Kesehatan

KESEHATAN
1 Maret 2021

Ketahui Manfaat, Dosis, Harga dan Efek Samping dari Ibuprofen

Ibuprofen adalah obat yang sering digunakan untuk menghilangkan rasa sakit.
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Istihanah
Disunting oleh Adeline Wahyu

Moms pasti pernah mengkonsumsi Ibuprofen. Obat ini, biasanya digunakan untuk meredakan gejala radang sendi, demam, dan nyeri lainnya termasuk nyeri haid.

Ibuprofen adalah obat antiinflamasi non steroid (NSAID) dan juga memiliki efek antiplatelet, yang berarti melindungi dari penggumpalan darah.

Jurnal SeatPearls menjelaskan, ini adalah obat antiinflamasi dan gangguan rheumatoid yang sudah disetujui oleh FDA.

Di pasaran, obat ini dijual dengan berbagai jenis merek dagang, seperti Brufen, Calprofen, Genpril, Ibu, Midol, Nuprin, Cuprofen, Nurofen, Advil, dan Motrin.

Jadi Moms mungkin akan lebih kenal dengan nama-nama dagang tersebut.

Baca juga: Sering Mengonsumsi Ibuprofen Bisa Membuat Pria Mandul?

Manfaat Ibuprofen

Ketahui Manfaat, Dosis, Harga dan Efek Samping dari Ibuprofen

Foto: Orami Photo Stock

Menurut WHO, ibuprofen masuk dalam Essential Drug List yang merupakan salah satu kebutuhan medis minimum untuk sistem perawatan kesehatan dasar.

Obat ini bukanlah steroid, walaupun terkadang memiliki efek yang sama. Hanya saja, efek jangka panjang kedua obat ini akan berbeda ya Moms. Jadi Moms tetap harus hati-hati dalam mengonsumsi obat.

Cara kerja ibuprofen adalah memblokir produksi prostaglandin, zat yang dikeluarkan tubuh sebagai respons terhadap penyakit dan cedera.

Prostaglandin menyebabkan nyeri dan bengkak. Zat ini dilepaskan di otak, dan juga bisa menyebabkan demam.

Efek penghilang rasa sakit Ibuprofen dimulai segera setelah meminum satu dosis. Efek antiinflamasi bisa memakan waktu lebih lama, terkadang beberapa minggu.

Selain menghilangkan nyeri, masih banyak manfaat ibuprofen yang bisa Moms rasakan saat mengkonsumsinya. Berikut penjelasannya.

1.Membantu Penderita Artritis Reumatoid

Ibuprofen dapat sedikit membantu penderita artriris reumatoid. Moms perlu ingat, obat ini tidak menyembuhkan tetapi meredakan rasa sakit yang dirasakan oleh penderita.

Jurnal Medical Principles and Practice menjelaskan artritis adalah penyakit autoimun sistemik kronis, inflamasi, mempengaruhi sendi dengan tingkat keparahan yang bervariasi di antara pasien.

Banyak faktor yang menyebabkan terjadinya penyakit ini, seperti usia, jenis kelamin, genetika, dan paparan lingkungan (merokok, polutan udara, dan pekerjaan).

2. Mencegah Perkembangan Penyakit Alzheimer

Ibuprofen terbukti memperlambat perkembangan penyakit Alzheimer. Karena obat ini dianggap mampu mengurangi jumlah beta-amyloid atau (fragmen protein yang akumulasinya terkait dengan penyakit) yang menumpuk di otak.

Selain itu, obat ini dan beberapa obat non steroid lainnya lainnya dapat memperlambat atau mencegah timbulnya penyakit Alzheimer, para ilmuwan mengatakan itu juga dapat memperkenalkan cara berpikir baru tentang bagaimana ibuprofen melindungi otak.

Sekitar 20 penelitian yang dilakukan pada orang-orang menunjukkan bahwa mereka yang menggunakan obat non steroid memiliki risiko lebih rendah terkena pernyakit Alzheimer dibandingkan orang-orang yang tidak menggunakannya.

Bukti lain menunjukkan bahwa peradangan di otak, yang dipicu oleh endapan amiloid, mengaktifkan sel-sel kekebalan dan memunculkan zat berbahaya yang merusak sel-sel saraf.

Obat satu ini dapat menghambat terjadinya hal tersebut di dalam tubuh.

Baca juga: Kapan Sebaiknya Anak Diberi Ibuprofen?

3. Efektif Mengurangi Peradangan

Ibuprofen dianggap lebih efektif mengatasi pembengkakan dibanding aspirin. Untuk mencapai efek antiinflamasi yang sama, 4000mg aspirin perlu diberikan sementara jika menggunakan obat ini Moms hanya memerlukan 2400mg saja,

Hal ini menunjukkan bahwa ibuprofen lebih berguna daripada obat lain, karena obat ini terdapat pada konsentrasi yang lebih rendah di dalam tubuh, kemungkinan efek samping yang tidak diinginkan jauh lebih kecil.

4. Menghilangkan Rasa Sakit Tanpa Efek Keterggantungan

Jika kebanyakan obat penahan rasa sakit lain memberikan efek ketergantungam, tidak dengan ibuprofen. Sehingga Moms tidak perlu mengkonsumsi obat ini secara terus menerus saat mengalami rasa sakit.

Baca juga: Demam Kelenjar Pada Anak: Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya

Dosis Ibuprofen yang Disarankan

Dosis obat yang disarankan

Foto: Orami Photo Stock

Ibuprofen tersedia dalam bentuk tablet, sirup, dan juga intravena (IV). Penting untuk mengetahu dosis yang tepat saat akan menggunakan obat ini. Karena hal ini dapat menghindari terjadinya efek samping di dalam tubuh.

Biasanya, dosis penggunaannyaditentukan berdasarkan usia. Untuk orang dewasa yang menggunakannya untuk rheumatoid atau osteoarthritis, dosisnya adalah 1.200 miligram (mg) hingga 3.200 mg per oral per hari.

Pasien harus dimonitor untuk efek samping, dan dosis harus disesuaikan sehingga dapat menekan kemungkinan efek samping terjadi selama pengobatan.

pasien mengambil jumlah sekecil mungkin untuk memenuhi tujuan pengobatan mereka.

1.Dosis untuk Orang Dewasa

Dosis yang dianjurkan untuk orang dewasa adalah satu atau dua tablet 200 miligram (mg) setiap empat sampai enam jam. Orang dewasa tidak boleh melebihi 800 mg sekaligus atau 3.200 mg per hari.

Orang dewasa di atas usia 60 harus minum sesedikit mungkin untuk mengatasi gejala mereka. Orang dewasa yang lebih tua memiliki risiko lebih tinggi mengalami efek samping pada ginjal dan gastrointestinal.

2. Dosis untuk Anak-anak

Ibuprofen juga dpat diberikan pada anak-anak untuk meredakan nyeri, peradangan, dan untuk mengontrol demam, serta untuk artritis idiopatik pada remaja.

Untuk dosis yang dianjurkan tentu lebih rendah dibandungkan orang dewasa. Selain itu, pemberian ibuprofen pada anak-anak juga ditentukan dari berat badan mereka.

Orang tua sebaiknya berkonsultasi dengan petunjuk dalam kemasan atau tanyakan pada apoteker atau penyedia layanan kesehatan sebelum memberikan ibuprofen atau obat lain kepada anak.

3. Dosis untuk Bayi

Moms yang memiliki bayi berusia kurang dari enam bulan, tidak disarankan untuk memberikan ibuprofen. Sementara untuk bayi berusia enam bulan hingga satu tahun, dosis aman yang disarankan antara 50 mg hingga 75 mg tergantung dari berat badan mereka.

Jangan lupa Moms, untuk selalu berkonsultasi pada dokter saat ingin memberikan obat apapun kepada anak Moms.

Baca juga: Apakah Ibuprofen Aman untuk Bayi?

Gejala Overdosis Ibuprofen

Overdosis ibuprofen

Foto: Orami Photo Stock

Penting untuk mengetahui jumlah dosis yang disarankan saat mengonsumsi. Karena terlalu banyak konsumsi obat ini dapat menyebabkan overdosis dan berbahaya bagi tubuh Moms.

Tidak semua orang akan langsung mengalami gejala overdosis. Beberapa orang tidak akan menunjukkan gejala sama sekali.

Moms perlu mengetahu beberapa gejala overdosis ibuprofen, baik yang ringan maupun yang berat.

Gejala ringan overdosis ibuprofen antara lain, tinnitus (telinga berdenging), maag, mual, muntah, sakit perut, diare, pusing, penglihatan kabur, ruam dan berkeringat

Sementara gejala yang parah bisa meliputi, sulit atau lambat bernapas kejang, tekanan darah rendah, kejang, sedikit atau tidak ada produksi urin, sakit kepala parah dan yang paling parah adalah koma.

Overdosis juga bisa terhadi pada bayi. Ciri bayi yang overdosis mungkin menunjukkan tanda-tanda lesu atau tidak responsive. Sementara, gejala yang lebih serius adalah apnea atau penghentian sementara pernapasan.

Baca juga: Paracetamol untuk Ibu Menyusui, Ketahui Dosis dan Efek Sampingnya

Efek Samping Ibuprofen

efek samping obat

Foto: Orami Photo Stock

Ibuprofen tidak cocok untuk orang yang memiliki kondisi seperti, sensitif terhadap aspirin atau obat non steroid, pernah mengalami tukak lambung dan gagal jantung yang parah.

Pada 2015, United States Food and Drug Administration (FDA) telah memberikan peringatan keras tentang peningkatan risiko serangan jantung atau stroke saat mengonsumsi ibuprofen dengan dosis lebih tinggi.

FDA meminta orang-orang untuk menyadari kemungkinan masalah ini dan segera mencari pertolongan medis jika mereka mengalami nyeri dada, masalah pernapasan, kelemahan tiba-tiba di satu bagian atau satu sisi tubuh, atau ucapan cadel yang tiba-tiba.

Obat ini juga harus digunakan dengan hati-hati jika Moms memiliki atau pernah memiliki, asma, masalah hati, masalah ginjal, gagal jantung ringan, tekanan darah tinggi, angina, serangan jantung, penyempitan arteri, operasi cangkok bypass arteri koroner (CABG), mengalami perdarahan perut dan stroke.

Moms yang memiliki kondisi seperti yang disebutkan juga harus berkonsultasi dengan apoteker atau dokter saat akan mengonsumsinya.

Efek samping yang paling umum dari ibuprofen meliputi, diare, mual, muntah, dispepsia, kembung, gangguan pencernaan dan sakit di perut atau usus.

Efek samping yang mungkin juga terjadi adalah pusing, edema atau retensi cairan, kembung, tekanan darah tinggi, radang perut, bisul di sistem pencernaan, gejala asma yang memburuk.

Selain itu, Moms yang merasa pusing setelah minum obat ini sebaiknya tidak mengemudikan kendaraan.

Penggunaan ibuprogen dalam jangka panjang juga dapat menyebabkan penurunan kesuburan pada beberapa wanita, tetapi masalah ini harus segera dihentikan setelah menyelesaikan perawatan.

Baca juga: Vaksin Hepatitis, Ini Aturan dan Efek Sampingnya

Harga Ibuprofen di Pasaran

harga ibuprofen

Foto: nbcnews.com

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, ibuprofen dapat dibeli dengan mudah diberbagai apotek tanpa menggunakan resep dokter. Selain itu, harga ibuprofen juga terbilang cukup murah, yaitu berkisar antara Rp.4000 hingga Rp.189.000 tergantung jenis dan juga jumlah tablet yang akan dikonsumsi oleh Moms.

Baca juga: 7 Cara Alami untuk Mengobati Nyeri Tulang, Moms Harus Coba

Moms, demikian penjelasan mengenai manfaat, dosis, efek samping dan harga ibuprofen. Semoga bermanfaat ya Moms. Jangan lupa untuk konsultasi dengan dokter saat akan mengkonsumsi obat ini ya.

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait