Gratis Ongkir minimum Rp 300.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Tanya Pakar | Mar 14, 2018

Ibu Hamil Stres, Apakah Berpengaruh Pada Bayi?

Bagikan


Tanya:

Dok, biasanya kalau sedang hamil emosi kita kan jadi fluktuatif alias mood swing. Tapi, apa iya bisa memengaruhi bayi?

Katanya ibu hamil jangan suka sedih karena nanti bayi dalam perut juga ikut sedih. Nah, apa hal itu bisa memengaruhi karakter Si Kecil ketika balita atau sudah agak besar?

Jawab:

Kehamilan seharusnya menjadi salah satu momen paling membahagiakan dalam hidup seorang wanita, tapi bagi banyak perempuan, masa-masa kehamilan adalah waktu yang membingungkan, menakutkan, penuh stres, dan bahkan depresi.

Terkait keluhan Moms, selama kehamilan, sangat normal apabila calon ibu mengalami mood swing, di mana emosi dan suasana hati menjadi labil atau naik turun. Ada yang mengalami hal itu masih derajat ringan, tapi ada juga yang sudah hampir mencapai tahap depresi berat.

Untuk yang mengalami tahap depresi selama kehamilan, memang ada beberapa risiko kemungkinan yang terjadi antara lain:

Risiko pada bayi dalam janin dari ibu yang mengalami depresi atau kecemasan selama hamil, termasuk berat lahir rendah, kelahiran prematur (sebelum 37 minggu), skor APGAR rendah, dan gangguan pernapasan dan gelisah. Namun, tidak menutup kemungkinan bahwa depresi yang melanda ibu hamil juga akan turun kepada janinnya.

Penelitian dalam jurnal JAMA Psychiatry menunjukkan bahwa perempuan yang mengalami depresi selama kehamilan akan menurunkan peningkatan risiko depresi pada anak mereka saat dewasa nanti. Namun Moms jangan khawatir, kemungkinan hal itu dapat terjadi pada wanita yang mengalami depresi selama kehamilan yang dapat memicu sindrom baby blues pasca persalinan.

Hal itu dapat di atasi antara lain dengan cara mengisi kegiatan sehari-hari dengan kegiatan yang bisa mengalihkan perhatiannya dari kondisi ini, mood swing parah bisa dihindari, bahkan diminimalkan. Mood swing saat hamil bisa dibantu dengan membentuk sikap yang lebih menenangkan.

Perlu cukup tidur, cukup jeda, selain ada waktu untuk tidur siang. Luangkan juga waktu untuk bergerak seperti berjalan-jalan sejenak, nonton bioskop, yoga, dan meditasi. Pola hidup sehat selama hamil bisa menghindarkan Moms dari kemungkinan gangguan mood. Makanlah sedikit-sedikit tapi lebih sering., hindari kopi dan gula berlebih.

Selain itu, mom juga perlu membangun sikap positif optimistik terhadap kehamilan. Dukungan positif dari suami dan keluarga juga dapat membantu Moms melewati masa-masa selama kehamilan.

Semoga Moms dapat menjalani momen yang membahagiakan selama kehamilan dan persalinan bersama keluarga. Karena seorang Moms yang bahagia dan sehat selama kehamilannya akan melahirkan buah hati yang sehat dan berkepribadian sukses di kemudian hari.

Dijawab oleh dr. Benny Johan Marpaung, Sp.OG

Sumber: Ask The Expert - Forum Orami

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.