Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

Perilaku Balita | Aug 14, 2018

Hukuman dan Konsekuensi, Mana yang Lebih Baik untuk Mendidik Balita?

Bagikan


Memberikan hukuman sebagai cara untuk mendidik balita yang sedang nakal atau tidak menurut ternyata hanya efektif dalam jangka pendek saja lho, Moms.

Menurut Jane Nelsen, ED.D., penulis buku The Positive Discipline, memberikan hukuman memang bisa membuat anak berhenti melakukan kenakalan. Tapi, perubahan perilaku itu didasari oleh rasa takut dan bukan karena bisa membedakan mana yang baik dan buruk.

Saat ini, para pakar psikoterapi anak menganjurkan setiap orang tua untuk mendidik balita dengan konsekuensi. Selain tidak menimbulkan trauma, konsekuensi juga akan memberikan efek jangka panjang yang lebih positif bagi perilaku dan pola pikir balita.

Sekilas memang mirip, tapi sebenarnya ada perbedaan yang sangat besar antara hukuman dan konsekuensi dalam mendidik anak. Menurut Michael Orlans dari Evergreen Psychotherapy Center, berikut adalah hukuman dan konsekuensi:

Baca Juga: Dampak Buruk Memukul Bokong untuk Menghukum Anak

Hukuman Bagi Balita

Hukuman biasanya diberikan untuk membuat anak ‘menderita’ karena kesalahan yang dilakukannya. Bila dilihat lebih dekat, karakter dari setiap hukuman pada dasarnya adalah kritik, sarkasme, ketidaksetujuan, dan dominasi.

Bukan hanya tidak efektif mengajari tentang hal yang benar, mendidik balita dengan hukuman akan menimbulkan efek negatif pada perilaku dan pola pikirnya, seperti:

1. Merusak harga diri anak.

2. Merusak ikatan kepercayaan dan rasa aman dengan orang tua.

3. Menumbuhkan kebencian dan kemarahan anak pada orang tua.

4. Hukuman fisik akan menyakiti anak secara fisik dan emosional.

5. Mengajarkan anak untuk bertindak karena rasa takut, bukan karena harus melakukan hal yang benar.

6. Tidak mengajarkan tentang pengendalian diri dan disiplin.

Memberikan hukuman juga akan membuat balita kurang mampu berpikir kritis, serta menganggap bahwa memaksa, mengintimidasi, dan balas dendam pada orang lain itu boleh dilakukan.

Secara singkat, memberikan hukuman akan membuat anak berpikir “Mama jahat” ketimbang “Aku sudah melakukan kesalahan.”

Baca Juga: 6 Gangguan Perilaku Pada Anak yang Tak Boleh Diabaikan

Konsekuensi Pada Balita

Di sisi lain, konsekuensi berarti menunjukkan hasil atau akibat langsung dari sebuah tindakan, baik positif maupun negatif. Tujuannya adalah untuk membuat anak menyadari bahwa akan ada akibat dari setiap tindakannya, sekaligus mengarahkan pada pilihan positif.

Menunjukkan konsekuensi dianggap sebagai cara mendidik balita yang baik, karena:

1. Mendorong anak untuk berpikir kritis.

2. Mengajarkan anak bertanggung jawab untuk setiap tindakannya.

3. Mendorong anak belajar dari kesalahannya.

4. Menumbuhkan disiplin dan pengendalian perilaku dari dalam diri.

5. Mengajarkan anak cara untuk menghadapi masalah.

6. Memberikan contoh nyata mengenai hal baik dan buruk.

Memberikan konsekuensi yang sehat berfokus untuk menumbuhkan kepercayaan diri anak bahwa dia bisa berperilaku lebih baik di masa depan, sekaligus membuat balita berpikir “Apa yang akan terjadi bila aku melakukan A atau B?”

Dilihat dari berbagai sisi, mendidik balita dengan menunjukkan konsekuensi jelas bisa memberikan efek jangka panjang yang lebih positif untuk perkembangan pola pikir, perilaku, dan kepribadiannya ya, Moms?

Harus diakui, memang banyak orang tua yang mendidik balita dengan memberikan hukuman karena meniru pola asuh yang mereka terima saat masih kecil dulu. Apalagi kalau Moms sedang lelah atau emosi, hukuman biasanya menjadi reaksi spontan yang paling mudah dilakukan.

Saat usia buah hati masih balita, belum terlambat bagi setiap orang tua untuk mulai lebih cerdas dalam menerapkan pola asuh, serta mengadopsi cara mendidik dan mendisiplinkan anak yang lebih baik.

Jadi bagaimana pendapat Moms, pilih hukuman atau konsekuensi untuk mendidik balita?

(WA)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.