Trimester 1

17 November 2021

Amankah Ibu Hamil Makan Telur Setengah Matang?

Alih-alih telur setengah matang, ibu hamil sebaiknya konsumsi makanan sehat
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Nevy
Disunting oleh Debora

Banyak pertanyaan, apakah ibu hamil makan telur setengah matang diperbolehkan?

Tentu jawabannya adalah tidak.

Apa pun jenis makanannya, jika tidak matang 100 persen dapat membahayakan ibu dan perkembangan janin.

Hal tersebut tentu membuat para ibu hamil merasa khawatir.

Pasalnya, banyak juga ibu hamil yang ternyata nekat mengonsumsi telur setelah matang.

Untuk lebih jelasnya, simak penjelasan di bawah ini ya, Moms.

Baca juga: 25+ Ciri-ciri Hamil Muda, Salah Satunya Mudah Lelah

Ibu Hamil Makan Telur Setengah Matang Tidak Disarankan

Amankah Ibu Hamil Makan Telur Setengah Matang?

Foto: Orami Photo Stock

Menurut American Pregnancy Association, makanan yang masih mentah menjadi salah satu pantangan saat hamil.

Termasuk juga makan telur, baik telur ayam atau telur bebek.

Meski mengandung protein, vitamin A, vitamin B, selenium, fosfor, dan asam folat, akan sangat membahayakan jika ibu hamil makan telur setengah matang.

Sudah pasti ibu hamil membutuhkan sejumlah nutrisi tersebut untuk menunjang kesehatan tubuh, dan mencegah cacat tabung saraf pada janin.

Jangan khawatir, karena ibu hamil tetap diperbolehkan makan telur yang dimasak hingga matang sebelum dikonsumsi.

Jangan mengonsumsi makanan secara asal, karena masing-masing tubuh ibu hamil berbeda.

Tidak semua ibu hamil memiliki daya tahan tubuh yang sama.

Makanan sehat bergizi seimbang diperlukan guna menangkal bibit penyakit yang akan mengganggu proses kehamilan.

Apa Dampak Ibu Hamil Makan Telur Setengah Matang?

Dilansir dari Babycentre, sebagian besar telur yang dijual di Inggris dianggap aman untuk dimakan selama kehamilan, baik direbus atau mentah.

Alasannya, karena unggas telah divaksinasi Salmonella.

Namun, anggapan tersebut salah kaprah.

Meski tidak muncul secara langsung membahayakan janin, tetapi infeksi bakteri dapat memicu sejumlah kondisi berikut ini:

Oleh karena itu, sebaiknya masak telur hingga matang.

Masak hingga kuning telur dan putih padat.

Memasang hingga matang akan menghancurkan bakteri Salmonella, sehingga aman untuk dikonsumsi.

Baca juga: 11 Tanda Pasti Hamil, Nomor 4 Sering Disalahartikan, Waspada!

Cara Memasak Telur yang Aman untuk Ibu Hamil

Amankah Ibu Hamil Makan Telur Setengah Matang?

Foto: Orami Photo Stock

Telur memiliki sejumlah kandungan baik yang mampu menunjang kesehatan ibu hamil.

Namun, tidak aman jika ibu hamil makan telur setengah matang.

Berikut ini cara memasak telur yang aman untuk ibu hamil:

  • Jika direbus. Rebus telur selama kurang lebih 5-7 menit, tergantung ukuran telur.
  • Jika digoreng. Goreng telur di kedua sisi hingga benar-benar matang.

Jika Moms memutuskan untuk makan di luar rumah atau berbelanja kebutuhan sehari-hari, pastikan untuk berhati-hati.

Moms perlu berhati-hati saat membeli sorbet, es krim, meringue, mousse, tiramisu, atau mayones.

Di dalam sejumlah produk makanan tersebut, sering mengandung telur mentah. Pastikan untuk memeriksa label kemasan atau tanya kepada penjualnya.

Jika membeli sejumlah produk makanan tersebut di supermarket, biasanya dibuat dengan telur yang sudah dipasteurisasi.

Proses pasteurisasi dilakukan dengan memanaskan telur, sehingga membunuh bakteri Salmonella yang berbahaya.

Moms juga disarankan untuk menyimpan telur dengan aman, guna membantu menjaga kondisi telur agar terbebas dari bakteri Salmonella.

Ini beberapa cara yang disarankan:

  • Simpan telur di lemari es.
  • Jangan sampai telur bersentuhan dengan makanan lain. Simpan di tempat terpisah.
  • Pastikan telur tersebut dikonsumsi sebelum melewati tanggal kedaluwarsa.
  • Jangan konsumsi telur dengan cangkang yang rusak, karena berisiko terkontaminasi kotoran atau bakteri.
  • Jangan menyimpan telur rebus di lemari es lebih dari 3 hari.

Ini yang harus dilakukan saat memasak dan menyiapkan makanan:

  • Jangan memercikkan telur mentah ke makanan atau peralatan memasak.
  • Cuci dan keringkan tangan secara menyeluruh setelah menyentuh atau memasak telur. Bakteri terkadang ditemukan di cangkangnya.
  • Bersihkan semua peralatan secara menyeluruh dengan air panas dan sabun.
  • Cuci permukaan dapur menggunakan air panas dan sabun panas. Dilanjut dengan semprotan antibakteri dan lap dengan kain bersih.

Baca juga: Kenali 8 Tahapan Proses Kehamilan yang Penting Buat Calon Moms

Alih-Alih Konsumsi Telur, Sebaiknya Ibu Hamil Makan Ini

Amankah Ibu Hamil Makan Telur Setengah Matang?

Foto: Orami Photo Stock

Selama masa kehamilan, asupan nutrisi memang perlu diperhatikan.

Seiring dengan pertumbuhan janin, semakin tinggi nutrisi yang diperlukan.

Contohnya saja, di trimester pertama kehamilan, tidak perlu ada penambahan kalori dalam makanan.

Namun, saat memasuki trimester kedua dan ketiga, dibutuhkan asupan kalori tambahan sebanyak 340-450 kalori per hari.

Berikut ini beberapa asupan yang dibutuhkan untuk memenuhi nutrisi ibu hamil:

1. Brokoli

Brokoli mengandung asam folat, lutein, kalsium, zeaxanthin, dan karotenoid, yang mampu menunjang kesehatan mata.

Selain itu, kandungan vitamin C dalam brokoli berfungsi untuk menyerap zat besi dalam tubuh ibu, hingga mencegah bayi lahir dengan berat badan rendah.

2. Bayam

Bayam mengandung asam folat, yang dapat membantu mencegah cacat lahir seperti anensefali dan spina bifida.

Asupan asam folat juga berperan dalam menurunkan risiko terjadinya persalinan prematur dan preeklamsia.

3. Avokad

Buah avokad disarankan untuk dikonsumsi saat kehamilan memasuki trimester ketiga.

Kandungan serat, vitamin K, vitamin C, asam folat, kalium, vitamin B6, dan asam lemak baik mampu menunjang kesehatan ibu dan janin secara keseluruhan.

Selain itu, asam lemak mampu menunjang perkembangan otak, sistem saraf, kulit, dan jaringan pada janin dalam kandungan.

4. Jeruk

Jeruk mengandung vitamin C, asam folat, dan serat, yang dapat menunjang perkembangan otak dan saraf tulang belakang pada janin.

Buah ini terdiri dari 90 persen air, sehingga dapat mencegah dehidrasi pada ibu hamil.

Selain asupan tersebut, ibu hamil juga disarankan untuk mengonsumsi banyak air putih.

Asupan cairan lebih dari 2,3 liter per hari disarankan untuk menunjang metabolisme tubuh, dan mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Jadi, perhatikan selalu makanan yang Moms konsumsi saat masa kehamilan, ya!

  • https://www.babycentre.co.uk/x536441/is-it-safe-to-eat-soft-boiled-or-raw-eggs-during-pregnancy
  • https://americanpregnancy.org/healthy-pregnancy/pregnancy-health-wellness/foods-to-avoid-during-pregnancy/
  • https://www.healthline.com/nutrition/13-foods-to-eat-when-pregnant
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait