan melakukannya, keintiman suami istri bisa tetap terjaga.

Dengan melakukan hubungan seksual, keintiman dan kebahagiaan pasangan suami istri pun seakan kembali disiram dan kembali menjadi subur. Jadi, jangan sampai melupakan atau menyepelekan fungsi hubungan intim ya!

Lalu, adakah aturan atau hukum menjilat kemaluan istri dalam Islam? Yuk ketahui di sini!

Baca Juga: Keputihan Setelah Berhubungan Seks, Apakah Berbahaya? Ini Penjelasannya!

Hukum Menjilat Kemaluan Istri

hukum menjilat kemaluan istri

Foto: Orami Photo Stock

Dalam Islam sendiri, ada yang mengatur mengenai cara melakukan hubungan seksual. Meski demikian tidak hukum spesifik yang mengatur hukum menjilat kemaluan istri, namun terdapat hukum mengenai melihat organ intim pasangan.

Dikutip dari Islam NU, dalam bersenggama, masing-masing pasangan diperbolehkan menyentuh atau bahkan memegang kelamin pasangan masing-masing tanpa ada perbedaan pendapat dari kalangan ulama.

Suami diperbolehkan melihat semua sudut tubuh istrinya selain farji (vagina) baik pada bagian luar atau dalam. Melihat vagina bagian dalam hukumnya sangat dimakruhkan. Tetapi jika ada satu kebutuhan, melihatnya tidak makruh.

Baca Juga: Ternyata, 3 Gaya Berhubungan Suami Istri Ini Sesuai Sunah Nabi!

Muhammad bin Ahmad As-Syarbini, dalan Hasyiyah Al-Bujairimi Alal Khatib, juz IV, halaman 103, mengatakan:

“Bagian kedua yaitu melihatnya seorang suami pada tubuh istrinya dan tubuh budak perempuannya yang halal baginya untuk ia buat senang-senang, hukumnya boleh melihat kepada tubuh kedua orang tersebut saat mereka masih hidup, karena itulah tempat untuk bersenang-senang, selain farji (vagina) yang diperbolehkan bagi mereka. Jika melihat vagina hukumnya tidak boleh dengan presentase 50-50. Melihat vagina itu hukumnya makruh jika tanpa ada keperluan. Sedangkan melihat bagian dalam vagina sangat dimakruhkan."

Selanjutnya, Sayyidah 'Aisyah RA berkata;

‘Aku tak pernah melihat punyanya Rasul dan ia juga tak pernah melihat punyaku,’ (farji)."

Sebagian ulama pun menyebutkan bahwa melihat kemaluan istri bisa menyebabkan kebutaan. Kebutaan yang dimaksudkan sendiri di sini adalah kebutaan hati, bukan kebutaan mata.

Hal tersebutpun hadir dalam sebuah hadits. Rasulullah pun pernah bersabda;

“Melihat kelamin seorang wanita itu bisa menyebabkan kebutaan.”

Nah, meski tidak menjelaskan secara spesifik mengenai hukum menjilat kemaluan istri, namun Nabi Muhammad SAW menjelaskan mengenai akibat melihat kelamin seorang perempuan.

Meski tak ada hukum menjilat kemaluan istri secara spesifik, namun ada sedikit pembahasan mengenai masuknya cairan kemaluan ke tempat yang tidak semestinya. Hal ini bisa dikaitkan dengan oral seks.

Dikutip dari NU Online, oral seks umumnya dilakukan saat kondisi pasangan sudah mengeluarkan pelumas berupa cairan bening atau yang biasa disebut dengan istilah madzi. Madzi ini merupakan salah satu dari tiga cairan yang keluar dari kemaluan manusia. Dua lainya adalah sperma dan air wadi yang keluar setelah buang air kecil.

Air madzi merupakan cairan bening yang keluar dari kemaluan, baik dari pria maupun wanita yang umumnya disebabkan oleh faktor syahwat. Bagi pasangan yang sedang melakukan hubungan intim, tentu sangat kesulitan jika harus menghindari madzi ini. Karena madzi memang diciptakan Allah untuk melengkapi kegiatan jima' yang dilegalkan dalam syara' bagi pasangan yang sah.

Madzi sendiri hukumnya najis. Dan karenanya, harus dibersihkan sebagaimana najis dibersihkan. Najis sendiri tidak diperbolehkan masuk ke dalam tubuh. Karena madzi merupakan cairan najis. Ia berlaku hukum yang sama. Artinya tidak boleh sampai masuk ke dalam tubuh.

Tetapi karena hal ini sangat sulit dihindari, maka syara' memberikan toleransi sehingga madzi bagi pasangan yang sedang melakukan hubungan suami-istri hukumnya dima'fu (diampuni).

ومحل طهارة المنى ان كان رأس الذكر والفرج الذى خرج منه المنى طاهرا والا كان متنجسا وحرم الجماع كالمستنجى بالحجر اذا خرج منه منى فانه يتنجس به نعم يعفى عمن ابتلى به بالنسبة للجماع إهـ

Artinya, “Tempat sucinya sperma itu jika memang kepala batang dzakar dan farji yang keluar murni berupa mani yang suci. Jika tidak murni suci, hukumnya (mani itu) najis dan haram bersenggama dengan kondisi seperti demikian sebagaimana orang orang istinja' dengan batu ketika air sperma keluar dari situ. Karena hal itu menjadikan najis. Iya, diampuni dari orang yang kesulitan menghindari hal tersebut dengan nisbat untuk jima'.” (I'anatuth Thalibin, juz I, halaman 85).

Kendati hukumnya diampuni, madzi tidak lantas berubah status dari najis menjadi suci. Status madzi masih merupakan najis yang harus dibersihkan sesuai ketentuan.

Hanya saja, bagi suami istri yang sedang bercinta, cairan ini diampuni. Sedangkan madzi jika dalam kondisi selain jima', hukumnya tetap najis.

Meskipun hukumnya diampuni, tidak semua madzi yang masuk tubuh diampuni lho Moms. Hukum madzi yang dima'fu ini tidak berlaku jika madzi masuk mulut bagi orang yang melakukan oral seks.

Karena mulut itu bukan tujuan utama orang bercinta. Madzi sendiri tidak diciptakan untuk menjadi pelumas mulut, melainkan pelumas vagina. Di sinilah alasan sebagian ulama yang tidak memperbolehkan oral seks itu karena hampir pasti akan ada pelumas yang masuk ke mulut. Ini tidak boleh.

Adapun ulama yang memperbolehkan oral seks, mereka tidak melihat dari sudut pandang najis tidaknya madzi. Mereka lebih melihat pada hukum dasar bahwa hal tersebut diperbolehkan tanpa memandang hukum madzi. Mungkin saja ada orang yang hubungan senggamanya kering sehingga ia tidak punya madzi. Jadi tidak mempunyai alasan untuk melarang hubungan oral seks.

Oral seks, termasuk menjilat kemaluan istri diperbolehkan namun tidak boleh mengabaikan hukum bahwa madzi atau cairan yang masuk ke mulut hukumnya adalah najis. Ia dima'fu jika masuk ke vagina.

Jika masuk ke mulut, itu bukan keadaan yang sulit dihindari, maka hukumnya tetap najis tidak dima'fu.

Pasangan yang ingin melakukan hubungan oral seks, apabila ada najis yang masuk ke mulut, harus segera dikeluarkan kembali, tidak boleh ditelan. Setelah itu mulutnya harus disucikan secepatnya dengan mekanisme pembersihan najis sebagaimana pada umumnya yaitu dengan berkumur dan lain sebagainya.

Jadi, hukum oral seks, termasuk hukum menjilat kemaluan istri pada dasarnya diperbolehkan. Namun, Moms dan Dads juga harus mempertimbangkan madzi yang mungkin masuk ke dalam tubuh selain lewat vagina karena hukumnya termasuk najis yang tidak diampuni.

Baca Juga: Sulit Fokus Saat Berhubungan Seks? Lakukan 5 Solusi Ini

Efek Oral Seks bagi Kesehatan

hukum menjilat kemaluan istri

Foto: Orami Photo Stock

Tak hanya butuh informasi mengenai hukum menjilat kemaluan istri, namun sepertinya kita juga harus memahami mengenai efek oral seks bagi kesehayan.

Meski hukum menjilat kemaluan istri dalam Islam tidak diatur secara spesifik, namun ternyata ada banyak efek samping yang bisa terjadi ketika melakukan oral seks secara sembarangan.

Dilansir dari National Health Service (NHS), oral seks adalah aktivitas yang dilakukan untuk menstimulasi alat kelamin menggunakan mulut dan lidah.

Sayangnya ini adalah salah satu cara yang paling sering terjadi untuk menularkan infeksi menular seksual.

Karena oral seks biasanya melibatkan aktivitas mengisap dan menjilat alat kelamin pasangan, kemungkinan besar bersentuhan dengan cairan atau kotoran genital bisa membuat tubuh memiliki risiko terkena penyakit menular seksual.

Hal yang memungkinkan diri terkena infeksi menular seksual, antara lain:

  • Memberikan oral seks karena tubuh lebih memungkinkan terpapar cairan kelain
  • Memiliki luka atau bisul di mulut
  • Tidak menggunakan pengaman

Ternyata, kita bisa mendapatkan infeksi menular seksual meski hanya berhubungan seksual dengan 1 orang saja. Meski demikian, semakin banyak orang yang pernah berhubungan seksual, maka risiko terjangkit infeksi menular seksual semakin tinggi.

Jenis infeksi menular seksual yang kerap menular dari oral seks adalah herpes kelamin, sipilis, dan gonore.

1. Herpes Kelamin

Selain melalui hubungan seksual, penularan virus herpes biasanya terjadi melalui kontak skin-to-skin (kulit-ke-kulit) dengan orang yang memiliki virus tersebut atau dengan orang yang memiliki luka terbuka.

Virus herpes juga dapat masuk ke dalam tubuh melalui mulut, labia atau bahkan kulit biasa yang terdapat luka kecil.

Dalam banyak kasus, wabah herpes pertama biasanya terjadi dalam waktu dua minggu setelah tertular virus dari orang yang terinfeksi.

Baca Juga: Hati-hati, Sembarangan Pinjam Lipstik Bisa Menularkan Herpes

2. Sipilis

Sipilis adalah infeksi menular seksual (IMS) yang disebabkan oleh sejenis bakteri yang dikenal sebagai Treponema pallidum. Sayangnya, gejala sipilis pada pria bisa sangat sulit dideteksi.

Menurut Center for Disease Control and Prevention (CDC), pada tahun 2016, lebih dari 88.000 kasus gejala sipilis dilaporkan di Amerika Serikat.

Perlu diketahui, semakin cepat ditemukan gejala sipilis pada pria, semakin baik. Sipilis yang tidak diobati dalam waktu lama dapat menyebabkan kerusakan besar pada organ penting, seperti jantung dan otak.

3. Gonore

Gonore merupakan salah satu infeksi menular seksual yang perlu diwaspadai oleh beragam jenis kelamin dari segala usia.

Ketika gonore yang tidak ditangani dengan baik dapat menyebabkan penderitanya mengalami infertilitas atau gangguan kesuburan.

Baca Juga: Benarkah Riwayat Infeksi Menular Seksual Bikin Susah Hamil?

Namun ada juga infeksi yang jarang ditularkan melalui oral seks, seperti:

  • Klamidia
  • HIV
  • Hepatitis A, Hepatitis B, dan Hepatitis C
  • Kutil Kelamin
  • Kutu Kelamin

Dilansir dari Better Health, oral seks bukanlah aktivitas seks yang aman. Jadi, penggunaan kondom saat melakukan oral seks sangat direkomendasikan.

Jadi, meski hukum menjilat kemaluan istri dalam Islam tidak dijelaskan secara spesifik, namun ada beberapa aturan yang cukup berkaitan dengan hal tersebut.

  • https://islam.nu.or.id/post/read/81369/hukum-melihat-kelamin-pasangan-saat-hubungan-suami-istri
  • https://www.nhs.uk/common-health-questions/sexual-health/what-infections-can-i-catch-through-oral-sex/
  • http://www.cdc.gov/std/syphilis/stdfact-syphilis-detailed.htm
  • https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/HealthyLiving/Oral-sex
  • https://islam.nu.or.id/post/read/81425/ini-perlu-diperhatikan-dalam-oral-seks
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait