Kehamilan

KEHAMILAN
30 Juni 2020

Ibu Hamil Melakukan Operasi Gigi Bungsu, Amankah?

Paling tepat dilakukan pada trimester kedua kehamilan
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Waritsa Asri
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Saat hamil, tak jarang Moms menderita sakit, bengkak, dan sensitivitas di area gigi bungsu, berkat semua perubahan hormon yang terjadi selama kehamilan. Namun, ibu hamil sangat berhati-hati dalam melakukan operasi mulut karena efek potensial yang dapat terjadi pada bayi.

Sebuah jurnal yang diterbitkan oleh Journal of American Dental Association (JADA) mengungkapkan ibu hamil menjalani perawatan gigi dengan anestesi lokal aman untuk dijalani.

"Studi kami mengidentifikasi tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa perawatan gigi dengan anestesi berbahaya selama kehamilan, namun begitu banyak wanita hamil menghindari pergi ke dokter gigi," kata penulis studi Aharon Hagai, D.M.D.

Para peneliti membandingkan hasil kehamilan antara kelompok ibu yang terpapar perawatan gigi dengan anestesi dan kelompok kontrol yang tidak memiliki perawatan. Studi ini menunjukkan bahwa paparan perawatan gigi dan anestesi lokal selama kehamilan tidak terkait dengan peningkatan risiko masalah medis utama pada bayi baru lahir.

Baca Juga:Pentingnya Menjaga Kesehatan Gigi dan Gusi Ibu Hamil

Menurut penelitian, penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa banyak ibu hamil tidak mencari perawatan gigi, bahkan ketika ada masalah gigi.

Kesehatan mulut seorang ibu selama kehamilan sangat penting, karena hamil dapat meningkatkan risiko kerusakan gigi karena meningkatnya konsumsi karbohidrat dan kesulitan menyikat gigi karena mual di pagi hari, refleks muntah dan peningkatan perdarahan gusi.

Ibu Hamil Melakukan Operasi Gigi Bungsu

Lalu, amankah bila ibu hamil melakukan operasi gigi bungsu kemudian hal apa saja yang akan dilalui bila prosedur tersebut dilakukan, Moms? Yuk simak ulasannya di bawah ini!

1. Sinar-X Aman untuk Ibu Hamil

Ibu Hamil Sakit Gigi

Moms, tentunya salah satu prosedur untuk operasi gigi bungsu adalah ahli bedah mulut melakukan prosedur rontgen diagnostik. Nah, dilansir dari jurnal keluaran National Center for Biotechnology Information, sinar-X gigi bungsu tidak secara langsung mengekspos daerah perut terhadap radiasi, sehingga sangat kecil kemungkinan bahaya bagi janin yang sedang berkembang.

Baca Juga:Apa Semua Gigi Bungsu Harus di Operasi?

Ditambah lagi, jumlah radiasi yang ditimbulkan oleh x-ray gigi sangat rendah, tidak cukup untuk menimbulkan efek buruk. Dan, untuk meminimalkan risiko lebih lanjut, ahli bedah mulut mengambil gambar sesedikit mungkin, menggunakan celemek bertimbal dan kerah untuk melindungi calon ibu dan bayinya yang belum lahir.

2. Anestesi Aman Operasi Oral untuk Ibu Hamil

operasi gigi bungsu

Perlu juga diketahui sebagian besar prosedur pencabutan gigi bungsu, maka ahli bedah mulut akan memberikan anestesi agar pasien tetap nyaman dan termasuk ibu hamil melakukan operasi gigi bungsu.

Akan tetapi, bentuk anestesi bedah mulut yang lebih kuat seperti gas tertawa dan sedasi IV, tidak dianjurkan selama kehamilan karena penggunaannya meningkatkan risiko keguguran. Namun, penelitian menunjukkan bahwa anestesi lokal seperti lidokain, aman untuk ibu hamil melakukan operasi gigi bungsu.

Baca Juga:4 Bahan Alami untuk Mengatasi Nyeri saat Gigi Bungsu Tumbuh, Efektif Banget!

Di samping itu, ketika memberikan anestesi lokal kepada ibu hamil, ahli bedah mulut menjaga agar dosisnya tetap rendah dan menggunakan obat sesedikit mungkin.

3. Trimester Kedua Paling Tepat untuk Operasi Gigi Bungsu

operasi gigi bungsu

Walaupun aman untuk dilakukan, ibu hamil melakukan operasi gigi bungsu pun perlu waktu terbaik untuk melakukannya yaitu selama trimester kedua kehamilan. Berikut ini alasannya:

  • Trimester pertama yaitu periode minggu ketiga hingga kedelapan adalah saat organ vital anak berkembang. Sehingga, setiap obat atau stress akibat pencabutan gigi dapat memengaruhi perkembangan janin.
  • Trimester kedua merupakan periode teraman untuk mengestraksi gigi dan melakukan prosedur bedah apa pun dalam posisi semi-berbaring. Pada saat ini, janin mungkin telah berkembang dengan pesat. Output jantung meningkat 30 persen pada trimester pertama. Kemudian, tekanan darah normal tercapai di trimester kedua ini.
  • Terakhir, bila memilih trimester ketiga maka akan menyulitkan ibu hamil melakukan operasi gigi bungsu karena untuk duduk lama dalam bulan-bulan terakhir ini akan merasa tidak nyaman.
  • Pertimbangkan durasi operasi gigi bungsu yang tidak melebihi maksimum 20 menit, sehingga ibu hamil tidak mengalami kelelahan yang dapat menyebabkan komplikasi kehamilan.

Itulah beberapa prosedur serta tingkat keamanan yang akan menjadi pertimbangan Moms ketika melakukan operasi gigi bungsu. Akan tetapi, Moms harus mengkonsultasikan ke dokter karena kehamilan memerlukan perawatan khusus yang berkaitan dengan anestesi dan obat yang diminum oleh ibu hamil.

Kemudian, lebih baik untuk menunda pembedahan ini sampai akhir kehamilan jika operasi tidak mendesak sesuai dengan saran dari dokter.

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait