Parenting Islami

PARENTING ISLAMI
15 Maret 2021

Dads, Ini Hukum Suami Meninggalkan Istri Tidur Sendiri, Catat!

Bagaimana ya hukum islam menilai suami yang meninggalkan istri tidur sendiri?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Fia Afifah R
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Sebagai istri, rasanya bahagia sekali bisa tidur berdampingan dengan suami. Istri mana yang ingin tidur sendiri? Jika sampai Dads meninggalkan istri tidur sendiri, waspada. Ternyata, dalam Islam, ada lho hukum suami meninggalkan istri tidur sendiri.

Memiliki keluarga yang sakinah, mawaddah warahmah pasti menjadi dambaan setiap pasangan suami istri. Bukan hanya bahagia jiwa dan raga, tapi juga bahagia lahir dan bati. Tentunya itu semua harus diperjuangkan dan dipupuk, tidak bisa hadir begitu saja.

Salah satu cara menjaganya adalah selalu hadir saat dibutuhkan oleh pasangan. Misalnya berbagi suka duka bersama, berbagai cerita berdua, hingga melakukan deep talk saat hendak tidur. Selain itu, selalu rutin tidur bersama merupakan bonding yang bisa dilakukan oleh suami istri.

Suami telah diperintahkan oleh Allah SWT untuk bergaul dengan istrinya sebaik mungkin, hal yang sama berlaku bagi istri. Ini tak lain karena merupakan hak suami atas istri, dan hak istri atas suami. Allah berfirman: “Pergaulilah istri kalian dengan cara yang ma’ruf.” (QS An-Nisa: 19).

Meski begitu, ternyata ada saja pasangan yang lebih menginginkan tidur sendiri, misalnya suami tidur terpisah dari istri. Jika begitu, bagaimana hukum suami meninggalkan istri tidur sendiri menurut islam? Jika boleh, alasan apa saja yang harus mendasarinya?

Baca Juga: Normal atau Bahaya, Apa Penyebab Bayi Mendengkur Saat Tidur?

Hukum Suami Meninggalkan Istri Tidur Sendiri

Hukum Suami Meninggalkan Istri Tidur Sendiri -1

Foto: Orami Photo Stock

Secara harfiah, nafkah batin adalah kebahagiaan dan pemenuhan kebutuhan biologis bagi istri. Tentunya bukan hanya sebatas aktifitas seksual saja. Hal lain seperti pemberian perhatian dan kepercayaan, perlindungan serta kehadiran juga termasuk ke dalam kategori pemenuhan kebutuhan nafkah batin ini.

Contoh paling sederhana ialah tidur bersama antara suami dan istri di dalam satu kamar dan satu ranjang. Allah SWT berfirman: “…Dan para perempuan mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma’ruf….” (QS Al-Baqarah: 228).

Namun, menurut survei tahun 2001 oleh National Sleep Foundation, lebih dari satu dari sepuluh (12 persen) orang Amerika yang telah menikah memilih untuk tidur sendirian. Pasangan tersebut memiliki alasan tersendiri untuk melakukannya.

Alasan-alasan tersebut tentunya beraneka ragam. Awalnya bisa karena kehadiran anak yang selalu ingin tidur bersama ibunya, sehingga membuat suami istri tidur terpisah dan hanya sesekali tidur bersama, atau karena pasangan yang mendengkur. Padahal, tidur seranjang dengan suami adalah salah satu bentuk nafkah batin.

Artinya, istri berhak menuntut apabila dia meningingkannya. Namun sebaliknya, apabila ternyata istri tidak mempermasalahkan hal tersebut dalam arti merelakannya, maka tidak menjadi sebuah masalah. Di masa Rasulullah SAW pun hal ini pernah terjadi.

Yakni ketika istri Rasulullah SAW yang tertua, yakni Saudah binti Zam’ah merelakan malam gilirannya diberikan untuk istri yang lain, yakni Aisyah RA. Oleh karena itu, hukum suami meninggalkan istri tidur sendiri dikembalikan kepada sang istri karena hal itu merupakan bagian dari nafkah batin yang menjadi hak istri.

Apabila terdapat pasangan suami istri yang memilih tidur untuk tidur terpisah, bukan karena pisah ranjang akibat adanya konflik, sehingga menyebabkan pertengkaran atau harus berpisah karena terhalang oleh pekerjaan, maka hukum suami meninggalkan istri tidur sendiri adalah tidak boleh.

Pasangan suami istri yang telah menikah secara resmi tidak boleh tidur terpisah di kamar masing-masing. Sebenarnya tidak masalah apabila sekali-kali suami dan istri tidur terpisah dalam sebuah rumah untuk mendapatakn kualitas tidur yang baik, tetapi jangan terlalu sering melakukannya.

Karena hal ini dapat menimbulkan sisi buruk dalam sebuah pernikahan dan akan berdampak pada keharmonisan rumah tangga, sehingga hal ini akan menyebabkan keretakan bahkan kehancuran rumah tangga.

Baca Juga: Posisi Tidur Mencerminkan Kepribadian Anda!

Alasan Suami Meninggalkan Istri Tidur Sendiri

Hukum Suami Meninggalkan Istri Tidur Sendiri -2

Foto: Orami Photo Stock

Karena hukum suami meninggalkan istri tidur sendiri kembali lagi kepada kerelaan istri, ternyata ada alasan tersendiri bagi suami untuk meninggalkan istri. Suami yang meninggalkan istrinya memiliki dua keadaan, yaitu:

1. Meninggalkan Keluarga Karena Udzur

Udzur di sini memiliki arti seperti niat suami yang ingin mencari nafkah atau memenuhi kebutuhan lain. Istri yang dihadapkan dengan kondisi udzur seperti ini tidak berhak untuk melarang suaminya pergi dan mengharuskan suaminya untuk segera pulang atau hak untuk melakukan hubungan badan.

Pendapat ini dijelaskan dalam mazhab hambali. Al-Buhuti menjelaskan: “Ketika suami melakukan safar meninggalkan istrinya karena udzur atau ada hajat, maka hak gilir dan hubungan untuk istri menjadi gugur. Meskipun safarnya lama, karena udzur.” (Kasyaf al-Qana’, 5/192).

Apabila istri keberatan, maka istri dapat meminta cerai pada suami. selain itu, suami juga berhak untuk melepas sang istri jika merasa perbuatannya dapat membuat khawatir dan membahayakan istrinya karena tidak ada suami untuk menjaganya.

Allah berfirman: “Janganlah kamu pertahankan mereka untuk memberi kemudharatan, karena dengan demikian kamu menganiaya mereka....” (QS Al-Baqarah: 231).

Baca Juga: 8 Kebiasaan Sehat Sebelum Tidur

2. Meninggalkan Keluarga Tanpa Udzur

Istri yang kabur dari suami tanpa kabar dan tanpa alasan yang syari’I, bisa menjadi dosa besar. Sementara, suami yang meninggalkan keluarganya tanpa udzur, maka istri berhak menuntut untuk segera pulang. Istri memiliki hak yang harus didapatkan dan dipenuhi oleh suami.

Untuk rentang waktu yang diperuntukkan bagi suami yang akan melakukan safar dan meninggalkan istrinya batas maksimalnya adalah enam bulan saja. Namun, jika suami meninggalkan keluarga tanpa udzur dan suami meninggalkan istri tidur sendiri hukumnya tidak boleh karena tidak ada kerelaan istri.

Ninilah penjelasan mengenai hukum siami meninggalkan istri tidur sendiri. Semoga rumah tangga yang dibangun penuh cinta mendapatkan keberkahan dari Allah SWT. Aamiin.

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait