Trimester 3

30 April 2021

Mengenal Hypnobirthing, Melahirkan Tanpa Rasa Sakit

Apakah hal itu juga cocok untuk banyak ibu hamil?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Defara Millenia
Disunting oleh Adeline Wahyu

Hypnobirthing adalah metode yang dilakukanuntuk membantu mempersiapkan ibu hamil melewati proses persalinan yang tenang dan nyaman dengan self-hypnosis atau hipnotis diri sendiri.

Moms, perlu diketahui bahwa self-hypnosis yang diterapkan bukanlah hipnosis yang akan membuat Moms tertidur dan tak sadarkan diri. Tetapi, mengendalikan pikiran bawah sadar dengan kata-kata positif yang membangung kepercayaan diri dan ketenangan selama persalinan.

Metode ini menggunakan teknik relaksasi, visualisasi, dan kesadaran untuk membantu Moms berkonsentrasi pada tubuh dan kelahiran calon bayi.

Namun, apakah metode ini benar-benar mempermudah kelahiran?

Simak di sini ya Moms untuk mengetahui lebih jauh metode hypnobirthing.

Awal Mula Hypnobirthing

arm-baby-child-87394.jpg

Foto: pixabay.com

Metode ini berasal dari tahun 1950-an dan dipopulerkan pada tahun 1980-an.

Daya tariknya besar di Inggris dan Eropa, menurut Dr. Kathleen Beebe, Ph.D., RN, seorang profesor keperawatan di Dominika Universitas California, meskipun ia juga diminati di Amerika.

Ada beberapa penelitian tentang popularitas hypnobirthing, tetapi satu survei representatif nasional yang melibatkan 2.400 ibu di Amerika Serikat yang melahirkan antara pada tahun 2011 dan 2012, menemukan lebih dari seperlima ibu tersebut menggunakan strategi mental seperti relaksasi, visualisasi atau hipnosis selama persalinan.

Metode hypnobirthing semakin populer di kalangan ibu hamil, khususnya pada ibu hamil yang ingin persalinannya lancar dan normal tanpa takut merasakan rasa sakit maupun nyeri.

Baca Juga: 4 Artis yang Melahirkan di Bumi Sehat Bali dengan Cara Gentle Birth

Manfaat Hypnobirthing

adorable-baby-bed-917473.jpg

Foto: pixabay.com

Hipnosis telah digunakan selama berabad-abad untuk mengobati semua hal, mulai dari penyakit mental hingga nyeri selama operasi.

Akan tetapi, baru pada 1950-an, hipnoterapis mulai mempromosikan penggunaannya untuk meringankan rasa sakit persalinan dan kelahiran.

Pada tahun 1989, ahli hipnoterapis Marie Mongan mengembangkan sebuah program yang disebut hypnobirthing, yang menyatakan bahwa ketakutan dan kecemasan dapat meningkatkan rasa sakit.

Dikutip dari Journal of Maternal and Child Health, teknik-teknik seperti meditasi, perumpamaan terpandu, pernapasan dalam, dan hipnosis dapat mengarahkan ibu hamil ke dalam keadaan relaks.

Untuk tujuan ini, wanita di kelas hypnobirthing diajarkan untuk memikirkan aspek-aspek persalinan secara berbeda.

Dengan membingkai ulang proses ini dalam istilah yang lebih menyenangkan dan akrab, ibu melahirkan mungkin mengalaminya secara berbeda dan tidak terlalu menyakitkan.

Selain itu, metode ini memiliki beragam manfaat lainnya:

  • Persalinan menjadi lebih cepat. Secara khusus, hipnosis selama kelahiran dapat membantu mempersingkat tahap pertama. Metode ini mempermudah persalinan awal, saat kontraksi menjadi lebih lama, lebih kuat, dan lebih dekat saat serviks terbuka.
  • Kelola rasa sakit secara alami. Jika Moms mencari persalinan bebas obat, hipnosis dapat membantu. Melansir Journal on preparing parent s for birth and early parenthood, ibu hamil yang melakukan hypnobirthing tidak menggunakan obat penghilang rasa sakit apa pun dan melaporkan tingkat nyeri maksimal hanya 5,8 pada skala 10.
  • Berikan perasaan terkendali. Sebuah studi tahun 2013, melaporkan bahwa ibu hamil lebih merasa rileks dan terkendali. Sehingga, ketakutan mereka tentang persalinan dan kelahiran berkurang.
  • Menghasilkan bayi yang sehat. Teknik hypnobirthing memungkinkan melahirkan bayi yang sehat daripada yang tidak melakukan metode ini.
  • Bantu wanita yang pernah mengalami trauma. Hypnobirthing secara khusus dapat membantu persalinan ibu hamil yang pernah mengalami trauma seputar persalinan atau yang secara umum takut akan persalinan. Sekitar 40 persen metode ini berfokus secara khusus pada masalah mengendalikan trauma.

Baca Juga: Sarwendah Terbang ke Singapura untuk Melahirkan, Ketahui Batas Usia Kandungan Agar Aman Naik Pesawat!

Apakah Benar Memudahkan Persalinan?

baby-birth-black-and-white-208189.jpg

Foto: pixabay.com

Sebuah ulasan Cochrane tahun 2016 dari sembilan uji klinis yang melibatkan hampir 3.000 ibu melahirkan, melaporkan bahwa mereka yang menggunakan hipnosis melaporkan lebih sedikit rasa sakit dan lebih banyak kepuasan dengan pengalaman kelahiran mereka daripada wanita yang tidak.

Beberapa program mengklaim bahwa self-hypnosis tidak hanya dapat menjadi obat mujarab untuk rasa sakit dan ketakutan, tetapi juga dapat mengurangi jumlah intervensi medis yang diperlukan selama persalinan.

Hypnobirthing Institute melaporkan pada tahun 2011, misalnya, bahwa mereka yang menjalani programnya lebih kecil kemungkinannya untuk menjalani operasi caesar, episiotomi (bedah untuk memperbesar pembukaan vagina) atau pemantauan janin terus menerus selama persalinan jika dibandingkan dengan ibu Amerika Serikat yang belum pernah menggunakan hypnobirthing.

Namun, beberapa penelitian menunjukkan bahwa wanita yang menggunakan self-hypnosis selama persalinan senang mereka melakukannya.

Dalam uji klinis 2015 yang melibatkan 680 wanita, para peneliti menemukan bahwa mereka yang self-hypnosis merasa kurang takut dan cemas selama persalinan daripada yang mereka harapkan.

Sebagian besar kemudian melaporkan memiliki pengalaman positif, mengatakan bahwa hipnosis membantu mereka merasa tenang, percaya diri, dan lebih kuat sebelum dan selama kelahiran mereka.

“Awalnya mereka skeptis, tetapi akhirnya menjadi sangat positif tentang teknik ini, seperti halnya pasangan mereka,” tutup Dr. Soo Downe, Ph.D., salah satu penulis uji klinis dan profesor dalam studi kebidanan di University of Central Lancashire di Inggris.

Baca Juga: Apa Itu Self Care dan Bagaimana Cara Melakukannya?

Prosedur Hypnobirthing

Efektifkah Hypnobirthing Menjelang Persalinan.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Hypnobirthing adalah metode persalinan yang menggunakan teknik self-hypnosis dan relaksasi untuk membantu ibu hamil merasa siap secara fisik, mental dan spiritual serta mengurangi kesadarannya akan rasa takut, cemas dan nyeri saat melahirkan.

Meskipun program tertentu berbeda-beda, kelas hypnobirthing umumnya mengajarkan ibu hamil untuk berlatih dan menggunakan kombinasi musik, visualisasi, pemikiran positif, dan kata-kata untuk merilekskan tubuh dan mengontrol sensasi selama persalinan. Ingatlah bahwa metode ini dapat digunakan dalam kombinasi dengan banyak teknik melahirkan lainnya.

Nah, ada berbagai teknik yang bisa Moms coba, seperti di bawah ini.

1. Pernapasan Terkontrol

Hypnobirthing dibagi menjadi dua teknik pernapasan. Pertama, Moms menarik napas dalam-dalam melalui hidung dan keluar melalui hidung. Tarik napas dalam hitungan 4 dan keluarkan dalam hitungan 7.

Teknik kedua serupa, Moms mengikuti pola napas dalam yang sama, tetapi Moms memperpanjang napas hingga hitungan 7 dan mempertahankan napas dalam hitungan 7. Pernapasan dengan cara ini seharusnya membantu memicu sistem saraf parasimpatis, memberi Moms getaran yang menenangkan.

2. Fokus Pada Pikiran dan Kata-kata Positif

Berfokus pada pikiran dan kata-kata positif adalah teknik lain yang berguna. Daripada menggunakan kata "kontraksi" untuk mendeskripsikan pengencangan selama persalinan, Moms bisa mengatakan "lonjakan" atau "gelombang" untuk putaran yang lebih positif. Contoh lainnya adalah mengganti “pecahnya” selaput dengan kata “pelepasan”.

3. Visualisasi Terpandu

Teknik lain hypnobirthing, yaitu visualisasi terpandu. Pada teknik ini, Moms dapat membayangkan sesuatu seperti bunga yang mekar dan harum untuk membantu merilekskan tubuh, dan menggunakan musik dan meditasi untuk relaksasi lebih lanjut.

Peran Dads juga membantu teknik ini berjalan lancar. Beberapa hal yang bisa Dads lakukan ada teknik pemijatan, mengucapkan kalimat-kalimat dukungan yang positif, dan mengingatkan untuk menerapkan teknik self-hypnosis.

Baca Juga: Mengenal Tes Urine HCG dalam Kehamilan dan Risikonya

Risiko Hypnobirthing

risiko hamil

Foto: Orami Photo Stock

Selama ini belum ada risiko dari metode hypnobirthing. Hal ini karena teknik hypnobirthing relatif aman dilakukan oleh ibu hamil.

Meskipun belum ada risiko dan manfaat metode ini terdengar luar biasa, kenyataannya adalah bahwa mempraktikkan hypnobirthing abukanlah jaminan bahwa Moms akan mengalami persalinan yang mudah dan bebas rasa sakit.

Salah satu kelemahan utama self-hypnosis selama persalinan adalah tidak serta merta selalu berhasil mempersiapkan ibu hamil untuk persalinan yang tidak berjalan sesuai rencana.

Beberapa ibu hamil merasa lebih sulit untuk dihipnotis dan melakukan teknik hypnobirthing. Hal ini karena rasa sakit yang tida terduga terjadi dan ibu hamil panik secara berlebihan.

Hypnobirthing ini juga tidak mencakup banyak informasi tentang tindakan meredakan nyeri di luar berbagai teknik untuk merilekskan tubuh. Selain itu, metode ini juga tidak mencakup berbagai intervensi medis yang mungkin dihadapi orang tua.

Namun, Moms tetap dapat mempraktikkan metode hypnobirthing dan berencana untuk melakukannya, tetapi juga harus memikirkan apa yang akan Moms lakukan jika hal-hal tidak berjalan seperti yang diharapkan.

Apakah Moms tertarik mencoba metode melahirkan hypnobirthing? Sebelum melakukannya, jangan lupa konsultasikan ke dokter dahulu ya agar Moms dan calon bayi selalu sehat dan semuanya lancar.

Selamat mencoba!

  • https://www.healthline.com/health/pregnancy/hypnobirthing#benefits
  • https://www.nct.org.uk/sites/default/files/related_documents/Semple
  • http://thejmch.com/index.php
  • https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/labor-and-delivery/expert-answers/hypnobirthing/faq-20058353
  • https://www.whattoexpect.com/pregnancy/labor-and-delivery/hypnobirthing/
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait