Newborn

23 Desember 2020

IDAI Rilis Jadwal Imunisasi 2020, Apa Bedanya dengan Jadwal Imunisasi Sebelumnya?

Vaksin campak menjadi Vaksin campak dan rubella (MR/MMR)
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dresyamaya Fiona
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Satuan Tugas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) telah mengeluarkan aturan baru Imunisasi 2020 pada Rabu, 16 Desember 2020. Aturan imunisasi 2020 ini mencakup beberapa perubahan, namun tak terlalu banyak.

Perubahan ini berdasarkan rekomendasi World Health Organization (WHO) untuk program imunisasi anak. Jadwal imunisasi 2020 ini meliputi untuk usia anak 0-18 tahun.

Penjelasan mengenai imunisasi berdasarkan talkshow Tanya Jawab Seputar Imunisasi yang diselenggarakan IDAI dipandu oleh dr. Catharine Mayung Sambo, Sp.A(K) dan dijawab oleh Prof. DR. Dr. Soedjatmiko, SP.A(K), Msi, Sekretaris Satgas Imunisasi.

Mungkin sebagian Moms masih asing dengan info terbaru terkait imunisasi 2020 ini. Berikut penjelasan seputar perubahan jadwal imunisasi 2020 ini.

Baca Juga: Supaya Tidak Sakit, Tingkatkan Imunitas Tubuh Dengan 3 Bahan Ini

Perubahan Jadwal Imunisasi 2020

jadwal-imunisasi-bayi.jpg

Foto: Orami Photo Stock

Perubahan jadwal imunisasi 2020 ini cukup membingungkan para sebagian orang tua. Untuk menjawab keresahan itu, simak tanya jawab ini, ya!

Baca Juga: 3 Pertanyaan Seputar Masalah Imunisasi yang Paling Sering Ditanyakan

Tanya:

Apakah perbedaan imunisasi dulu dengan perubahan jadwal imunisasi 2020 yang dikeluarkan IDAI?

Jawab:

Jadwal imunisasi 2020 yang dikeluarkan 16 Desember 2020 oleh IDAI, tidak mengalami banyak revisi. Perubahan dominan pada tindakan dokter dan perubahan istilah nama vaksin.

Misalkan, vaksinasi campak berubah menjadi vaksinasi MR/MMR (Campak dan Rubella). Dengan perubahan ini, misalnya anak pernah vaksinasi campak sebelumnya, boleh meminta imunisasi MR/MMR Campak dengan jarak minimal 6 bulan.

Baca Juga: Jangan Anggap Sepele Sakit Telinga pada Anak, Ini Cara Mengatasinya

Terkait perubahan ini, rekomendasi vaksinasi polio juga mengalami sedikit pergeseran.

Imunisasi polio atau IPV adalah bentuk pencegahan terhadap penyakit polio pada anak. Karena adanya perubahan jadwal imunisasi anak, vaksin polio dilakukan sebaiknya minimal satu kali.

Namun seiring waktu penelitian, ternyata satu kali vaksin polio tidak cukup untuk perlindungan terhadap polio tipe dua.

WHO merekomendasikan untuk melakukan vaksinasi polio dua kali atau lebih. Di tahun 2023 nanti, WHO mewajibkan dunia untuk melakukan vaksin IPV sebanyak dua kali.

Catch up dalam istilah imunisasi yang berarti segera atau secepatnya. Sejak anak 0 bulan, perlu melakukan imunisasi sesuai jadwal tanpa terlewat. Ini untuk mencegah penyakit infeksi yang kemungkinan akan menyerang tubuh anak nantinya.

Baca Juga: Vaksinasi Anak Saat Pandemi COVID-19? Ini Panduan Amannya

Jika sebelumnya vaksin influenza hanya diberikan setiap 1 tahun sekali, tapi pada jadwal imunisasi 2020 yang terbaru, vaksin influenza menjadi vaksin wajib yang diberikan pertama kali saat anak berusia 6 bulan.

Pemberian vaksin Japanese encephalitis (JE) wajib diberikan saat anak berusia 9 bulan bagi anak di daerah endemis atau yang akan bepergian ke daerah endemis. Daerah endemis tertinggi meliputi Jakarta, Bali, Sulut, Kalbar, Yogyakarta dan lainnya.

Jika belum pernah segera melakukan vaksinasi JE sebelum terkena penyakitnya. Penyakit ini berasal dari nyamuk, misalnya yang berkembang biak di daerah sawah atau kebun.

Apabila orang tua lupa anak telah imunisasi apa saja, perlu imunisasi ulang. Sebaiknya tanyakan dokter untuk pilihan vaksin yang sebaiknya diutamakan.

Baca Juga: Gejala Imunodefisiensi Primer pada Anak, Simak di Sini!

Mom bisa mengunjungi laman situs Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) untuk mengetahui lebih lanjut jadwal imunisasi 2020 terbaru.

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait